0


saudaraku….

wanita muslimah laksana bunga yang menawan wanita muslimah yang sholehah bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya Begitu indah begitu berkilau begitu menentramkan…

teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut namun tentunya tak sembarang orang berhak meraihnya menghirup sarinya

hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah yang dapat memetiknya yang dapat meraih pesonanya dengan harga mahal yang teramat suci sebuah ikatan amat indah bernama PERNIKAHAN karena itu sebelum saatmu tiba janganlah engkau biarkan seorang muslimah layu sebelum masanya jangan kau menjadikan serigala liar membuatnya bahan permainan dalam keisenganmu Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh atas nama taaruf atas nama cinta…

Ya….... atas nama cinta jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh atas nama taaruf atas nama cinta Kau tau saudaraku…?? Jika seseorang jatuh cinta maka cinta akan membungkus seluruh aliran darahnya membekuknya dalam jari-jarinya dan menutup semua mata hati dan pikirannya Membuat seseorang lupa akan prinsipnya, Membuat seseorang lupa akan besarnya fitnah ikhwan-akhwat, Membuat seseorang lupa akan apa yang benar dan apa yang seharusnya ia hindarkan, Membuat seseorang itu lupa akan apa yang telah ia pelajari sebelumnya tentang batasan-batasan pergaulan ikhwan akhwat, Membuat seseorang menyerahkan apapun supaya orang yang ia cintai ”bahagia” atau ridho terhadap apa yang ia lakukan Membuat orang tersebut lupa bahwa cinta mereka belum tentu akan bersatu dalam pernikahan….

Ya saudaraku….akhi fillah, Jangan sampai cinta menjerumuskanmu dalam lubang yang telah engkau tutup rapat sebelumnya Karena itu jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh segeralah buat sebuah benteng yang tebal yang kokoh Tanam rumput beracun disekelilingnya Pasang semak berduri di muara-muaranya Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati. Cinta yang takkan bertepuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin…

Cinta begitu dasyat pengaruhnya jika engkau tau Karena itu jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh segeralah buat sebuah benteng yang tebal yang kokoh Tanam rumput beracun disekelilingnya Pasang semak berduri di muara-muaranya….

Berlarilah menjauhinya,menjauhi orang yang kau cintai, Buat jarak yang demikian lebar padanya, jangan kau berikan ia kesempatan untuk menjajaki hatimu, Biarlah air mata mengalir untuk saat ini, Karena kelak yang akan kalian temui adalah kebahagiaan, biarlah sakit ini untuk sementara waktu, biarlah luka ini mengering dengan berjalannya kehidupan, Karena cinta tidak lain akan membuat kalian sendiri yang menderita..... Kalian sendiri…

Saudaraku…. tentunya sudah mengerti dan paham bagaimana rasanya jika sedang jatuh cinta , jika dia jauh kita merasa sakit karena rindu, jika ia dekat kita merasa sakit karena takut kehilangan. padahal ia belum halal untukmu dan mungkin tidak akan pernah menjadi yang halal…

karena itu jauhilah ia jangan kau biarkan dia menanamkan benih-benih cinta di hatimu dan kemudian mengusik hatimu jangan kau biarkan dia mempermainkanmu dalam kisah yang bernama cinta. maka bayangkanlah keadaan ini tentang istrimu kelak

saudaraku sukakah engkau..?? apabila saat ini ternyata istrimu (kelak) sedang memikirkan pria yang itu bukan engkau..???

sukakah engkau..?? bila ternyata istrimu (kelak) saat ini tengah mengobrol akrab tertawa riang, becanda, saling menatap, saling menggoda, saling mencubit, saling memandang dengan sangat, saling menyentuh…??? dan bahkan lebih dari itu…??

sukakah engkau saudaraku…??

sukakah engkau bila ternyata saat ini istrimu (kelak) sedang jalan bersama pria lain yang itu bukan engkau…??

sukakah engkau…?? bila saat ini istrimu (kelak) tengah berpikir dan merencanakan pertemuan berikutnya…?? tengah disibukkan oleh rencana-rencana…apa saja yang akan ia lakukan bersama pria itu…??

tidak cemburukah engkau temanku..?? bila saat ini istrimu (kelak) sedang makan bareng bersama pria lain… istrimu (kelak) saat ini sedang digoda oleh pria-pria, istrimu (kelak) sedang ditelepon dengan mesra, istrimu (kelak) saat ini sedang curhat dengan pria yang berkata…”aku tak bisa jika sehari tak mengobrol denganmu…”

tidak cemburukah…?? tidak cemburukah…?? tidak cemburukaaaaahhhhhhhh……???

tidak terasa bagaimanakah jika istrimu (kelak) saat ini tengah beradu pandangan, bercengkrama, bercerita tentang masa depannya dengan pria lain yang bukan engkau…???

sukakah engkau kiranya istrimu (kelak) saat ini tidak bisa tidur karena memikirkan pria tersebut…?? menangis untuk pria tersebut…?? dan berkata dengan hati hancur…”aku sangat mencintamu…aku sangat mencintaimu…???” tidak patah hatikah engkau…??? sukakakah engkau bila istrimu (kelak ) berkata pada pria lain..”tidak ada orang yang lebih aku cintai selain engkau…??” menyebut pria tersebut dalam doanya… memohon pada Allah supaya pria tersebut menjadi suaminya… dan ternyata engkaulah yang kelak akan jadi suaminya…..dan bukan pria tersebut…???

jika engkau tidak suka akan hal itu, jika engkau merasa cemburu, maka demikian halnya dengan istrimu (kelak)....

dan Allah jauh lebih cemburu daripada istrimu, Allah lebih cemburu saudaraku melihat engkau sendirian namun pikirannmu enggan berpindah dari wanita yang telah mengusik hatimu tersebut….

saudaraku kalian percaya takdir bukan..?

saudaraku kalian percaya takdir bukan..?

apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama maka sejauh apapun mereka sebanyak apapun rintangan yang menghalangi sebesar apapun beda diantara mereka sekuat apapun usaha dua orang tersebut untuk menghindarkannya , meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya meski mereka tidak pernah saling bertegur sapa PASTI tetap saja mereka akan bersatu, seakan ada magnet yang menarik mereka, akan ada hal yang datang untuk menyatukan mereka berdua akan ada suatu kejadian yang membuat mereka saling mendekat dan akhirnya bersatu…

namun… apabila dua orang telah ditetapkan untuk tidak berjodoh , maka sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat sekeras apapun upaya orang disekitar mereka untuk menyatukannya sekuat apapun perasaan yang ada diantara mereka berdua sebanyak apapun komunikasi diantara mereka sebelumnya sedekat apapun…

PASTI… akan ada hal yang membuat mereka akhirnya saling menjauh ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak cocok ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik ada kejadian yang menghalangi mereka untuk bersatu

bahkan ketika mereka mungkin telah menetapkan tanggal pernikahan…

namun…yang perlu dicatat disini adalah yakinlah bahwa yang diberikan oleh Allah, yakinlah bahwa yang digariskan oleh Allah, yakinlah bahwa yang telah ditulis oleh Allah dalam KitabNya adalah yang terbaik untuk kita adalah yang paling sesuai untuk kita adalah yang paling membuat kita merasa bahagia. karena Dialah yang paling mengerti kita lebih dari kita sendiri. Dialah yang paling menyayangi kita. Dialah yang paling mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita. sementara kita hanya sedikit saja mengetahuinya dan itupun hanya berdasarkan pada persangkaan kita…

dan yang perlu kita catat juga adalah JIKA KITA TIDAK MENDAPATKAN SUATU HAL YANG KITA INGINKAN ITU BUKAN BERARTI BAHWA KITA TIDAK PANTAS UNTUK MENDAPATKANNYA NAMUN JUSTRU BERARTI BAHWA KITA PANTAS KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK DARI HAL TERSEBUT KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK SAUDARAKU LEBIH BAIK meskipun saat ini mata manusia kita tidak memahaminya meskipun saat itu perasaan kita memandangnya dengan sebelah mata meskipun saat itu otak kita melihatnya sebagai sesuatu yang buruk. Tidak jangan terburu-buru menvonis bahwa engkau telah diberikan sesuatu yang burukbahwa engkau tidak pantas karena kelak engkau akan menyadarinya engkau akan menyadarinya perlahan bahwa apa yang telah hilang darimu bahwa apa yang tidak engkau dapatkan bukanlah yang terbaik untukmu bukanlah yang pantas untukmu bukanlah sesuatu yang baik untukmu.

karena itu saudaraku jangan mubazirkan perasaanmu air matamu, waktumu , jangan kau umbar semua perasaan cintamu ketika engkau tengah menjalin proses taarufan jangan kau umbar semua kekuranganmu jangan kau ceritakan semuanya jangan kau terlalu ngotot ingin dengannya jika engkau mencintainya karena belum tentu dia adalah jodohmu pun jangan takut bila ternyata kalian tidak merasa cocok karena Allah telah menetapkan yang terbaik untuk kalian…

maka memohonlah padaNya mintalah padanya diberikan petunjuk dan dijauhkan dari segala godaan yang ada karena cinta sebelum pernikahan pada hakekatnya adalah sebuah cobaan yang berat Dan percayalah jodoh itu tidak ada kaitannya dengan banyak sedikitnya kenalan banyak sedikitnya teman perempuan. sama sekali tidak karena jika laki-laki yang terjaga maka Allahlah yang akan mengirimkan pendamping untuknya karena laki-laki yang terjaga adalah laki-laki yang banyak didamba oleh seorang akhwat sejati jadi jagalah dirimu hatimu kehormatanmu sebelum saatnya tiba. perbanyak bekalmu dan doamu yakinlah bahwa Allah yang akan memilihkan yang terbaik untukmu. aamiin…..

*Ya Allah karuniakanlah kami seorang pasangan yang sholeh yang menjaga dirinya , yang menjaga hatinya hanya untuk yang halal baginya , yang senantiasa memperbaiki dirinya yang senantiasa berusaha mengikuti sunnah Rasulullah yang baik akhlaknya yang menerima kami apa adanya yang akan membawa kami menuju Jannah Mu Ya Rabb…

kabulkan ya Allah. amien dan segerakanlah karena hati kami teramat lemah dan cinta sebelum menikah adalah sebuah cobaan yang berat…



Bandung, In memoriam

pada-Mu ya Rabb ku yakin akan indah pada waktunya





Dikirim pada 11 November 2010 di muhasabah


Menikah adalah saat dimana gerbang kesucian mulai dibentangkan

Menikah adalah saat dimana ketidaksempurnaan bukan lagi masalah yang mesti diperdebatkan

Menikah adalah saat dimana nyuci, nyemir, masang bohlam nyambung kabel, nyiram kembang, nguras bak mandi, masak, belanja kentang, ganti popok tak lagi bibi kerjakan

Menikah adalah saat dimana akar dirajut dari benang benang pemikiran

Menikah adalah saat dimana syariat direngkuh sebagai tolak ukur perbuatan

Menikah adalah saat dimana ketulusan diikatkan sebagai senyum kasih sayang

Menikah adalah saat dimana kesendirian dicampakkan sebagai sebuah kebersamaan

Menikah adalah saat dimana kegelisahan beralih pada ketenangan

Menikah adalah saat dimana kesetiaan adalah harga mati yang tak bisa dilelang…

Menikah adalah saat dimana bunga bunga bersemi pada taman taman

Menikah adalah saat dimana kemarau basah oleh sapaan air hujan

Menikah adalah saat dimana hati yang membatu lapuk oleh kasih saying

Menikah adalah sebuah pilihan antara jalan Tuhan dan Jalan Setan

Menikah adalah sebuah pertimbangan antara hidayah dan kesesatan

Menikah adalah saat dimana suka dan duka saling berdatangan

Menikah adalah saat dimana tawa dan air mata saling berdendang

Menikah adalah saat dimana ikan dan karang bersatu dalam lautan

Menikah adalah saat dimana dua hati menyatu dalam ketauhidan

Menikah adalah saat dimana syahwat tidak lagi bertebaran dijalan jalan

Menikah adalah saat dimana ketakwaan menjadi teluk perhentian

Menikah adalah saat dimana kehangatan menyatu dalam pekatnya malam

Menikah adalah saat dimana cinta pada Allah dan Rasul-Nya dititipkan

Menikah adalah saat dimana dua hati berganti peran pada kedewasaan

Menikah adalah saat dimana dua jasad menambah kekuatan dakwah peradaban

Menikah adalah saat dimana kecantikan adalah sebuah ujian

Menikah adalah saat dimana kecerewetan diperindah oleh aksesoris kesabaran

Menikah adalah saat dimana bunga bunga mulai menyemi pada alang

Menikah adalah saat dimana bidadari2 dunia turun ditelaga telaga kesejukan

Menikah adalah saat dimana jundi jundi kecil bagai cicit burung pada dahan dahan

Menikah adalah saat dimana pemahaman pemahaman mulai disemikan

Menikah adalah saat dimana amal amal mulai ditumbuhkan

Menikah adalah saat dimana keadilan mulai ditegakkan

Menikah adalah saat dimana optimistus adalah leksem baru dari sebuah kefuturan

Menikah adalah saat dimana kecemburuan adalah rona pelangi pada awan

Menikah adalah saat dimana kesendirin menutup epi k kehidupan

Menikah adalah saat dimana syahadat menjadi saksi utama penerimaan

Menikah adalah saat dimana aktivitas dibangun atas dasar ketaatan

Menikah adalah saat dimana perbedaan ciptakan kemesraan

Menikah adalah saat dimana istana tahajud dibangun pada pucuk pucuk malam

Menikah adalah saat dimana belaian bak kumbang yang meneteskan madu madu kehidupan

Menikah adalah saat dimana kecupan bak mentari yang segarkan dedaunan dari kemarau panjang

Menikah adalah saat dimana goresan bayang bayang yg kulukis pada mimpi mimpi malam berubah menjadi kenyataan

Menikah adalah saat dimana jiwa jiwa yang lelah seharian bisa disegarkan

Menikah adalah saat dimana hilangnya energy kehidupan bisa dipulihkan

Menikah adalah saat dimana kapal yang mengarungi bahtera kehidupan menemukan pelabuhan

Menikah adalah saat dimana Allah melipatgandakan kekuatan, rizki dan kasih saying

Menikah adalah saat dimana kebersamaan selalu menjadi kenyataan

Menikah adalah saat permasalahan permasalahan hidup tidak lagi dipecahkan seorang diri

Menikah adalah saat saat terindah tuk ciptakan surga dunia akherat

Menikah adalah jalan mulia tuk menjayakan islam dan muslimin

Menikah adalah saat dimana kecemburuan bagai bunga bunga indah nan harum sebagai penyemangat dalam beribadah

Menikah adalah saat dimana Alquran dan sunnah harus diamalkan dalam kehidupan

Menikah adalah saat saat terindah dimana keduanya saling berfastabikul khairat

Menikah adalah saat dimana kekuatan iman dan ihsan berlipat ganda

Menikah adalah saat dimana amalan amalan sunnah menjadi adat yang senantiasa hidup dalam bait bait kebersamaan

Menikah adalah saat dimana sakinah, mawaddah warahmah menjadi suatu hal yang muda direalisasikan dalam kehidupan

Menikah adalah saat dimana angin angin syurga mulai berhembus ke relung jiwa

Menikah adalah saat dimana mujahadah dalam jihad tak lagi surut kebelakang

Menikah adalah saat dimana dambaan menjadi pendamping perjuangan dakwah jadi nyata

Menikah adalah saat dimana cahaya cahaya syurga selalu menyinari arah kehidupan

Menikah adalah saat dimana ridha Allah menjadi motivasi utama dan pertama dalam mengarungi bahtera rumah tangga

Menikah adalah saat dimana semua kesusahan hidup adalah bagian dari kenikmatan yang harus diterima dan dihadapi dengan penuh ikhlas dan kesabaran

Menikah adalah satu jalan untuk menutup mata dari hal hal yang haram dipandang

Menikah adalah saat2 mendebarkan yang begitu indah

Menikah adalah saat dimana sifat dan sikap tercela harus disingkirkan

Menikah adalah suatu kenikmatan yang tiada bandingnya didunia ini

Menikah adalah saat dimana kebersamaan akan menghiasi segala kesepian

Menikah adalah saat dimana pengorbanan tak lagi menjadi perhitungan

Menikah adalah jalan mulia untuk menangkal panah panah iblis

Menikah adalah saat dimana kemanjaan seorang istri menjadi penyejuk jiwa

Menikah adalah saat janji setia dua anak manusia yang mampu mengguncang langit dan bumi

Menikah adalah saat dimana pintu pintu syahid terbuka lebar

Menikah adalah saat dimana generasi2 Rabbany mulai menyinari gelapnya dunia

Menikah adalah saat dimana senyuman manis bagai oase dipadang pasir

Menikah adalah saat dimana remasan2 lembut jemari suami mampu menurunkan rahmat dan kasih sayang Allah

Menikah adalah saat dimana suapan2 kecil semakin memperindah kebersamaan

Menikah adalah saat terindah dimana iman dan tolabul ‘ilmi menjadi faktor penunjang kemuliaan

Menikah adalah saat dimana akhlakul karimah menjadi penghias dalam menjalani kehidupan

Menikah adalah saat dimana kebersamaan dalam suka dan duka menjadi pengokoh ikatan tali kasih

Menikah adalah saat dimana panggilan sayang menjadi hal yang lumrah

Menikah adalah saat dimana tangisan tanda syukur pada-Nya selalu bersimbah

Menikah adalah saat dimana permintaan maaf selalu diberi sebelum diminta

Menikah adalah saat dimana merencanakan segala sesuatunya dengan penuh kecermatan

Menikah adalah saat dimana cita cita luhur mulai terwujudkan satu persatu

Menikah adalah saat dimana mahligai keberkahan mulai dipetik

Menikah adalah saat dimana keceriaan selalu menghiasi segala ujian dari-Nya

Menikah adalah saat dimana perilaku mulia menjadi teladan orang banyak

Menikah adalah saat dimana barisan barisan jihad mulai dibangun

Menikah adalah saat dimana semua jiwa dan raga dipersembahkan hanya untuk-Nya

Menikah adalah janji setia dua insan yang berlainan jenis untuk seiya sekata dalam menjalani kehidupan ini meraih cinta-Nya

Menikah adalah saat dimana separuh dari dien mulai dipetik

Menikah adalah saat dimana hari hari yang dilalui penuh dengan jihad

Menikah adalah saat saat terindah yang kudambakan.



Bandung, In Memoriam

Menikah adalah.................????/



Dikirim pada 11 November 2010 di artikel


Di suatu kajian, dengan tema jelajah hati…

Sebuah kajian yang panjang, bermakna dan ‘mengena’…

Sebuah kajian bagaimana menjaga hati, menjaga cinta dalam dada ini hanya untukNya…

Masih teringat jelas dalam benakku ketika ustad tersebut berkata

“jika ada yang hatinya mulai tergoda oleh hal selainNya, maka jujurlah pada hati, namun lakukan apa yang berkebalikan dengan hawa nafsu… Misalnya, suatu saat kita melihat baju yang sangat bagus dan sangat ingin untuk membeli.. jujurlah pada hati bahwa kita sangat menyukai baju itu, jika perlu beli, namun berikan baju yang sangat kita senangi itu untuk orang lain… untuk masalah cinta, ketika hati tergoda tuk mencintai selainNya apalagi lawan jenis, jujurlah pada hati, dan berdoalah ‘ya Allah..aku mencintainya namun jangan jadikan ia sebagai jodohku…”

Kira2 begitu intinya, meski ga saklek seperti itu…

Sontak mendengar kalimat terakhir para hadirin yang datang tertawa… namun aku, justru bertanya-tanya. Ketika cinta itu datang, meskipun bukan untuk memiliki, mengapa justru kita seperti itu? Bukankah sangat baik jika doa itu menjadi ‘jagalah hati ini dari cinta terhadapnya sampai rasa cinta ini halal bagi kami’… Begitu batinku dulu…dulu…

Namun aku mengerti sekarang..sangat mengerti mengapa doa itu yang disarankan oleh sang ustad (meskipun mungkin doa ini ga saklek juga)… aku sangat mengerti sekarang…

Mengapa?

Karena di suatu kajian lain, aku mengambil suatu hikmah, yakni suatu keluarga yang ingin menjadi sebuah keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah, itu bukan hal yang mudah… keluarga yang ingin dibangun seperti itu memang harus didasarkan pada suatu kesucian… kesucian masing-masing pasangan baik secara hati dan fisik, dan yg paling penting kesucian PROSES itu sendiri…

Keluarga yang sebersih itu juga harus diawali dengan proses yang bersih sebagaimana hal yang baik harus diawali dengan hal yang baik pula… bagaimana keluarga itu akan menjadi keluarga yg suci jika dalam proses saja tidak bersih?

Dalam proses harusnya tak ada pelanggaran-pelanggaran syar’i… sebagaimana tak ada berpacaran sebelum menikah.. sebagaimana tak ada bergoncengan dan bersentuhan selama itu belum halal.. sebagaimana tak ada perkenalan lebih mendalam selama proses ta’aruf belum dimulai secara resmi.. Sebagaimana itu pula kesucian hati itu harusnya terjaga sebelum itu semua juga akan menjadi halal..tak ada cinta selain padaNya dan tak ada cinta tuk lawan jenis kecuali cinta itu halal.. Ya, ‘baik’ dalam proses untuk mencapai ‘kebaikan’ pada akhirnya…

Tuk mencapai rumah tangga yang diberkahi yang di dalamnya harapannya akan lahir para mujahid dan mujahiddah tuk menjalankan estafet dakwah ini, terlalu suci tuk dinodai dengan proses yang tidak baik…

Tuk membangun rumah tangga yang slalu dalam naungan cintaNya yang harapannya akan lahir para hafidz dan hafidzah tuk mewarnai ummat ini, terlalu suci tuk dinodai dengan proses yang kotor..



Baik dalam proses…

Sebenarnya mungkin hanya itu yang ingin disampaikan sang ustadz dalam doa itu… doa yang berharap ketika ada getaran yang tak seharusnya ada tuk seseorang, maka tidak sepantasnya berharap seseorang tersebut tuk menjadi jodoh kita kelak… semua ini hanya demi BAIK dalam PROSES agar PREOSES ini mengantarkan pada KEBERKAHAN yang sesungguhnya.. Sebuah keluarya yang di dalamnya akan lahir para mujahid-mujahiddah dan hafidz-hafidzah tuk mewarnai dunia ini.. mewarnai dengan warna warni pelangi cinta di dunia dan akhirat…

Wallahu’alam..



Bandung, humayroh



Dikirim pada 25 Oktober 2010 di muhasabah

Jangan hanya bertanya tentang penghasilan, hobby atau dimana akan membangun rumah. Tanyakanlah hal2 yg jauh lebih penting kepada calon suami- misalnya, sedalam apa cintanya kepada Allah…

Dia ingin berkenalan lebih jauh dengan anda. Tujuannya untuk menjajaki apakah hubungan suami isteri ygsuci dan dahsyat itu bisa dibangun bersama anda. Anda berdua sudah saling bertukar curriculum vitae, kawan-kawan dan kerabat sudah saling bertukar informasi kepada anda dan dia. Dia ingin bertemu dan mengajukan beberapa pertanyaan. Sebaliknya, dia juga siap membuka dirinya untuk ditanya-tanya oleh anda.

Berwudhu’-lah dulu, laksanakan shalat sunnat dua rakaat, mintalah Allah merengkuh anda dan mengendalikan lisan serta gerak-gerik anda. Ucapkanlah ta’awudz, dan bismillah dg jelas di hadapannya, lalu ajukan pertanyaan2 dibawah ini sambil menggantungkan diri anda hanya kepada Allah yg telah menciptakan anda dan dia.

1. Bagaimana anda pertama kali mengenal Allah? Tolong ceritakan sedetil mungkin.

2. Kapan pertama kali anda bertaubat yg sungguh sungguh? Kalau boleh tahu, kesalahan apakah yang anda mintakan ampun kpada Allah waktu itu? Pernahkah anda mengulangi kesalahan itu? Apa yg akan mungkin membuat anda terjerumus lagi pada kesalahan itu di masa mendatang? (jika dia menganggap itu aib yang anda tak perlu tahu, jangan sekali-kali anda mendesaknya untuk menjawab. Tunjukkan rasa hormat anda atas pilihannya untuk tidak menjawab).

3. Adakah kesalahan kepada Allah yang selalu anda lakukan dan sampai hari ini belum anda mintakan ampun kpada Allah? Kalau boleh tahu kesalahan apakah itu? (Begitu juga yang ini)

4. Seberapa sering anda ingkar kepada Allah terutama kalau sedang sendirian? Dalam bentuk apa keingkaran anda itu? (Begitu juga yang ini)

5. Tolong ceritakan bagaimana hubungan anda dengan Allah saat ini

6. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal mengikuti shalat fardhu berjamaah sesudah adzan berkumandang? Kenapa?

7. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal membaca Quran minimal 50 ayat per hari? Kenapa?

8. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal bangun shalat malam/ tahajjud?

9. Dalam seminggu terakhir, Berapa hari yg anda lewatkan tanpa bershodaqoh atau berinfaq untuk orang miskin dan sabilillah?

10. Tolong sebutkan 5 langkah pertama dan yang akan anda lakukan secara istiqomah untuk membangun rumah tangga yang taat kpada Allah dan Rasul-Nya? Kenapa anda memilih ke-5 langkah tersebut ? Bagaimana cara anda melaksanakannya?

11. Saya mau buka rahasia. Sebenarnya, saya sudah memiliki seorang laki-laki yang sangat saya cintai. Orangnya kalem, pintar, ganteng, dan sangat sopan. Hanya kepada dia saya memberikan cinta saya lebih dari kepada lelaki lain. Bersediakah anda mengizinkan saya melanjutkan cinta saya kepada lelaki ini, kalau anda suami saya? (Biarkan dia salah tingkah dulu. Mungkin juga dia akan menjawab secara emosional. Perhatikan mimic wajahnya, wajah seperti itulah yang akan anda lihat setiap kali kelak anda bertengkar dan mengingatkan dia dengan ayat Allah atau hadist Rasulullah. Setelah anda merekam mimic wajahnya, barulah anda katakana…)laki-laki itu bernama Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana caranya supaya saya semakin mencintai beliau, lebih dari saya mencintai suami saya?

12. Apa saja rencana anda dalam menghidupkan sunnah nabi Muhammad Shallallohu ‘alaihi wa sallam dalam rumah tangga yang akan anda bangun? Bagaimana anda akan melaksanakannya?

13. Ada 3 hal yg insyaAllah akan selalu saya perbaiki dalam diri saya secara bersungguh2 sampai saya mati yaitu ibadah, ilmu dan ‘amal shalih saya. Apa saran anda untuk saya?

14. Tentang Ibu anda, ceritakan sebanyak mungkin hal penting yg menurut anda perlu saya ketahui tentang beliau?

15. Sejak anda dewasa, pernahkah anda membuat beliau sangat marah? Apa sebabnya? Apa yg anda lakukan setelah itu?

16. Dalam seminggu terakhir, berapa kali anda mencium tangan dan memeluknya dengan mesra? Kalau anda tinggal kota dengan beliau, berapa kali anda menelponnya dalam seminggu terakhir? Apa kata2 yang paling sering anda sampaikan ke beliau sebelum anda menutup telepon?

17. Jika Ibu anda melakukan kesalahan, apa yg anda lakukan utk mengingatkannya?

18. Menurut anda, adakah hal tertentu dari ibu anda- apakah itu perkataan maupun perbuatan- yang sangat mempengaruhi cara anda memperlakukan wanita, terutama kelak isteri anda? Apakah itu? 19. Jika kelak terjadi pertengkaran atau ketegangan antara Ibu dan isteri anda, apa yg akan anda lakukan? 20. Tentang Ayah anda, ceritakan hal2 penting yg menurut anda perlu saya ketahui ttg beliau?

21. Apa saja yg menurut anda bisa menghancurkan sebuah hubungan suami isteri? Apa rencana anda untuk menghindarinya?

22. Apa saja menurut anda bisa menggagalkan sebuah rumah tangga dalam menghasilkan anak2 yg shalih? Apa rencana anda utk menghindarinya?

23. Ttg mencari nafkah, kalau pendapatan ekonomi RT anda kurang memadai, jenis pekerjaan apa yg sebaiknya dilakukan oleh isteri anda utk membantu mencari nafkah?

24. Ta’adud ( menikahi lebih dari satu isteri) merupakan salah satu aturan Allah yg Maha sempurna, berikut syarat dan akibat2nya baik utk laki2 dan perempuan. Apa pandangan anda ttg ta’addud?

25. Bagaimana mati yg anda inginkan? Apa rencana2 anda utk itu?

Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala membuka segala sesuatu yang paling mendasar, untuk anda ketahui tentang dia, lewat pertanyaan-pertanyaan diatas. Tetapi ada satu hal kecil yang perlu anda lakukan sebelum anda bertemu dia. Pergilah kedepan cermin, pandangilah bayangan mata anda, lalu tanyakan satu persatu pertanyaan diatas tadi kepada diri anda sendiri, dan jawablah dengan jujur.



Bandung, Muhasabah diri, oase jiwa







Dikirim pada 25 Oktober 2010 di muhasabah


Begitu cantiknya ukhti..Tp dimata manusia..Sedangkan yang maha kuasa tak pernah memandang rupa ataupun bentuk tubuh kita.. Namun Dia hanya melihat pada hati & amal2 yg dilakukan hamba2nya..Ukhti, kamu cantik sekali..Tapi cantik fisik tak akan prnah abadi..Saat ini para pesolek bisa berbangga dengan kemolekan wajah ataupun bentuk tubuhnya..Namun beberapa saat nanti, saat wajah mulai keriput, rambutpun kusut dan berubah warna putih semua, tubuh tak lagi tegak, membungkuk termakan usia, tak ada lagi yg bisa dibanggakan..Lebih2 jika telah memasuki liang lahat, tentu tak akan ada manusia yg mau mendekat..Ukhti, kamu cantik sekali..Tapi kecantikan hanyalah pemberian dan untuk apa di bangga-banggakan??Sepantasnya kecantikan di syukuri dengan cara yg benar..Mensyukuri kecantikan bukanlah cara memamerkan..Ukhti, kamu cantik sekali..Tapi apa manfaat pujian dan kekaguman seseorang?? Adakah ia menambah pahala dari-Nya??? Adakah derajatmu akan meninggi di sisi ilahi setelah di puji?? Tak ada yg menjamin wahai ukhti..Mungkin malah sebaliknya, wajah cantik itu menjadikanmu tak punya harga di hadapan-Nya, karena kamu tak mampu memelihara sesuai ketentuan-Nya..Ukhti, kamu cantik sekali..Alangkah indahnya kecantikan fisik itu dipadu dgn kecantikan fisikmu.. Apalah arti cantik rupawan bila tak memiliki keimanan.. Apalah guna tubuh molek memikat jika tak ada rasa malu yg lekat.. Cantiknya dirimu dengan cahaya-Nya.. Cahaya yg bersinar dari hati benderang penuh keimanan.. Hati yg senantiasa taat patuh pada syariat.. Hati yg taqwa yg selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.. Hati yg sederhana, yg tidak berlebihan dalam sgala urusan dunia..Ukhti, kamu cantik sekali..Maka tampillah cantik dihadapan penciptamu karena itu lebih berarti dari pada menampilkan kecantikanmu pada manusia yg bukan muhrimmu.. Tampillah cantik dihadapan suamimu karena itu adalah bagian dari amalmu..Mengabdi kepada manusia yg kamu kasihi demi keridhoan illahi..Tampillah cantik, cantik iman, cantik hati, cantik batin, karena itu lebih abadi..



Sesungguhnya Allah tidak akan melihat bentuk fisikmu dan juga rupamu, akan tetapi Allah melihat kepada hatimu dan amal-amal mu"



wallahu alam bish shawab.

^___^



Bandung, in Memoriam, Renungan Inspirasi



Dikirim pada 14 Oktober 2010 di muhasabah


Muslimah cantik, menjadikan malu sebagai mahkota kemuliaannya…” (SMS dari seorang sahabat)

Membaca SMS di atas, mungkin pada sebagian orang menganggap biasa saja, sekedar sebait kalimat puitis. Namun ketika kita mau untuk merenunginya, sungguh terdapat makna yang begitu dalam. Ketika kita menyadari fitrah kita tercipta sebagai wanita, mahkluk terindah di dunia ini, kemudian Allah mengkaruniakan hidayah pada kita, maka inilah hal yang paling indah dalam hidup wanita. Namun sayang, banyak sebagian dari kita—kaum wanita—yang tidak menyadari betapa berharganya dirinya. Sehingga banyak dari kaum wanita merendahkan dirinya dengan menanggalkan rasa malu, sementara Allah telah menjadikan rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء

“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain,

الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر

“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz Dzahabi)

Begitu jelas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memberikan teladan pada kita, bahwasanya rasa malu adalah identitas akhlaq Islam. Bahkan rasa malu tak terlepas dari iman dan sebaliknya. Terkhusus bagi seorang muslimah, rasa malu adalah mahkota kemuliaan bagi dirinya. Rasa malu yang ada pada dirinya adalah hal yang membuat dirinya terhormat dan dimuliakan.

Namun sayang, di zaman ini rasa malu pada wanita telah pudar, sehingga hakikat penciptaan wanita—yang seharusnya—menjadi perhiasan dunia dengan keshalihahannya, menjadi tak lagi bermakna. Di zaman ini wanita hanya dijadikan objek kesenangan nafsu. Hal seperti ini karena perilaku wanita itu sendiri yang seringkali berbangga diri dengan mengatasnamakan emansipasi, mereka meninggalkan rasa malu untuk bersaing dengan kaum pria.

Allah telah menetapkan fitrah wanita dan pria dengan perbedaan yang sangat signifikan. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam akal dan tingkah laku. Bahkan dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 228 yang artinya; ‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang sepatutnya’, Allah telah menetapkan hak bagi wanita sebagaimana mestinya. Tidak sekedar kewajiban yang dibebankan, namun hak wanita pun Allah sangat memperhatikan dengan menyesuaikan fitrah wanita itu sendiri. Sehingga ketika para wanita menyadari fitrahnya, maka dia akan paham bahwasanya rasa malu pun itu menjadi hak baginya. Setiap wanita, terlebih seorang muslimah, berhak menyandang rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.

Sayangnya, hanya sedikit wanita yang menyadari hal ini…

Di zaman ini justeru banyak wanita yang memilih mendapatkan mahkota ‘kehormatan’ dari ajang kontes-kontes yang mengekspos kecantikan para wanita. Tidak hanya sebatas kecantikan wajah, tapi juga kecantikan tubuh diobral demi sebuah mahkota ‘kehormatan’ yang terbuat dari emas permata. Para wanita berlomba-lomba mengikuti audisi putri-putri kecantikan, dari tingkat lokal sampai tingkat internasional. Hanya demi sebuah mahkota dari emas permata dan gelar ‘Miss Universe’ atau sejenisnya, mereka rela menelanjangi dirinya sekaligus menanggalkan rasa malu sebagai sebaik-baik mahkota di dirinya. Naudzubillah min dzaliik…

Apakah mereka tidak menyadari, kelak di hari tuanya ketika kecantikan fisik sudah memudar, atau bahkan ketika jasad telah menyatu dengan tanah, apakah yang bisa dibanggakan dari kecantikan itu? Ketika telah berada di alam kubur dan bertemu dengan malaikat yang akan bertanya tentang amal ibadah kita selama di dunia dengan penuh rasa malu karena telah menanggalkan mahkota kemuliaan yang hakiki semasa di dunia.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128) Di antara makna wanita yang berpakaian tetapi telanjang adalah wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/191)

Dalam sebuah kisah, ‘Aisyah radhiyyallahu ‘anha pernah didatangi wanita-wanita dari Bani Tamim dengan pakaian tipis, kemudian beliau berkata,

إن كنتن مؤمنات فليس هذا بلباس المؤمنات وإن كنتن غير مؤمنات فتمتعينه

“Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.” (disebutkan dalam Ghoyatul Marom (198). Syaikh Al Albani mengatakan, “Aku belum meneliti ulang sanadnya”)

Betapa pun Allah ketika menetapkan hijab yang sempurna bagi kaum wanita, itu adalah sebuah penjagaan tersendiri dari Allah kepada kita—kaum wanita—terhadap mahkota yang ada pada diri kita. Namun kenapa ketika Allah sendiri telah memberikan perlindungan kepada kita, justeru kita sendiri yang berlepas diri dari penjagaan itu sehingga mahkota kemuliaan kita pun hilang di telan zaman?

فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman: 13)

Wahai, muslimah…

Peliharalah rasa malu itu pada diri kita, sebagai sebaik-baik perhiasan kita sebagai wanita yang mulia dan dimuliakan. Sungguh, rasa malu itu lebih berharga jika kau bandingkan dengan mahkota yang terbuat dari emas permata, namun untuk mendapatkan (mahkota emas permata itu), kau harus menelanjangi dirimu di depan public.

Wahai saudariku muslimah…

Kembalilah ke jalan Rabb-mu dengan sepenuh kemuliaan, dengan rasa malu dikarenakan keimananmu pada Rabb-mu…



muslimah.or.id



Dikirim pada 12 Oktober 2010 di puisi


Dikisahkan pada suatu hari, Guru Sufi yang terkenal, Ibrahim bin Adham didatangi oleh seseorang yang layak disebut sebagai ‘ahli maksiat’ karena sudah sekian lama ia hidup dalam kemaksiatan, sering mencuri, selalu menipu dan merampok, suka minum khamr, dan tidak pernah bosan berzina.

Ahli maksiat ini berniart untuk tobat dan mengadu (curhat) serta meminta nasehat kepada Ibrahim bin Adham,

"Wahai tuan guru, aku seorang pendosa yang rasanya idtak mungkin bisa keluar dari kubangan maksiat. Tapi, tolong ajari aku seandainya ada cara untuk menghentikan semua perbuatan-ku yang sangat tercela selama ini?"

Ibrahim bin Adham menjawab, "Baik anak muda, Kalau kamu bisa selalu berpegang pada lima hal ini, niscaya kamu akan terjauhkan dari segala perbuatan dosa dan maksiat.

“Apa 5 hal yang Anda maksudkan itu Tuan Guru?”

“Yang pertama, jika kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, maka usahakanlah agar Allah jangan sampai melihat perbuatanmu itu."

Ahli maksiat itu terperangah, "Bagaimana mungkin, Tuan guru, bukankah Allah selalu melihat apa saja yang diperbuat oleh siapapun? Allah pasti tahu walaupun perbuatan itu dilakukan dalam kesendirian, di kamar yang gelap, bahkan di lubang semut sekalipun."

Wahai anak muda, kalau yang melihat perbuatan dosa dan maksiatmu itu adalah tetanggamu, kawan dekatmu, atau orang yang kamu hormati, apakah kamu akan meneruskan perbuatanmu? Lalu mengapa terhadap Allah kamu tidak malu, sementara Dia melihat apa yang kamu perbuat?"

Ahli maksiat itu lalu tertunduk dan berkata,"katakanlah yang kedua, Tuan guru!"

Ibrahim bin Adam kemudian melanjutkan nasehatnya,

“Kedua, jika kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, maka jangan pernah lagi kamu makan rezeki Allah."

Pendosa itu kembali terperangah, "Bagaimana mungkin, Tuan guru, bukankah semua rezeki yang ada di sekeliling manusia adalah dari Allah semata? Bahkan, air liur yang ada di mulut dan tenggorokanku adalah dari Allah jua."

Ibrahim bin Adham menjawab, "Wahai anak muda, masih pantaskah kita makan rezeki Allah sementara setiap saat kita melanggar perintahNya dan melakukan laranganNya? Kalau kamu numpang makan kepada seseorang, sementara setiap saat kamu selalu mengecewakannya dan dia melihat perbuatanmu, masihkah kamu punya muka untuk terus makan darinya?"

"Sekali-kali tidak Tuan Guru!” kata Ahli maksiat itu.

“Sekarang katakanlah yang ketiga, Tuan guru."

Ibrahim bin Adam melanjutkan,”Ketiga, kalau kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, janganlah kamu tinggal lagi di bumi Allah."

Sekali lagi ahli maksiat itu tersentak, "Bukankah semua tempat ini adalah milik Allah, Tuan guru? Bahkan, segenap planet, bintang dan langit adalah milikNya juga?"

Ibrahim bin Adham menjawab,"Kalau kamu bertamu ke rumah seseorang, numpang makan dari semua miliknya, akankah kamu cukup tebal muka untuk melecehkan aturan-aturan tuan rumah itu sementara dia selalu tahu dan melihat apa yang kamu lakukan?"

Ahli maksiat itu kembali terdiam, air matanya menetes perlahan dari kelopak matanya lalu berkata,

“Aku mohon katakanlah yang keempat, Tuan guru."

“Baik anak muda” Ibrahim bin Adam melanjutkan,

“Yang keempat, jika kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, dan suatu saat malaikat maut datang untuk mencabut nyawamu sebelum kamu bertobat, tolaklah ia dan janganlah mau nyawamu dicabut."

“Bagaimana mungkin itu terjadi, Tuan guru? Bukankah tak seorang pun mampu menolak datangnya malaikat maut?"

Ibrahim bin adham menjawab, "Kalau kamu tahu begitu, mengapa masih jua berbuat dosa dan maksiat? Tidakkah terpikir olehmu, jika suatu saat malaikat maut itu datang justru ketika kamu sedang mencuri, menipu, berzina dan melakukan dosa lainnya?"

Nampak air mata menetes semakin deras dari kelopak mata ahli maksiat tersebut, kemudian ia berkata,

"Wahai tuan guru, mohon katakanlah hal yang kelima."

“Kelima, jika kamu masih akan berbuat dosa, dan tiba-tiba malaikat maut mencabut nyawamu justru ketika sedang melakukan dosa, maka janganlah mau kalau nanti malaikat Malik akan memasukkanmu ke dalam neraka. Mintalah kepadanya kesempatan hidup sekali lagi agar kamu bisa bertobat dan menambal dosa-dosamu itu."

Ajli maksiat itupun berkata, "Bagaimana mungkin seseorang bisa minta kesempatan hidup lagi, Tuan guru? Bukankah hidup hanya sekali? “

Ibrahim bin Adham pun lalu berkata, "Oleh karena hidup hanya sekali anak muda, dan kita tidak pernah tahu kapan maut akan menjemput kita, sementara semua yang telah diperbuat pasti akan kita pertanggung jawabkan di akhirat kelak, apakah kita masih akan menyia-nyiakan hidup ini hanya untuk menumpuk dosa dan maksiat?"

Seketika ahli maksiat itupun langsung pucat, dan dengan surau parau menahan ledakan tangis ia mengiba, "Cukup, Tuan guru, aku tak sanggup lagi mendengarnya. Jangan kau teruskan lagi. Aku tidak sanggup lagi mendengarnya. Aku berjanji, mulai saat ini aku akan beristighfar dan bertaubat nasuha kepada Allah.” "

Lalu ia pun beranjak pergi meninggalkan Ibrahim bin Adham. Dan sejak saat itu, orang-orang mengenal kemudian bahwa ahli maksiat itu telah melakukan tobat yang benar-benar tobat (taubatan nasuha) dan menjadi seorang ahli ibadah yang menjalankan ibadah dan semua perintah-perintah Allah dengan baik dan khusyu’ serta menjauh dari perbuatan-perbuatan tercela yang dahulu selalu ia kerjakan.



Bandung, In Memoriam. renungan Inspiratif



Dikirim pada 09 Oktober 2010 di muhasabah


Sampai kapan kita menantang.

Sampai kapan kita membangkang.

Aurat kelihatan di sepanjang jalan.

Wanita dandan untuk dijajan.

Hukum Alloh tak dihiraukan



Meminum miras.

Tak pernah puas.

Harta panas dimakan buas.

Hukum Alloh tak dihiraukan



Layar kaca sepanjang malam.

Acara kelam tak pernah padam.

Di syahwat hitam kita tenggelam.

Hukum Alloh tak dihiraukan



Miskin dan fakir.

Tak pernah terpikir.

Uang membanjir.

Bertambah kikir.

Hukum Alloh tak dihiraukan



Sihir terus mendupa.

Syirik merajalela.

Santet menebar petaka.

Semua diam seribu bahasa.

Hukum Alloh tak dihiraukan



Muda mudi membaur diri.

Bersunyi-sunyi di kamar nan keji.

Belum nikah sudah berbayi.

Hukum Alloh tak dihiraukan



Terjangan samudera.

Dan goyangan gempa.

Seakan tanda Murka Sang Pencipta.

Tapi kita… kita sebagai manusia telah butA.

Bencana demi bencana… terus melanda.

Memakan harta, menelan jiwa.

Tapi kita terus durhaka



Hei… Apa yang kau tunggu.

Kita harus bersatu.

Bila kau terus termangu, kita semua kan tersapu



Bandung in Memoriam, Renungan Inspiratif

Dikirim pada 09 Oktober 2010 di muhasabah


Cinta luar biasa..

Cinta seorang Kekasih kepada umatnya..

Hingga pada hembusan nafasnya yang terakhir..

Lidah Rasulullah menuturkan tanpa henti..

Ummati.. ummati.. ummati..



Cinta luar biasa..

Kisah cinta Handzalah..

Meninggalkan isteri di malam pernikahan..

Lantaran menyahut seruan jihad..

Akhirnya syahid di medan perjuangan..



Cinta luar biasa..

Seteguh kasih Khadijah..

Tak pernah jemu memberikan dukungan..

Rela mengorbankan segala kemewahan..

Di saat Rasulullah dan Islam dipinggirkan..



Cinta luar biasa..

Kisah kesetiaan Abu Bakar..

Kasih seorang sahabat yang tiada tandingan..

Insan yang senantiasa membenarkan..

Sewaktu kata-kata Rasulullah ditertawakan..



Cinta luar biasa..

Kisah ketabahan Hajar..

Ditinggalkan di tanah yang gersang bersama Ismail..

Bukti kasih seorang ibu yang berlarian mencari air..

Tatkala mendengar tangisan si anak kecil..



Cinta luar biasa..

Umpama keberanian Ali..

Di malam penghijrahan Nabi..

Menggantikan Rasulullah di tempat tidurnya..

Walaupun jiwa menjadi taruhan..



Cinta luar biasa..

Cinta Aisyah, Masyithah dan Sumaiyyah..

Menggadaikan nyawa demi mempertahankan aqidah..

Iman di dada tak sedikit pun goyah..

Karena keyakinan yang teguh atas segala janjiNya..



Kisah cinta luar biasa..

Insan pilihan yang berada di atas jalanNya..

Betapa tulusnya kasih, teguhnya jiwa..

Ridha dan sabar menempuh segala ujian..

Merekalah insan yang memahami arti manisnya iman..



Mampukah diri ini meraih cinta luar biasa..??



Bandung, in Memoriam. Renungan inspiratif

Dikirim pada 09 Oktober 2010 di muhasabah

Kalbu berseru menjemput harapan
Manakah yang lebih indah dari pertautan dua hati
sedang fitrah dari Allah untuk sekalian insan
tak lain keniscayaan untuk merasa cenderung satu sama lain

Jika belum cukup kebendaan untuk kami
Allah janjikan kecukupan dari arah yang tak disangka
Jikalau belum cukup kematangan pada diri kami
Allah kan didik kami dengan keluasan ilmu-Nya

Jika tekad belum cukup membaja
Allah telah kuatkan dengan niat mulia
Agar Rasulullah bangga dengan bilangan umatnya
Jikalau iman belum cukup terjaga
Allah sempurnakan separuh agama

Adakah yang lebih indah dari ungkapan syukur
atas nikmat ilahiyah?
Telah Allah pertautkan Adam dan Hawa
Telah Allah anugerahkan Yusuf bagi Zulaekha
Telah Allah bahagiakan Muhammad bersama Khadijah
Telah Allah satukan Ali dengan Fatimatuzzahrah

Duhai raga, bersujudlah atas karunia kasih Allah
Duhai jiwa, tentramlah dalam kehangatan yang diridhai Rabbmu
Setelah bergegas penuhi sunnah Rasul
Setalah bersegera tunaikan separuh agama
Sebab Allah pertautkan dua kebaikan untuk hamba yang patuh:
Pria shalih bagi wanita shalihah, wanita shalihah bagi pria shalih
Subhanallah...Alhamdulillah
Adakah yang lebih indah dari pertautan ini
Sedang Allah, Rasul, dan malaikat berkenan mempersaksikan
Manakah yang lebih membahagiakan
Selain cinta dalam naungan Allah?
Selain kasih sayang dalam shaf Rasulullah?



bandung in memoriam, Renungan inspiratif



Dikirim pada 09 Oktober 2010 di muhasabah

“….. Dan bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia adalah baik untukmu, Bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Dan Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui.” (Al-Baqarah ; 216).

*************

Dahulu ada dua orang raja. Raja mukmin dan raja kafir. Raja yang kafir sakit, ia menginginkan sejenis ikan bukan pada musimnya. Waktu itu, jenis ikan tersebut berada didasar samudra. Para tabib yg putus asa menasehatkan agar raja memilih penggantinya.” Obat baginda pada ikan tersebut, kita tak mungkin mendapatkannya,” kata mereka

Allah lalu mengutus salah seorang malaikat untuk menggiring ikan itu keluar dari lubangnya didasar laut supaya orang mudah menangkapnya. Ikan itupun lalu ditangkap. Raja memakannya dan ia segera sembuh.

Kemudian raja yang mukmin pun jatuh sakit, ia menderita sakit yang sama seperti yang diderita raja kafir. Tetapi ia sakit pada waktu ketika ikan menjadi obatnya itu berada pada permukaan laut. “ bergembiralah, sekarang ini musim munculnya ikan itu.” Ucap para tabib.

Lalu Allah mengutus para malaikat untuk menggiring ikan-ikan itu dari permukaan laut sampai masuk kembali ke lubang lubang didasar laut. Orang orang tak mampu menangkapnya.

Para malaikat langit dan penduduk bumi keheranan, mereka kebingungan. Kemudian Allah mewahyukan kepada para malaikat langit dan kepada para nabi dizaman itu.

“inilah aku yg pemurah, pemberi karunia, mahakuasa. Tidak menyusahkan Aku apa yang Ku berikan, tidak bermanfaat bagi bagi Ku apa yang kutahan sedikipun, Aku tidak menzalimi siapapun.

Adapun raja kafir itu, aku mudahkan baginya mengambil ikan bukan pada waktunya, dengan begitu Aku membalas kebaikan yang pernah ia lakukan. Aku balas kebaikan itu sekarang, supaya ketika ia dating pada hari kiamat, tidaklah ada kebaikan pada lembaran lembaran amalnya. Ia masuk neraka karena kekufurannya.

Adapun raja yang ahli ibadah itu, Aku tahan ikan itu pada waktunya. Dia pernah berbuat salah, Aku ingin menghapus kesalahannya itu dengan menolak kemauannya dan menghilangkan obatnya supaya kelak ia datang menghadap-Ku tanpa dosa. Dan diapun masuk syurga.

*****

Terkadang kita selalu mengeluh atas harapan yang tak terpenuhi, kita mengeluh atas doa yang tak terkabulkan, dan selalu mengeluh untuk sesuatu yang tidak kita ketahui. padahal dibalik semua itu ada hikmah termahal jika kita bisa jeli melihatnya.ada kasih yang tak ternilai dari Allah tuk hamba-Nya yang sabar.

terkadang kita melihat ketidakadilan dari kaca mata kita sebagai seorang hamba dengan ego yang berkecamuk dihati. sebagai contoh ketika kita melihat mengapa Allah tidak membalas ketidakadilan seorang suami yang tidak memberikan keadilan pada seorang istri baik lahir maupun batin. mengapa justru Allah memberikan segala fasilitas duniawi terhadap suami tersebut. mengapa Allah tidak menghukumnya. mengapa Allah tidak mendengarkan doa seorang istri yang menghiba memohon agar Allah memberikan keadilan ? seperti cerita diatas sesungguhnya Allah lebih mengetahui yang terbaik buat hamba-hamba-Nya. begitu pula, jika kita melihat kasus seorang istri yang berselingkuh kesana kemari dan menyia-nyiakan suami dan anak. begitulah kehidupan, selalu ada rahasia yang tidak kita ketahui. dan sesungguhnya dibalik semua rahasia itu ada satu kunci kebaikan. (** afwan ini kasus nyata dari banyaknya keluhan baik itu dari pihak istri maupun suami )

ya ukhti ya akhi.. marilah kita bersabar, bersyukur dan ikhlas.. karena kebahagiaan itu ada disini dihati kita. tidak akan pernah ada seorangpun yang bisa merampasnya. karena Kebahagiaan itu ada didalam keimanan.

ya ukhti ya akhi... selalu ada permata dibalik derita dan airmata , selalu ada makna dibalik peristiwa dan bencana. jangan sampai kita menyesal, jangan sampai Allah mengajak kita untuk mensyukuri nikmat-Nya dengan cara mencabut nikmat tersebut dari diri kita.

Sesungguhnya Rencana Allah lebih indah dari impian kita. tersenyumlah , jangan bersedih... karena kesedihanmu, airmatamu terlalu berharga hanya tuk menangisi dunia yang fana

Wallahualam, semoga Allah mengampuni saya jika karena pengetahuan saya yang kurang luas sehingga saya menulis, berbuat dan berbicara salah.



Bandung, In Memoriam

ditulis dari kisah nyata, yang akhirnya membuatku lebih kuat

dan yakin akan kasih sayang Allah pada-Ku. semoga semua ujian ini

tuk menghapus segala dosa dan salahku, sehingga ku bisa menghadap-Nya

dengan tersenyum tanpa dosa. aamiin Allahumma Aamiin.

Dikirim pada 28 September 2010 di muhasabah


Mau nikah ? ntar dulu, siapa calonnya ? cantik gak ? gantengnya seperti siapa ? udah kerja belum ? anaknya orang kaya ya ? tinggi badannya setara gak ? bodinya gimana ? umurnya sudah tua ya ? sudah sarjana ?

Sahabat pertanyaan-pertanyaan yang sangat fisikal dan duniawi sekali ini sering menghantui para gadis dan pemuda masuk ke jenjang pernikahan yang sangat dianjurkan untuk disegerakan pelaksanaannya ketika nafsu sudah bergolak tak terkendali.

Mereka lebih senang melampiaskan nafsunya dengan permainan-permainan yang dibuat oleh Setan yang sekilas begitu indahnya namun akan berujung kepada kehinaan dan kesengsaraan yang berlarut-larut dalam hidupnya. Dan jadilah ia Pengikut Setan yang sebenar-benarnya, na’udzubillahi min dzalik

Jarang sekali para gadis atau pemuda atau bahkan orang tua yang mempertanyakan kepada calon pasangan, bagaimana baca Qur’annya ? Sholat 5 waktunya tepat waktu ? suka Sholat lail ? suka Puasa Sunnah ? Akhlahnya bagaimana ? Belajar Agamanya dimana ?

Cobalah kita fikir dan renungkan firman Allah berikut ini :

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KURNIA-NYA. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.” (An-Nuur 24:32-33)

Ingat Sahabat, Nikah dan menikahkan bukan urusan personal belaka tetapi merupakan kewajiban sosial, ketika kita melihat anak kita, saudara kita, orang-orang disekitar kita sudah waktunya menikah tetapi masih ragu bahkan takut menikah atau kesulitan mencari jodohnya, maka kewajiban kita membantu memudahkannya sesuai kemampuan kita.

Namanya Aini. begitu saya biasa memanggilnya. Salah satu "adik" terbaik yang pernah saya miliki, yang pernah saya temui dan alhamdulillah Allah pertemukan saya dengannya.

Seharusnya 20 Nopember nanti genap ia menginjak usia 37 tahun. Beberapa tahun bersamanya, banyak contoh yang bisa saya ambil darinya. Kedewasaan sikap, keshabaran, keistiqomahan, dan pengabdian yang luar biasa dalam meretas jalan dakwah . Seorang Penggerak dakwah yang tangguh dan tak pernah menyerah. Sosok yang tidak pernah mengeluh, tidak pernah putus asa dan memiliki prasangka baik yang teramat tinggi kepada Allah. Dan dia adalah salah satu amanah saya terberat, ketika memang harusnya ia sudah memasuki sebuah jenjang pernikahan.

Ketika beberapa gadis lain yang lebih muda usianya melenggang dengan mudahnya menuju jenjang pernikahan, maka Aini ,Allah taqdirkan harus terus meretas kesabaran. Beberapa kali saya berikhtiar membantunya menemukan pemuda shalih, tetapi ketika sudah memulai setengah perjalanan proses..Allah pun berkehendak lain. Namun begitu, tidak pernah ada protes yang keluar dari lisannya, tidak juga ada keluh kesah, atau bahkan mempertanyakan kenapa sang pemuda begitu " lemahnya " hingga tidak mampu menerjang berbagai penghalang ? Atau ketika masalah fisik, suku, serta terlebih usia yang selalu menjadi kendala utama seorang pemuda mengundurkan diri , Aini pun tidak pernah mempertanyakan atau memprotes " kenapa pemuda sekarang seperti ini ?

Tidak ada gurat sesal, kecewa, atau sedih pada raut muka ataupun tutur katanya. Kepasrahan dan keyakinan terhadap kehendak Allah begitu indah terlukis dalam dirinya.

Hingga, akhirnya seorang pemuda shalih yang dengan kebaikan akhlak serta ilmunya, datang dan berkenan untuk menjadikannya seorang pendamping. Tidak ada luapan euphoria kebahagiaan yang ia tampakkan selain ucapan singkat yang penuh makna "Alhamdulillah..jazakillah saya sudah membantu...mohon doa agar diridhai Allah "

Alhamdulillah , Allah mudahkan proses ta’arauf serta khitbah mereka, tanpa ada kendala apapun seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Padahal pemuda shalih yang Allah pilihkan tersebut berusia 8 tahun lebih muda dari usianya.

Berkomitmen pada sunnah Rasulullah untuk menyegerakan sebuah pernikahan, maka rencana akad pun direncanakan 1 bulan kemudian, bertepatan dengan selesainya adik sang pemuda menyelesaikan studi di negeri Mesir.

Namun , Allah lah Maha Sebaik-baik Pembuat keputusan..

2 minggu menjelang hari pernikahan, sebuah kabar duka pun datang. Usai Aini mengisi sebuah kajian , motor yang dikendarainya terserempet sebuah mobil, dan menabrak kontainer didepannya. Aini shalihah pun harus meregang nyawa di ruang ICU. 2 hari setelah peristiwa itu, Rumah sakit yang menanganinya pun menyatakan menyerah. Tidak sanggup berbuat banyak karena kondisinya yang begitu parah.

Hanya iringan dzikir disela-sela isak tangis kami yang berada disana. Semua keluarga Aini juga sang pemuda pun sudah berkumpul. Mencoba menata hati bersama untuk pasrah dan bersiap menerima apapun ketentuanNya. Kami hanya terus berdoa agar Allah berikan yang terbaik dan terindah untuknya. Hingga sesaat, Allah mengijinkan Aini tersadar dan menggerakkan jemarinya. Ya Rabb...sebait harapan pun kembali kami rajut agar Allah berkenan memberikan kesembuhan, walau harapan itu terus menipis seiring kondisinya yang semakin melemah. Hingga kemudian sang pemuda pun mengajukan sebuah permintaan kepada keluarga Aini.

" Ijinkan saya untuk membantunya menggenapkan setengah Agamanya ini. Jika Allah berkehendak memanggilnya, maka ia datang menghadap Allah dalam keadaan sudah melaksanakan sunnah Rasulullah..."

Permintaan yang membuat kami semua tertegun. Yakinkah dia dengan keputusannya ?

Dalam kedaaan demikian , akhirnya 2 keluarga besar itupun sepakat memenuhi permintaan sang pemuda.

Sang bunda pun membisikkan rencana tersebut di telinga Aini. Dan baru kali itulah saya melihat aliran airmata mengalir dari sepasang mata jernihnya.

Tepat pukul 16.00, dihadiri seorang penghulu,orangtua dari 2 pihak, serta beberapa sahabat dan dokter serta perawat...pernikahan yang penuh tangis duka itupun dilaksanakan. Tidak seperti pernikahan lazimnya yang diiringi tangis kebahagiaan, maka pernikahan tersebut penuh dengan rasa yang sangat sulit terlukiskan. Khidmat, sepi namun penuh isakan tangis kesedihan.

Tepat setelah ijab kabul terucap...sang pemuda pun mencium kening Aini serta membacakan doa diatas kain perban putih yang sudah berganti warna menjadi merah penuh darah yang menutupi hampir seluruh kepala Aini. Lirih, kami pun masih mendengar Aini berucap, " Tolong Ikhlaskan saya....."

Hanya 5 menit. Ya..hanya 5 menit setelah ijab kabul itu. Tangisanpun memecah ruangan yang tadinya senyap menahan sesak dan airmata. Akhirnya Allah menjemputnya dalam keadaan tenang dan senyum indah.

Sang Pemuda telah menjemput seorang bidadari... sebuah karunia indah dan janji yang telah Allah berikan padanya...

Dan sang pemuda pun melepas dengan penuh sukacita dengan iringan tetes airmata yang tidak kuasa ditahannya...

" ..SAYA TELAH MENIKAHI SEORANG BIDADARI.. NIKMAT MANA LAGI YANG HARUS SAYA DUSTAKAN..."

Begitulah sang pemuda shalih mengutip ayat Ar RahmanNya...

Ya Rabb..Engkau sebaik-baik pembuat skenario kehidupan hambaMu..Maka jadikanlah kami senantiasa dapat memngambil hikmah dari setiap episode kehidupan yang Engkau berikan...

Selamat jalan adikku sayang ...engkau memang bidadari surga yang Allah tidak berkenan seorang pemuda pun didunia ini yang bisa mendampingi kehidupanmu kecuali para pemuda shalih yang berkhidmat di jalan dakwah dengan ikhlas, tawadhu dan siap berjihad dijalanNya dan kelak menutup mata sebagai seorang syuhada...."

Selamat jalan Aini..semoga Allah memberimu tempat terindah di surgaNya....Semoga Allah kumpulkan kita kelak didalam surgaNya...amiin)

Wasiat Rasulullah Saw. kepada calon istri dan keluarganya: “Apabila datang kepada kalian seorang peminang yang kalian senangi agamanya dan akhlaknya maka cepat-cepatlah dikawinkan. Kalau kalian tidak melakukannya maka akan timbul fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.”

"Seorang wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang mempunyai agama, niscaya kamu beruntung." [HR. Bukhari dan Muslim].

"Dapatkan wanita yang beragama, (jika tidak) niscaya engkau merugi." [HR. Bukhari dan Muslim].

“Sebaik-baik wanita adalah apabila engkau melihatnya, dia menggembirakan. Apabila engkau perintah dia mentaatimu, dan ia senantiasa memelihara dirinya dan hartamu di belakangmu.” [HR. at-Tabroni dari Abdullah bin Salam].

"Hendaknya tiap-tiap orang berusaha memiliki hati yang bersyukur dan lidah yang berdzikir dan memiliki istri yang membantu dan mendorong dalam masalah akhirat.” [Ar-Rokhawi dari hadits Abu Hurayrah].

"Dunia semuanya adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita sholehah." [HR. Muslim].

TERNYATA SALAH SATU KUNCI SUKSES ADALAH PUNYA ISTRI SHALIHAH.

Sahabat, tidak ada satu manusiapun yang sempurna fisik dan akhlaqnya di dunia ini, dan tidak ada satu manusiapun yang bisa berbuat sesuai dengan kehendak kita, pasti ada perbedaan, pasti ada akan perselisihan, pasti akan ada pertengkaran, semua itu adalah proses ujian untuk kita semua, sebagai tolok ukur sejauhmana keimanan dan kesabaran kita, OK YUK KITA SEGERA MENIKAH dan MENIKAHKAN, hilangkan segala kekhawatiran karena Allahlah yang menjaminnya.

bandung, menjemput bidadari....

Dikirim pada 24 September 2010 di muhasabah

Kuuntai kalimatku dengan goresan pena ini, untukmu, suamiku yang kucintai, semoga engkau lebih berbahagia.

Membaca suratmu, wahai suamiku, menjadikan aku ingat masa lalu. Aku merasakan makna kalimat-kalimatmu sebagaimana aku rasakan tatkala engkau sampaikan kalimat-kalimat itu saat kita baru memulai hidup bersama dahulu. Kini, setelah semua berlalu, dan setelah aku hampir terlupa akan kalimat-kalimat itu, engkau goreskan kalimat itu untuk kedua kalinya. Kusampaikan jazakallohu khoiran, Suamiku, atas kebaikanmu, dan atas perhatianmu kepadaku, istrimu.

Suamiku yang kucinta…

Mungkin engkau telah begitu sering sering mendengar kata-kata permintaanku. Namun, aku berharap engkau takkan jemu menanggapinya. Saat ini pun, aku katakan padamu, wahai suamiku, bantulah aku menjadi sebaik-baik perhiasan duniamu. Bantulah aku menjadi salah satu dari keempat kebahagiaan hidupmu. Bila engkau meminta agar aku membantumu untuk memperbaiki akhlak dan pergaulanmu kepadaku, maka lebih dari itu, aku begitu berharap engkaulah orang yang akan mengantarkanku ke taman akhlak yang mulia bersamamu.

Suamiku, jika engkau bersungguh-sungguh mengatakan kepadaku apa yang engkau goreskan itu, maka lebih dari itu, aku pun berharap engkau lebih bersungguh-sungguh membimbing, mengayomi, dan menyertakanku dalam seluruh kebaikanmu. Aku ingat nasehat emas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam meski itu lebih tepat disebut peringatan. Peringatan bagiku sebagai seorang istri, yang tentunya perlu engkau tahu, meski aku kira engkau pun telah mengetahuinya. Aku ingat saat beliau shalallahu ‘alaihi wasallam memperingatkan seorang wanita sebagai istri sepertiku dengan sabdanya shalallahu ‘alaihi wasallam,

 فَا نْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَاءِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَ نَارُكِ

“Maka perhatikanlah, wahai si istri, bagaimana kalian mempergauli suamimu. Sesungguhnya ia adalah surga atau nerakamu.” [HR. Ahmad 4/341 dan 6/419, dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohihul Jami 1509 dan ash-Shohihah 6/220.]

 Begitu jelasnya makna nasihat beliau itu, dan begitu tegasnya pernyataan beliau shalallahu ‘alaihi wasallam. Dengan goresan pena kita ini, semoga engkau tahu, wahai suamiku, bahwa aku begitu sangat berharap surga dan tidak ingin terjebak ke neraka sementara aku punya engkau, suamiku. Aku tahu engkau berarti surga, juga berarti neraka bagiku. Namun, aku berharap engkau mau mengerti bahwa aku tidak menginginkan neraka. Engkau pun pasti juga begitu. Maka, bantulah aku, suamiku.

Suamiku, tentunya engkau tahu bahwa jalan menuju surga tidaklah mudah. Namun aku berharap jalan itu akan dipermudah bagiku. Aku berharap jalan surgaku akan dengan mudah kutelusuri bersamaan dengan tetap adanya aku di sisimu. Apakah engkau paham maksudku, suamiku? Aku hanya ingin mengatakan satu pintaku: buatlah aku mampu melakukan apa pun yang membuatmu ridho kepadaku, sebab dengan begitu Allah pun akan meridhoiku.

 Sebaliknya, belokkanlah langkahku bila aku melakukan sesuatu yang membuat Allah memurkaiku sehingga engkau pun murka kepadaku. Karena kau tahu aku begitu lemah untuk bisa menunaikan seluruh hak-hakmu. Bahkan tiada mungkin aku menunaikan seluruhnya sebab begitu agung dan tak terhingga hak-hakmu. Bukankah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam telah menegaskan:

حَقُّ الزَّوْجِ عَلَى زَوْ جَتِهِ أَنَّ لَوْ كَانَتْ بِهِ قُرْ حَةٌفَلَحِسَتْهَا مَا أَدَّتْ حَقَْهُ

“Hak seorang suami yang harus ditunaikan oleh istri itu (nilainya begitu besar), sehingga seandainya suami terluka bernanah di badannya, lalu istrinya menjilatinya pun belum dinilai ia telah menunaikan haknya.  [HR. Hakim dalam al-Mustadrok 2717 dan beliau mengatakan hadits ini sanadnya shohih, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohihul Jami 3148]

 Rasanya, sangatlah berat bagiku untuk meraih surga itu. Mengingat betapa untuk menunaikan hak-hakmu saja begitu berat bebannya kurasa.Maka, aku hanya ingin engkau menunaikan sebagian saja dari hak-hakku agar aku bisa menunaikan hak-hakmu dengan seimbang. Semoga engkau mengerti ini, dan semoga engkau sudi menerimanya, istrimu yang lemah ini. Karena aku tahu, seperti engkau juga telah tahu, bahwa Allah Ta’ala tidak mewajibkan kepadamu selain sebagian hak-hakku semata. Bukan seluruh hak-hakku harus engkau tunaikan sehingga betapa akan semakin berat kiranya aku menunaikan hak-hakmu.

 Suamiku, sejujurnya aku katakan bahwa kebahagiaan rumahku adalah tanggung jawabku. Menyambutmu dengan senyuman adalah rutinitas keseharianku. Ketenanganmu begitu membahagiakanku. Aku sangat suka kesuksesanmu meski hanya dengan sedikit bantuanku. Saat kutahu apa maumu, begitu ringan hidupku. Semuanya kulakukan karena aku merasa seandainya aku tidak melakukannya, hak-hakmu yang mana lagi kiranya yang kuasa kutunaikan. Maka pintaku, bantulah aku, suamiku.

 Suamiku, aku tahu, sebagaimana engkau pun tahu, shalat adalah sebuah kunci surga bagiku. Maka bantulah aku, suamiku, sebagaimana aku biasa membantumu untuk bisa bersama-sama menunaikannya dengan baik dan diterima oleh-Nya Ta’ala.

Aku pun tahu, sebagaimana engkau juga tahu, puasa Romadhan adalah satu kunci surga yang lain bagiku. Maka bantulah aku, suamiku, sebagaimana aku biasa membantumu untuk bisa bersama-sama menunaikannya dengan baik, dan semoga ibadah kita diterima oleh-Nya.

Aku tahu sebagaimana engkau juga tahu, bahwa ragaku ini, diriku ini, hanya halal buatmu seorang. Maka pintaku, berilah aku sesuatu yang halal yang bisa kunikmati sebagai nafkah lahir dan batinku. Bantulah aku berlaku pintar menunaikan hakmu, sebagaimana aku akan berusaha menjadikanmu pandai berbaik-baik kepadaku. Dengan begitu, aku berharap agar kita berkesempatan bersama menggapai ridho-Nya.

Aku juga tahu, sebagaimana engkau juga telah tahu bahwa menaati perintah dan ajakanmu melakukan apa pun yang Allah ridhoi adalah salah satu kunci surga yang lain bagiku. Maka pintaku, bila aku tidak kuasa melakukannya, janganlah engkau murkai kekuranganku tapi perintahlah aku dengan sesuatu yang lain yang aku kuasai melakukannya. Dan bila aku telah kuasa melakukan apa yang engkau perintahkan, dan aku telah memenuhi ajakanmu, janganlah lupakan Dzat Yang Maha Kuasa di atas sana.

Bersyukurlah kepada-Nya sebelum kau ucapkan kata terima kasihmu padaku. Dengan begitu, aku berharap ridho-Nya dan juga ridhomu. Karena aku berharap surga-Nya. Semoga engkau memahami ini, suamiku.

Seandainya ada tinta emas dalam pena kita ini, tentu aku akan tuliskan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam ini sebagai syi’ar yang lebih berarti bagiku, dan semoga akan selalu kita baca dan kita tunaikan bersama. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

 إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَ صَا مَتْ شَهْرَهَا وَ حَفِظَتْ فَرْ جَهَا وَأَطَا عَتْ زَوْ جَهَا قِيلَ لَهَا ادْ خُلِي الْجَنَْةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِءْتِ

“Jika seorang istri telah baik shalat lima waktunya, telah baik puasa (ramadhannya), telah baik dalam menjaga farjinya, telah baik ketaatannya kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: “Masuklah kamu ke dalam surga dari pintu mana pun yang kau suka”.” [HR. Ahmad 1573, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohihul Jami  660]

 Suamiku, jujur aku katakan, bukan aku belum pernah mendapati bantuanmu. Bukan. Bukan aku belum pernah mendapati engkau penuhi pintaku. Bukan. Namun aku bersyukur kepada Allah Ta’ala, selanjutnya kepadamu, atas semua yang telah engkau berikan sebagai kemudahan bagiku menuju ridho-Nya dan ridhomu. Aku hanya berharap menjadi istrimu yang akan menyenangkanmu di dunia juga di akhiratmu. Bantulah aku, semoga Allah memberkahi kehidupan rumah tangga kita.

Dari yang mencintaimu, istrimu.





sumber : email

Dikirim pada 28 Agustus 2010 di curhat


Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
Duhai indahnya……….

Islam mengajarkan pola pola hubungan yang sangat indah dan menawan tentang lelaki dan perempuan. Ia memerintahkan keduanya untuk saling berinteraksi, berhubungan dan memberikan manfaat satu sama lain. Keduanya diperintahkan untuk bergerak seirama dengan irama semesta, melakukan putaran yang sama dilakukan oleh jagat raya. Keduanya disuruh untuk menjaga dan memelihara orkesra ini.

Lelaki itu itu ibarat langit, sedangkan perempuan ibarat bumi. Keduanya mesti “MENIKAH”. Langit memanjakan bumi dengan curahan hujan kasih saying, dan bumi melahirkan tetumbuhan, memelihara dan membesarkannya. Langit memandang bumi lewat matahari yang benderang, atau bulan yang bercahaya dengan pandangan yang berbinar binary, tidak ketinggalan langit mengerdip ngerdipkan matanya melalui bintang gemintang malam. Langit tidak pernah membiarkan bumi tanpa teman, walaupun sekejap. Ia selalu menciptakan interaksi dan menjaga keberlangsungannya. Tidak kalah, bumi pun melambai lambaikan tangan halusnya melalui dedaunan dan dahan dahan pepohonan diterpa semilir angina sepoi sepoi.

Saat kerinduan bumi makin memuncak, ia gerakkan pepohonan untuk menari nari dengan gerakan cepat dan meliuk liuk, diiringi musik angina kencang yang berhembus. Pada saat yang sama, langitpun berteriak – teriak , memanggil manggil bumi dengan guruh yang riuh atau guntur yang menggeleggar, lalu mengirimkan magnet yang memikat melalui kilatnya yang menyambar – nyambar. Ketika keduanya telah saling bertemu, langit menangis bahagia mengguyurkan hujan air matanya kepada bumi, sementara bumi dengan tenang menerima anugerah yang diterimanya dari sang langit, sebelum akhirnya menyebarkan hasil anugerah itu kepada semua makhluk yang menghuninya.

Langit dan bumi selalu bertemu ; yang satu mencari yang lainnya dicari , yang satu mencinta yang lainnya dicinta. Dan tak pernah pecinta mencari tanpa dicari pula oleh kekasihnya. Apabila kilat cinta telah membakar hati yang satu maka dalam hati yang lain telah bersemayam cinta yang penuh gelora. Sebagaimana apabila Cinta kepada Allah telah membara dalam relung hati seseorang, maka pasti Dia telah mencintainya. Sebab Allah telah menakdirkan bahwa takkan tercipta bunyi tepukan hanya dari sebelah tangan. Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan pasangannya ; Dia telah menjadikan manusia untuk saling mencinta. Dia telah menetapkan adanya pecinta dan kekasih, perindu dan terindu, pencari dan tercari…..

Langit adalah ibarat lelaki. Dan bumi adalah ibarat perempuan. Keduanya sejoli yang tak terpisahkan. Keduanya saling membutuhkan. Langit memberikan kebaikan dan bumi memupuk, memelihara dan menyebarkannya. Apabila bumi kekurangan panas, langit mengirimkan matahari. Jika ia kehilangan embun dan kesegaran, langit menggelilingi bumi laksana seorang suami yang mencari nafkah demi isterinya. Sedangkan bumi berputar, sibuk mengurusi rumah tangganya, membersihkan dan memperindah perkarangan rumah, serta merawat dan menyusui anak anak yang lahir,

Langit dan bumi tidak dapat dipisahkan. Tanpa bumi, bagaimana mungkin bunga dan pepohonan dapat tumbuh dan berkembang ? tanpa bumi, air dan panas yang telah dikirimkan takkan bermakna apa-apa. Karena keduanyalah terjadi kelahiran dan pembiakan. Langit dan bumi sepertinya berlawanan, yang satu diats dan lainnya dibawah. Yang satu luas dan besar dan yang lainnya kecil. Padahal keduanya saling menyempurnakan, saling memelihara eksistensi masing2. takkan ada langit jika tidak ada bumi, demikian pula sebaliknya.

Bagaikan malam dan siang, yang secara lahir nampang bertentangan yang satu hitam dan gelap yang lainnya bersinar dan terang padahal keduanya saling memerlukan untuk menuju satu tujuan, karena keduanyalah ada sesuatu yang bernama hari, keberadaan yang satu menyebabkan adanya yang lain; hilang yang satu, hilang pula yang lainnya takkan pernah ada siang jika tidak ada malam.

Begitulah…. Dan inilah yang dinamakan pernikahan. Pernikahan yang suci. Bukan semata sebagai kontak dan kontrak seksual, melainkan pernikahan yang sesuai dengan gerak ritmis Rabbani. Dan dari pernikahan ini pula akan lahir mujahid mujahidah pilihan dan manisfestasi manisfetasi Rabbani.

Islam sangat menganjurkan pernikahan. Bahkan Rasulullah menegaskan bahwa pernikahan adalah sunnahnya ; siapa saja yang membencinya maka beliau tidak mengakuinya sebagai umat. Setiap pemuda yang telah siap diharuskan untuk bersegera menikah.

Dengan menikah, kata Imam Al-Ghazali hati menemukan kelegaannya, melalui kedekatan dan kemesraan bersama istri atau suami. Hati yang lega akan meningkatkan hasrat untuk memuji, memuja dan memasrahkan diri kepada Illahi. Seseorang akan merasakan betapa Mahakasihnya Allah, betapa Penyayang dan Penguasanya DIA yang telah menciptakan dan mengatur hubungan hubungan yang indah ini. Ia akan mudah memahami dan menaiki berbagai anak tangga syukur. Sesuatu yang tidak bisa dimenegerti oleh mereka yang tidak menikah.

Hati yang lega diinginkan setiap orang. Tapi kelegaan tidak bisa didapatkan dengan diam. Ia harus dicari. Dan itu bisa didapatkan diantaranya dengan beristeri atau bersuami. Ali bin Abi Thalin dalam kesempatan berkata :” Janganlah kau hilangkan istirahat dan kelegaan sepenuhnya dari hati, agar hatimu tidak menjadi buta.

Ibnu Arabi menegaskan bahwa kesempurnaan manusia terletak dalam kepasrahnannya kepada Allah. Setiap kebaikan yang positif selalu dimulia dari penghambaan kepada-Nya.

Pernikahan adalah sebagian dari agama karena dengan pernikahan seseorang akandapat merasakan keindahan dan kasih saying Allah. Bahkan dalam sebuah hadist disebutkan bahwa Pernikahan adalah separuh agama.

Karena alasan ini pulalah, saat kedua istrinya meninggal karena wabah penyakit, Mu’adz bin jabal berkata, “ berikanlah kepadaku seorang istri, agar aku tidak mati dalam keadaan membujang” Muadz bin jabal adalah seorang sahabat yang pernah diutus oleh Nabi untuk menyebarkan islam diyaman.

Ya inilah sebuah hubungan yang sangat indah dan menawan……. PERNIKAHAN….

So yang belum menikah….??? Maka……………



Bandung, In Memoriam

Apabila bumi kekurangan panas,

Langit mengirimkannya ;

Jika ia kehilangan embun dan kesegaran,

Langit memulihkanya (Jalaluddin Rumi)



Dikirim pada 11 Juni 2010 di artikel

Ummu Dalia :” izinkan saya menanyakan kepadamu satu pertanyaan.”

Ummu Mahmud :” apa itu silakan.”

Ummu Dalia :” apakah kecemburuan telah diangkat dari hatimu ? bagaimana kamu menerima wanita lain, bisa jadi ia lebih cantikdarimu ? atau suamimu lebih mencintainya darimu ?
Ummu Mahmud :” sejujurnya seperti wanita lain rasa cemburu menghantuiku. Akan tetapi, saya teringat istri istri rasulullah dahulu mereka juga cemburu. Walaupun demikian, syariat tidak dihentikan karena kecemburuan. Dan RAsulullah tidak melarang sahabat sahabat melakukan ta’addud. Saya tidak lebih utama dari mereka, bahkan saya jauh lebih rendah dari mereka. Saya memohon kepada Allah semoga IA menguatkan imanku.

Ummu Dalia :” Kecemburuan merusak hubungan diantara para wanita. Selanjutnya, wanita mewariskan permusuhan ini kepada anak2nya.kemudian tumbuhlah anak2 yang saling membenci.
Ummu Mahmud ,” apabila permasalahnya adalah kecemburuan,kecemburuan ini juga muncul diantara saudara sekandung; diantara laki laki dan ibunya ; dan diantara laki laki dan bapaknya, jadi, masalah kecemburuan itu sifatnya relative tidak patut kita fanatik karena masalah ini. Lalu mencampakan maslahat yang lebih besar karenanya. Istri istri Rasulullah sebagaimana telah kukatakan kepadamu tadi, mereka juga cemburu. Akan tetapi, Nabi tidak melarang sahabat untuk berta’addud. Dan tidak menghentikan persyareatan karena kecemburuan. Sebagaimana yang saya katakana bahwa kcemburuan membatasi dari ta’addud, akan tetapi dihadapannya ada maslahat yang lebih besar seperti menjaga kesucian wanita yang tidak memiliki suami dan memperbanyak keturunan kaum muslimin untuk menghadapi musuh musuh kita. Musuh musuh kita memberikan harta yang banyak kepada kita untuk pembatasan keturunan dengan dalih kemiskinan dan kurangnya sumber hidup, padahal mereka terus memperbanyak keturunan. Semua maslahah ini dihadapan kecemburuan wanita tidak sebanding sama sekali.

Ummu Dalia :” suamimu meninggalkanmu dan anak anakmu semalaman dan pergi ke istri yang lain ? bagaimana kalau ia beristri empat. Ia akan meninggalkanmu dan anak2mu tiga malam dan ini merupakan penyia nyiaan terhadap anak.

Ummu Mahmud :” Pertama, ta’addud tidak menghalangi seorang suami untuk menjenguk seluruh istri istrinya dalam satu hari untuk memperhatikan maslahat mereka karena yang wajib atasnya adalah mabit (menginap). Adapu disiang hari ia bisa berbuat sesuai maslahat. Kedua, tersia sianya anak atau mengabaikan mereka adalah kaena beberapa sebab diantaranya :” jauh dari kitabullah dan sunnah Rasul-Nya, sang ayah kecanduan minuman keras dan mengkonsumsi narkoba, tidak mewujudkan keadilan dan tidak terpenuhinya syarat2nya serta ketidakmampuan suami dalam memberi nafkah, tempat tinggal dan lain lain. Ketidak mampuan tersebut dapat menimbulkan dampak negative terhadap anak2 serta tidak adanya pengawasan terhadap anak2.

Sehubungan dengan itu apabila tidak terpenuhi syarat syarat, ta’addud akan menjadi sia sia. Akan tetapi, perlu diingat juga bahwa didapati dimasyarakat anak anak yang diabaikan dan disia siakan bukan karena ta’addud yang dilakukan laki2. alhamdulillah, anak anak kami terdidik karena karunia Allah dengan didikan yang baik berdasarkan kitab dan sunnah nabi dan diatas sebaik baik keadaan.
Adapun mengenai masalah pembagian diantara istri istri dalam hal menginap pada malam yang bukan bagianku, dalam pandangan saya ta’addud membantu wanita agar lebih bisa berkonsentrasi untuk ibadah dan mengawasi anak2, memberi peluang baginya untuk menyiapkan diri untuk suaminya. Dan pembagiannya dengan menginap pada setiap malam dengan salah satu istrinya meringankan istri yang belum sampai jadwalnya dalam menginap dari beratnya beban berkhidmat kepada suami.

Ummu DAlia :” apakah perasaanmu terhadap suamimu berubah karena ta’addud ?”

Ummu Mahmud ,” Alhamdulillah tidak berubah. Bahkan, keterikatanku dengannya bertambah kuat. Sebagai dalilnya apa yang saya katakana kepadamu diawal pembicaraan bahwasannya saya pergi bersamanya untuk meminangkan istrinya yang kedua.”

Ummu Dalia ,” saya merasakan perubahan perasaanmu terhadap suamimu.”

Ummu Mahmud,” saya heran dengan apa yang kamu katakana, apakah kamu yang merasakan ataukah saya ? sebenarnya kami ingin saya mengatakan apa ? apakah kamu senang jika saya katakana bahwa saya membenci suamiku ? apakah kamu akan bahagia apabila aku katakana saya akan minta talak darinya ? apakah kamu akan bahagia jika aku mengatakan bahwa ta’addud haram ? saya berlindung kepada Allah dari perbuatan melampaui batas dan dari orang orang yang melakukannya, coba jelaskan apa yang kamu inginkan sebenarnya ?

Ummu Dalia ,” tidak ada, tidak ada.”

Ummu Mahmud ,” kamu telah banyak bertanya kepadaku,izinkan saya menanyakan satu pertanyaan kepadamu, apakah kamu beriman dengan Allah dan RAsul-Nya ?

Ummu Dalia .’ ya “

Ummu Mahmud ,” Apabila kamu beriman,kamu pasti mengikuti firman Allah dan perkataan RAsulullah dan kita semuanya adalah hamba Allah. Seorang hamba itu hanya patuh dan taat kepada tuannya. Jadi semboyan kaum muslimin adalah sami’na wa atha’na (albaqarah ; 285) sebaliknya, semboyan orang orang yang menyimpang adalah sami’na wa ‘ashaina (kami dengar dan kami menentang) (al-baqarah ;93)

Berhati hatilah terhadap hawa nafsu dan sikap tidak menerima perintah Allah yang telah mensyareatkan ta’addud. Hal itu adalah penentangan terhadap syareat Allah dan hokum-Nya, serta mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah. Dan kamu insya Allah kami kira berada diatas kebaikan.

Ummu Dalia ,” terus terang, saya takut akan satu hal

Ummu Mahmud,” apa itu ?”

Ummu Dalia ,” suamiku menikah lagi dengan wanita lain mencontoh suamimu karena suamimu adalah imam masjid dan suamiku shalat dibelakangnya serta mendengar perkataannya.
Ummu Mahmud,” apa yang mnghalanginya dari itu ? bukankah itu adalah hak yang telah diperbolehkan Allah untuknya ?”

Ummu dalia ,” sungguh, jika ia melakukan itu , saya pasti akan menyembelihnya ketika ia sedang tidur . aku akan memotong motongnya lalu aku masukkan kedalam karung seperti yang aku baca dikoran Koran dan aku dengar dari media massa.

Ummu Mahmud ,” Laa haula wa laa quwwata illa billah. Demi Allah tidak ada yang lebih merusak pemuda dan wanita wanita kita selain dari Koran, majalah dan media massa yang menyesatkan yang menanamkan diotak wanita wanita pemahaman yang keliru tentang ta’addud dan berusaha merusak salah satu syareat RAbbul ‘Alamin. “ … dan Allah akan memenangkan urusan-Nya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (yusuf;21)

Ummu dalia ,” saya telah belajar banyak dari majalah-majalah ini karena ia menjelaskan kepadaku BAGAIMANA CARA MEMIMPIN DAN MENGUASAI SUAMIKU..MEMBUATNYA TIDAK MEMPUNYAI KATA KATA DIRUMAH. Saya berusaha sekuat kemampuanku agar saya tidak menyimpan sedikitpun dari harta agar ia tidak menikah lagi.

Ummu Mahmud , “Laa haula wa laa quwwata illa billah, apakah kamu tidak mengetahui bahwasannya Allah berfirman didalam alquran :” Laki laki pemimpin atas wanita… (an-nisaa;34)
Allah juga berfirman :” sesungguhnya orang orang yang mubazir adalah saudara saudara setan ….”(al-isra’ ; 27)

Perbuatanmu tersebut telah menyelisihi perintah Allah, akan tetapi, yang salah adalah SUAMIMU YANG MEMBIARKANMU MELAKUKAN PERBUATAN PERBUATAN SEPERTI ITU, DAN TELAH MEMBIASAKANMU ATAS KEPEMIMPINAN RUMAH TANGGA. Inna lilllahi wa innaa ilaihi raji’un. Semoga Allah memperbaikimu , menunjukimu, dan melapangkan dadamu untuk menerima syareat-Nya.

Selanjutnya Ummu dalia keluar dari rumah Ummu mahmud dengan kepalanya yang hampir meledak karena pemikiran2 yang bergulat dikepalanya serta prasangka2 yang saling tarik menarik. Dijalan ia kembali mengulang apa yang telah dikatakan ummu Mahmud sehingga ia sampai pada suatu ide untuk menjawab wanita wanita yang menantinya, bagaikan orang yang duduk diatas bara api, ia telahmenjanjikan mereka untuk mengubah pikiran Ummu Mahmud. Apa yang ia kerjakan sekarang ? ia telah kalah di hadapan Syareat Allah, dengan apa ia harus menjawab para wanita tersebut ?” apakah ia akan mengatakan kepada mereka :” Ummu mahmud berada diatas kebenaran dan saya berada diatas kebatilan ? bagaimana mungkin, sedangkan dia merasa sebagai pemimpin wanita wanita tersebut. Ia berpikir,kemudian mengira ngira dan berkata kepada wanita wanita yang menantinya :” Ummu mahmud sakit dan ia punya cacat. Oleh karena itu suaminya menikah lagi.” Ia menginginkan agar mereka memahami bahwa ta’addud adalah karena SAKIT, andaikata ia menyebutkan apa yang telah dikatakan Ummu mahmud tentang tafsir ayat bahwa hokum asal adalah ta’addud . syarat ta’addud adalah adil saja. Hal ini pasti lebih baik baginya. Ta’addud disyariatkan dengan kesanggupan berlaku adil saja, bukannya dengan syarat ISTRI SAKIT atau lain sebagainya.

Akan tetapi, Ummu Dalia tidak cukup dengan kebohongan kebohongan nya tentang Ummu Mahmud. Bahkan ia dengan sengaja membuat kedustaan untuk menyerang imam masjid (suami Ummu Mahmud). Ummu dalia mengatakan bahwa imam tersebut menikah lagi adalah untuk kepuasan, dan tidak ada pada dirinya kesetiaan terhadap istrinya. Serta isu isu lainya yang mudah padam. Allah telah menghinakannya :” ….. dan sesungguhnya Allah akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya….:” (AL-Hajj;40)

Saya dan kita semua memohon kepada Allah agar IA memberi petunjuk dan taufik untuk Ummu dalia dan seluruh wanita kaum Muslimin.

Wallahualam, semoga Allah mengampuni saya jika karena pengetahuan saya yang kurang luas sehingga saya menulis, berbuat dan berbicara salah lhamdulillahi Rabbil Alamin.

Bandung, In Memoriam
Saudariku ada yang mesti kita persiapkan , hati yang menerima, jiwa yang rela dan keikhlasan tuk berjuang bersama-sama dijalan Allah. Siapkah engkau saudariku ?

Dikirim pada 12 Mei 2010 di muhasabah

Ummu Dahlia :” baiklah , kalau begitu jangan minta minta talak darinya selama itu adalah haram. Akan tetapi ,mintalah dia untuk menceraikan istrinya yang kedua !
Ummu Mahmud :” Aku berlindung kepada Allah dari murka-Nya. Apa kamu tidak pernah mendengar hadist Rasulullah dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah bersabda yang artinya :” DAN JANGANLAH SEORANG WANITA MEMINTA TALAK SAUDARINYA UNTUK MENGOSONGKAN PIRINGNYA DAN AGAR IA DINIKAHI. SESUNGGUHNYA BAGINYA APA YANG TELAH DITAKDIRKAN UNTUKNYA.” (Hr.Muslim)

Dalam lafal lain : “ TIDAK HALAL BAGI SEORANG WANITA MEMINTA SUAMINYA MENALAK SAUDARINYA UNTUK MENGOSONGKAN PIRINGNYA.” (Hr. Bukhari)

Bahwasannya Rasulullah melarang WANITA MENSYARATKAN UNTUK MENCERAIKAN SAUDARINYA. Oleh karena itu, para ulama menyepakati termasuk syarat –syarat yang batil dalam pernikahan adalah SYARAT SEORANG WANITA UNTUK MENCERAIKAN MADUNYA.

Ummu Dalia :” Baiklah. Akan tetapi kamu adalah wanita adalah wanita yang TAAT BERAGAMA, CANTIK, MENUNAIKAN KEWAJIBAN KEWAJIBANMU, KAMU TIDAK SAKIT, TIDAK PULA MENOPAUSE DAN TIDAK MANDUL sehingga suamimu tidak harus menikah lagi. Kenapa dia menikah lagi dengan wanita lain ? bukankah ini melecehkan kehormatanmu ? bukankah ini MELUKAI PERASAAN MU ? apakah ini balasan untukmu setelah 10 tahun yang panjang bersamanya ?”

Ummu Mahmud :” Pertama, terimakasih terimakasi atas perasaanmu yang baik terhadapku. Akan tetapi, izinkan aku menjawab setiap point yang telah kamu sebutkan. Berkaitan dengan perkataanmu untukku,” KAMU TIDAK SAKIT, TIDAK MANDUL DAN TIDAK ADA CACAT PADAMU, maka kenapa ia menikah lagi. Tidak ada sebab baginya untuknya menikah lagi. Masalah sebenarnya bukan seperti yang kamu pahami.”

Ummu Dalia :” Tolong jelaskan untukku lebih banyak.”

Ummu Mahmud :” Baiklah, TA’ADDUD dibolehkan dengan syarat ADIL. Bukan karena SAKIT ATAU MANDUL, atau lain sebagainya. Poligami dibolehkan dengan syarat adil, bukan karena sakit, atau mandul atau lain sebagainya. Ta’addud boleh dilakukan selama seorang laki-laki terpenuhi pada dirinya syarat adil yang dia mampui sanggup untuk mewujudkan keadilan yaitu menyamakan antara dalam hal makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, mu’amalah yang baik bagi setiap istri dan giliran waktu serta apa yang telah diwajibkan Allah untuknya. Seorang istri tidak berhak melarang suami nya dari suatu hak yang telah dibolehkan Allah untuknya, yaitu Ta’addud. Tidak ada hubungan antara cantik tidaknya seorang wanita, mandul atau suburnya, dan tho’at atau tidaknya kepada suami dengan ta’addud. Ta’addud dibolehkan dengan syarat adil,bukannya dengan sebab sebab tersebut. Perlu digaris bawahi bahwasannya Allah mensyari’atkan ta’addud untuk suatu hikmah yang agung.

Diantaranya adalah sebab sebab yang kamu sebutkan. Masih banyak sebab sebab yang lain. Seperti mengentaskan masalah bertambahnya jumlah yang terlambat menikah, menjaga kesucian, mengayomi janda janda dari wanita muslimah dan lain sebagainya.

Ta’addud disyariatkan untuk kemaslahatan yang besar. Agama tidak datang untuk mengikuti hawa nafsu wanita dan tidak pula hawa nafsu laki – laki. Sesungguhnya Islam datang adalah untuk mewujudkan kemaslahatan umum. Perlu diketahui bahwasannya hukum asal dalam pernikahan adalah ta’addud “ Poligami “ dengan syarat adil, dan pengecualian satu (monogami) adalah ketika takut tidak bisa berlaku adil berdasarkan firman Allah : “ ….. Maka nikahilah apa yang baik bagimu dari wanita ; dua atau tiga atau empat, maka jika kamu takut tidak (bisa) berlaku adil, maka nikahilah satu ….. (An-Nisa ; 3).

Dalam Ayat ini Allah memulai dengan ta’addud dan ini adalah hukum asal, kemudian Allah kecualikan menikah dengan satu (monogami) apabila dikhawatirkan tidak mampu mewujudkan keadilan. Sehubungan dengan itu, berdasarkan ayat ini Allah memerintahkan kaum laki – laki untuk berta’addud “ Poligami “ dan kalimat “ maka nikahilah “ merupakan perintah dari Allah Swt. Akan tetapi, dikaitkannya dengan syarat adil sebagaimana firman-Nya : “ Maka jika kamu takut tidak (bisa) berlaku adil , maka nikahilah satu.” Maksudnya . apabila tidak terpenuhi syarat adil , maka cukup dengan satu istri lebih utama dan lebih baik. Saudariku, hal ini berbeda dengan pemahaman keliru yang selama ini tertanam dipikiran kebanyakan manusia, yaitu bahwasannya yang asal dalam menikah adalah cukup satu istri, sedangkan pengecualian dalam ta’addud dan syarat ta’addud menurut pandangan mereka mempunyai sebab – sebab lain selain adil, seperti, penyakit istri, kemandulannya atau yang semisalnya. Tidak diragukan lagi bahwasannya pemahaman yang keliru ini bertentangan dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Saw.

Telah sampai kepada mufti besar kerajaan Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz Bin Bazz Ra, sebuah pertanyaan, yang intinya adalah :” apakah hokum asal dalam menikah, Ta’addud “poligami” atau satu (monogamy) ?” beliaumenjawan :” Hukum asal dalam hal itu adalah disyariatkan ta’addud bagi siapa saja yang mampu dan tidak takut akan berlaku dzalim karena banyaknya maslahah dalam hal itu, seperti menjaga kesucian kemaluannya, kesucian wanita2 yang dinikahinya, berbuat baik kepada mereka, dan memperbanyak keturunan sehingga menambah jumlah umat ini.sehubungan dengan itu , bertambah pula org2 yang beribadah kepada Allah semata. Sebagai dalil atas itu adalah firman Allah :”Dan jika kamu takut tidak berlaku adil terhadap anak2 yatim,maka nikahilah apa yang baik bagimu dari wanita wanita dua tiga atau empat, maka jika kamu takut tidak (bisa) berlaku adil, maka nikahilah satu…. (an-Nisaa;3)

Dan karena Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menikah lebih dari satu, dan Allah telah berfirman :” Sungguh bagi kalian pada (diri) Rasulullah itu ada suri teladan yang baik….:” (al Ahzab ;21)
Rasulullah juga berkata ketika sebagian sahabat berkata,” Adapun aku, tidak akan makan daging, berkata yang lain ,” dan aku akan terus sholat dan tidak tidur, dan berkata yang lainnya ,” adapun aku, tidak akan menikahi wanita.” Tatkala sampai hal tersebut kepada RAsulullah maka beliau berbicara dihadapan manusia, beliau memuji dan mengagungkan Allah kemudian berkata :” sesungguhnya telah sampai kepadaku begini dan begini, akan tetapi, aku berpuasa dan aku berbuka, shalat dan tidur dan aku juga menikahi wanita. Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka dia bukan termasuk dari (golongan)ku.

Ucapan yang agung dari beliau ini mencakupi menikahi satu wanita atau lebih…. Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya.

Ummu Dalia :” Kamu telah menyebutkan syarat adil sedangkan Allah berfirman :” dan kalian tidak akan bisa berlaku adil diantara wanita walaupun kalian berusaha (untuk itu) …” (an-Nisaa;129)
Bagaimana suamimu akan mampu berlaku adil ?

Ummu Mahmud :” yang dimaksud dengan adil diayat ini adalah keadilan hati.”

Ummu Dalia :” Maksudnya ?”

Ummu Mahmud ,” Adil itu ada dua macam :Pertama, adil dari segi materi. Bentuknya adalah pada apa yang telah kusebutkan padamu tadi; adil dalam masalah makan, pakaian, minuman, tempat tinggal dan pembagian hari menginap serta mu’amalah yang baik bagi setiap istri dan lain sebagainya. Kedua, Adil hati. Inilah yang dimaksud ayat yang kamu sebutkan. Maknanya, perkara perkara yang tidak disanggupi kaum laki laki, seperti rasa dan kecendrungan hati, maka ia tidak dibebankan berlaku adil dalam hal ini karena Allah berfirman :” Allah tidak membebankan seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya….(albaqarah
;286)

Rasulullah membagi diantara istri istrinya secara adil, kemudian berkata :” Ya Allah, ini pembagianku pada apa yang aku miliki,maka janganlah cela aku pada apa yang Engku miliki dan aku tidak memilikinya.”
Yang dimaksudkan Rasulullah didalam hadist ini adalah kecendrungan hati dan cinta. Berdasarkan itu, maka makna ayat sebagaimana yang dikatakan oleh ahli tafsir adalah bahwa kamu tidak akan bisa menyamakan diantara istri2 dalam masalah cinta dihati karena ini adalah perkata yang sudah ditentukan, bukannya pilihan. Oleh karena itu, tidak berdosa dalam hal itu apabila tidak sanggup berlaku adil walaupun kalian telah berusaha untuk berlaku adil. Pembagian dan keadilan adalah dalam nafkah dan pemberian. Adapun orang2 yang berdalil dengan ayat ini atas dilarangnya ta’addud sebgaimana yang dipahami oleh orang2 yang jahil maka perkataan mereka itu mardud”tertolak” karena ayat ini membolehkan ta’addud. Ayat tersebut membolehkan tidak sama dalam rasa cinta. Adapun yang diharamkan adalah tidak menyamakan dalam nafkah dan pemberian diantara istri istri. Rasanya masalah ini telah jelas bagimu.

Ummu mahmud melanjutkan :” adapun perkataanmu padaku, suamimu telah merusak kehormatan dan kemuliaanmu.” Sesungguhnya suamiku tidak merusak kehormatanku sebagaimana yang kamu kira karena hak secara syar’i ada bersama suami. Islam telah memuliakan wanita, bukannya merendahkan kemuliaan mereka. Bahkan, islam menjadikan baginya kedudukan yang tinggi. Undang2 ta’addud menjaga wanita dari kotoran, menjaga hak haknya, menjaga kemuliaanya, dan kebanyakan ta’addud mendatangkan maslahah bagi istri pertama.misalnya apabila ia sakit, maka suaminya menikahi wanita lain sebagai istri kedua serta tetap menjadikannya sebagai istrinya adalah lebih baik daripada ia diceraikan dan disia siakan.

Adapun ucapanmu ,” Ia telah mematahkan hatimu” yang patah hati adalah saudarimu yang terlambat menikah dan janda janda yang ditalak atau ditinggal mati suaminya yang hidup tanpa tujuan dan tanpa kebahagiaan. Siapa yang akan mengayomi wanita wanita yang ditalak ? siapa yang akan mengayomi gadis gadis setelah bapak mereka mati ? bagaimana boleh engkau menyimpan suami untuk dirimu sendiri ? tidakkah kamu lihat sikap egoisme ini membahayakan saudari2 muslimahmu ? ikut sertanya salah seorang dari para mukminah tersebut bersamamu mendampingi suamimu dengan cara yang halal adalah lebih utama daripada suamimu mencari jalan untuk menikah dan mengikat hubungan yang tidak syar’i misalnya pernikahan “urfii” nikah mu’aqqat, nikah khathaf atau yang semisalnya atau nikah misyar yang diperselisihkan hukumnya ? semua itu tidak lain adalah karena kamu tidak memahami urgensi ta’addud dalam islam. Kebaikan kebaikannya dan hikma Allah yang tersembunyi yang telah membolehkannya bagi hamba – hamba –Nya yang mukmin.

Adapun ucapanmu “SUAMIMU TELAH MELUKAI PERASAANMU” ia tidak melukai perasaanku walau seharipun. Kenapa engkau begitu memperhatikan perasaanku saja, tapi tidak memperhatikan perasaan wanita wanita lain yang tidak mendapatkan suami dan orang yang mengayomi ? pandangan yang dangkal ini berdampak pada kerusakan kerusakan sosial dalam masyarakat yang berbahaya terhadap umat Muhammad.

Apakah merupakan kebaikan sebagaian wanita merasakan kenikmatan dan kebanyakan lainnya tidak mendapatkan kasih sayang pria dan orang yang mengayomi ? Dosa apa yang telah mereka perbuat sehingga kita menimpakan hukuman yang seram ini kepada mereka dan menghalangi mereka dari mendapatkan kasih sayan gyang mereka dambakan dalam pernikahan ? berdasarkan hal ini, maka tidak akan membahayakan seorang wanita yang telah bersuami apabila suaminya menyatukannya dengan istri kedua,ketiga,dan keempat. Selama ia mampu memberikan nafkah atas semuanya atau berlaku adil antara mereka. Walau bagaimanapun saya beritahukan kepadamu bahwasannya suamiku mencintaiku dan aku juga sangat mencintainya dan ia merupakan keutamaan yang Allah limpahkan kepada kami.


Bersambung ……..
Bandung, in Memoriam

Dikirim pada 12 Mei 2010 di muhasabah

Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari , ia berkata : Rasulullah Saw telah bersabda :” sesungguhnya permisalan teman yang shalih dan teman yang buruk seperti penjual misik dan pandai besi. Penjual misik, engkau bisa membeli darinya atau mendapatkan darinya bau yang baik. Adapun pandai besi dia dapat membakar bajumu, atau engkau akan mendapatkan darinya bau yang tidak sedap. (diriwayatkan Bukhari & Muslim)

Suara bel pintu berbunyi, tiba tiba Ummu Dalia melongok dengan muka masam. Ummu Mahmud menyambutnya dengan hangat dan menghidangkan makanan untuknya. Keduanya mulai berbincang bincang. Dibalik kegembiraan Ummu Mahmud dengan kunjungan Ummu Dalia , ia menangkap ada sesuatu dibalik kunjungannya dan sebelum ia menanyakan sebab kedatangannya , Ummi Dalia langsung masuk kepokok pembicaraan.

Ummu Dalia :” Apa yang telah kami dengar dikampung ini tentang suamimu, hai ummu Mahmud ?”
Ummu Mahmud :” Apa yang telah engkau dengar ? mudah mudahan adalah kebaikan.”
Ummu Dalia :” apa benar Abu Mahmud ,imam mesjid kita dikampung ini memadumu dengan menikahi wanita lain ? dan apakah engkau telah pergi bersamanya untuk meminangnya ?
Ummu Mahmud :” ya , benar.”
Ummu Dalia :” Oh.. Musibah ! saya tidak percaya dengan apa yang saya dengar.
Ummu Mahmud :” Musibah apa dalam hal itu ?”
Ummu Dalia :” Ia menikah lagi, kamu diam saja, dan pergi bersamanya untuk meminang wanita selainmu ! apa kamu sudah gila ? apa sesuatu telah menimpa akalmu, semoga saja tidak ?!”
Ummu Mahmud :” saya baik baik saja. Alhamdulillah akal saya sehat, tidak ada kegilaan pada saya.”
Ummu Dalia :” itu adalah kegilaan ! suamimu menikah lagi dan kamu mendiamkannya.”
Ummu Mahmud:” Menurutmu apa yang harus kulakukan !”
Ummu Dalia : “ kamu harus berbuat banyak karena suamimu seorang imam mesjid , suami suami kami akan melakukan seperti yang dilakukannya. Ini masalah yang berbahaya , tidak boleh mendiamkanya.”
Ummu Mahmud :” pastinya, apa yang kamu inginkan dariku ?”
Ummu Dalia : kamu tinggalkan rumah dan anak anak. Kamu minta agar ia menceraikanmu karena ia telah merusak kehormatanmu, melukai perasaanmu dan melukai hatimu.”
Ummu Mahmud :” Aku berlindung kepada Allah dari kemurkaan-Nya. Tidakkah kamu mengetahui bahwasannya wanita meminta talak (cerai) dari suaminya dengan tanpa sebab, maka ia tidak akan mendapatkan syurga ? Rasulullah bersabda yang artinya : “ Siapa saja dari wanita yang meminta talak dari suaminya dengan tanpa sebab, maka haram atasnya bau syurga.”

Imam Asy-Syaukani Rahimahullah mengomentari hadist ini:” padanya ada dalil yang menunjukkan bahwasannya permintaan talak seorang wanita dari suaminya adalah sangat haram, dia tidak akan mendapatkan bau syurga, tidak akan masuk kedalamnya selama lamanya. Cukuplah dosa yang menyebabkan pelakunya seperti itu menunjukkan kekejiannya. (Nailul Authar)

Berdasarkan hal tersebut, maka tidak boleh bagi wanita meminta talak dari suaminya, selama tidak ada sebab yang membahayakan bagi dirinya, atau sebab yang membolehkan nya meminta talak karenanya.

Ummu Dalia :” apakah ada bahaya atau sebab yang lebih besar dari pada ia memadumu ? ini membahayakanmu dan merupakan sebab yang disyariatkan untuk meminta talak.”
Ummu Mahmud :” sangat disayangkan dan mengherankan bahwasannya kebanyakan wanita tidak memahami hak dan kewajiban mereka terhadap agama serta suami mereka. Biar saya jelaskan kepadamu apa yang belum engkau pahami dalam hadist yang mulia ini. Bahaya yang dimaksud didalam hadits tersebut tidak bisa diartikan meminta talak. Ta’addud bukan sebab syar’ie untuk meminta talak. Ta’addud adalah perkara yang disyari’atkan , yang telah dibawa oleh islam. Ayat-ayat Al-Qur’an dan sunnah yang suci telah menunjukkan bolehnya menikah dengan empat wanita bagi laki laki.. tidak mengapa baginya selama ia memberikan hak kepada setiap yang berhak dalam pembagian hari dan apa yang telah Allah wajibkan untuknya (wanita). Istri tidak berhak melarangnya dari menggunakan hak yang telah dibolehkan Allah untuknya., Allah mensyari’atkan ta’addud untuk suatu maslahah besar dan hikmah yang agung. DIA tidak mensyariatkan untuk hambanya, melainkan ap ayang mendatangkan kebahagiaan bagi mereka didunia dan akhirat, tidak untuk mendatangkan bahaya bagi mereka. Sangat disayangkan banyak sekali wanita yang meminta talak dari suami mereka karena ia menikah lagi dengan wanita lain. Ini dalam pandangan mereka adalah kesalahan besar. Ini berbahaya sekali karena bisa mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh Allah, dan juga menentang hokum Allah. Hendaklah kamu berhati hati dari hal itu.”

Ummu Dalia :” saya punya dalil dari sunnah yang menunjukkan bahwa meminta talak dari suami disyariatkan apabila ia menikah lagi dengan wanita lain karena adanya keburukan yang menimpanya.”
Ummu Mahmud :” silakan sebutkan apa yang ada padamu. Apabila kebenaran bersamamu, saya akan mengikutinya karena hikmah adalah sesuatu yang dicari cari seorang mukmin. Jika ia mendapatkannya, ia mengamalkannya.
Ummu Dalia :” ada peristiwa yang menunjukkan sikap Rasulullah yaitu ketika Ali bin Abu Thalib Ra hendak menikah dengan putrid Abu Jahal, maka Rasulullah mencegahnya dengan berkata :” Jika Ali menikahi putrid Abu Jahal, hendaklah ia menalak putriku, kemudian Ali tidak jadi memadu fathimah.”
Ummu Mahmud :” bagus. Hadist ini shohih diriwayatkan Bukhari & Muslim. Biar saya jelaskan kepadamu hadist ini dengan sempurna karena kamu menyebutkan sebagian hadist dan menyembunyikan bagian yang lain. Atau mungkin kamu tidak tahu kelanjutkan hadits tersebut karena bagian hadits yang tidak kamu sebutkan menjelaskan bagian pertama. Penyebab Rasulullah melarang ali menikahi putri abu jahal adalah ketika kedatangan fatimah ra kepada Nabi Saw dan berkata :” sesungguhnya Quraisy mengatakan bahwasannya engkau tidak cemburu terhadap putri putrimu.” Sehubungan dengan itu , Rasulullah berbicara dihadapan manusia :” Sesungguhnya keluarga bani Hasyim bin Al-Mughiroh minta izin kepadaku untuk menikahi putri mereka dengan Ali, maka aku tidak mengizinkannya, kecuali Ali menalak putriku. Ketahuilah! Sesungguhnya aku tidak mengharamkan yang halal dan tidak menghalalkan yang haram. Akan tetapi, demi Allah tidak akan berkumpul putri Rasulullah dengan putri musuh Allah dibawah satu atap. Sesungguhnya aku khawatir mereka akan memfitnah putriku. Sesungguhnya fathimah adalah bagian dariku. Meragukanku apa yang meragukannya, dan menyakitiku apa yang menyakitinya.” Intinya disini bahwa Rasulullah Saw melarang Ali menikah dan meminta darinya untuk tidak menyatukan antara Putri Nabi Saw dan putri Musuh Allah yang bernama Abu jahal dibawah satu atap. Rasulullah tidak mengharamkan atas umatnya sesuatu yang halal yaitu Ta’addud. Hal ini berdasarkan dalil perkataan beliau : “ Sesungguhnya aku tidak mengharamkan yang halal dan tidak menghalalkan yang haram.” Bagaimana mungkin Rasulullah Saw mengharamkan itu karena Allah telah berfirman , “ ….. Maka nikahilah apa yang baik bagimu dari wanita – wanita, dua, atau tiga, atau empat …… (An-Nisa; 3).

Sesungguhnya nabi melarang pernikahan Ali dengan putrid Abu jahal hanyalah karena sebab sebab yang disebut dalam hadits ,yaitu :

1. Agar tidak berkumpul Fathimah binti Rasulullah bersama putrid musuh Allah dibawah satu atap dan disatu temapt. Kalau ali menikah dengan selain putrid Nabi, atau wanita keuda yang akan dinikahi Ali bukan putrid abu jahal, niscaya beliau tidak mengingkarinya.

2. kekhawatiran Rasulullah bahwa Fathimah akan terfitnah dalam agamanya apabila terjadi pernikahan tersebut. Oleh karena itu, beliau berkata :” sesungguhnya aku khawatir akan menfitnah putriku.”

3. Hal ini khusus mengenai putrid Rasulullah bukan untuk setiap wanita muslimah.

4. untuk tidak menyakiti Rasulullah disebabkan berkumpul nya putrid musuh Allah bersama putrid
Rasulullah disatu tempat. Oleh karena itu, beliau berkata :…. Meragukan saya apa yang meragukannya dan menyakitiku apa yang menyakitinya.” Menyakiti Rasulullah adalah haram dengan kesepakatan ulama, sebagaimana yang disebutkan oleh al hafizh ibnu hajar didalam Fathul bari.

5. Ada hikmah yang menakjubkan dibalik dilarangnya ali menyatukan antara fathimah dan putrid abu jahal. Ibnu Qayyim menyebutkan : “ wanita bersama suaminya dan mengikuti suaminya dalam hal derajat. Jika ia memiliki derajat jiwa yang tinggi dan suaminya juga begitu, maka ia berada pada kedudukan yang tinggi, inilah keadaan Fatimah dan Ali Ra. Allah tidak menjadikan putrid abu jahal sama kedudukannya dengan Fathimah Ra. Baik dengan dirinya sendiri maupun karena mengikuti suaminya. Diantara keduanya ada perbedaan2. sehubungan dengan itu, berkumpulnya ia dengan pemimpin wanita sedunia bukanlah suatu yang baik, secara syar’I maupun qadar. Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam telah mengisyaratkan ini dengan perkataannya :” DEMI ALLAH ! tidak akan berkumpul putri Rasulullah dan putri musuh Allah disatu tempat selama lamanya.”

Agaknya masalah ini telah jelas bagimu. Jadi, hadist ini jelas sejelas jelasnya.

Bersambung…………..

Bandung, In Memoriam

Dikirim pada 12 Mei 2010 di muhasabah


Ketika ku merasa tak mampu lagi memberikan perhatian pada suamiku,kuyakin Allah mampu.
ketika ku merasa tak mampu lagi membantu suamiku bertahan, kuyakin Allah mampu.
ketika ku merasa tak mampu lagi menjadi tempat suamiku berkeluh kesah kuyakin Allah mampu.
ya Rabb.. satu pintaku ketika ku sudah tak mampu lagi menggenggam & memeluk erat suamiku, jangan pernah biarkan suamiku terlepas dari ngenggaman-MU.......... amin
Bandung, In Memoriam





Dikirim pada 10 Mei 2010 di curhat

Pernahkah kalian mendengar kriteria istri idaman dari tuturan para bujangan ? tentu sering. dan barangkali kita terbiasa menyimak betapa panjang kriteria yang dirancang. sampai sampai kalian bisa mengomel didalam hati,apa memang ada yang demikian sempurna didunia.

termasuk hal yang manusia jika seseorang mendambakan pasangan hidup yang terbaik. namun tidak lagi manusiawi jika menuntut kesempurnaan pada insan yang serba lemah. begitu banyak orang yang terobsesi mencari keuntungan dari kelebihan potensi pasangan hidup. hanya orang orang pilihan yang justru menancapkan azzam bertekad memberikan dan membina yang terbaik bagi pasangan cintanya.

sebab kita terbiasa hidup save, cari langkah aman dan jarang mau berjuang untuk menciptakannya. ketika impian itu dibiarkan menggunung, saat beradu dengan realita semuanya runtuh menimbun si pemimpi. dia adalah pria biasa yang luar biasa dengan menopang pada kehebatan istrinya.

LELAKI HEBAT BUKANLAH YANG BERHASIL MENGGAET PEREMPUAN HEBAT SEBAGAI PENDAMPING HIDUPNYA. KEHEBATANNYA TERUJI DAN DIAKUI KETIKA BERHASIL MEMBINA WANITA BIASA BIASA SAJA MENJADI LUAR BIASA SETELAH MENJADI ISTRINYA.

Kalau yang direbut perempuan hebat, berarti bukan dirinya yang luar biasa tetapi istri memang sudah hebat. dalam hal ini, ia tak lebih memakai barang jadi yang sempurna cetakannya

pernikahan adalah ladang ibadah. maka suatu urusan yang sia - sia sibuk menghitung untung rugi mempersunting seorang muslimah. jika dia berkualitas baik, maka semoga dengan pernikahan barakah imannya dan iman kalian semakin bertambah. bila ia memiliki banyak kekurangan, jadikan pernikahan baginya gerbang menuju harkat tertinggi sebagai muslimah sholehah.

wanita biasa menjadi luar biasa tidak terlepas dari kerja keras penuh ketulusan. juga menjadi prestasi cemerlang seorang lelaki sejati. lebih hebat lagi bila kekurangannya justru menjadi potensi gunamelejitkan diri.

Dewi hughes mempunyai postur tubuh yang sangat subur. jarang sekali wanita mendambakan bodi super seperti itu. tetapi dia mempunya rasa percaya diri dan semangat untuk maju dengan potensi diri yang tersedia. dia menjadi presenter terkenal dan duta PBB untuk kemanusiaan. anti perdagangan wanita dan anak anak. belakangan ia mendapat penghargaan prestisius sebagai hero pada bidang yang digelutinya.

seburuk apapun kondisi,pasti ada potensi emas yang terkubur dan belum diolah maksimal. maka islam melarang membenci secara berlebihan, sebab akan ada hal baiknya yang belum terangkat. harta karun itulah yang harus digali oleh suami. selanjutnya nantikan kehadiran istri yang amat cemerlang.

harapan yang terlalu idealis selalusulit menemukan jati diri pada realita. termasuk khayalan mempunyai istri hebat yang jago dalam segala hal. seolah olah dengan menikai perempuan berjilbab semua pasti beres. ibadahnya tentu cap jempol, cerdas dibawa bertukar pikiran, terampil urusan sumur, dapur hingga kasur.

NO BODY PERFECT. ketidaksempurnaan mulai mengapung saat gerbang rumah tangga mulai terkuak. istri ternyata bukan khadijah yang kaya, sabar, dan tegar. Bukan pula aisyah yang cantik, lincah, cerdas dan enerjik. bukan pula Fathimah yang lembut, santun dan penuh pengabdian.

ISTRI TETAP DIRINYA SENDIRI DENGAN SEGALA KELEBIHAN DAN KEKURANGAN YANG HARUS DIHORMATI. ANDAIKAN ADA YANG DEMIKIAN SUPER HEBAT, LANTAS APALAGI PERAN SEBAGAI SUAMI DALAM MEMBIMBING ISTRI ?

diantara tugas suami sebagai QAWWAM adalah mencetak pribadi unggulan pada istrinya. proses jauh lebih berharga dari pada hasil. maka kesungguhan istri merevolusi diri adalah suatu hal besar yang harus dihargai apapun hasilnya.

jangan membuat angan angan yang menikam perasaan sendiri. sebab, tuntutan akan kesempurnaan terhadap pasangan merupakan perilaku diluar kemanusiaan. kesungguhannya menempuh proses menjadi insan bertaqwa patut dihargai, tidak perlu dipaksa menjadi manusia tanpa cela.

Wallahualam, semoga Allah mengampuni saya jika karena pengetahuan saya yang kurang luas sehingga saya menulis, berbuat dan berbicara salah.


Bandung, In memoriam
Membina syurga di mahligai cinta

Dikirim pada 08 Mei 2010 di muhasabah

Kebanyakan manusia kadang haus dengan kebanggaan diri. Berbagai cara ditempuh guna mengatrol pamor yang intinya tetap saja mengejar sanjungan. Betapa banyak diselenggarakan beragam jenis kontes untuk memilih yang utama. SAYANGNYA, kontes tentang wanita baru berkisar disekitar ADU PAHA MULUS, BODY SEKSI dan sejenisnya.

Sulit dipungkiri bahwa eksploitasi bodi berlangsung habis habisan. Peserta kompetisi badani ini, wanita (baca: manusia) yang merasa punya tampang proposional (tentu saja versi selera penyelenggara)

Persepsi yang ditanamkan bahwa lomba jasad merupakan ajang prestisius meraih penghargaan juga pengakuan atas kelebihan diri. Jangankan keluar sebagai pemenang, ikut serta saja mereka sudah merasa hebat sekali. Padahal dihadapan Allah, pertandingan kemolekan tubuh belum bernilai apa2. malahan islam menawarkan persaingan yang lebih menantang bagi kaum hawa. KONTES AKBAR ANTARA WANITA DUNIA DENGAN BIDADARI SYURGA !

Alqur’an menjelaskan kelebihan bidadari., keelokan paras mereka yang bersifat abadi, mata jeli, kulit bersih, dan rambutnya yang berkilau seperti burung nasar. Kebeningannya umpama mutiara didasar lautan yang tiada tersentuh tangan manusia. Penuh cinta, bergairah, mengasihi dan terus muda belia.

Lha ! secantik cantiknya wanita dunia hanya sanggup bertahan diusia muda. Kemudian tubuhnya akan semakin keropos seiring bertambah beban umur. Adilkah persaingan ini ? ketika bidadari memiliki segala kelebihan, sedangkan wanita tetap saja manusia yang serba kekurangan. Jangan jangan belum bertanding wanita sudah kalah duluan !

Ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Adil. Kontes ini tetap pantas digelar, dan wanita tidak perlu menyerah sebelum bertanding. Sebab islam tidak mengukur keutamaan pada rupa nan jelita. Lagipula, sebenarnya ada keindahan special yangmembuat wanita jauh lebih unggul sehingga bidadari pun terpaksa gigit jari !

Yang istimewa memang sering mengundang perhatian. Berhubung profil tentang bidadari sering diutarakan ayat, wajar bila muncul beragam pertanyaan. Suatu ketika Rasulullah diminta menjelaskan perihal bidadari syurga. Ummu Salamah bertanya :” Manakah yang lebih utama wanita didunia atau bidadari yang bermata jeli ?” Beliau menjawab :” “ Wanita Dunia lebih utama daripada bidadari bermata jeli. Seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tak tampak.”

Keheranan menjadi sempurna, bukankah bidadari sangat jelita .” kenapa wanita dunia bisa lebih utama ?”

Beliau menegaskan :”karena Shalat, puasa dan ibadah mereka kepada Allah sehingga Allah menganugerahkan cahaya pada wajah mereka.”

Kasih sayang Allah bagi perempuan tidak selalu berupa keelokan rupa. Lebih dari itu, keutamaan ibadah menciptakan pesona aura yang menggetarkan.kehadiran Allah bisa dirasakan dengan kehadiran dirinya. Pada cahaya taqwa yang memancar dari raut sucinya.

RAsulullah mengingatkan jangan pernah terjebak menilai pada yang tampak oleh kasat mata belaka. Ada kalanya keindahan hakiki justru belum terdeteksi oleh penglihatan lahiriah sehingga diperlukan ketajaman naluri dan kejernihan hati menangkapnya,.
Itulah pesona jiwa pada wanita yg gemar beribadah dan berakhlak sempurna, wajahnya berseri serta auranya yg menawan hati. Keserhanaan fisik menjadi istimewa karena sentuhan iman didada.

Rabi’ah jauh dari kesan seksi. Tubuhnya kurus kering. Tapi mengapa banyak pria terhormat mendamba cinta perempuan sufi yang ahli ibadah itu ? dan mereka harus kecewa karena Rabi’ah sudah cinta sempurna pada Maha Pecinta, Allah swt.

Lantas darimanakah datangnya pesona ketika kecemerlangan daya tarik fisik tidak melekat pada dirinya ? sungguh cahaya itu memancar dari kesucian hati.
Rabi’ah wanita sholehah yang gemar beribadah. Setiap desah napasnya adalah cinta pada Allah. Nah, ketika Allah telah meninggikan derajatnya, bagaimana mungkin manusia tidak tergila gila ? keagungan Illahi yang memoles wanita dunia lebih utama, jauh mengalahkan bidadari syurga makanya bidadari cemburu pada keberuntunganmu !

Khansa binti khuddam dari yaman berparas cantik tetapi sangat cinta ibadah dan setelah berpuasa empat puluh tahun tubuhnya menjadi kurus kering. Begitu pula bakhriyah meratap :” aku tinggalkan Engkau (Allah) ketika aku seperti buah kurma masak dan aku datang kepada Engkau ketika aku kurus kering. Terimalah sikurus ini demi kecantikan yang terdapat dalam dirinya, meskipun lapar telah membuatnya kering.

Salah satu dari tiga kunci kebahagiaan laki laki adalah istri sholehah. Cirri cirinya : jika dipandang bertambahlah rasa saying, jika berpergian hati merasa aman meninggalkannya bisa menjaga kehormatan diri dan harta. Istri yang mampu menghadirkan suasana damai surgawi dirumah tangga

Sebaliknya , istri juga yang menjadi biang kerok kesengsaraan suami. Istri yang bila dipandang menjengkelkan mesti parasnya elok rupawan. Dia tidak bisa menjaga lidahnya, sering membuat perasaan suami terluka. Jika berpergian membuat hati gelisah karena tidak bisa menjaga kehormatan diri. Secantik apapun wajahnya, hancur lebur digerogoti perangai tercela.

Keindahan fisik menghadirkan kelegaan ragawi, sayangnya kepuasan sejati sulit diperoleh dari hasrat jasmaniah. Sementara kecemerlangan hati menyuguhkan ketentraman dari jiwa ke jiwa. Keindahan agung yang memberi kepuasan sejati.

Wanita sholehah didunia akan menjadi bunga utama disyurga nanti. Kematangan iman menaikkan citranya dihadapan Allah, apalagi dimata Makhluk ciptaan-Nya. Saat ini, sebelum bertahta di syurga, wanita sholehah adalah bidadari didunia.

Anugerah terindah itu berupa perempuan sholehah yang menjadi pilihan jiwa. Kehadirannya didamba, dirindu dan di cintai oleh laki laki pilihan. Ternyata masih ada kelebihan lagi, wanita dunia bisa melahirkan generasi rabbani bagi suami dan umat. Sehingga seorang teman bercanda :” …yang jelas bidadari nggak akan punya anak… ntar penuh dunk surganya .. heu heu heu….”

Entah mengapa semakin tua umur zaman, wanita kian malu mengakui peran sebagai ibu rumah tangga.posisi mulia sebagai istri sholehah kian jauh dari tujuan mulia hidup. Kaum hawa menghabiskan semua hidupnya untuk menjadi bidadari dari SEGI RUPA.

Hanya wanita cerdas yg mengerti keutamaannya jauh melebihi bidadari syurga sekalipun. Menjadi istri sholehah kenikmatan yang menggiurkan pahalanya. Ibu rumah tangga profesi yang lebih mulia daripada pekerjaan lainnya.

Dengan segala keterbatasan fisik , wanita sholehah justru berpeluang besar menggapai posisi lebih utama. Segala aktivitas, bahkan hanya seulas senyuman atau sebuah elusan saying besar nilainya. Lantas mengapa tidak mensyukurinya ?

Keagungan wanita sholehah membuat bidadari syurga mengibarkan bendera putih. Atas ibadah mulianya sebagai ISTRI DAN IBU ; pengorbanan tulus ,perjuangan hidup mati, dan kesetiaan yang sempurna. Semuanya terbingkai indah dalam niat ibadah. Bagaimana pula bidadari syurga hendak menyainginya ?

Ukhtiku… inilah kontes yang sebenarnya . perlombaan yang tidak membutuhkan CATWALK TEMPAT BERLENGGAK LENGGOK GENIT. PANGGUNG AGUNGNYA adalah RUMAH TANGGA dengan segala kompleksitas tantangan. Kontes yang berada dalamkoridor FASTABIQUL KHAIRAT (berpacu dalam kebaikan). Sebab disini teruji kualitas diri, bukan pameran fisik yang kental aroma dosa atau FASTABIQUS SAYYI’AT (berpacu dalam kemaksiatan).

HANYA PRIBADI MULIA YANG BISA MEMENANGKAN POSISI MULIA DIHADAPAN ALLAH.

Sudah siapkah kita mengikuti kontes ini ?

Bandung, In memoriam
Membina syurga di mahligai cinta

Dikirim pada 08 Mei 2010 di muhasabah


Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
Pernikahan merupakan wadah penggodokan yang mencetak pribadi -pribadi berani. seroang pemuda yang dimasa lajang sangat individual, kemudian ijab qobul yang membuatnya secara sadar memikul tanggung jawab bersama. keberanian suci itu tercipta dari komitmen terhadap amana dunia akhirat.

Sehingga sulit mengakui kedewasaan seseorang bila dia tidak berani berumah tangga. sebab pernikahan merupakan medan pembuktian kekuatan kepribadian. sebagaimana pernikahan pula yang menghadirkan loncatan keberanian suatu keputusan besar tentang memikul tanggung jawab, sikap koreksi diri, siap menerima resiko, dan pikiran untuk maju. nah, disinilah kematangan seseorang di tempa !

menjelang sampai kegerbang pernikahan beragam macam ketakutan menghantui. seolah olah ijab qabul merupakan pintumenuju jurang derita. tetapi satu satunya cara menghindari takut hanyalah dengan gagah perkasa menghadapi masalah. gigih berusaha menggapai yang terbaik dan selalu siap mental menerima resiko terburuk.


Loncatan keberanian sering melahirkan keajaiban demi keajaiban. hati yang lemah berubah gagah karena sang pemuja nan jelita senantiasa bangga dengan pengorbanan cinta sang arjuna. nyali tak pernah lagi ciut, sebab semangat terus dipompa oleh kebahagiaan di mahligai cinta.



Keberanian ajaib yang merupakan saripati kesadaran dan keikhlasan mendalam. cinta bukanlah menempuh jalan bertabur bunga, melainkan pematang yang penuh onak duri. berikutnya, cinta sejati yang menciptakan ledakan energi, yang lemah menjadi kuat, yang kurang terasa cukup dan yang biasa tampak istimewa.

Sesuai jaminan Allah , pernikahan suci membuat dua hamba menjadi kaya raya. kekayaan harta gampang dicaria. syaratnya cuma satu, yaitu kerja keras. lebih dari itu, kekayaan batinlah yang melimpah ruah dari sepasang insan yang saling mencintai karena Allah. itulah kekayaan yang tiada tergantikan oleh harta bergudang gudang. kekayaan abadi yang menyulap kegetiran sebagai ladang pahala yang membahagiakan sehingga suami sangat gembira sangat gembira saat bekerja keras memeras keringat. bahkan mengerjakan hal hal yang dipandang rendah dimata orang yang kurang bijak. pekerjaan remeh yang dulu ia malu melaksanakannya. sekarang malah mendatangkan kebanggaan karena hasilnya dinikmati dan disyukuri oleh keluarga tercinta.

Dahulunya ia tergolong lelaki pemalu, takut tantangan , dan kurang percaya diri. pernikahanlah yang membuatnya cinta tantangan, membuang malu yang tidak perlu, dan menikmati setiap ketegangan. sebab, lari dari masalah hanya menambah perih beban jiwa. ibarat jatuh tertimpa tangga. rugi dua kali, kegagalan dan ketakutan.



Suami tidak gentar menghadapi benturan diluar. Dia menjadi pria tegar yang dengan kepala tegak menghadapi cobaan dan senyuman ikhlas disetiap kesulitan. Dia tangguh menanggung sakit mencekam dan segala marabahaya.

Mengapa bisa sekuat sekarang ? sebab sekembalinya kerumah ia mendapati kedamai surgawi. Separah apapun kondisi,semuanya akan pulih oleh keikhlasan cinta. Rumahku syurgaku !


Suami pemula yang melangkah pasti menenteng belanjaan plus aroma amis ikan. Tanpa risih ataupun malu. Dahulu ? jangankan berdesakan belanja dipasar tradisional, dapur saja nyaris tak dikenal. Kelemahan masa lalu itu bisa diubah, apalagi kini hidupnya sudah ada tujuan.


Pada jiwanya tiada ruang bagi takut, gentar, cemas, gelisah dan sebagainya. Keberanian membuat seseorang menikmati lautan luka karena hati telah penuh oleh kesejukan dari bidadari yang tulus mencinta


Sebagai laki laki, suami membutuhkan penghargaan ekstra. Terutama dari istri yang bangga memiliki dirinya sehingga apa yang ia perjuangkan selalu bermakna, tidak pernah sia sia.

Seberat apapun resiko tampak kecil dimata pecinta. Paling besar resiko hidup hanyalah kematian dan semua orang pasti akan mati ! hanya cara dan kondisinya yang berbeda beda. Wafat dalam jatuh bangun perjuangan lebih terhormat daripada menghembuskan napas terakhir tanpa cinta istri. Tiada lebih memalukan bagi pria selain mati sebagai pengecut.

Loncatan keberanian menyulap gadis manja menjadi ibu yang tegar dan cekatan. Berani menepis rasa risih yang tidak beralasan. Kecuali malu kepada Allah jika lalai menjaga amanah rumah tangga

Istri menjadi berani bahkan ingin berulang kali melahirkan. Padahal semasa gadis ia sering tergidik ngeri mendengar angka kematian ibu hamil yang melonjak. Betapa kusut benaknya saat belia jika berpikir betapa rumitnya penataan rumah tangga. Setelah menjalani dengan tulus, tantangan malahan membuatnya semakin berani. Sesudah memainkan peran sebagai istri, ia justru menyesali mengapa tidak lebih segera mengambil keputusan berani ini !

Keberanian yang menyulap istri setangguh srikandi besi. Keberanian yang muncul dari keyakinan bahwa tiada pengorbanan terbuang percuma. Tiada yang sia sia disisi-Nya. Semua demi cinta bagi orang tercinta.

Keberanian tersebut kehadirannya tidak terdeteksi secara kasat mata, tetapi nyata. Efek positifnya bisa dirasakan dan enak dinikmati. Keberanian itu datang bukan secara bertahap /linear. Itulah keberanian hati (braveheart) yang meloncat bahkan meledak. Keberanian ajaib yang dianugerahkan Maha Pencinta bagi hamba-hamba-Nya.

Ternyata pernikahan bukan hanya perjanjian sehidup semati. Disana ada proses pembelajaran berkesinambungan. Materi materi kehidupan yang tiada pernah kering. Terutama dalam membina kepribadian unggulan.

Berani merupakan kosa kata dambaan sekaligus kebanggaan laki laki. Walaupun tidak sedikit pria telanjur menempuh cara keliru untuk merebut kata yang terkesan jantan tersebut. Pemberani yang mereka ekspresikan dengan wajah garang, tubuh seterek atau otot otot bertonjolan. Ada pula yang memilih hal-hal aneh dan berisiko besar. Lagi lagi demi menggondol kata Pemberani!


Akhirnya, rumah tanggalah yang mengajarkan keberanian dalam makna sejati. Keberanian itu menempa emosi yang stabil, kesabaran luar biasa menempuh gelombang kehidupan dan ketegaran yang tiada usai. Berani adalah mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan dan sebagainya. Tiada takut atau gentar saat mengemban tanggung jawab yang mulia.

INGIN BERANI , ? MENIKAHLAH !



Bandung, in memoriam

Membina Syurga di mahligai cinta





Dikirim pada 03 Mei 2010 di puisi

saudariku.... jika engkau istri yang shalihah takkan kau biarkan sejumputpun barang haram masuk ketubuhmu, tubuh anak anakmu dan tubuh suami yang setiap malam berdekat lekat denganmu.

saudariku... jika engkau istri yang shalihah engkau takkan rela ada api menjilat kulitmu yang halus dan cantik kelak di neraka Allah, menjilat kulit anak anakmu yang lembut, dan menjilat kulit suamimu yang liat dan macho itu.

saudariku.... jika engkau istri yang shalihah, tentu berpuasa lebih baik bagimu daripada ngemil kerikil neraka.

Saudariku... jika engkau istri yang shalihah, jangna ijinkan suamimu tertuntut untuk mengais -ngais yang haram diantara sampah dunia.

saudariku.... jika engkau istri yang shalihah, engkau akan menyemangatinya dengan Allah, dan bukan dengan mengatakan :" kapan sih kamu bisa membahagiakan isteri !"

saudariku... jika engkau istri yang shalihah, yang akan kau katakan ketika suamimu berangkat adalah :" selamat berjuang suamiku tercinta, ya habiballah. segala kelelahanmu bekerja menjemput yang halal dari-Nya, akan dibalas Allah dengan pijatan lembut di syurga. disanalah kita menikmati setiap jerih payah. pergilah dengan ridha Allah dan pulanglah dengan barakah-Nya. kami dirumah lebih ridha berlapar lapar dengan perut dililit batu. kami Insya Allah kuat untuk itu. yang kami tidak mampu adalah didihan bara neraka, minuman panas membakar, buah zaqqum yang menggidikkan, darah, nanah, dan segala siksa yang tiada akhirnya....."

saudariku.... jika engkau istri yang shalihah, yang akan kau katakan ketia suamimu pulang adalah :" jujurlah pada Allah sayang.. cintaku.... darimana kau jemput ini semua ? dari syurgakah , hingga kelak kita akan bersama menikmati yang lebih banyak disana ? jika tidak, kembalikanlah. sungguh rumah reyot kita terlalu berharga untuk dimasuki barang hina meski emas, perak dan berlian bentuknya....

"aku dan anak - anakmu memang menghajatkan rizqi Allah. tapi hanya yang halal. aku dan anak anakmu menghajatkan banyak kebutuhan. tetapi kami lebih mencintai keberkahan. Qarun telah terbenam, Firaun telah tenggelam. bumi dan langit tidak menangisi mereka. tetapi adalah harapan kita berdua, untuk menemui Rasulullah ditelaganya. kelak segala kehausan sirna jika kita diberi minum olehnya."

Bersemangatlah suamiku, cintaku..... untuk menjemput barakahnya. Doa kami bersamamu...


Bandung,
in memoriam...... terimakasih ya Allah walau hanya 11 bulan kumendampingi suamiku
masih terasa lekat disini, dihati ini akan kelembutannya, ketawadhuannya, kesabarannya
cintanya, kasih sayang dan penghargaannya pada seorang istri yang baru belajar tuk menjadi sholehah

Uhhibuka lillah mas, tuk semua kenangan yang terindah
disampingmu tak pernah kurasakan sedikitpun kesedihan
karena berada disampingmu hanya manisnya iman kurasakan
semoga Allah mempertemukan kita kembali disyurga-Nya...


Dikirim pada 09 Maret 2010 di muhasabah

Malam sudah mendekati pagi, ketika hati ini masih menolak untuk disalahkan, walau merasa sangat bersalah. Baru beberapa menit sebelumnya mengakhiri perbincangan yang tidak mengenakkan dengan suami.

Suami tercinta yang meminta semua ini. Meminta agar saya terbuka, menceritakan apa yang disembunyikan di dalam hati (Ah seharusnya tanpa dimintapun aku harus terbuka, bukan?), yang pada mulanya telah saya tolak. Karena saya sangat yakin, jika saya mengungkapkan semuanya, bisa mengakibatkan dia terluka. Saya tidak ingin melukainya, karena saya mencintainya. Amat mencintainya. Selalu… selamanya…

Namun karena dia telah berjanji tidak akan mempermasalahkannya, akhirnya saya menceritakannya. Dan ternyata benar. Kami sama-sama terluka. Semoga Allah mengampuni kami, dan dia memaafkanku.

Diam-diam bathin ini merangkai kata, membentuk kalimat,

Cantik, anggun, menawan, mempesona, cerdas, kaya, berhati jahiliyah, berakhlak buruk.
Jelek/sedang (kan relative), miskin, tidak cukup cerdas, beriman, taat, shaliha, berakhlak baik.
Jelek/sedang (lagi-lagi relative) miskin, tidak cukup cerdas, berhati jahiliyah, tidak mengindahkan aturan Islam, berakhlak buruk.

Pilihan hanya tiga di atas. Karena yang, cantik, anggun, menawan, mempesona, shaliha, berakhlak baik, stoknya tidak selalu ada. Kalaupun ada, sudah keduluan orang lain. Kamu berada di posisi yang mana Ida?

Tidak sedikit pria beriman yang akhirnya memilih wanita kedua, karena ia memandang keimanan dan ketaatan si akhwat. Bukan rupa wajahnya, karena ia menyadari bahwa nilai kecantikan seorang wanita bukan terletak pada kecantikan rupanya. Melainkan pada akhlaknya. Jika akhlaknya bagus, insya Allah, dialah yang akan mampu diajak untuk menjalani biduk rumah tangga sakinah, mawadah, warohmah. Seperti yang didambakannya.

Wanita yang rupa wajahnya cantik memang akan mudah sekali dikenali pada saat pertama berjumpa. Namun, kecantikan yang terpancar dari aura keimanan wanita yang wajahnya tidak seberuntung wanita cantik, kadang baru akan bisa dikenali setelah beberapa waktu berdekatan. Dan ini tentu tidak akan merugikan ikhwan yang telah memilihnya untuk mendampingi perjuangannya. Karena sungguh, wanita dengan wajah tidak cantik namun shaliha, insya Allah akan lebih unggul dibanding wanita yang cantik namun berhati jahiliyah.

Lantas bagaimana dengan wanita yang tidak cantik namun berakhlak buruk? Berhati jahiliyah? Apalagi jika ketahuannya setelah dinikahi. Betapa malang yang menjadi suaminya! Dan fakta semacam ini banyak sekali terjadi di sekitar kita. Bahkan bisa jadi kita sendiri orangnya. Naudzubillah. Semoga tidak.

Saya kembali bertanya, apa yang ada pada dirimu, Ida? Mengapa kamu sampai hati berfikir yang bukan-bukan pada suamimu (LDL sering membuat pikiran ini berfikir buruk)? Jika kamu berusaha mentaatinya dalam rangka taat kepada Allah, maka, nilai kamu pada posisi yang kedua. Tapi jika kamu melakukan kebalikannya, maka kamu berada di posisi ke tiga. Betapa buruk dirimu!

Tanya itu masih bersambung, Ada berapa banyak di dunia ini wanita yang seperti ini?
Cantik tidak, kaya tidak, karir tiada, ilmu belum ada, menjadi shalihapun hanya pura-pura. Bagaimanalah ini?

Semula orang terpikat karena tampak kasalihahannya, tapi ternyata judesnya melebihi wanita-wanita jahiliyah? Apa yang bisa didapat seorang suami dari wanita semacam ini? Tekanan? Betapa kejam. Terakhir, jangan salahkan jika akhirnya para ikhwan memutuskan untuk memilih wanita yang cantik. Toh memilih yang jelekpun tetap tidak menghargai perintah agama!


Bisa jadi wanita cantik yang berakhlak buruk itu masih bisa dituntun ke jalan-Nya, untuk berbenah. Lha kalau wanita yang sudah tahu namun tidak menjalani? Bisa jadi sulit mengarahkannya. Wallahua’lam…

Intinya, untuk teman-teman muslimah yang saya cintai, jika antum merasa wajah tidak cantik. Percantiklah dirimu dengan akhlaqul karimah, agar kelak antum tidak mengecewakan suami antum. Semoga kelak menjadi para bidadari-bidadari surga di firdaus-Nya…

Semakin mendekatlah kepada-Nya. Saya sadar benar, akhir-akhir ini, saya memang merasa sangat jauh dengan Allah. Saya telah menjauh dari-Nya. Jarang mengaji, jarang qiyamul lail, sehingga sangat layak jika Allah, sering menegur dengan mendatangkan ujian-Nya. Dari penyakit yang nggak hilang-hilang. Hingga masalah-masalah kecil yang akhirnya menjadi besar. dan saya sadar semua adalah kelalaian saya pribadi.

Ida Raihan
Cheung Sha Wan- Hongkong

sumber : muslimdaily.net

Bandung, kisah ini sangat menyentakku.... ainul mardhiyah.. diposisi manakah dirimu ? mungkin diriku diposisi yang ketiga. betapa buruknya dirimu wahai ainul mardhiyah.......

disisa sisa potongan waktu, disela sela desau angin

ku coba tuk berdiri kembali , mencoba bangkit di atas keruntuhan sebuah pena yang terluka

ya Allah.... ijinkanku kembali pada-Mu.....



Dikirim pada 05 Februari 2010 di curhat

iman adalah mata yang terbuka,
mendahului datangnya cahaya
tapi jika terlalu silau, pejamkan saja
lalu rasakan hangatnya keajaiban

Saya tertakjub membaca kisah ini; bahwa Sang Nabi hari itu berdoa.

Di padang Badr yang tandus dan kering, semak durinya yang memerah dan langitnya yang cerah, sesaat kesunyian mendesing. Dua pasukan telah berhadapan. Tak imbang memang. Yang pelik, sebagian mereka terikat oleh darah, namun terpisah oleh ‘aqidah. Dan mereka tahu inilah hari furqan; hari terpisahnya kebenaran dan kebathilan. Ini hari penentuan akankah keberwujudan mereka berlanjut.

Doa itulah yang mencenungkan saya. “Ya Allah”, lirihnya dengan mata kaca, “Jika Kau biarkan pasukan ini binasa, Kau takkan disembah lagi di bumi! Ya Allah, kecuali jika Kau memang menghendaki untuk tak lagi disembah di bumi!” Gemetar bahu itu oleh isaknya, dan selendang di pundaknya pun luruh seiring gigil yang menyesakkan.

Andai boleh lancang, saya menyebutnya doa yang mengancam. Dan Abu Bakr, lelaki dengan iman tanpa retak itu punya kalimat yang jauh lebih santun untuk menggambarkan perasaan saya. “Sudahlah Ya Rasulallah”, bisiknya sambil mengalungkan kembali selendang Sang Nabi, “Demi Allah, Dia takkan pernah mengingkari janjiNya padamu!”

Doa itu telah menerbitkan sejuta tanya di hati saya. Ringkasnya; mengapa begitu bunyinya? Tetapi kemudian, saya membaca lagi dengan sama takjubnya pinta Ibrahim, kekasih Allah itu. “Tunjukkan padaku duhai Rabbi, bagaimana Kau hidupkan yang mati!”, begitu katanya. Ah ya.. Saya menangkap getar yang sama. Saya menangkap nada yang serupa. Itu iman. Itu iman yang gelisah.

Entah mengapa, para peyakin sejati justru selalu menyisakan ruang di hatinya untuk bertanya, atau menagih. Mungkin saja itu bagian dari sisi manusiawi mereka. Atau mungkin justru, itu untuk membedakan iman mereka yang suci dari hawa nafsu yang dicarikan pembenaran. Untuk membedakan keyakinan mereka yang menghunjam dari kepercayaan yang bulat namun tanpa pijakan.

Kita tahu, di Badr hari itu, Abu Jahl juga berdoa. Dengan kuda perkasanya, dengan mata menantangnya, dengan suara lantangnya, dan telunjuk yang mengacung ke langit dia berseru, “Ya Allah, jika yang dibawa Muhammad memang benar dari sisiMu, hujani saja kami dari langit dengan batu!” Berbeda dari Sang Nabi, kalimat doanya begitu bulat, utuh, dan pejal. Tak menyisakan sedikitpun ruang untuk bertanya. Dan dia lebih rela binasa daripada mengakui bahwa kebenaran ada di pihak lawan.

Itukah keyakinan yang sempurna? Bukan. Itu justru kenaïfan. Naif sekali.

Mari bedakan kedua hal ini. Yakin dan naïf. Bahwa dua manusia yang dijamin sebagai teladan terbaik oleh Al Quran memiliki keyakinan yang menghunjam dalam hati, dan keyakinan itu justru sangat manusiawi. Sementara kenaifan telah diajarkan Iblis; untuk menilai sesuatu dari asal penciptaan lalu penilaian itu menghalangi ketaatan pada PenciptaNya. Atau seperti Abu Jahl; rela binasa daripada mengakui kebenaran tak di pihaknya. Atau seperti Khawarij yang diperangi ‘Ali; selalu bicara dengan ayat-ayat suci, tapi lisan dan tangan menyakiti dan menganiaya muslim lain tanpa henti. Khawarij yang selalu berteriak, “Hukum itu hanya milik Allah!”, sekedar untuk menghalangi kaum muslimin berdamai lagi dan mengupayakan kemashlahatan yang lebih besar. Mencita-citakan tegaknya Din, memisahkan diri di Harura dari kumpulan besar muslimin, dan merasa bahwa segala masalah akan selesai dengan kalimat-kalimat. Itu naïf.

Dan beginilah kehidupan para peyakin sejati; tak hanya satu saat dalam kehidupannya, Ibrahim sebagai ayah dan suami, Rasul dan Nabi, harus mengalami pertarungan batin yang sengit. Saat ia diminta meninggalkan isteri dan anaknya berulang kali dia ditanya Hajar mengapa. Dan dia hanya terdiam, menghela nafas panjang, sembari memejamkan mata. Juga ketika dia harus menyembelih Isma’il. Siapa yang bisa meredam kemanusiaannya, kebapakannya, juga rasa sayang dan cintanya pada sesibir tulang yang dinanti dengan berpuluh tahun menghitung hari.

Dan dia memejamkan mata. Lagi-lagi memejamkan mata.

Yang dialami para peyakin sejati agaknya adalah sebuah keterhijaban akan masa depan. Mereka tak tahu apa sesudah itu. Yang mereka tahu saat ini bahwa ada perintah Ilahi untuk begini. Dan iman mereka selalu mengiang-ngiangkan satu kaidah suci, “Jika ini perintah Ilahi, Dia takkan pernah menyia-nyiakan iman dan amal kami.” Lalu mereka bertindak. Mereka padukan tekad untuk taat dengan rasa hati yang kadang masih berat. Mereka satukan keberanian melangkah dengan gelora jiwa yang bertanya-tanya.

Perpaduan itu membuat mereka memejamkan mata. Ya, memejamkan mata.

Begitulah para peyakin sejati. Bagi mereka, hikmah hakiki tak selalu muncul di awal pagi. Mereka harus bersikap di tengah keterhijaban akan masa depan. Cahaya itu belum datang, atau justru terlalu menyilaukan. Tapi mereka harus mengerjakan perintahNya. Seperti Nuh harus membuat kapal, seperti Ibrahim harus menyembelih Isma’il, seperti Musa harus menghadapi Fir’aun dengan lisan gagap dan dosa membunuh, seperti Muhammad dan para sahabatnya harus mengayunkan pedang-pedang mereka pada kerabat yang terikat darah namun terpisah oleh ‘aqidah.

Para pengemban da’wah, jika ada perintahNya yang berat bagi kita, mari pejamkan mata untuk menyempurnakan keterhijaban kita. Lalu kerjakan. Mengerja sambil memejam mata adalah tanda bahwa kita menyerah pasrah pada tanganNya yang telah menulis takdir kita. Tangan yang menuliskan perintah sekaligus mengatur segalanya jadi indah. Tangan yang menuliskan musibah dan kesulitan sebagai sisipan bagi nikmat dan kemudahan. Tangan yang mencipta kita, dan padaNya jua kita akan pulang…

salim a. fillah –www.fillah.co.cc-

Dikirim pada 04 Desember 2009 di muhasabah


Betapa banyak air mata yang pernah ditumpahkan oleh perempuan sepanjang sejarah. Andai semuanya dikumpulkan , maka akan menghasilkan lautan. Kendati demikian, tidak semuanya air mata istimewa dan tidak semuanya pula diperuntukkan bagi sosok special.

Keharuan demikian hebat mengapung saat Ibnu Umar bertanya :” Ceritakanlah kepada kami hal yang mempesona bagimu pada diri Rasulullah saw ?” suami tercinta sudah wafat, namun kenangan manis mengepung hati sehingga jawaban awal hanyalah tangisan rindu.

Isak tangisnya berbuncah kerinduan. Sangatlah rindu ! Aisyah perlahan mengusap kristal hangat yang melelh di pipi. Tetapi air suci itu umpama bendungan jebol. Sulit ditahan, susah disembunyikan.

Disela isakan itu, terdengar suara teramat lirih, “ KANA KULLU AMRIHI AJABA (semua perilakunya menakjubkan).

Menakjubkan karena sebagai istri, Aisyah selalu merasa memiliki suami dua puluh empat jam sehari. Menakjubkan sebab kehadirannya senantiasa membawa kehangatan hati. Menakjubkan karena beliau sangat mengerti cinta seperti apa yang didamba istri.

Kenangan tersebut tidak saja indah ketika senang, bahkan kesusahan hidup menghadirkan bahagia. Wajar bila Aisyah mengakui secara jujur tidak bisa memilah lagi mana yang paling berkesan. Kecuali mengakui keterpesonaan sempurna atas semua budi pekerti mulianya. Jatuh bangun, pahit getir, dan susah senang dalam berjuang tetap menjadi nostalgia terindah. Karena segala yang dipersembahkan Rasulullah untuk keluarganya benar – benar mengagumkan. Beliau tidak mencurahkan harta melimpah ruah, tapi melimpahkan segala – galanya berbingkai ketulusan dan perlakuan amat bermartabat.

Ya ! sebagai Istri, Aisyah tahu persis perangai suami dari pagi sampai malam. Dia pula yang benar – benar merasakan ketinggian budi pekerti. Kini rindu itu menggelora. Ooooh… andaikan masih ada waktu untuk mereguk cinta !

Saudariku…. Airmata juga meleleh di pipi seorang muslimah tangguh. Sumarni tak kuasa menahan kristal hangat yang mengalir dipipi. Suaminya, Ustadz Rahmat Abdullah sudah kembali ke haribaan Illahi. Keikhlasan atas kepergian justru membuahkan air mata, rindu, kagum , bangga dan bahagia.

Kesibukan suaminya meliputi urusan keselamatan umat, dai yang tiada kenal lelah, anggota legislative, dan seabrek kegiatan padat lainnya. Namun , ustadz Rahmat benar – benar melimpahkan rahmat bagi istri dan keluarga tercinta. Hingga kematian tak bisa memupus keindahan yang telah terpancang dihati. Lelah,

Ustadz rahmat sering mengerjakan sendiri pekerjaan rumah tangga. Termasuk membuatkan teh untuk keluarga. Juga mengajak minum secangkir berdua bagi kekasih hatinya. Dia rajin mencarikan tempat makan istimewa bagi istri tercinta. Kedua sejoli diusai senja masih sempat jalan pagi setiap sabtu usai sholat shubuh.

Pernah sumarni mengutarakan kesukaan pada bunga Anggrek. Tak lama kemudian, suami segera membawakannya lengkap dengan tanah, pupuk, dan obat untuk bunga itu. Pulang dari aktivitas, tidak lupa menenteng oleh oleh. Meski hanya goreng singkong, tapi nikmatnya luar biasa karena dibumbui oleh cinta. Guna meningkatkan intelektualitasnya , ia senang membelikan buku untuk anak dan istrinya,

Jika sumarni sakit, telepon dari sang suami sering berdering menghibur hati. Tujuh orang anak juga senang bercanda dengan abi-nya. Tidak ada tembok pembatas kasih sayang antara suami istri serta anak- anak. Mereka dengan suka ria menitip belanjaan bagi sang suami/ayah. Misalnya membeli bumbu, sabun, odol , perlengkapan dapur dan sebagainya. Dan untuk istri tercinta, tersedia panggilan kesayangan :” NAI!”

Wajar bila wartawan bertanya tentang kenangan selama mendampingi Sang Syaikh Ad-dakwah Lagi lagi air mata kekaguman yang menjawab. Pria special memang mendapat tempat pilihan dihati. Serta dilepas dengan air mata istimewa pula.

********
Sekarang masihkah ada suami terpuji yang menjadi pujaan hati istri. Meski arwahnya sudah dijemput Maha Kuasa. Masihkah istri – istri merindukan dan menangisi kepergian itu karena terkenang akhlak luhurnya ? atau tangisan yang ada hanyalah kerapuhan hati tak siap ditinggal mati ?

Lelaki pilihan menangis saat lahir dan ketika wafat orang – orang tercinta yang menangisi kepergiannya. Keindahan budi pekerti melukiskan kenangan tiada terlupakan. Ada isakan rindu disetiap bait bait doa. Kebanggaan abadi atas perjuangan tulus ikhlasnya.

Kalaupun bukan public figure masyarakat, suami tersebut adalah teladan bagi anak istri. Barangkali kedatangannya tidak pernah dieluk elukan pendukung, namun kehadirannya dirumah tangga selalu menjadi pelita. Sanjungan dari para penggemar belum tentu tulus. Adanya. Puji puji dari anak istri merupakan kesyukuran terdalam, sebab mereka telah dianugerahi pahlawan sejati.

Dia tidak harus suami super hebat dengan berderet penghargaan menempel dipundaknya. Bukan pula pria terkenal yang mengorbankan segala galanya demi penggemar, jabatan , uang , prestasi, dan prestise, sementara keluarga kocar kacir, bukan pula pria yang jago mengguyuri uang melimpah atau fasilitas hidup serba wah.

Kesombongan tercermin dari ucapan, " Bu ! maaf, hidupku sudah dikorbankan semata mata demi umat. Jadi, ibu dan anak anak pandai-pandai mengatur diri sendiri !”

“Hanya untuk umat ?” memangnya anak istrimakhluk angkasa luar ? mereka pasti bukan alien, tetapi bagian juga dari umat yang harus diperjuangkan. Malahan tanggung jawabnya lebih berat.

Perkara kejiwaan sering menjadi barang mahal yang jarang tersentuh. Istri yang malang mempunyai suami yang dipuja banyak wanita. Tetapi sebagai istri, ia sendiri tidak pernah merasa memiliki.

Apalah arti seorang suami hebat yang menghabiskan semua hidup bagi orang lain ? berjaya di tengah gemuruh tepuk tangan anak buah, mendapat penghargaan dan kekaguman dari para wanita, tetapi tidak dapat berlaku baik terhadap istri, dan memperoleh cibiran dari anak istri.

Wanita beruntung itu mempunyai dua laki laki pilihan sekaligus pujaan : AYAH DAN SUAMI yang sama sama saleh. Tidak sia sia ketika masih gadis ia mati matian menghunus syarat utama Dien yang cap jempol. Profil suami teladan yang membimbing keluarganya menjadi kafilah syurga.

Suami hebat itu seperti seorang sahabat nabi. Kulitnya yang hitam bertambah legam karena setiap hari menampung terik matahari, bekerja mencari nafkah sebagai pemecah batu. Tangannya kasar dan juga mengeras.

Hingga ia mengadu pada Rasulullah saw , “ berapa malang nasib tanganku !”

Beliau meraih dan menciuminya. “ Inilah tangan yang akan mengantarkan pemiliknya ke syurga.”

Tangan mulia seorang suami yang hancur menghidupi anak istri adalah tangan yang menjadi kebanggaan dihadapan Allah. Jihad demi keluarga telah membuat tubuhnya kerempeng, tangan kasar, atau malah sakit sakitan.

Keberadaannya barangkali tidak menarik para wartawan. Perjuangan sucinya tidak pernah menghiasai lembaran surat kabar. Namun ada yang benar – benar memujanya setulus jiwa.

Suami seperti itu mewariskan harta benda, sebab sampai kapanpun ia tak sudi menjadi hamba dunia. Namun ada yang lebih berharga daripada gemerlap serba semu itu. Kenangan terindah perihal akhlak mulia sebagai kepala rumah tangga, semangat heroic dan perlakuan manis. Suami yang membuktikan cinta yang sesungguhnya.

Boleh jadi istri sulit menemukan kebanggaan sejati meski dari pernikahan yang lama. Penyebabnya suami pergi tanpa meninggalkan keteladanan kecuali limpahan harta yang justru menjadi biang malapetaka perpecahan keluarga.

Lantas kenangan macam apa yang bisa membangkitkan haru biru layaknya Aisyah ? alas an apa yang membuat air mata istimewa mengalir dipipi istri ? dan suami mana lagikah yang bisa mewarisi kehebatan Rasulullah saw dalam meninggalkan kenangan ? ……….

********
Disarikan dari : Membina Syurga dimahligai Cinta


Illahi Rabbi..... perkenankan lisan ini dapat berucap " KANA KULLU AMRIHI AJABA " disaat semua lisan tertuju dan mempertanyakan " Ceritakanlah kepada kami hal yang mempesona dari suamimu ?

llahi dalam kekayaan-MU hamba adalah fakir, sedang dalam kefakiran hambapun adalah fakir. Illahi, hambalah orang yang jahil dalam ilmu, betapa hal ini tiada lebih bodoh dari kebodohanku memahami. Sungguh perubahan ketetapan-Mu, cepat sampai takdir-MU, itu semua telah menahan orang - orang arif merasa puas atas semua pemberian tapi putus asa dalam ujian. semoga ... saudara saudariku jauh dari seorang yang memiliki banyak keinginan agar terlepas dari kekecewaan yang panjang. Maha Suci Engkau Duhai Quddus .. ditangan-MU segala kerajaan dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu..................................





Dikirim pada 02 Juni 2009 di muhasabah

ABUL ASWAD AD-DUALI berkata kepada anaknya :" Wahai anakku, aku telah berbuat baik kepadamu sejak kalian kecil hingga dewasa bahkan sejak kalian belum lahir."
"sejak kami belum lahir ?"
"iya, " Jawab Abul Aswad
"Bagaimana caranya, Ayahanda ?"
"Mmh, Ayah telah memilihkan untuk kalian seorang wanita terbaik diantara sekian banyak wanita. Ayah pilihkan untuk kalian seorang ibu yang pengasih dan pendidik yang baik untuk anak-anaknya."

PESAN RABBANI dalam firman Allah :" Perliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang berbahan bakar manusai dan batu." (QS At-Tahrim ; 16), mengajarkan kepada kita akan pentingnya pendidikan didalam keluarga. Ali bin Abi Thalib mengatakan :" Ajari mereka dan didiklah mereka". Keluarga pada akhirnya menjadi sekolah utama dalam kerja pewarisan Islam

Sebagaimana kisah Abul Aswad Ad-Dhuali diatas, Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid didalam bukunya Manhaj At-Tarbiyyah An Nabawiyyah lit-thifl menjelaskan bahwa faktor tak kalah penting yang membantu seorang ayah mendidik anaknya adalah keberadaan seorang istri, perhatian seorang lelaki terhadap generasi penerusnya, semestinya telah dimulai sejak memilih istri. Ia tidak sekedar menuruti keinginan dirinya, tetapi juga berorientasi untuk memilihkan guru bagi anak-anaknya.

Disinilah cita - cita peradaban itu dimulai, yaitu sejak seorang laki - laki memilih pasangan hidupnya. Menentukan siapa istrinya, sekaligus menetapkan calon pendidik bagi putra putrinya. sejak saat itu seorang lelaki semestinya telah membuat design untuk membangun sebuah sekolah didalam rumah.

itulah sebabnya, Abul Hasan Al-Mawardi beranggapan bahwa memilih istri merupakan hak anak atas ayahnya. Umar bin Khathab mengatakan :" Hak seorang anak yang pertama - tama adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya. yaitu, seorang wanita yang memiliki kecantikan, mulia, beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak baik, mempunyai mentalitas yang baik dan sempurna, serta mematuhi suaminya dalam segala keadaan."

Didalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi mengatakan :" pilihlah tempat yang baik untuk menyemaikan nutfah kalian, nikahilah wanita wanita yang seimbang dan nikahkanlah wanita - wanita itu dengan mereka."

hmmm... saya merasakan inilah tanggung jawab pertama kalian sebagai suami ; memilih secara tepat istri kalian. namun, saya juga menyadari bahwa kerja ini tidak berhenti sampai disini. kerja berikutnya yang tidak kalah penting adalah kerja pemeliharaan, penumbuhan, serta penyiapan. jadi, tanggung jawab kalian, sebagai suami, tidak berhenti sebatas memberi nafkah. ada peran lain yang harus dimainkan sejak dini, bahkan sejak sebelum kewajiban memberi nafkah ditetapkan.

Memelihara, menumbuhkan serta menyiapkan istri kalian untuk dapat menjadi seorang ibu dan guru bagi anak-anak harus mendapatkan prioritas. kalian tidak hanya memilih istri yang memiliki pesona potensi luar biasa. pesona potensi itu harus dapat kalian pelihara an kalian tumbuhkan agar tidak redup ditengah jalan, terlebih ketika telah menikah dengan kalian. suami perlu meningkatkan kapasitas dan kemampuan istri. agar ia memiliki bekal untuk menyukseskan perannya sebagai seorang pendidik.

Ada sebuah kisah inspiratif dari seorang ustadz. untuk meningkatkan kemampuan istrinya dalam mengurus keluarga, sang ustadz tanpa segan segan mengikutkan istrinya kursus membordir dan menyulam. ketika ditanya alasannya, ustadz itu menjawab :" saya takut seandainya nanti diakherat ditanya Allah : apa yang sudah kau lakukan untuk istrimu ?

begitulah kiranya kita mengawali pembentukan keluarga kita. mereka yang dirundung cinta semestinya memperhatikan pula tumbuh kembang buah cinta mereka nantinya. mereka tidak melupakan kerja kerja pewarisan dari sebuah keluarga muslim.

saya pernah mendapat kiriman sebuah sajak dari seorang ikhwan lewat email. sajak ini lukisan tentang pikiran nya terhadap seorang wanita yang nantinya akan menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya.

Kasihku, Ibu dari anak anakku....
ajari mereka bersahabat dengan kehidupan
agar tak menjadi asing ditanah kelahiran
yang mafhum meminta dan menangisi dunia
tapi gagah bekerja dan membelai sesama
ajari anak-anak kita merabai dirinya
agar mereka merasakan kebesaran yang maha segala
bahwa mereka lahir untuk masa depan
dan untuk memuaskan kita

begitu pentingnya mempersiapkan tempat persemaian benih generasi kalian, sekaligus guru bagi anak-anak kalian, sampai sampai Rasulullah membenarkan pandangan Jabir bin Abdullah yang memilih seorang janda menjadi istrinya, hanya karena satu alasan : kerja - kerja pendidikan. ketika jabir mengabarkan kepada Rasulullah bahwa dirinya telah menikah, Rasul lalu bertanya kepadanya :
"jabir, kamu menikah dengan gadis atau janda ?"
"dengan seorang janda ya Rasulullah."
"kenapa tidak pilih yang masih gadis. dengannya kamu bisa mengajaknya bergurau, begitu pula ia bisa bergurau denganmu."
Jabir memiliki alasan yang perlu untuk kita renungkan. sebuah alasan yang inspiratif dan visioner, tetapi sekaligus realistis.
"Ya Rasulullah, orang tuaku telah meninggal, sedangkan aku memiliki banyak saudari yang masih kecil. itulah sebabnya , saya tidak memilih menikah dengan gadis, yang usianya seperti mereka. aku khawatir istriku tidak bisa mendidik mereka dan tidak bisa mengurus mereka. akhirnya, saya memilih menikahi seorang janda dengan berharap ia bisa mengurus dan mendidik saudari saudariku yang masih kecil.

saudaraku ... kaum muslimin , para calon suami, para calon ayah... persiapkan lah madrasah keluarga kalian sejak dini...didalam buaian seorang wanita bisa menghasilkan bara yang menguncang dunia.....

Bandung,
mentari itu telah bersinar...
tiada redup tiada panas
hanya ada seberkas kilatan
tuk buktikan
tuk hancurkan
peradaban yang tak berkias......

Dikirim pada 20 Mei 2009 di Ruang Keluarga (Rumah tangga)

MELAHIRKAN merupakan momentum perjuangan yang tidak ringan bagi istri. Ia memeras energi, sekaligus memungkinkan untuk menggadaikan nyawa untuk sebuah generasi. Namun, ia juga menjadi titik awal ketika suami harus menambah perannya. Peran sebagai seorang ayah. Ayah, kata itu seakan menyimpan harapan yang menghujam sangat dalam pada diri kelaki-lakian. di balik kata itujuga, terdapat tanggung jawab yang besar.

kata itu menyuguhkan perasaan bangga dan bahagia, sekaligus meneguhkan kedirian kalian sebagai laki - laki. ia bagaikan padang sabana hijau yang membentang luas dengan tiupan angin yang sepoi-sepoi. Menjadikan jiwa kalian para suami lapang dan pandangan kalian para suami tajam menatap masa depan. Saat itulah kalian harus mulai memikirkan masa depan sebuah generasi yang lahir dari rahim kekasih kalian. Kasih sayang, perhatian, tanggung jawab dan juga pendidikan bagi anak menjadi bahasa yang akan meneguhkan makna cinta kalian.

saat menjelang kelahiran adalah saat ketika kalian para suami perlu memperkuat dan menunjukkan makna kebersamaan dengan istri, karena ia merupakan momentum perjuangan yang tidak ringan. inilah awal ketika tanggung jawab terhadap sebuah generasi dimulai. tanggung jawab yang tidak sekedar dimiliki seorang istri. kebersamaan dalam cinta adalah bahasa yang selalu diharapkan dalam nafas pernikahan.

Menunggu istri saat persalinan bukanlah barang sederhana, yang bisa dinafikan. Sungguh, anak merupakan anugerah terindah yang diberikan Allah kepada kita. Ia menjadi harapan setiap orang yang telah menikah. tidak jarang tetes air mata harus mengalir membersamai setiap lantunan doa, agar Allah ta ala menganugerahi seorang anak. Itulah yang dapat kita rekam dari kehidupan Nabi Zakariya a.s. Usianya yang merangkak senja telah menumbuhkan uban dikepala, merapuhkan tulang - tulangnya, dan melemahkan tenaganya. Padahal, belum juga Allah menganugerahi anak kepadanya. kerinduan untuk memiliki seorang anak semakin menggelora.Maka, bersama kesunyian malam, Nabi Zakariya tiada henti untuk berdoa :" Ya Tuhanku, sesungguhnya tulang - tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Tuhanku."

Karena anak merupakan anugerah dari Allah ta ala maka selayaknya kalian para suami perlu menyambutnya dengan penuh kesyukuran. kehadiran kalian untuk berdekat dekat dengan istri saat persalinan adalah penerimaan yang tulus, yang selayaknya kalian berikan. Penerimaan terhadap kelahiran anak kalian. anak yang lahir dari rahim kekasih kalian. inilah bahasa pengungkapan yang perlu di tunjukkan.

Tidak sekedar itu saja wahai suami membersamai istri saat persalinan ternyata membawa efek psikologis yang besar bagi istri kalian. dukungan suami saat bersalin sangat diperlukan agar istri bisa lebih kuat, nyaman dan percaya diri ketika bersalin. terlebih ketika istri merasa panik dan kesakitan. lalu apa efek yang bisa muncul bagi kalian para suami ? peristiwa kelahiran akan menanamkan perasaan untuk lebih menghargai dan menyayangi istri kalian. setiap detik dari perjuangannya terekam kuat dalam ingatan kalian para suami. pengorbanannya terasa tak ternilai oleh apapun yang kalian berikan kepadanya sebagai pengganti.

Sodaraku....
cinta harus dibahasakan. salah satunya dengan memberikan dukungan kepada istri saat bersalin. memberikan kata - kata motivasi, doa dan sentuhan fisik akan meredakan kepanikannya. disinilah seorang suami harus mampu mengendalikan emosinya. kalian para suami perlu belajar untuk kuat dan tidak menjadi lebih panik dibanding kekasih kalian. mungkin ada keharuan ketika menyaksikan istri yang sedang berjuang untuk melahirkan anak kalian, berpelu peluh dan menguras tenaga. mungkin ada rasa khawatir yang membuncah saat mengetahui istri berpayah payah , tapi tetap saja kalian harus belajar tenang.

Sodaraku.....
membersamai istri saat persalinan akan mengurangi depresi pasca persalinan (Post partum depression) atau baby blues. ada kalanya ibu sehabis melahirkan dilanda perasaan sedih dan murung. kelahiran menuntut ibu menyesuaikan diri dengan situasi baru. ia harus mengurus anak, serta harus tetap mengurus pekerjaan rumah tangga. semua itu akan menyita pikiran dan energinya, hingga dapat memicu emosi dan stres. terlebih ketika makna kebersamaan itu tidak terlihat diberikan suaminya sejak detik detik awal persalinan. Padahal, banyak penelitian menjelaskan bahwa depresi yang dialami ibu sangat mempengaruhi bayi.

saya kutipkan pendapat dari Dr. I Akman dari Marmara University Medical School, Istambul Turki dalam laporan hasil risetnya di Archives of Diseases in childhood (download) mei 2006, menyimpulkan bahwa depresi pada ibu yang baru melahirkan akan menghambat terjalinnya ikatan batin (bonding) yang kuat dengan bayinya. kondisi ini akan menyebabkan terjadinya kolik (Sejenis gangguan pencernaan).

Penjelasan dr. Akman diatas memberikan gambaran tidak langsung tentang peranan yang harus dimainkan seorang suami kepada istrinya saat menjalani persalinan, yaitu menciptakan rasa tenang dan aman bagi istri.

Penelitian lain nya dilakukan oleh Dr.Myna M.Wissman bersama timnya dari colombia university, New york. Ia meneliti selama 20 tahun dan menemukan bahwa depresi yang menimpa orang tua bisa menulari anak, bahkan hingga mereka dewasa kelak. 101 orang tua, ketika salah satu atau keduanya mengalami depresi, ternyata menyebabkan anak anak mereka beresiko menderita depresi tiga kali lipat dibanding anak anak yang orang tuanya tidak depresi. selain itu, mereka juga beresiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah, serta beresiko dua kali lebih besar menderita gangguan fungsi otot dan saraf serta kesulitan dalam bersosialisasi.
*******
Subhanallah..... menunggui istri saat persalinan bukanlah barang sederhana, yang bisa diabaikan begitu saja. berawal dari kebersamaan itu, kalian tengah menyiapkan sebuah generasi yang kuat, tegar dan sehat. generasi yang menatap masa depannya dengan cerah, karena diawal ia menghirup udara segar dunia, ia disambut dengan penerimaan yang tulus.penerimaan yang menciptakan ikatan batin secara lekat. kalau ada kebersamaan antara suami istri yang memuat makna kepahlawanan lebih, mungkin ia adalah kebersamaan selama persalinan.

bandung......
diujung gelap kucoba urai kata demi kata
agar serunai malam tak lagi pekat
disela tangis manusia pemula
menyambut dunia yang kian fana.........

Dikirim pada 20 Mei 2009 di Ruang Keluarga (Rumah tangga)



Seorang suami bercerita :" saya harus menemani istri untuk pergi kedokter spesialis kandungan. periksa rutin,kehamilan istri telah memasuki bulan kedelapan. ketegangan meliputi wajahnya. Ia cemas sebab pada pemeriksaan 2 minggu sebelumnya dokter menyatakan bahwa anak mereka termasuk kecil untuk masa kehamilannya (beratnya kurang dari normal)


kekhawatiran terasa menekan bapak muda itu. Ia cemas jika periksa kali ini tidak bisa mencapai target berat badan bayi seperti yang seharusnya. ketika mereka telah mendapat giliran dan istri di USG , alhamdulillah, ternyata berat badan bayi telah naik seperti yang ditargetkan. hanya saja detak jantung bayi saat itu berpacu cepat.

"mbak, anti sedang panik, ya ?" tanya dokter . sang istri hanya mengulum senyum dan mengaku kalau ia cemas dengan berat badan bayi yang tidak naik.
"sudahlah santai saja, tidak usah dipikir. perhatikan saja asupan gizinya. InsyaAllah , waktunya masih cukup."
"kalau ibunya stress, biasanya detak jantung bayi menjadi lebih cepat. bayi terpengaruh menjadi stress juga." tambah dokter tersebut.

Saat itu saya berpikir keras , apa hubungan antara stress yang dialami sang ibu dengan bayi yang dikandungnya ? saya belum menemukan hubungannya secara jelas. sampai akhirnya saya membaca didalam surat Al-Hajj ; 2 saya tertegun. "Ingatlah pada hari ketika kamu melihat (guncangan itu) semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya..." kedahsyatan hari kiamat sanggup menggugurkan janin dalam rahim. akan tetapi kenapa bisa seperti itu ? panik. jika benar maka persoalannya adalah psikologis.

hmm... ketika saya bertemu dengan seorang teman yang istrinya baru saja keguguran, saya sampaikan ayat itu kepadanya.beberapa bulan sebelum keguguran, mereka berdua pernah jatuh dari motor. namun, setelah kasus itu, tidak ada plek atau pendarahan. biasa saja, setelah beberapa bulan kemudian istrinya keguguran. saya menduga penyebabnya adalah emosi si ibu." mungkin ada persoalan psikologis yang menyebabkan sebagaimana disebut Al Qur an, meski tidak semua begitu. kata saya

"bener ukhti, katanya sambil mengingat sesuatu. Beberapa hari sebelum istri keguguran kami bertengkar. Istri marah hebat dan ternyata sering begitu, bahkan, dia pernah mengatakan :" ya sudah digugurkan saja kandungan ini !"

situasi kejiwaan ibu ternyata sangat mempengaruhi kondisi bayi didalam rahim. kesimpulan itulah yang saya peroleh dari serangkaian pengalaman dan cerita dari teman2.

didalam sebuah artikel saya menemukan jawaban atas apa yang menjadi pertanyaan saya selama ini. artikel tersebut menjelaskan bahwa ada sejumlah hormon progesteron. hormon ini berfungsi membangun lapisan didinding rahim untuk menyangga plasenta, mencegah kontraksi atau pengerutan otot-otot rahim sehingga mencegah keguguran atau persalinan dini.

********

sebuah penelitian di jerman yang dilakukan perta Arck dan kawan kawan, ditemukan bahwa secara tidak langsung stress menekan prodiksi hormon progesteron. kesimpulan bahwa stres dapat menjadi penyebab keguguran setidaknya didapat dari hasil penelitian terhadap tikus. kalau pada tikus - tikus yang sedang hamil ini diberikan suara suara keras atau pemicu stres dalam bentuk lain, maka tikus tikus tadi akan mengalami ketidak stabilan hormon. ketidak stabilan inilah yang dapat mengubah sistem kekebalan pada janin karena disaat stress tubuh akan mengeluarkan hormon stress yang disebut kortisol.

Peningkatan kortisol dalam aliran darah akan menekan produksi progesteron. Arck dan kawan kawan telah memantau 864 wanita hamil. ia mengambil sampel darah untuk melihat tingkat stress masing masing wanita yang tengah berbadan dua itu. hasilnya, 55 wanita hamil yang mengalami keguguran ternyata lebih sering mengalami stres dibanding ibu hamil lainnya yang tidak begitu banyak menghadapi stres

hmmm... ternyata ada kerja cinta lainnya buat suami ketika istri sedang hamil, kerja untuk memberikan pendampingan prima kepadanya. pendampingan yang tidak sekedar fisik, tetapi juga kejiwaan. kerja pendampingan ini merupakan bagian dari proyek regenerasi. istri membutuhkan perhatian istimewa, dorongan dan motivasi tiada henti. sekaligus ketulusan utuh dalam seluruh kerja - kerja pendampingan itu.
kita perlu menyadari sepenuhnya bahwa kondisi kejiwaan istri ketika hamil sangatlah mempengaruhi perkembangan janin didalam rahim. secara mengerikan, barangkali dapat dikatakan bahwa menciptakan rasa tenang istri sekaligus memberikan support motivasi kepadanya, ternyata terkait erat dengan urusan nyawa sebuah generasi ; generasi kita sendiri; anak anak kita, ia juga mempengaruhi kualitas emosi anak dan tingkat perkembanganya.

Anak adalah anugerah terindah dari Allah yang patut untuk disyukuri sekaligus dijaga. Allah mendatangkan kebahagiaan dengan lahirnya anak dari seorang istri. " Allah menjadikan bagimu istri - istri dari jenismu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri - istrimu itu, anak - anak dan cucu cucu ...." (Qs. An-Nahl; 72).

Sejak awal kita harus menjaganya, agar anak kita tiak tumbuh menjadi dzurruyyatun dhi aafan (generasi yang lemah) (QS. An-Nissa ; 9)

sembari kalian para suami memberikan pendampingan prima pada istri, topanglah ia dengan lantunan doa yang selalu terkirim bersama sujud kalian :" Rabbi habli minladunka dzurriyyatan thayyibatan, innaka samii ud du aa " (ya Rabbku, berilah aku disisi-Mu anak yang baik, sungguh Engkau Maha Pendengar doa) (Qs. Ali Imran ; 38)
aminnnn...

bandung......
disisi sudut ruang hati................


Dikirim pada 20 Mei 2009 di Ruang Keluarga (Rumah tangga)

mari saudara saudaraku kita simak penuturan seorang suami yang mendampingi istrinya dikala hamil............
Istri saya terbaring lemas disamping ketika saya melaksanakan sholat. padangan mata saya mulai tidak jelas dan berkaca-kaca. dengan sekuat tenaga saya pejamkan mata, berharap ada yang bisa ditahan. tapi terlambat. bayangan ibu saya datang silih berganti. mengalir bersama air mata yang menetes dari sudut mata.
Wajah cantik istri saya yang mendadak berubah pucat berkelindan dengan wajah ibu saya yang mulai keriput, beruban dan tua. Saya teringat saat ibu saya berubah biru wajahnya, menahan sakit akibat maag akut yang dideritanya. saya membayangkan saat ibu saya,yang perempuan desa dan tidak mengenal konsultasi dokter spesialis kandungan itu, menghadapi kehamilan ketika mengandung saya....

saya mengenang diri saya yang jarang pulang, menyambangi ibu-ayah saya didesa . Dan saat inilah perasaan durhaka itu menyeruak hadir membayangi saya, saya takut. rasanya aktivitas saya dalam dakwah tidak memiliki bobot makna yang berarti tatkala mengenangi ibu. Sungguh, saya kembali merasakan kerinduan yang sangat pada ibu, ketika harus membersamai istri saya yang mengalami morning sickness.

hmmm.. mendengar cerita teman Saya jadi teringat pada perintah Allah taala untuk berbuat baik kepada ibunya. Alasannya jelas, beliau yang telah mengandung dalam keadaan lemah, melahirkan dan menyusui :" Dan perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya ; ibunya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah - tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun." (QS.Luqman ;14)

selain perasaan itu lanjutnya terus terang saja, saya ikut dibuat panik dengan kehamilan pertama istri saya Istri mengalami tanda tanda kehamilan ketika usia pernikahan kami memasuki semester pertama. skami merasa bersyukur ketika istri melakukan test kehamilan yang hasilnya kami lihat bersama ; positif hamil. Dua garis merah dapat kami lihat dengan jelas pada pagi itu. Alhamdulillah. kami sama-sama bersyukur Lalu, beberapa hari kemudian, istri mengalami morning sickness.

Rasa mual dan muntah yang dirasakannya seakan saya rasakan juga. Aneh, dan saya tidak dapat menemukan akar sebabnya. lanjutnya. luar biasa. rasa itu tidak saja terjadi pada pagi hari, tetapi sepanjang waktu

hmm.. mungkin mengalami hiperemesis gravidarum (frekuensi dan lamanya mual muntah terjadi secara berlebihan) dan ini emang wajar terjadi pada trisemester awal kehamilan.

Ketika ditanya masalah itu jawaban sang istri :" Wonderfull, Mas !" hmmm........

lanjutnya...... saya putuskan untuk tidak itikaf, padahal kami sudah merencakan untuk itu. saya harus mendampingi istri, membantu kebutuhan nya dan (yang terpenting) memberi motivasi dan mengawal situasi kejiwaannya.

ya memang disaat seperti itu seorang istri sangat membutuhkan kehadiran suaminya disamping. karena pada saat saat itu sang istri membutuhan sentuhan cinta yang lebih, perhatian yang terakomodasi, dan pendamping yang intens.

sodara-sodaraku..... kenapa harus mendampingi istri ? selain gembira dan bersyukur atas terjadinya kehamilan, terselip juga rasa cemas terutama bagi ibu-ibu yang baru pertama kali hamil. ia harus menghadapi beberapa perubahan dalam dirinya. peran suami adalah membersamai istri untuk siap menghadapi kegelisahan secara psikologis. bukankah suami adalah orang terdekat yang dimiliki sang istri ?

Sejumlah penelitian, konon menjelaskan bahwa kurangnya dukungan dari suami selama kehamilan merupakan faktor yang paling sering menimbulkan post-partum blues atau kesedihan pasca persalinan. Ah, Wallahu alam (itu teori yang pernah saya baca)

hmm... jadi teringat kembali pada hadist Rasulullah :" sebaik -baik kamu adalah yang paling baik dalam bergaul dengan istrinya, dan aku adalah yang paling baik diantara kamu dalam bergaul dengan istri." (HR.Tirmidzi)

Mendampingi istri, jika dilakukan secara ikhlas, insya Allah, jauh lebih ringan daripada keadaan istri kita ketika hamil. dimana, setiap istri merasa mual muntah, yang katanya sangat wonderfull itu, ia akan merintih kesakitan. maka untuk para suami, dekatilah istri kalian, usaplah perutnya. mungkin emang tidak banyak membantu untuk mengurangi rasa mual itu, tapi dari sisi psikologis menimbulkan motivasi bagi sang istri tuk tegar dan sabar menjalani masa - masa itu karena sang istri tidak sendiri merasakannya ada kalian suaminya menemani disampingnya. membersamai masa itu. membersamai kehadiran buah hati yang dinanti... bersama sama....

ucapkan kalimat kalimat dan kata kata santun tuk meredahkan emosi sang istri ketika sakit mulai terasa. misalnya nih.... hmmmm..... "Sayang, daripada mengaduh lebih baik ucapkan kalimat thayyibbah. mungkin akan lebih baik bagi perkembangan psikologis janin kita ." subhanallah.... dengan sedikit perkataan itu insya Allah sang istri akan merasakan manisnya sebuah proses kehamilan.... menikmati saat saat sakit pada trisemester pertama, menikmati dan merasakan perkembangan janin, mulai dari detak jantung, gerakan gerakan kecil sampai pada tahap komunikasi 2 arah antara janin dan orang tuanya. melalui sentuhan sentuhan dan ucapan ucapan lembut. masa masa kehamilan adalah masa dimana kita bertafakur akan karunia dan kebesaran sang Illahi. juga merupakan masa masa muhasabah mengenang kembali saat saat ibu kita mengandung kita , menahan sakit ketika melahirkan kita.... subhanallah.. disaat saat itu banyak yang bisa kita petik dan rasakan. insya Allah............

jadi teringat sepenggal sajak dari WS Rendra berjudul Sajak seorang Tua untuk istrinya.
Suka dan duka kita bukanlah istimewa...
karena setiap orang mengalaminya.....
ya .. setiap pasangan suami istri pasti mengalaminya.... tinggal sekarang gimana tiap pasangan memaknainya.
ya.. saat saat kehamilan istri adalah masa ketika para suami belajar merasakan hakikat diri sebagai seorang anak dan suami sekaligus.....

untuk para suami.... persiapan diri.... dampingin istri.. jadilah suami SIAGA........ oke.. oke....

bandung, .....................
coretan kecil disudut ruang dari seorang hamba Allah yang baru belajar tuk memberikan yang terbaik dari sedikit goresan pena yang terbuang.....


Dikirim pada 19 Mei 2009 di Ruang Keluarga (Rumah tangga)

Pernah dengar kisah ini gaaaaaa....???? jika belum saya akan mengisahkan untuk teman teman. Glenn Doman pernah bercerita tentang seorang ibu yang bertanya kepada ahli perkembangan anak. pertanyaannya sederhana, yaitu kapan ia harus mulai mendidik anaknya.

"kira - kira kapan anak ibu akan lahir ? ahli itu bertanya dengan antusias.
"Oh, anak saya telah berusia lima tahun sekarang," jawab ibu itu
"cepatlah pulang, bu !"
"kenapa ?" tanya si ibu dengan penuh keheranan
"ibu telah menyia - nyiakan lima tahun terbaik dari hidup anak ibu."
hmmm.... kisah diatas sedekar potongan peristiwa tentang urgensi pendidik anak sejak dini, bahkan menurut saya sejak bayi, yang tidak boleh diabaikan kedua orang tuanya. Wallahu a alam.

ketika menceritakan semua ini kepada seorang teman yang saat ini sedang menanti kehadiran sang buah hati, dia berkomentar.... tiba tiba perasaan untuk menyiapkan kematangan anak muncul begitu saja ketika dia harus mendampingi istrinya, saat hamil pertama. memang, saat ini usia kehamilan istrinya belum seberapa baru memasuki trisemester pertama, kurang lebih baru enam minggu. masa ini merupakan masa organogenesis atau pembentukan organ bayi.

Keinginan untuk menyiapkan kematangan bayi, sekaligus mengawal perkembangan organnya, muncul tatkala istri mengalami hiperemesis gravidarum (mual muntah terjadi secara berlebihan). Istri selalu mengeluh merasakan mual muntah. tidak sekedar itu, ia juga menjadi malas untuk makan. Dalam situasi seperti itu, saya jadi berpikir, istri harus didampingi. harus ada suport motivasi dan dukungan psikologis. Mungkin ini pekerjaan semua lelaki pada awal-awal kehamilan istrinya; menjadi suami untuk istrinya dan belajar sebagai ayah untuk (calon) bayinya.

emesis gravidarum atau mual muntah yang secara natural dialami istri saat hamil, seakan menjadi wasilah (sarana) pembelajaran bagi para suami. ia menyebabkan terjadinya dua keadaan sekaligus, yaitu kegelisahan psikologis dan kelemahan fisik. kegelisahan psikologis sering muncul dalam kalimat kalimat negatif, seperti keluhan, marah, atau letupan letupan emosional. sementara itu, kelemahan fisik muncul akibat berkurangnya nafsu makan istri. akibat lebih jauh, sebenarnya adalah terbatasnya asupan gizi bagi janin. kondisi seperti ini jelas akan berakibat bagi perkembangan janin. Wallahu a alam.

saat seperti inilah, para suami merasakan kemuliaan islam untuk menjaga kehidupan anak. kesadaran inilah yang akhirnya para suami temukan sepanjang menyaksikan perkembangan istri. Subhanallah, dalam banyak tempat islam menegaskan persoalan ini.

"Sesungguhnya rugilah orang - orang yang membunuh anak - anak mereka karena kebodohan tanpa pengetahuan....... (QS. Al-An am ; 140). atau seperti diperingatkan Allah ta ala dalam firman-Nya :" Hendaklah takut kepada Allah, orang - orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak - anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar." (QS An-Nisa;9)

begitu jelas Alquran men-tarbiyah kita agar tidak meninggalkan dzurriyyatan dhi aafan (generasi yang lemah). Sebuah kesadaran tentang pendidikan anak sejak dini yang luar biasa. artinya, secara psikologis dan fisiologis penyiapan perkembangan janin harus mendapat perhatian.

Melalui istri, para suami sedang ditarbiyah untuk menjadi suami yang lebih dekat dengannya, sekaligus sebagai ayah yang memperhatikan perkembangan janin. ketika Al-quran mengatakan agar orang tua bertakwa (falyattaqullaha), itu artinya calon orang tua harus menyiapkan kematangan spiritualitas secara prima. sementara itu, ketika Al-quran menganjurkan para orang tua untuk mengucapkan perkataan yang benar (qaulan sadida), para suami tersadar untuk menasehati istri agar tidak banyak mengeluh dan mengganti keluhan - keluhan itu dengan kalimat - kalimat thayyibah. tentunya, nasehat itu juga ditujukan untuk para suami. dalam hal inilah, peran pendampingan terhadap istri menemukan titik temunya. Wallahu a lam.

"saya hanya berpikir agar anak kami nantinya tidak menjadi pribadi yang cengeng yang suka mengeluh, karena sejak dalam kandungan, kami orang tuanya mengajarinya untuk itu. saya juga tidak menghendaki anak saya hidup dengan menihilkan ketulusan dan keikhlasan, karena ayahnya juga melakukan hal yang sama ; menjagai ibunya dengan perasaan tertekan dan penuh beban. Saya tidak memimpikan anak saya menjadi reaksioner dan mudah marah, karena kami ajari dia sejak dalam rahim perkataan -perkataan emosional dan sarat kemungkaran." demikian ungkap teman saya.... hmmmm....

sungguh, para suami sedang diajari dan dipersiapkan untuk menjadi AYAH. sebutan yang sekaligus mengandung sejumlah makna ; cinta dan tanggung jawab, kasih sayang dan pengorbanan, perhatian dan ketulusan, yang selama ini hanya para suami lontarkan melalui lisan kepada istri, kini para suami harus belajar untuk membuktikannya.... (hayo.. hayo.. para suami buktikannnnn.... )

pada saat seperti inilah, para suami mengharapkan intervensi dari kekuasaan Allah ta�ala yang tiada terbatas dan bersekat. sebagaimana Nabi Ibrahim as berdoa :" ya Rabb, aku memohon agar keturunanku senantiasa mendirikan shalat, agar mereka dicintai dan agar mereka diberi rezeki yang halal, mudah mudahan mereka bersyukur." (QS. Ibrahim ; 37) . Allahumma amiin.

Dikirim pada 18 Mei 2009 di Ruang Keluarga (Rumah tangga)

Hari itu datang lagi,
Bahtera kasih siap terbina,
Menjadi bumbung tiga sahabat berjanji,
Bersatu demi janjiNya,
Berpisah demi kasihNya,
Hari itu datang lagi,
Bahtera kasih terus berlayar,
Samudera itu saksi ukhuwwah terus mekar,
Teguh menghadapi badai dengan tegar,
Hari itu datang lagi,
Bahtera kasih terus sepi,
Ada hati yang tergores,
Ada cinta yang tergilis,
Ada janji yang teriris,
Tanpa sadar,
Hari itu datang lagi,
Hati yang terluka kembali bertaut,
Janji yang terlerai
Kembali termetrai,
Namun,
ketika hari itu datang di saat ini,
Ia tidak seperti yang di ingini,
Penyatuan ini menuntut Pengorbanan,
Kasih ini terpaksa disimpan,
Agar ia tidak merobekkan sebuah perjalanan,
Kerana ia milik Allah,
Akarnya Aqidah pada Allah,
Bumbungnya Qalam dari Allah,
Tiangnya addeen Allah bersendi cinta Allah..
Di hari ini,
Madrasah itu kan kembali kita susuri,
Menjadi sirah kehidupan milik kita sendiri,
Menjadi sandaran kepada memori ini,
Karena saat ini pasti tidakkan kembali lagi..
Sahabat berbahagialah kalian...
Kita tak kan terpisah Karena kita punya memori ini,
Tugu cinta insani demi ridha Illahi Rabbi…..

Dikirim pada 18 Mei 2009 di puisi

Mampukah aku menjadi seperti ibunda Khadijah
Agung cintanya kepada Allah dan Rasulullah
hartanya diperjuangkan kejalan fisabilillah
penawar hati kekasih Allah
susah dan senang rela bersama.......

mampukah kudidik jiwa seperti Aisyah ...
Istri Rasulullah yang bijak
pendorong kesusahan dan penderitaan
tiada sukar untuk dilaksanakan

mengalir air mataku melihat pengorbanan puteri Rasulullah Siti Fatimah
akur dalam setiap perintah, taat dengan abuyanya
yang senantiasa berjuang
tiada memiliki harta dunia
layaknya dia sebagai wanita penghulu syurga

ketika aku marah, ingin kuintip serpihan sabar dari catatan hidup siti Sarah....

tabah jiwaku, setabah umi nabi Ismail
mengendong bayinya yang masih merah
mencari air penghilang dahaga
diterik padang pasir merah
ditinggalkan suami akur tanpa bantah
pengharapannya hanya pada Allah
itulah Wanita bernama Siti Hajar

mampukah aku menjadi wanita Sholehah ?
mati dalam keunggulan iman
bersinar harum tersebar
bagai wanginya pusara masyitoh......

Dikirim pada 18 Mei 2009 di ruang muslimah


Bila mana cinta yang datang retak oleh satu kesalahan…
Bilamana retakan itu tak bisa diperbaiki lagi
Sang bulan bertanya….
lelaki datang atas nama suami
Cinta datang atas nama hati
Sang bulan bertanya….
Bagaimana dengan retakannya…
Bagaimana memperbaikinya…..
Sang bulan menjawab….
Raga, sukma ini tak berhenti sampai maut datang
Raga, sukma ini tak berhenti sampai Sang Arjuna membuka tangan
Sang bulan berdoa….
Ya Allah sinarilah jalanku pertahankan keluargaku ini….
Ya Allah dengan dosa yang telah kami buat berilah kami jalan ntuk tebus segala dosa….karena kami tahu Kau Maha Segalanya….
Apakah Sang bulan penuh dengan dosa ini salah bila sang bulan mempertahankan cintanya.
Karena cintanya tulus kepada suaminya demi Allah



Dikirim pada 11 Mei 2009 di puisi

Termangu, kata seolah terkunci mati tak terucapkan, hanya tatap yang tersisa... nanar.... tak bisa menatap pasti... ada segumpal rasa haru menyesak disini.. didada ini.......

Hari itu kusaksikan lagi seorang perempuan perkasa, pengarung hidup penuh cabik dan luka, namun anehnya, dia tersenyum, cantik, teramat cantik, yang aku sendiri tak berani membayangkan masih sanggup tersenyum tulus di sela duka-derita yang menderanya selama pernikahannya. Subhanallah, apa lagi skenario yang Allah hibahkan kepadaku, melalui perjumpaan dengan dia? Sungguh tanda tanya besar, maha besar...

"Menurut logika akal sehat, semestinya aku sudah mati bertahun lampau teh, atau paling tidak, setengah gila, dihadapkan pada perkawinan semacam ini."

Ya, bagaimana tidak, dia menaruh harapan teramat banyak pada suaminya, tatkala menikah dengannya. Manusia kelas atas, level ustad, tentu tidak salah dia memiliki angan-angan perkawinan yang sempurna, mendekati sempurna. Tapi ternyata hanya asa semu semata yang terpampang di hadapannya, pahit sepahit empedu, karena perlakuan suami yang tidak bisa bersikap adil terhadapnya sebagai istri kedua.

Bahagiakah dia? Bahagiakah dengan perkawinan nya ? Ternyata pahit yang harus dicecapnya, entah untuk berapa tahun ke depan... Banyak aib suami yang ditutupinya, banyak luka yang ditaburkan dihatinya. banyak ketak adilan yang dirasakannya atas sikap suaminya. Tapi mengapa dia memilih untuk bertahan, mengapa??

Ada tanya di hati, jika cinta bisa membuat seorang perempuan bertahan pada satu lelaki, mengapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?

"Aku sadar teh, aku membuat kekeliruan. Kekeliruan terbesar dalam hidupku, yaitu aku terlalu menggantungkan harapanku pada manusia, dan aku terjerembab. makanya Allah marah, marah besar kepadaku, sehingga Dia berikan aku cobaan sebegitu besar. Dari kejadian ini aku merenung, jangan pernah kita berharap pada manusia, karena manusia takkan pernah sempurna. Kekeliruanku yang lain adalah perasaan memiliki, padahal itu tidak boleh, karena sepatutnya tiada satupun makhluk-Nya saling memiliki, hanya sebatas menjaga amanah, bertanggung jawab. Melalui perenungan itu aku bersyukur, Dia juga teramat sayang, kurasakan sekali kasih sayang-Nya, masih mau Allah membuka pintu hatiku. Meski buat mata manusia mungkin perlakuan suamiku tidak adil untukku sebagai istri kedua ku tak mau menyerah pada manusia teh, biarlah aku menyerah pada takdir-Nya. Aku ingin ridha, ikhlas betul menerima apapun, apapun takdir-Nya, apakah nasibku akan terus terkatung-katung seperti ini, atau berakhir dengan kebahagiaan, wallahu alam..."

Indah nian kata-katanya, berisi. Hanya berharap kepada Allah, benar-benar hanya bergantung asa dan impian kepada-Nya, tanpa kecuali, tanpa pesaing, Dia dan hanya Dia. Dan katanya, hari-harinya berjalan dengan ringan, penuh rasa syukur, meski kalau mau diturutkan nafsi-nafsi manusia, katanya, dendam bisa teramat sangat membara, namun alhamdulillah, bisa pupus sirna oleh ingatan akan janji-janji Allah yang maha pasti, tentang surga, tentang sungai-sungai yang mengalir, sungai susu, sungai madu, dan haqqul yakin ditepati, tanpa syarat... Tanpa terasa, mata ini semakin basah, penuh beranak sungai.

Duh Allah, selayaknya dialah sang terpilih, bukan suaminya yang digelari ustad oleh segerombolan manusia. Bagaimana bisa seorang ustad, guru yang dielu-elu, seorang yang sudah melalui proses proses tarbiyah cukup lama mampu melupakan sepotong hadits Rasulullah, bahwa sebaik-baik lelaki adalah yang terbaik dalam memperlakukan istri?

Aku tahu jawabannya, dia terpilih karena dia mulia di hadapan-Mu, karena dia yakin bahwa "dirinya bukan perempuan biasa..."

Astaghfirullah... Astaghfirullah...
Alhamdulillah, puja-puji hanya layak, teramat layak hanya dialamatkan kepada-Nya, yang telah cermat menyusun potongan hidupku bersua dengannya, seorang perempuan luar biasa...


Terimakasih ukhti.... dari mu ku belajar banyak hal.

----


Dikirim pada 08 Mei 2009 di ruang muslimah

Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.

Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku!

Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati."

Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.

Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, "Kamu nggak cinta lagi sama aku!"

Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, "Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!"

Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.

Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali.

Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing."

Lima tahun berlalu.

Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya.

Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.

Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.

Raka : Apa kabar?
Dara : Baik... ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu
nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.
Dara tersenyum manis, lalu berlalu.
"Good bye...."

Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal"

sumber : Motivasi-net

Dikirim pada 08 Mei 2009 di muhasabah



Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahwa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.

Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menuju ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang engkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya."

Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."

Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu dimasukan ke mulutnya. Ketika ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur "Alhamdulillah"

Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamnya mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu keluar lagi. Nabi itu pun menanamkan lagi hingga tiga kali berturut-turut.

Maka berkatalah Nabi itu, "Aku telah melaksanakan perintahmu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disadari oleh Nabi itu yang mangkuk emas itu keluar lagi dari tempat ia ditanam.

Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia melihat seekor burung elang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Allah, tolonglah aku."
Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihat keadaan itu, lantas burung elang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh karena itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku."

Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, yaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada elang itu. Setelah mendapat daging itu, elang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.

Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ karana tidak tahan mencium bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku arti dari semuanya ini."
Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahwa, "Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.

Kedua; semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat; jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat. Kelima; bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah."

******

Saudara saudaraku… apa yang bisa kita ambil dari cerita diatas ?

Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita tanamkan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah membicarakan saudara kita yang lain (ghibah) , memang sudah menjadi tabiat seseorang itu suka membicarakan saudaranya yang lain. Haruslah kita ingat bahwa membicarakan saudara kita (ghibah) itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu." Maka berkata Allah S.W.T., "Ini adalah pahala orang yang berbicara tentang dirimu."

Dengan ini haruslah kita sadar bahwa walaupun apa yang kita bicarakan itu memang benar, tetapi membicarakan orang lain itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh kerana itu, hendaklah kita jangan suka membicarkan hal orang walaupun ia benar.

"Dan janganlah sebagian kalian meng-ghibbah sebagian yang lainnya, sukakah kalian jika nanti (di hari Kiamat) memakan daging bangkai saudara kalian tersebut, pasti (saat itu kelak) kalian akan merasa sangat jijik..." (QS. 49 : 12).

"Ketika aku dimi’rajkan aku melihat ada 1 kaum yang memiliki kuku-kuku panjang dari tembaga, sedang mencakari muka-muka dan dada-dada mereka sendiri. Maka aku bertanya pada Jibril : Siapa mereka ini? Jawab Jibril : Mereka adalah orang-orang yang suka memakan daging manusia dengan merusak kehormatan mereka." (HR. Abu Daud dan Ahmad ).

"Muslim dengan muslim lainnya itu bersaudara, tidak boleh mengkhianati, mendustakan dan menghina. Setiap muslim dengan muslim lainnya haram kehormatan, harta dan darahnya. Taqwa itu disini! (sambil nabi SAW menunjuk pada dadanya) Cukup disebut seorang itu jahat jika ia mencaci saudaranya sesama muslim." (HR. Muslim ).

Bersabda nabi SAW pada Aisyah ra ketika Aisyah ra berkata tentang Shafiyyah ra : Apakah cukup bagi anda Shafiyyah yang begitu? (maksudnya pendek badannya) Maka jawab nabi SAW : "Sungguh engkau sudah mengucapkan 1 kata yang seandainya dicampur dengan air lautan maka niscaya akan berubah lautan itu karenanya." (HR. Abu Daud , Tirmidzi , Ahmad ). Sehingga berkata Imam Nawawi rahimahuLLAH : Diantara peringatan yang paling hebat tentang akibat ghibbah adalah hadits ini dan aku tidak pernah menemukan hadits yang lebih keras peringatannya tentang masalah ini selain hadits ini.


Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya ...... (Asy Syams ; 7-10)

Dikirim pada 24 April 2009 di muhasabah


Tantangan dakwah semakin hari semakin terasa berat. Ibarat gelombang samudera yang menghentakkan kesana kemari apa yang ada dihadapannya. Tak ada yang dapat bertahan kecuali mereka yang jiwanya kokoh setegar karang. Karena landasan perjuangan mereka jelas, aqidah mereka lurus, fikrah dan ibadah mereka benar. Jika kita tidak mengiringi langkah kita dengan semua itu dan dengan kesabaran dalam menghadapinya, niscaya tantangan itu akan semakin sulit untuk dilewati. Kita tidak hanya diperintahkan untuk memperbaiki diri kita, tetapi juga keluarga dan masyarakat di sekitar kita. Jika kita sudah mengalami kegagalan dalam memperbaiki diri, bagaimana jadinya dengan keluarga dan masyarakat kita?

Kadang kita hanya bisa menangis melihat umat meringis kesakitan ditikam belati kezaliman. Kita tidak punya kekuatan apa-apa untuk merubahnya karena kita sendiri tidak punya kesatuan langkah dalam berjuang. Masing-masing kita berjuang untuk diri kita sendiri. Kalaupun ada, kita tidak punya arah dan tujuan yang jelas, sampai kemana dakwah ini bermuara. Akibatnya, bangunan Islam yang selalu tergambar dalam benak kita, tidak benar-benar terwujud menjadi kenyataan.

Hal ini diperparah lagi dengan buruknya niat kita. Setiap kali dakwah memberi kekuasaan kepada kita, sebagian kita merasa bahwa dakwah adalah ladang untuk mencari materi. Dakwah bisa digunakan sebagai kendaraan mengeruk uang sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pribadi. Yang hadir kemudian adalah, fenomena saling iri dan dengki, saling menjatuhkan, saling memfitnah. Walaupun hanya bersuara dibelakang panggung, tapi cukup terasa karena keadaan semakin memburuk.

Jika sudah begini, lantas apa bedanya kita dengan orang awam, yang belum mendapat tarbiyah seperti kita? Ya Allah, kita belum bisa menjadi contoh dan penggerak masyarakat kita. Kita bahkan jatuh terpuruk karena keburukan yang kita perbuat. Syaikh Muhammad al-Ghazali menyebut mereka sebagai dai-dai fitnah. Yaitu dai-dai yang secara tidak langsung memfitnah bahwa Islam itu buruk dan tidak membawa kebaikan apa-apa. Masya Allah!

Abdurrahman bin Jubair menceritakan apa yang ia dengar dari ayahnya, Tatkala Ciprus ditaklukan oleh kaum muslimin, tiba-tiba mereka banyak yang menangis. Aku melihat Abu Darda duduk menangis sendirian, aku bertanya kepadanya, Wahai Abu Darda, apa yang membuatmu menangis di hari Allah memuliakan Islam dan pemeluknya? Ia berkata, Celaka kamu wahai Jubair, betapa hinanya makhluk di sisi Allah jika mereka mengabaikan perintah-Nya. Kamu tahu, mereka sebelumnya adalah umat yang kuat dan pemenang, akan tetapi karena mereka meninggalkan perintah Allah, maka kamu lihat seperti apa mereka sekarang

Sudah seharusnya kita merenung sedari sekarang, sudah luruskah niat kita? Mampukah kita mengendalikan hawa nafsu kita? Apakah hari ini lebih baik dari hari kemarin? Wahai orang-orang yang ingin berjuang di jalan Allah, hendaknya engkau meningkatkan kekuatan ruhiyah, jasadiyah, dan aqliyah-mu. Hendaknya engkau membingkai semua itu dalam bingkai amal fardhi dan amal jamai. Sehingga semua yang engkau lakukan itu, tidak lain untuk li ilai bikalimatillah (meninggikan kalimat Allah) dan engkau berada dalam barisan yang rapi dan teratur, innallaha yuhibbulladziina yuqatiluuna fii sabiilihi shaffan ka annahum bunyanun marshuush!

Selain bekal-bekal itu, hendaknya engkau juga memiliki bekal ketrampilan hidup yang bisa Anda gunakan untuk mencari nafkah (maisyah). Tidak ada istilah pengangguran bagi seorang aktivis dakwah. Dengan nafkah itu, Anda dapat hidup lebih mandiri dan menjaga harga diri Anda khususnya dihadapan musuh-musuh dakwah. Dari pendapatan Anda, Anda bisa menginfakkan sebagian harta Anda untuk kepentingan dakwah. Imam Hasan al-Banna menyebutnya dengan istilah, shunduquna juyubuna. Artinya, dana dakwah yang kita peroleh berasal dari kantong kita sendiri. Oleh karena itu, seorang aktivis dakwah harus bersungguh-sungguh (profesional) dalam setiap pekerjaan yang digelutinya.

Namun, janganlah Anda menjadikan materi sebagai sentral pemikiran dan gerak langkah Anda. Berusahalah untuk hidup zuhud, bersyukur dan selalu merasa cukup (qanaah) dengan yang ada. Hiduplah dalam keadaan sederhana, makan yang halal dan baik. Disebutkan dalam kitab Ihya Ulummuddin, para ulama salafus shalih selalu hidup dalam kesederhanaan. Seorang ulama dikabarkan jika sudah mendapat penghasilan beberapa dinar, kemudian dia pergi menuntut ilmu, berdakwah, dan beribadah. Imam al-Junaid selain dikenal seorang pedagang sukses, beliau juga seorang dai dan sufi. Begitupun dengan Imam Abu Hanifah yang dikenal sebagai salah satu imam madzhab yang empat. Imam Abu Said al-Kharraz hidup sebagai tukang pintal. Imam Hasan al-Banna sendiri hidup sebagai tukang reparasi jam. Syaikh Abbas as-Sisi hidup sebagai penjual keju. Dan lain sebagainya. Mereka manusia seperti kita; mencari nafkah untuk keperluan hidup sehari-hari, namun tidak melupakan aktivitasnya yang utama, yaitu
beribadah kepada Allah Swt..

Dengan bekal-bekal itu, mudah-mudahan kita dapat bertahan di jalan dakwah ini sekalipun badai ujian dan cobaan datang menerpa kita. Apapun kendala yang kita hadapi, jadikan akhirat sebagai pusat perhatian kita. Kita beramal bukan untuk dunia ini, tetapi untuk negeri akhirat yang kekal abadi.



Dikirim pada 24 April 2009 di artikel

Allah berfirman dalam Hadits Qudsi yang artinya : " Nabi Musa a.s telah bertanya kepada Allah : " Ya Rabbi ! siapakah diantara hamba-MU yang lebih mulia menurut pandangan-Mu ?" Allah berfirman :" Ialah orang yang apabila berkuasa (menguasai musuhnya), dapat segera memaafkan." (Kharaithi dari Abu Hurairah r.a)

****************

Nabi Musa a.s pernah mengajukan pertanyaan kepada Allah, siapa diantara hamba - hamba-Nya yang lebih mulia menurut padangan Allah, Allah menerangkan kepadanya :" Mereka adalah orang yang berhati mulia , berlapang dada, bersikap toleran terhadap musuh atau orang yang memusuhinya disaat ia berkuasa melakukan sekehendaknya."


Ia tidak melampiaskan balas dendam atau sakit hatinya terhadap orang itu, bahkan dia memaafkan karena Allah semata - mata . orang yang berhati emas semacam itu tinggi kedudukannya disisi Allah swt.


Saudaraku.... dapat kita simpulkan bahwa memaafkan musuh atau orang yang memusuhi kita atau menyakiti kita ketika kita dapat melakukan pembalasan adalah satu perbuatan yang sangat baik dan tinggi nilainya disisi Allah. selain dari itu malahan menambah tinggi martabat dan derajat kita pada pandangan masyarakat dan musuh.


Dalam tarikh dikemukakan perilaku dan ketinggian budi pekerti Rasulullah saw.Dalam gahzwah uhud Rasulullah mendapat luka pada muka dan juga patah beberapa buah giginya. berkatalah salah seorang sahabatnya :" Cobalah tuan doakan agar mereka celaka." Rasulullah menjawab :"Aku sekali kali tidak diutus untuk melaknat seseorang, tetapi aku diutus untuk mengajak kepada kebaikan dan sebagai rahmat. Lalu beliau menengadahkan tangannya kepada Allah Yang Maha Mulia dan berdoa :" Allahummaghfir liqaumi fa innahum la ya" lamun " Ya Allah ampunikah kaumku , karena mereka tidak mengetahui ."


Rasulullah tidak berniat membalas dendam, tapi malah memaafkan mereka dan kemudian dengan rasa kasih sayang beliau mendoakan agar mereka diberi ampunan Allah, karena dianggapnya mereka masih belum tahu tujuan ajakan baik yang dilakukannya.


dalam ghazwah uhud itu juga, seorang budak hitam bernama Wahsyi yang dijanjikan oleh tuannya untuk dimerdekakan bila dapat membunuh paman Nabi bernama Hamzah bin Abdul Muththalib r.a , ternyata ia berhasil membunuh hamzah dan ia dimerdekakan. kemudian ia masuk Islam dan menghadap kepada Nabi Saw.


Wahsyi menceritakan peristiwa pembunuhan hamzah. walaupun Nabi Saw telah menguasai Wahsyi dan dapat melakukan pembalasan, namun tidak melakukannya bahkan memaafkannya. alangkah tingginya akhlak ini.


selanjutnya kita lihat dalam Ghazwah Khaibar (Perkampungan yahudi), Zainab binti al-harits, istri Salam bin Misykam, salah seorang pemimpin yahudi berhasil memperoleh hadiah karena dapat membubuhkan racun pada panggang paha kambing yang disajikan kepara Rasulullah saw, Rasulullah saw makan bersama Bisyr bin Bara bin ma rur. Bisyr sempat menelan daging beracun itu, tetapi Nabi Saw baru sampai mengunyahnya, lalu dimuntahkannya kembali sambil berkata :" Daging ini memberitakan kepadaku bahwa dia beracun." beberapa hari kemudian Bisyr meninggal dunia. Nabi saw memanggil Wanita yahudi yang terkutuk itu dan bertanya kepadanya :" Mengapa engkau sampai hati melakukan peracunan itu." Wanita itu menjawab :" kiranya tiada tersembunyi hasrat kaumku untuk membunuh tuan, sekiranya tuan seorang raja tentu akan mati karena racun itu dan kami akan merasa senang. tetapi jika tuan seorang nabi, tentu tuan akan diberitahu oleh Allah bahwa daging itu mengandung racun. nyatanya tuan adalah seorang Nabi."


Saudaraku... apa yang dilakukan Nabi terhadap wanita itu, padahal beliau sudah menguasainya ? wanita itu kontan dimaafkan dan dilepaskannya. sekarang apa yang kita lakukan jika hal itu terjadi pada kita ? jangankan masalah yang menyangkut nyawa, perkara sepelepun kadang kita sangat susah untuk memaafkan.........


Peristiwa lain yang terkenal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran adalah peristiwa Du tsur, dimana seorang arab kafir namanya Du tsur mendapat Rasulullah saw sedang tidur tengah hari di bawah pohon yang rindang. Lalu Du tsur mengambil pedang Nabi saw serta menghunusnya sambil mengancamkannya kepada beliau, dengan ucapan :" Siapa yang dapat membelamu daripadaku sekarang ini ?" dengan tegas Nabi menjawab :" Allah". orang itu pun gemetar , sehingga pedang yang ada ditangannya terjatuh. segera dipungut oleh Nabi dan mengancamkannya kembali kepada Du tsur :" siapa yang akan membelamu daripadaku ini ?" Du tsur menjawab :" tidak seorangpun."


Saudaraku.... apa yang dilakukan oleh Nabi saw ? ternyata otang itu dimaafkannya.


Du tsur pulang kedesanya dan menceritakan peristiwa tersebut kepada kaumnya bahwa ia semestinya sudah mati, tetapi ternyata Muhammad adalah orang yang berbudi luhur. Du tsur mengajak kaumnya masuk islam. itulah hasil budi pekerti yang tinggi , suka memaafkan ketika berkuasa.


saudaraku.... rasanya tak ada satu kaum yang lebih memusuhi Nabi Saw, daripada kaum Quraisy kuffar makkah yang terkenal itu. mereka memusuhi Nabi dan Kaum Muslimin sejadi jadinya. mereka pernah memukul, melecut, membakar dengan besi panas, menjemur dibawah terik matahari, menindih dengan batu besar, melempar dengan kotorran kotoran binatang. malah pernah meletakkan kepada unta pada kuduk Nabi ketika Nabi sedang sujud dan berbagai rencana untuk membunuh Rasulullah saw.


setelah Rasulullah saw dan Kaum Muslimin berhasil membebaskan kota mekkah (Fathu makkah) dan setelah kaum kuffar dapat dikuasai sepenuhnya oleh Nabi, mereka dikumpulkan dihadapan beliau. bukan untuk menerima balas dendam akan tetapi untuk menerima pengampunan. subhanallah....


aqulu kama qola akhi yusuf : la tasyriba alaykumulyauma yaghfirullahu wahuwa arhamurrahimin :" Aku berkata seperti yang dikatakan oleh saudaraku yusuf :" Mulai hari ini tidak ada cerca dan nista atas perbuatan yang telah kalian lakukan. Allah mengampuni kalian dan Dia Yang Maha Pengasih dan Penyayang."


setelah mendengar ucapan beliau , mereka bubar dengan perasaan lega hati. hasil dari akhlak Rasulullah yang tinggi ini berduyun duyunlah mereka memeluk Agama Islam yang tadinya mati matian memusuhinya.


" Balasan perbuatan jahat adalah kejahatan yang seimbang dengannya. barangsiapa yang memaafkan dan berlaku damai , pahalanya ada ditangan Allah" (Q.S 42;40)


" Memaafkan itu lebih mendekatkan kepada taqwa. " (QS. 2 ; 237)


" Dan hendaklah mereka suka memaafkan dan mengampuni. apakah kalian tidak suka Allah mengampuni kalian ? " (QS. 24 ; 22)


" maafkanlah mereka dan mintakanlah ampunan bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (keduniaan). " (QS 3 ; 159)


" Ambillah jalan maaf, dan ajaklah dengan cara yang lemah lembut dan berpalinglah dari orang orang yang jahil." (QS. 7 ; 199)


"..... dan orang - orang yang dapat menahan meluapnya kemarahan dan yang suka memaafkan orang lain dan Allah mencintai orang - orang yang berbuat baik." (QD 3 ; 134)


didalam hadist Nabi saw terdapat juga penjelasan tentang sifat memaafkan ini. antara lain saya kutipkan artinya sebagai berikut :


" Barangsiapa yang dapat menahan luapan kemarahan, sedang ia berkuasa dan sanggup melampiaskan niscaya Allah memanggilnya pada hari kiamat dihadapan khalayak ramai untuk memilih bidadari yang dikehendaki." (subhanallah.... siapa yang tidak menginginkan hal ini berlaku pada dirinya..... memilih bidadari yang dikehendakinya. Allahu Akbar !!!)


" seorang muslim apabila disaat bergaul dengan orang banyak dan dapat bersabar (Suka memaafkan) atas gangguan mereka lebih baik dari muslim yang tidak suka bergaul dan tidak sabar atas ngangguan mereka."


" Allah pasti meningkatkan kemuliaan seseorang karena sifat pemaafnya."


baiklah.. sekarang mari saya postingkan satu cerita yang berhubungan dengan sifat pemaaf dan saya yakin saudara saudariku juga pernah bahkan mungkin sering membaca cerita ini......................


Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.

Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU. Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum menjawab,"Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin MAAF datang menghembus dan menghapuskan tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak mudah hilang ditiup angin."

saudara/i ku ......Cerita di atas, bagaimanapun tentu saja lebih mudah dibaca dihayati. Begitu mudahnya kita memutuskan sebuah persahabatan hanya kerana sakit hati atas sebuah perbuatan atau perkataan yang menurut kita keterlaluan hingga menyakiti hati kita. Sakit hati lebih mudah untuk diingati berbanding begitu banyak kebaikan yang dilakukan. Mungkin ini memang sebahagian dari sifat buruk diri kita.

Karena itu, seseorang pernah memberitahu saya apa yang harus saya lakukan ketika saya sakit hati. Beliau mengatakan ketika sakit hati yang paling penting adalah melihat adakah orang yang menyakiti hati kita itu telah kita sakiti terlebih dahulu.

Saudara/i ku....... Bukankah sudah menjadi kebiasaan sifat manusia untuk membalas dendam? Maka biasanya bila kita telah melukai hatinya terlebih dahulu dan dia juga menginginkan kita merasai sakit yang sama seperti yang dia rasakan. Boleh jadi juga sakit hati kita kerana kesalahan kita sendiri yang salah dalam menafsirkan perkataan atau perbuatan teman kita. Oleh itu, kita akan mudah tersinggung oleh perkataan sahabat kita yang dimaksudkannya sebagai gurauan.

Namun demikian, orang yang bijak akan selalu menerapkan dalam dirinya dalam hatinya untuk memaafkan kesalahan-kesalahan saudaranya yang lain. walaupun ini sangat berat untuk dilakukan. tapi kembali dari itu semua mari kita berkaca kepada akhlak panutan kita Rasulullah saw. Mari kita �menyerahkan� sakit itu kepada Allah - yang begitu jelas dan pasti mengetahui nya. seperti Rasulullah yang mendoakan kebaikan buat orang yang telah menyakiti dan memusuhi beliau. "Ya Allah, balaslah kebaikan siapapun yang telah diberikannya kepada kami dengan balasan yang jauh dari yang mereka bayangkan. Ya Allah, ampuni kesalahan-kesalahan saudara-saudara kami yang pernah menyakiti hati kami karena mereka tidak mengetahuinya.

saudara/i ku..... Rasulullah bersabda kepada Uqbah bin Amir r.a : " Wahai Uqbah ! maukah engkau ku beritahukan budi pekerti ahli dunia dan akhirat yang paling utama ? yaitu : melakukan shilaturahim (Menghubungkan kekeluargaan dengan orang yang telah memutuskannya), memberi pada orang yang tidak memberimu, dan memaafkan orang yang pernah menganiayamu." (ihya ulumuddin)

dalam hadist lain disebutkan : " Ada tiga hal yang apabila dilakukan akan dilindungi Allah dalam pemeliharaan-Nya, ditaburi rahmat-Nya dan dimasukkan-Nya kedalam surga-Nya yaitu : apabila diberi ia berterima kasih, apabila berkuasa ia suka memaafkan, dan apabila marah ia menahan diri (tak jadi marah) ." (R. Hakim dan ibnu hibban dari Ibnu abbas dalam Min Akhlaqin Nabi)

Saudaraku... memaafkan itu indah ..... tetapi meminta maaf itu lebih indah............

ya Allah.... Karunianilah kami sifat pemaaf, pengampun dan lapang dada. ya Allah... jadikanlah kami orang yang dapat menahan meluapnya kemarahan dan orang yang suka memaafkan orang lain. amin Allahuma Amin.


** disarikan dari berbagai sumber


Dikirim pada 24 April 2009 di artikel



sahabatku..... Pernahkah kita merasa diuji oleh Allah? Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Allah.

Jarang sekali kalau kita dapat rezeki dan kebahagiaan kita teringat bahwa itupun meru­pakan ujian dan cobaan dari Allah. Ada diantara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula diantara kita yang tegar menghadapinya.

Al-Quran mengajarkan kita untuk berdoa: "Ya Tuhan kami, jangnlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang se­belum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya… "(QS 2: 286)

Doa tersebut lahir dari sebuah kepercayaan bahwa setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Allah. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup kita jalani. Cobaan yang datang ke dalam hidup kita bisa berupa rasa takut, rasa lapar, kurang harta dan lainnya.

Bukankah karena alasan takut lapar saudara kita bersedia mulai dari membunuh hanya karena persoalan uang seratus rupiah sampai dengan berani memalsu kuitansi atau mene­rima komisi tak sah jutaan rupiah. Bukankah karena rasa takut akan kehilangan jabatan membuat sebagian saudara kita pergi ke "orang pintar" agar bertahan pada posisinya atau supaya malah meningkat ke "kursi" yg lebih empuk. Bukankah karena takut kehabisan harta kita jadi enggan mengeluarkan zakat dan sadaqoh.

Al-Quran melukiskan secara luar biasa cobaan-cobaan tersebut. Allah berfirman: "Dan Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, ke­kurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS 2: 155)

Amat menarik bahwa Allah menyebut orang sabarlah yang akan mendapat berita gembira. Jadi bukan orang yang menang atau orang yang gagah… .tapi orang yang sabar! Biasanya kita akan cepat-cepat berdalih, "yah..sabar kan ada batasnya… " Atau lidah kita berseru, "sabar sih sabar… saya sih kuat tidak makan enak, tapi anak dan isteri saya?" Memang, manusia selalu dipenuhi dengan pembenaran-pembenaran yang ia cipta­kan sendiri.

Kemudian Allah menjelaskan siapa yang dimaksud oleh Allah dengan orang sabar pada ayat di atas: "(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan "Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun". (Qs 2: 156)

Ternyata, begitu mudahnya Allah melukiskan orang sabar itu. Bukankah kita sering mengucapkan kalimat "Inna lillahi… ." Orang sabar-kah kita? Nanti dulu! Andaikata kita mau merenung makna kalimat Inna lillahi wa inna ilaihi raji un maka kita akan tahu bahwa sulit sekali menjadi orang yang sabar.

Arti kalimat itu adalah : "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali." Kalimat ini ternyata bukan sekedar kalimat biasa. Kalimat ini mengandung pesan dan kesadaran tauhid yang tinggi. Setiap musibah, cobaan dan ujian itu tidaklah berarti apa-apa karena kita semua adalah milik Allah; kita berasal dari-Nya, dan baik suka-maupun duka, diuji atau tidak, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Ujian apapun itu datangnya dari Allah, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Allah. Inilah orang yang sabar menurut Al-Quran!

Ikhlaskah kita bila mobil yang kita beli dengan susah payah hasil keringat sendiri tiba-tiba hilang. Relakah kita bila proyek yang sudah didepan mata, tiba-tiba tidak jadi diberikan kepada kita, dan diberikan kepada saingan kita. Berubah menjadi dengki-kah kita bila meli­hat tetangga kita sudah membeli teve baru, mobil baru atau malah rumah baru. Bisakah kita mengucap pelan-pelan dengan penuh kesadaran, bahwa semuanya dari Allah dan akan kem­bali kepada Allah. Kita ini tercipta dari tanah dan akan kembali menjadi tanah… .

Bila kita mampu mengingat dan menghayati makna kalimat tersebut, ditengah ujian dan cobaan yang menerpa kehidupan kita, maka Allah menjanjikan dalam Al-Quran: "Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."

Allah berfirman dalam Al-Quran : Laa yukallifullahu nafsan illa wus aha “ Allah tidak akan memberi cobaan pada manusia kecuali mereka mampu menanggungnya.

Untuk itu tak usah buru-buru meratapi kondisi kita yang miskin, sakit-sakitan, ditimpa ben­cana Seakan hanya kita yang mendapat cobaan yang berat dari Allah.

Innallaha maashobirin “ Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (kadang diri ini juga masih terasa sulit untuk bersabar.... bersabar dan mengalahkan ego yang ada dihati ini. marilah kita tuk saling mengingatkan.......)

Innallaha maashobirin......................




Dikirim pada 08 April 2009 di muhasabah


Rasulullah bersabda :”AWWALU MAA TUS-ALUL MAR-ATU YAUMAL QIYAAMATI ANSHOLAATIHAA WA AN BA LIHAA” (al hadits) “Pertama kali yang di pertanyakan kepada seorang isteri pada hari kiamat adalah tentang sholatnya dan suaminya”.

Rasulullah bersabda:”Permulaan yang di perhitungkan dari seseorang lelaki (suami) adalah mengenai shalatnya, kemudian tentang istrinya dan perkara-perkara yang di kuasainya. Jika pergaulannya bersama mereka baik dan lelaki itu berlaku baik kepada semuanya, maka Allah berbuat bagus kepadanya. Dan permulaan perkara yang di perhitungkan (yakni dihisab)bagi perempuan adalah tentang shalatnya kemudian tentang hak-hak suaminya. (al hadits)

Rasulullah S.A.W bersabda kepada istrinya:”Dimana engkau mempunyai kewajiban kepada suamimu?. Istri beliau menjawab : Aku tidak akan berbuat lalai dalam melayaninya, kecuali terhadap hal-hal yang kurasa tidak mampu kulakukan. Rasulullah S.A.W pun melanjutkan :”Bagaimanapun kamu bergaul bersamanya maka sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu”. (al hadits).

Tersebut dalam riwayat, bahwa Nabi S.A.W bersabda:”Ada empat macam wanita yang masuk sorga dan empat macam wanita yang lain masuk neraka. Diantaranya empat macam wanita yang masuk sorga adalah, istri yang memelihara kesucian (kehormatan dirinya ), menaati perintah Allah dan menaati suaminya, banyak anaknya, penyabar, mudah menerima pemberian sedikit bersama suaminya, mempunyai rasa malu. Kalau suaminya tidak ada ditempat (sedang pergi) ia memelihara dirinya dan harta suaminya. Kalau suaminya sedang di rumah ia mengekang lisannya.

Yang lain adalah isteri yang ditinggal mati suaminya, ia mempunyai anak banyak tetapi ia menahan diri untuk kepentingan anak-anaknya, memelihara mereka berlaku baik pada mereka dan tidak menikah lagi karena khawatir jika menyia-nyiakan anak-anaknya itu.

Adapun empat wanita yang lain yang di tetapkan masuk neraka adalah, istri yang berlisan buruk pada suaminya, kalau suaminya sedang pergi ia tidak menjaga kehormatan dirinya, kalau suaminya berada dirumah lisannya terus mencerca dengan kata-kata yang buruk, dan isteri yang membebani suaminya dengan beban yang tidak sanggup dipikulnya, dan isteri yang tidak menutup dirinya dari lelaki lain bahkan ia keluar rumah dengan dandanan yang berlebihan, dan isteri yang tidak mempunyai aktivitas lain kecuali makan, minum, tidur dan tidak mempunyai kecintaan untuk melaksanakan sholat, tidak menaati Allah dan rasulNYA dan tidak berusaha menaati suaminya. Isteri yang bersikap seperti itu adalah istri yang terlaknat, termasuk ahli neraka, kecuali jika segera bertaubat. (al hadits)

Kata sa ad bin waqash, aku mendengar rasulullah S.A.W bersabda:”Sesungguhnya seorang istri jika tidak membesarkan hati suaminya sewaktu mengalami kesempitannya, maka Allah akan melaknatnya dan begitu pula para malaikat semuanya ikut melaknat dirinya. (al hadits)

Salman Al farissi mengatakan bahwa aku mendengar Rasulullah S.A.W bersabda: ”MAA NADZARATIMRA-ATUN ILAA GHAIRI ZAUJIHAA BISYAHWATIN ILLAA SUMMIRAT AINAHAA YAUMANLQIYAAMATI. (al hadits) " Tidaklah seoarang istri yang memperhatikan lelaki yang bukan suaminya di sertai syahwat, kecuali kedua matanya kelak di hari kiamat akan di butakan”.

Abu ayyub Al anshari mengatakan, aku mendengar bahwa rasulullah S.A.W bersabda : ”Dilangit dunia, Allah menciptakan (menempatkan tujuh puluh ribu malaikat, dimana mereka melaknati setiap isteri yang menghianati suaminya dalam penggunaan hartanya. Di hari kiamat kelak mereka dikumpulkan bersama para tukang sihir, para dukun, kendati sepanjang hidupnya dihabiskan untuk melayani suaminya”. (al hadits)

Kata mu awiyah, sesungguhnya aku mendengar bahwa rasulullah S.A.W besabda: ”AYYUMAA IMRA-ATIN AKHADZAT MIN MAALIN ZAUJIHAA BIGHAIRI IDZNIHI ILLA KAANA ALAIHAA WIZRUU SAB’IINA ALFA SAARIQ”. “Mana saja seorang isteri yang mengambil harta suaminya, tanpa seizinnya kecuali dirinya mendapat tujuh puluh dosanya pencuri”. (al hadits)

Rasulullah S.A.W bersabda:”Allah mengharamkan setiap orang msuk surga sebelum aku, hanya saja melihat dari sebelah kananku seorang perempuan yang mendahului aku menuju pintu sorga. Aku bertanya “Bagaimana perempuan ini mendahuluiku? Dijawab:”Hai Muhammad, dia adalah perempuan yang bagus. Ia mempunyai anak-anak yatim tetapi ia bersabar merawat mereka hingga mencapai usia beligh. Lalu dia bersyukur kepada Allah terhadap semua itu”. (al hadits)

Umar bin khatab mengatakan, bahwa Rasulullah S.A.W bersabda : ”AYYUMAA IMRA-ATIN RAFA AT SHAUTAHAA ALAA ZAUJIHAA ILLAA LA ANAHAA KULLU SYAI-IN THALA AT ALAIHI SYAMSU “. (AL HADITS) “Mana saja isteri yang memperkeraskan suaranya kepada suaminya kecuali dilaknat oleh segala sesuatu yang tersinar oleh sinar mentari. (al hadits)

Abu dzar mengatakan, aku mendengar bahwa Rasulullah S.A.W bersabda : ”Sesungguhnya kalaupun seseorang isteri beribadah seperti ibadahnya para malaikat dan manusia yang ahli ibadah. Kemudian ia membuat keprihatinan kepada suaminya karena masalah nafkah, kecuali pada hari kiamat ia datang sementara tangannya terbelenggu pada leher dan kakinya terikat, mulutnya dirobek, wajahnya pucat dan dirinya digantung oleh malaikat yang sangat keras seraya diseret menuju neraka”. (al hadits)

Salman Al farisi mengatakan, aku mendengar bahwa Rasulullah S.A.W bersabda: ”Mana saja isteri yang bersolek dan mengenakan wewangian, keluar rumah tanpa mendapat izin dari suaminya, maka sesungguhnya dia berjalan dalam kemurkaan Allah dan kebencianNYA hingga kembali”. (al hadits)

Rasulullah S.A.W bersabda:”AYYUMAMRA-ATIN NAZA AT TSIYAABAHAA FII GHAIRI BAITIHAA KHARAQALLAAHU AZZA WAJALLA ANHAA SITRAHU”(Riwayat ahmad dan thabrani dan hakim dan baihaqi) “Mana saja isteri yang menukar pakaiannya dilain rumah dengan maksud sengaja di buka supaya terlihat lelaki lain, maka Allah pasti merobek penutupnya (yakni Allah tidak akan menutupi dosanya ) . (dari ahmad thabrani al-hakim dan al baihaqi)

Tersebut dalam riwayat Al hakim bahwa, ada salah seorang perempuan bertanya kepada Nabi S.A.W, katanya:”Sesungguhnya putra pamanku bermaksud melamar aku, karena itu jelaskan kepadaku apa saja hak-hak suami atas istrinya. Jika hak-hak itu sanggup aku jalani niscaya aku siap menikah. Rasulullah S.A.W menjawab:”Diantara hak-hak suami adalah seandainya dari hidungnya mengalir darah atau nanah, maka istrinya menjilatinya maka yang demikian itu belum cukup menunaikan hak-haknya. Seandainya diperbolehkan seseorang bersujud kepada orang lain, tentu aku perintahkan seorang istri supaya bersujud kepada suaminya”.

Wanita itu berkata: “Demi dzat yang mengutusmu dengan hak, selama di dunia aku tak akan menikah”.

Tersebut dalam riwayat diberitakan oleh Aisyah Ra bahwa, ada seorang perempuan datang menghadap Nabi S.A.W seraya berkata:”Hai rasulullah, aku ini seorang wanita yang masih muda. Baru-baru ini aku sedang dilamar seseorang tapi aku belum suka menikah, sebenarnya apa sajakah hak-hak suami atas istrinya itu? ”Rasulullah S.A.W menjawab:”Sekiranya mulai dari muka hingga sampai kakinya dipenuhi oleh penyakit bernanah, lalu istrinya menjilati seluruhnya, maka yang demikian itu belum terbilang memenuhi rasa syukur terhadap suami”. Perempuan muda itu berkata:”Kalau begitu pantaskah aku menikah?”. Rasulullah S.A.W berkata:”Sebaiknya menikahlah karena menikah itu baik”.

Tersebut dalam riwayat At thabrani:”Sesungguhnya seorang istri terhitung belum memenuhi hak-hak Allah ta’ala sehingga dia memenuhi hak-hak suaminya keseluruhan. Seandainya suaminya meminta dirinya sementara ia masih berada diatas punggung onta, maka ia tidak boleh menolak suaminya atas dirinya”. (yang di maksud meminta dirinya adalah meminta untuk melayani seksual suaminya). (Al hadits)

Ibnu Abbas Ra mengatakan, ada seorang perempuan dari kats’am menghadap Rasulullah S.A.W, katanya:”Aku ini seorang perempuan yang masih sendirian, aku bermaksud menikah. Sesungguhnya apa sajakah hak-hak suami itu? Beliau menjawab:”Apabila suami menghendaki istrinya seraya terus menggoda, sementara waktu itu istrinya masih diatas punggung unta, maka ia tidak boleh menolaknya. Diantara hak suami adalah hendaknya istri jangan memberikan sesuatu apapun dari rumahnya kecuali mendapat izin dari suaminya. Kalau ia tetap melakukan perbuatan itu, maka ia berdosa dan pahalanya diberikan kepada suaminya. Diantara hak suami yang lain adalah hendaknya istri jangan berpuasa sunnah kecuali mendapat izin dari suaminya, kalau ia tetap berpuasa maka hanya mendapat rasa lapar dan dahaga, puasanya tidak diterima. Kalau istrinya memaksa keluar rumah tanpa memperoleh izin dari suaminya maka ia dilaknati para malaikat, hingga kembali dan bertaubat”. (Al hadits)

Ali Ra mengatakan, aku berkunjung kepada Nabi S.A.W bersama Fatimah Ra. Sampai dirumah beliau, kujumpai sedang menangis terisak isak, Aku bertanya: ”Bapak dan Ibuku menjadi tebusan atas kesedihanmu, wahai Rasulullah, apa sebenarnya yang menyebabkan engkau menangis seperti itu?”. Rasulullah menjawab: ”Hai Ali pada malam ketika aku di isra’kan kelangit, kulihat berbagai macam kaum wanita dari umatku di siksa dineraka dengan berbagai macam siksaan, Melihat hal itu aku menangis lantaran beratnnya siksaan yang di timpakan kepada mereka. Aku melihat ada wanita yang digantung dengan rambutnya dimana otaknya mendidih. Aku melihat lagi wanita yang di gantung dengan lidahnya, sementara yang mendidih dituangkan ke tenggorokannya. Aku juga melihat wanita yang kedua kakinya dipasung hingga susu dan kedua tangannya terbelenggu pada ubun-ubunnya. Sementara Allah memerintah ular dan kalajenging untuk menyiksanya. Aku juga melihat wanita yang digantung dengan kedua susunya. Aku melihat pula wanita berkepala babi dan berbadan keledai, ia mengalami beribu-ribu siksaan. Aku melihat wanita yang berbentuk(berupa) anjing, sementara api neraka membakar dirinya masuk melalui lubang mulutnya dan keluar melalui duburnya, sementara para malaikat memukulimya dengan godam yang panas.
Mendengar semua itu Fatimah Az Zahra bangkit seraya berkata: ”Wahai Kekasihku dan permata hatiku, sesungguhnya perbuatan apakah yang pernah dilakukan mereka, hingga mengalami siksaan seperti itu?”.

Rasulullah menjawab: ”Wahai putriku perempuan yang digantung menggunakan rambutnya sendiri adalah disebabkan ia tidak menutup rambutnya dari pandangan lelaki lain. Perempuan yang di gantung menggunakan lidahnya disebabkan ia suka menyakiti hati suaminya. Perempuan yang digantung menggunakan kedua susunya disebabkan ia mengotori tempat tidur suaminya (dia bersetubuh dengan lelaki lain). Perempuan yang dipasung kedua kakinya pada kedua susu dan kedua tangannya dirantai keubun-ubunnya, sementara Allah memerintah ular dan kalajengking untuk menyiksanya, disebabkan dia tidak mandi jinabat, tidak mandi setelah haid danmeremehkan sholat. Perempuan yang berkepala babi dan berbadan keledai sesungguhnya perempuan itu suka mengadu-adu lagi pendusta. Adapun perempuan yang berbentuk anjing sementara api membakar dirinya masuk melalui mulut dan keluar melalui duburnya, sesungguhnya disebabkan dia perempuan yang suka mengungkit ungkit (pemberian kepada suaminya)lagi berhati dengki. Wahai putriku, celaka sekali istri yang bermaksiat (durhaka) kepada suaminya”. (Al hadits)

saudariku.... Singkatnya bahwa kedudukan suami bagi istrinya Jika dimisalkan seperti kedudukan orang tua atas anak-anaknya, Sebab ketaatan anak terhadap orang tuanya dan usaha anak mencari keridhaan orang tuanya termasuk wajib. Sebaliknya kewajiban itu tidak berlaku bagi suami.




Dikirim pada 08 April 2009 di artikel


Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka hati, fikiran, perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupun sudah ada segala galanya.

Apa lagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s tetap merindukan Siti Hawa. Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, isteri atau puteri.

Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau lelaki sendiri yang tak lurus, tdk mungkin mampu hendak meluruskan mereka.

Tak logik kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus. Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah, karena mereka diciptakan begitu rupa oleh Mereka. Didiklah mereka dengan panduan dariNya.

JANGAN COBA JINAKKAN MEREKA DENGAN HARTA, NANTI MEREKA SEMAKIN LIAR. JANGAN HIBURKAN MEREKA DENGAN KECANTIKAN, NANTI MEREKA SEMAKIN MENDERITA.

Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah. Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal, disitulah kuncinya.

AKAL SETIPIS RAMBUTNYA, TEBALKAN DENGAN ILMU. HATI SERAPUH KACA, KUATKAN DENGAN IMAN. PERASAAN SELEMBUT SUTERA, HIASILAH DENGAN AKHLAK.

Suburkanlah karena dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan keadilan Allah.

Akan terhibur dan bahagialah hati mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana menteri negara atau women gladiator.

Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan. Itu bukan diskriminasi Allah. Sebaliknya disitulah kasih sayang Allah, karena rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan lelaki-lelaki wajah : negarawan, karyawan, jutawan dan " wan-wan" lain. Tidak akan lahir superman tanpa superwoman.

Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan.

Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan mereka pula membengkokkan.

LEBIH banyak LELAKI YANG DIRUSAKKAN OLEH PEREMPUAN DARIPADA PEREMPUAN YANG DIRUSAKKAN OLEH LELAKI. SEBODOH-BODOH PEREMPUAN PUN BISA MENUNDUKKAN SEPANDAI-PANDAI LELAKI

Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal Allah. Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja banyak boss telah kehilangan secretary, bahkan anak pun akan kehilangan ibu, suami kehilangan isteri dan bapa akan kehilangan puteri.

Bila wanita durhaka dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa.

Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah kepimpinan.

Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah PIMPINLAH DIRI SENDIRI DAHULU KEPADANYA.

Jinakkan diri dengan Allah, niscaya akan jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita.

JANGAN MENGHARAP ISTERI SEPERTI SITI FATIMAH, KALAU PRIBADI BELUM LAGI SEPERTI SAYIDINA ALI



Dikirim pada 07 April 2009 di artikel



Arrahmaan...... Allah Yang Maha Pemurah

Pernahkah kita membaca surat Ar-Rahman? Surat ar-Rahman adalah surat ke 55 dalam urutan mushaf utsmany dan tergolong dalam surat Madaniyah serta berisikan 78 ayat. Satu hal yang menarik dari kandungan surat ar-Rahman adalah adanya pengulangan satu ayat yang berbunyi "fabiayyi ala i rabbikuma tukadziban" (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?). Kalimat ini diulang berkali-kali dalam surat ini. Apa gerangan makna kalimat tersebut?

Surat ar-Rahman bagi saya adalah surat yang memuat retorika yang amat tinggi dari Allah. Setelah Allah menguraikan beberapa nikmat yang dianugerahkan kepada kita, Allah bertanya: "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?".

Menarik untuk diperhatikan bahwa Allah menggunakan kata "dusta"; bukan kata "ingkari", "tolak" dan kata sejenisnya. Seakan-akan Allah ingin menunjukkan bahwa nikmat yang Allah berikan kepada manusia itu tidak bisa diingakri keberadaannya oleh manusia. Yang bisa dilakukan oleh manusia adalah mendustakannya.

Dusta berarti menyembunyikan kebenaran. Manusia sebenarnya tahu bahwa mereka telah diberi nikmat oleh Allah, tapi mereka menyembunyikan kebenaran itu; mereka mendustakannya!

Bukankah kalau kita mendapat uang yang banyak, kita katakan bahwa itu akibat kerja keras kita, kalau kita berhasil menggondol gelar Ph.D itu dikarenakan kemampuan otak kita yang cerdas, kalau kita mendapat proyek maka kita katakan bahwa itulah akibat kita pandai melakukan lobby. Pendek kata, semua nikmat yang kita peroleh seakan-akan hanya karena usaha kita saja. Tanpa sadar kita lupakan peranan Allah, kita sepelekan kehadiran Allah pada semua keberhasilan kita dan kita dustakan bahwa sesungguhnya nikmat itu semuanya datang dari Allah.

Maka Nikmat Tuhan yang mana lagi yang kita dustakan! Anda telah bergelimang kenikmatan, telah penuh pundi-pundi uang anda, telah berderet gelar di kartu nama anda, telah berjejer mobil di garasi anda, ingatlah--baik anda dustakan atau tidak--semua nikmat yang anda peroleh hari ini akan ditanya oleh Allah nanti di hari kiamat!

"Sungguh kamu pasti akan ditanya pada hari itu akan nikmat yang kamu peroleh saat ini" (QS 102: 8)

Sudah siapkah anda menjawab serta mempertanggung jawabankannya ???

Allah berfirman : FAIN TAUDDU NI MATALLAHI LA TUKHSUUHA " Apabila kamu menghitung nikmat Allah ( yang diberikan kepadamu ) maka engkau tidak akan mampu (karena terlalu banyak).

Tidak patutkah kita bersyukur kepadaNYA, Mari mengucap ALHAMDULILLAH sebagai bagian dari rasa syukur kita




Dikirim pada 07 April 2009 di muhasabah



Dalam keseharian kehidupan kita, begitu sangat sering dan nikmatnya ketika kita bercermin. Tidak pernah bosan barang sekalipun padahal wajah yang kita tatap itu-itu juga, aneh bukan?! Bahkan hampir pada setiap kesempatan yang memungkinkan kita selalu menyempatkan diri untuk bercermin. Mengapa demikian? Sebabnya kurang lebih karena kita ingin selalu berpenampilan baik, bahkan sempurna. Kita sangat tidak ingin berpenampilan mengecewakan, apalagi kusut dan acak-acakan tak karuan.

Sebabnya penampilan kita adalah juga cermin pribadi kita. Orang yang necis, rapih, dan bersih maka pribadinya lebih memungkinkan untuk bersih dan rapih pula. Sebaliknya orang yang penampilannya kucel, kumal, dan acak-acakan maka kurang lebih seperti itulah pribadinya.

Tentu saja penampilan yang necis dan rapih itu menjadi kebaikan sepanjang niat dan caranya benar. Niat agar orang lain tidak terganggu dan terkecewakan, niat agar orang lain tidak berprasangka buruk, atau juga niat agar orang lain senang dan nyaman dengan penampilan kita.

Dan ALLAH suka dengan penampilan yang indah dan rapih sebagaimana sabda Nabi Muhammad S.A.W , "Innallaha jamiilun yuhibbul jamaal", "Sesungguhnya ALLAH itu indah dan menyukai keindahan". Yang harus dihindari adalah niat agar orang lain terpesona, tergiur, yang berujung orang lain menjadi terkecoh, bahkan kemudian menjadi tergelincir baik hati atau napsunya, naudzhubillah. Tapi harap diketahui, bahwa selama ini kita baru sibuk bercermin "topeng" belaka. Topeng "make up" , seragam, jas, dasi, sorban, atau asesoris lainnya,. Sungguh, kita baru sibuk dengan topeng, namun tanpa disadari kita sudah ditipu dan diperbudak oleh topeng buatan sendiri. Kita sangat ingin orang lain menganggap diri ini lebih dari kenyataan yang sebenarnya. Ingin tampak lebih pandai, lebih gagah, lebih cantik, lebih kaya, lebih sholeh, lebih suci dan aneka kelebihan lainnya. Yang pada akhirnya selain harus bersusah payah agar topeng ini tetap melekat, kita pun akan dilanda tegang dan was-was takut topeng kita terbuka, yang berakibat orang tahu siapa kita yang aslinya. Tentu saja tindakan tersebut, tidak sepenuhnya salah. Karena membeberkan aib diri yang telah ditutupi ALLAH selama ini, adalah perbuatan salah. Yang terpenting adalah diri kita jangan sampai terlena dan tertipu oleh topeng sendiri, sehingga kita tidak mengenal diri yang sebenarnya, terkecoh oleh penampilan luar. Oleh karena itu marilah kita jadikan saat bercermin tidak hanya "Topeng" yang kita amat-amati, tapi yang terpenting adalah bagaimana isinya, yaitu diri kita sendiri.

Mulailah amati wajah kita seraya bertanya, "Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya bersinar indah di surga sana ataukah wajah ini yang akan hangus legam terbakar dalam bara jahannam?"

Lalu tatap mata kita, seraya bertanya, "Apakah mata ini yang kelak dapat menatap penuh kelezatan dan kerinduan, menatap ALLAH Yang Mahaagung, menatap keindahan surga, menatap Rasulullah, menatap para Nabi, menatap kekasih-kekasih ALLAH kelak? Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot, menganga, terburai, meleleh ditusuk baja membara? Akankah mata terlibat maksiat ini akan menyelamatkan? Wahai mata apa gerangan yang kau tatap selama ini?"

Lalu tataplah mulut ini, "Apakah mulut ini yang di akhir hayat nanti dapat menyebut kalimat thoyibah, "laillahailallah", ataukah akan menjadi mulut berbusa yang akan menjulur dan di akherat akan memakan buah zakun yang getir menghanguskan dan menghancurkan setiap usus serta menjadi peminum lahar dan nanah? Saking terlalu banyaknya dusta, ghibah, dan fitnah serta orang yang terluka dengan mulut kita ini!"

"Wahai mulut apa gerangan yang kau ucapkan? Wahai mulut yang malang betapa banyak dusta yang engkau ucapkan.

Betapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam? Berapa banyak kata-kata manis semanis madu palsu yang engkau ucapkan untuk menipu beberapa orang? Betapa jarangnya engkau jujur? Betapa jarangnya engkau menyebut nama ALLAH dengan tulus? Betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar ALLAH mengampuni?"

Lalu tataplah diri kita tanyalah, "Hai kamu ini anak sholeh atau anak durjana, apa saja yang telah kamu peras dari orang tuamu selama ini dan apa yang telah engkau berikan? Selain menyakiti, membebani, dan menyusahkannya. Tidak tahukah engkau betapa sesungguhnya engkau adalah makhluk tiada tahu balas budi!

"Wahai tubuh, apakah engkau yang kelak akan penuh cahaya, bersinar, bersukacita, bercengkrama di surga atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur mendidih di dalam lahar membara jahannam terasang tanpa ampun derita tiada akhir"

"Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan? Berapa banyak orang-orang yang engkau dzhalimi dengan tubuhmu? Berapa banyak hamba-hamba ALLAH yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu? Berapa banyak perindu pertolonganmu yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu? Berapa pula hak-hak yang engkau napas?"

"Wahai tubuh, seperti apa gerangan isi hatimu?Apakah tubuhmu sebagus kata-katamu atau malah sekelam daki-daki yang melekat di tubuhmu? Apakah hatimu segagah ototmu atau selemah atau selemah daun-daun yang mudah rontok?

Apakah hatimu seindah penampilanmu atau malah sebusuk kotoran-kotaranmu?"

Lalu ingatlah amal-amal kita, "Hai tubuh apakah kau ini makhluk mulia atau menjijikan, berapa banyak aib-aib nista yang engkau sembunyikan dibalik penampilanmu ini?" "Apakah engkau ini dermawan atau sipelit yang menyebalkan?" Berapa banyak uang yang engkau nafkahkan dan bandingkan dengan yang engkau gunakan untuk selera rendah hawa nafsumu".

"Apakah engkau ini sholeh atau sholehah seperti yang engkau tampakkan?

Khusukkah shalatmu, dzikirmu, doamu, .ikhlaskah engkau lakukan semua itu?

Jujurlah hai tubuh yang malang! Ataukah menjadi makhluk riya tukang pamer!"

Sungguh betapa beda antara yang nampak di cermin dengan apa yang tersembunyi, betapa kita telah tertipu oleh topeng? Betapa yang kita lihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus topeng-topeng duniawi"

Wahai sahabat-sahabat sekalian, sesungguhnya saat bercermin adalah saat yang tepat agar kita dapat mengenal dan menangisi diri ini.

mari kita renungkan semuanya.

semakin kerdil diriku.... semakin tak kupahami...
betapa jernihnya karunia-Mu dan....
sejuknya kasih sayang-Mu..... ya Allah....
hingga sudah berapa nikmat-Mu yang aku dustakan.....









Dikirim pada 07 April 2009 di muhasabah

Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan didalam batin
Tengoklah kedalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat 2X

Kita mesti berjuang, memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada disini, didalam jiwa ini
Berusahala agar Dia tersenyum 2X

Masih kita ingat bait syair sebuah lagu Ebiet yang terkadang masih kita senandungkan. Marilah saudara saudariku kali ini kita merenungkan dan mencoba mengkaji makna yang tersirat ataupun tersurat dalam lagu tersebut dalam aktifitas keseharian kita.

Kita mesti telanjang karena kita harus mandi setelah bangun tidur untuk melakukan sholat subuh yang tentunya harus benar2 bersih namun apa yang sering kita lakukan adalah hanya berwudhu untuk melakukan sholat Subuh adapun mandinya menjelang berangkat kerja dengan harapan badan lebih Fresh, jangankan untuk suci di dalam bathin sementara suci lahirpun belum bisa kita laksanakan belum lagi ketika kita angkat tangan bertakbiratul ihram kita telah berniat untuk sholat dilanjutkan dengan doa iftitah yang didalamnya INNA SHOLATI WANUSUKI… dan seterusnya LILLAHI ROBBIL "ALAMIIN yang bermakna Sholatku hanya karena Allah tidak lain itu hanyalah bagian dari gerakan mulut kita namun hati dan pikiran kita kemana-mana, kita ingat sarapan kita belum tersedia, kita harus pergi kerja lebih awal agar tidak terlambat dan lain sebagainya.

Setelah salam kita berdoa : Robbana atina fiddunya khasana wafil akhiroti Khasanah… dan seterusnya yang tidak lain adalah doa sapu jagat yang intinya meminta kebaikan dunia dan akhirat, cobalah kita pikir patutkah kita memohon kepada Allah yang sedemikian besar sementara kita sholat tanpa mandi dan masih berpikir macam2 dalam sholat kita ?

kita berangkat kerja seiring dengan doa Bismillahi Tawakkaltualallah, ditengah perjalanan lalu lintas macet karena salah satu mobil menyerobot dan terjepit diantara mobil- mobil yang lain dalam hati kita bergumam betapa egoisnya supir mobil tersebut tidak pernah memikirkan kepentingan orang lain seakan kita selalu mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan kita sendiri.

Di kantor kita melihat atasan kita sedang kebingungan di depan komputer dan selalu bertanya pada Clerknya Cara menjalankan Microsoft Office, dalam hati kita berkata ah ternyata bener juga kata orang bahwa dia jadi atasan kita karena ada KKN habisnya pakai Microsoft Office saja nggak bisa, Sepintas terlihat ada pegawai wanita yang baru yang menarik perhatian cantik, tinggi semampai tapi sayangnya kalau berjalan sedikit miring.Ah… . malu rasanya dengan lagu yang kadang masih sering kita nyanyikan, selalunya kita melihat kekurangan orang lain ada dimata kita namun DEBU dihati kita tak pernah kita bersihkan.

Kita mesti berjuang memerangi diri bercermin dan banyaklah bercermin. kita sepertinya lupa bahwa yang kita perangi selama ini adalah kemalasan untuk membaca buku2 ilmu pengetahuan yang bisa menghambat karir kita dalam bekerja selain itu dengan penuh semangat kita perangi kemiskinan demi meningkatkan status sosial, memeras otak hanya untuk mencari jalan agar mendapat tambahan penghasilan padahal terkadang kita ingat sebuah kisah sahabat Rosulullah S.A.W yang bertanya sesaat setelah peperangan Badar, ya Rosulullah adakah perang yang lebih dahsyat dari perang badar ini, Jihaadun Nafs Jawab Rosulullah yaitu perang melawan hawa nafsu. Beginilah kita yang lebih pandai berucap dan berkhotbah ketimbang melakukannya.

Kalau masalah bercermin kita tidak pernah lupa seharipun apalagi kalau akan keluar rumah, kita lihat wajah kita, dandanan kita dan tak lupa kita semprotkan parfum kebanggaan kita dan dengan percaya diri kita keluar rumah. kita juga bercermin kepada kawan kita, tetangga kita, keluarga kita tentang apa yang telah dia lakukan sehingga mereka berhasil menduduki jabatan yang tinggi, kekayaan yang berlimpah hingga tak perlu khawatir tentang anak keturunanya, jeleknya kita jarang kalau tidak boleh dikatakan tidak pernah bercermin kepada saudara kita yang senantiasa beribadah kepada Allah, yang selalu mensyukuri apa yang dia miliki, lebih miskin dari kita namun bersedekah jauh melebihi kita padahal kita pernah mendengar bahwa lihatlah kebawah tentang harta dan lihatlah keatas mengenai ilmu demikian juga ketika kita mendengar Ayat Allah dibacakan " Lainsyakartum La azidannakum Walainkafartum Inna Adzaabi Lasadiid " dan ditutup dengan shodaqollohul adhim , kita hafal tentang arti Ayat Allah yaitu barangsiapa yang bersyukur atas nikmatKU maka akan kutambah nikmat itu dan barangsiapa yang ingkar sesungguhnya siksaKU amatlah pedih kemudian ditutup dengan maha benar Allah dengan segala FirmanNya dan semua itu berlalu begitu saja di telinga kita.

Ya Allah dimanakah tempatku setelah Engkau perhitungkan amal dan dosaku.

Allah ada didalam jiwa ini adalah kalimat puistis yang sering kita dendangkan tatkala kita lagi menghadapi masalah atau menerima musibah tak lupa kita sertakan kalimat selanjutnya Allah akan membantu hambaNya yang berusaha tidak lain hanyalah demi untuk memotivasi keyakinan kita untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah, tidak demikian halnya tatkala kita lagi Happy seakan kalimat-kalimat tersebut tak pernah kita mendengarnya bagaimana tidak, kita bisa berkata bohong untuk menolak permintaan shodaqoh untuk masjid, kita dengan leluasa membawa alat tulis kantor ke rumah untuk kepentingan pribadi semuanya seakan Allah tidak ada dalam jiwa kita dan tiba-tiba ada ketika kita butuh pertolongan-Nya.

Ya Allah berilah aku petunjuk karena hanya dariMUlah petunjuk itu datang.

Dalam kebodohanku aku masih yakin bahwa Allah akan tersenyum kepadaku meski aku tak tahu kapan. Siapakah Aku ?

Aku bisa saja sang penulis, yang membaca atau siapa saja yang masih suka menonjolkan Akunya.

Dikirim pada 07 April 2009 di muhasabah

Pembicaraan seperti ini selalu mengisi zaman dan waktu. Sebagaimana juga “pacaran”, topik bertajuk “ta’aruf” tidak lekang oleh zaman. Karena setiap manusia pasti membutuhkan “ta’aruf”. Bahkan seorang Hasan Al Banna selalu ‘menargetkan’ diri untuk memiliki kawan baru jika beliau bepergian. Karena tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri, dan untuk itu dia pasti membutuhkan orang lain. Dan jangan lupa, bahwa saling mengenal (untuk kebaikan) adalah bagian dari ibadah kita kepada Allah SWT karena bisa memperluas silaturahim dan lain sebagainya. Allah SWT pun berfirman :


“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Adz-dzariyat:25)

Jadi makna ta’aruf ini luas sekali. Orang yang ingin membeli dan menjual(misalkan rumah) pasti lah terlebih dahulu saling berkenalan. Siswa pindahan yang baru masuk sekolah untuk pertama kali, pasti lah mesti berkenalan terlebih dahulu,dan masih banyak model kenalan lainnya termasuk ketika ada dua orang lain jenis yang masing-masingnya memiliki keinginan untuk menikah, entah karena pertemuan mereka dimediasikan atau pun karena yang lain, tetap keduanya harus berkenalan terlebih dahulu, “ta’aruf” dulu istilah Al Quran-nya.

Bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa “pacaran” juga adalah “ta’aruf”. Nah..hal ini mestinya dijelaskan terlebih dahulu kedudukan masing-masing istilah itu. Yang pertama (pacaran) berasal dari akar bahasa barat (”date”), dimana aktifitasnya pun jelas-jelas sangat bertentangan dengan nilai-nilai islam (mendekati zina) sedangkan yang kedua (ta’aruf) bermakna positif (menjadi sarana kita untuk memperbaiki diri, misalkan dengan banyaknya orang yang kita kenal, banyak pula hal yang bisa kita pelajari dari orang lain tersebut, dan insyaAllah dapat menurunkan rasa “lebih baik singkatnya bisa menjadi sarana kita tuk memperbaiki diri. tapi dengan catatan siapa, dimana dan dilingkungan mana kita bergaul ), apalagi “ta’aruf” dalam rangka menuju pernikahan pastinya berlandaskan kepada dalil-dalil Qurani yang pasti. Sehingga tidak pada tempatnya mengatakan “pacaran” = “ta’aruf”.

Nah untuk kali ini saya hanya akan membicarakan ta’aruf untuk pernikahan saja yang sebenarnya lebih tepat istilahnya adalah nazhara yanzhuru unzur = memperhatikan yakni melihat calon istri sebatas untuk mengenal karakternya. (boleh kannn.... ??? ) , misalkan.. apa yang mesti dipersiapkan sebelum memulai ta’aruf dan bagaimana mekanisme ta’aruf itu sendiri secara praktis, karena bukan rahasia lagi, kadang-kadang ikhwan dan akhwat juga rada-rada malu atau ga ‘pede’ kalau membaca buku-buku tentang persiapan pernikahan dan sejenisnya, padahal ketika mereka sudah bisa mengelola tanggungjawab secara dewasa, maka “tantangan” untuk segera berumah tangga bergerak mendekati “wajib”, karena pernikahan itu sendiri adalah perkara 1/2 agama.

nah tanpa perlu berpanjang2..langsung aja yuk kita ngobrolin apa yang mesti dipersiapkan sebelum memulai ta’aruf??

1. niat menikah

Nikahnya mo kapan? sama siapa(karakter)?..pertanyaan2 seperti ini ada baiknya dijawab dengan jujur..kemudian jika didapati ternyata, dari sekian “motivasi” kita menikah adalah karena dunia,segera dibenahi..niatkanlah karena Allah SWT..misalkan, salah satunya untuk menjaga diri dan kehormatan..melengkapi 1/2 agama..dll, jangan karena ’suka sama si dia’ saja yang dijadikan alasan utama dalam hati, tetapi alasan2 yang kembali kepada Allah SWT.

2. kriteria pasangan

seperti pertanyaan diatas..nikahnya sama siapa?? “gue nikahnya harus sama itu si…. ga mau kalo ga sama dia”..ya..ga gitu kali yah..pernikahan kan ga bisa dipaksa..harus dilihat juga prinsip si wanita..kali aja beda, dan kita mesti siap untuk segala kemungkinan. jangan prinsip kita aja yang diutamakan. “Emang beda prinsipnya kaya apaan sih??”..Bedanya kalo kamu(yang laki-laki) prinsipnya ‘pokoknya harus nikah sama cewek itu’, nah kalau cewek itu prinsipnya ‘asal ga nikah sama kamu’..hehehe. Kan beda tuh..nah yang seperti itu jangan dipaksakan. Agar ketika suatu saat kita sudah siap dicarikan..dan memulai ta’aruf..kemungkinan kita merasa kecewa tidak terlalu besar..dan sebagaimana niat diatas..jika kriterianya sudah mulai yang aneh-aneh, misalkan kriteria wajah mesti kaya Tamara Blezinsky, body kaya Naomi C dll, mendingan diperbaiki dulu deh. Lha wong kita juga ga seganteng Tukul ‘koper boy’, dan segagah Ade Ray

3. perbaiki diri

bisa dengan mulai banyak membaca buku tentang tazkyatun nafs dan pernikahan, perbanyak doa, perbaiki dan jaga kualitas ibadah kepada Allah SWT. Karena Allah SWT “pemegang kunci” keberhasilan hidup kita. Sering2 introspeksi diri tentang step2 atau langkah2 yang akan dipilih nanti, dimana biasanya ujian akan semakin berat ketika memasuki step ta’aruf dan setelahnya, harus banyak belajar seni jaga hati gitu.

4. kesiapan materi

yang terakhir..hitung dan persiapkan budget untuk surat2 Kelurahan, KUA, mahar, resepsi serta uang belanja segera setelah menikah (apakah langsung mengontrak rumah bagi yang belum punya rumah.. serta untuk belanja dalam bulan pertama). tapi ya itu bagi yang belum memiliki penghasilan tetap jangan mundur dan pesimis... tidak semua akhwat menilai dari materi kok. yang penting disini niat kalian, trus komunikasi antara kalian dan komitmen kalian serta persamaan visi dan misi kalian. yakin deh jika semua telah sama dan bisa berjalan seiring... masalah materi insya Allah bisa diatasi. Yakin.. Yakin.. Yakin.... berusaha, berusaha, berusaha... sabar,sabar,sabar..... tawakal kepada Allah. rezeki itu udah disebar diseluruh permukaan bumi ini. tinggal gimana usaha kita tuk menjemputnya... jadiii.... go.. go.... jangan menyerah dan jangan mundur dulu hanya karena belum punya kerjaan tetap. karena yang penting adalah bukan harus/wajib punya pekerjaan tetap tapi Harus / wajib Tetap bekerja. jadi apa aja ... lakonin kang... selama halal... setuju gaaa...... ??? eittss... satu lagi kang... kan Allah telah berjanji :" menikahlah kalian maka kalian akan menjadi kaya." (hmm.... kaya kan tidak harus diukur dari sisi materikan kang... bisa aja kaya anak, atau malah kaya hutang ..... ups.. intermedzo kang.. biar ga kaku..) tapi insya Allah jika tekun, berusaha dan tidak hanya berdiam diri maka insya Allah akan menjadi kaya... setidaknya kaya hati yang diliputi dengan sifat sabar, qonaah dan tawakal..... dan yang pasti dikaruniakan istri yang sholehah dan suami yang sholeh. amin......

but.... jangan sampe bilang gini yak..... " maharnya boleh aja Rp. 10.000 tapi yang pas antarannya harus lengkap ya... lengkap dengan sertifikat tanah + rumah + isinya .. just kidding .......

Nah Kemudian pada saat ta’aruf nanti, apa saja yang perlu kita ketahui? Berikut beberapa point yang mungkin bisa membantu.

1. mekanisme ta’aruf

setelah merasa2 dan menimbang2 data yang diterima, maka proses berlanjut ke ta’aruf (perkenalan) fisik..sampaikan kepada mediator (muhrim/teman atau ustadz/ah) agar proses ta’aruf dengan calon dapat dilaksanakan. Bicarakan mengenai tempat dan waktu pertemuan serta siapa saja yang akan hadir disitu. Jika pihak keluarga masing2 calon agak sensitif dengan klasifikasi tertentu (seperti suku, pekerjaan, dll), usahakan proses ini tidak dulu melibatkan orang tua, sambil terus mensosialisasikan calon kita ini secara umum kepada keluarga besar. Disamping itu, hal ini juga bermanfaat jika ternyata proses ta’aruf ini tidak berlanjut, ortu / keluarga tidak kemudian ‘apatis’ dengan proses ini.

2. isi ta’aruf

ta’aruf dihadiri oleh lelaki dan wanita yang ingin ta’aruf serta didampingi oleh para mediator (muhrim/teman/ustadz/ah). Siapkan pertanyaan2 penting baik yang berkaitan dengan isi biodata calon (visi misi misalnya) ataupun yang terkait dengan hal2 setelah pernikahan. Misalkan pertanyaan seperti, “apakah suami tetap diijinkan ‘menafkahi’ orang tua?”..atau “apakah setelah ini langsung mengontrak/ tinggal dengan mertua?”..”apakah nantinya istri boleh tetap bekerja kantoran(jika ia karyawan?”dll. Pertanyan-pertanyaan ini menjadi ‘catatan’ komitmen masing-masing calon setelah pernikahan dilaksanakan. ( hmm.... ini hanya contoh lo pertanyaannya... )

jika proses ini berlanjut, artinya setelah ta’aruf, laki2 dan wanita tsb ingin melanjutkan proses ke ‘tingkat’ yang lebih ‘tinggi’, lanjutkan dengan proses ta’aruf dengan keluarga. Sebelum sang calon datang pada hari “H” silaturahim keluarga, ceritakan kepada keluarga tentang perihal calon ini sedetail-detailnya, kenapa kita menyukai dia, betapa bahagianya kita mengenal pribadinya, dan tunjukkan keyakinan untuk segera melamarnya. Umumnya pihak yang pertama kali silaturahim adalah pihak laki2 ke keluarga perempuan boleh juga sebaliknya. Karena ini adalah silaturahim, ada baiknya membawa penganan kecil, sebagai sarana untuk mencairkan suasana. Tetapi ini bukanlah sebuah kewajiban, kalau memang ga bawa..ya kelewatan kali yah.....

Setelah itu, boleh jadi proses diatas tidak berlanjut, maka tidak perlu berkecil hati, lakukan introspeksi dan tetap istiqomah dijalan ta’aruf ini, karena yakinlah jodoh kita insyaAllah jauh lebih baik dita’aruf yang akan datang. Jika berlanjut, tinggal menentukan hari lamaran dan pernikahan, alhamdulillah .... (makan makan dunk...... )

okay..mungkin itu aja yang bisa saya sampaikan, bagi yang ingin menambahkan dipersilahkan..

oya..bagi yang lagi ta’aruf..semoga diridhoi Allah dan berhasil..aamiin

and say no to PACARAN.


Dikirim pada 03 April 2009 di artikel

Pacaran itu diidentifikasi sebagai suatu tali kasih sayang yang terjalin atas dasar saling menyukai antara lawan jenis.

Sebelum menjelaskan pandangan Islam mengenai pacaran, perlu dijelaskan bahwa ada tiga kemungkinan pacaran yang dimaksudkan, yaitu:
Hubungan antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim, dalam hubungan itu mereka sering berduaan, dan melakukan kontak jasmani berupa ciuman atau semacamnya.
Hubungan antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim, dalam hubungan itu mereka sering berduaan, namun tetap menjaga agar tidak terjadi kontak badan, seperti ciuman dan semacamnya.
Hubungan antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim, tetapi selalu menjaga agar mereka tidak berduaan apalagi melakukan kontak badan dalam bentuk apapun.
Pacaran dalam bentuk 1 dan 2 dilaksanakan sebagai perbuatan yang mendekati perbuatan zina. Dalam pandangan Islam bentuk ketiga dikenal dengan istilah Ta’aruf. walaupun sebenarnya istilah ta’aruf ini bukanlah istilah yang digunakan yang mengandung pengertian " pendekatan" untuk menikah. karena jika dimaksudkan dengan maksud tersebut lebih tepat dengan istilah :" Nazhara yanzhuru unzhur" yakni memperhatikan, yaitu melihat calon istri sebatas untuk mengenal karakternya. Dalam Islam proses yang benar untuk mencapai pernikahan adalah :

Ta’aruf → Khitbah → Nikah

Betulkah di dalam Islam ada yang namanya pacaran ?

Islam menghalalkan pernikahan, bahkan dinyatakan sebagai sunnah. Akan tetapi Islam melarang keras perzinahan. Bukan hanya perzinahan, akan tetapi yang mendekati perzinahan pun dilarang oleh Islam. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat al-Isra:32. “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

Dalam Islam, hubungan antara pria dan wanita dibagi menjadi dua, yaitu hubungan mahram dan hubungan nonmahram. Hubungan mahram adalah seperti yang disebutkan dalam Surah An-Nisa 23, yaitu mahram seorang laki-laki (atau wanita yang tidak boleh dikawin oleh laki-laki) adalah ibu (termasuk nenek), saudara perempuan (baik sekandung ataupun sebapak), bibi (dari bapak ataupun ibu), keponakan (dari saudara sekandung atau sebapak), anak perempuan (baik itu asli ataupun tiri dan termasuk di dalamnya cucu), ibu susu, saudara sesusuan, ibu mertua, dan menantu perempuan. Maka, yang tidak termasuk mahram adalah sepupu, istri paman, dan semua wanita yang tidak disebutkan dalam ayat di atas.

Aturan untuk mahram sudah jelas, yaitu seorang laki-laki boleh berkhalwat (berdua-duaan) dengan mahramnya, semisal bapak dengan putrinya, kakak laki-laki dengan adiknya yang perempuan, dan seterusnya. Demikian pula, dibolehkan bagi mahramnya untuk tidak berhijab di mana seorang laki-laki boleh melihat langsung perempuan yang terhitung mahramnya tanpa hijab ataupun tanpa jilbab (tetapi bukan auratnya), semisal bapak melihat rambut putrinya, atau seorang kakak laki-laki melihat wajah adiknya yang perempuan. Aturan yang lain yaitu perempuan boleh berpergian jauh/safar lebih dari tiga hari jika ditemani oleh laki-laki yang terhitung mahramnya, misalnya kakak laki-laki mengantar adiknya yang perempuan tour keliling dunia. Aturan yang lain bahwa seorang laki-laki boleh menjadi wali bagi perempuan yang terhitung mahramnya, semisal seorang laki-laki yang menjadi wali bagi bibinya dalam pernikahan.

Hubungan yang kedua adalah hubungan nonmahram, yaitu larangan berkhalwat (berdua-duaan), larangan melihat langsung, dan kewajiban berhijab di samping berjilbab, tidak bisa berpergian lebih dari tiga hari dan tidak bisa menjadi walinya. Ada pula aturan yang lain, yaitu jika ingin berbicara dengan nonmahram.

“Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: ‘Hendaklah mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya ….’ Dan katakanlah kepada orang-orang mukmin perempuan: ‘Hendaknya mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya …’. (An-Nur: 30–31).

Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan dapat dikatakan terpelihara apabila secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat mengulangi melihat lagi atau mengamat-amati kecantikannya atau kegantengannya.

Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, ‘Palingkanlah pandanganmu itu!” (HR Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi).

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah).

“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari).

Rasulullah saw. berpesan kepada Ali r.a. yang artinya, “Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh.” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Al-Hakim meriwayatkan, “Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya melainkan ingin berzina padanya.”

Yang terendah adalah zina hati dengan bernikmat-nikmat karena getaran jiwa yang dekat dengannya, zina mata dengan merasakan sedap memandangnya dan lebih jauh terjerumus ke zina badan dengan, saling bersentuhan, berpegangan, berpelukan, berciuman, dan seterusnya hingga terjadilah persetubuhan.

Ath-Thabarani dan Al-Hakim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah berfirman yang artinya, ‘Penglihatan (melihat wanita) itu sebagai panah iblis yang sangat beracun, maka siapa mengelakkan (meninggalkannya) karena takut pada-Ku, maka Aku menggantikannya dengan iman yang dapat dirasakan manisnya dalam hatinya.”

Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi saw. bersabda yang artinya, “Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan, seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya.”

Di dalam kitab Dzamm ul Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan dari Abu al-Hasan al-Wa’ifdz bahwa dia berkata, “Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa’idz wafat di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat noda hitam itu pun bertanya kepadanya, ‘Wahai Habib, mengapa aku melihat ada noktah hitam berada di wajah Anda?’ Dia menjawab, ‘Pernah pada suatu ketika aku melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, ‘Wahai Habib?’ Aku menjawab, ‘Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.’ Allah berfirman, ‘Lewatlah Kamu di atas neraka.’ Maka, aku melewatinya dan aku ditiup sekali sehingga aku berkata, ‘Aduh (karena sakitnya).’ Maka. Dia memanggilku, ‘Satu kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berkali-kali memandang, pasti Aku akan menambah tiupan (api neraka).”

Hal tersebut sebagai gambaran bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat kelak.

“Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua mengajakku keluar. Maka, aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, ‘Apa ini?’ Kedua orang itu berkata, ‘Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan zina.” (hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Di dalam kitab Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa Abu Hurairah r.a. dan Ibn Abbas r.a., keduanya berkata, Rasulullah saw. Berkhotbah, “Barang siapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. Barang siapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barang siapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan dibelenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan, barang siapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki (yang) haram (untuknya), sehingga lelaki itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda, dan bersetubuh dengannya, maka wanitu itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh lelaki tersebut.”

‘Atha’ al-Khurasaniy berkata, “Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh buah pintu. Yang paling menakutkan, paling panas, dan paling bisuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut setelah mengetahui hukumnya.”

Dari Ghazwan ibn Jarir, dari ayahnya bahwa mereka berbicara kepada Ali ibn Abi Thalib mengenai beberapa perbuatan keji. Lantas Ali r.a. berkata kepada mereka, “Apakah kalian tahu perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Jalla Sya’nuhu?” Mereka berkata, “Wahai Amir al-Mukminin, semua bentuk zina adalah perbuatan keji di sisi Allah.” Ali r.a. berkata, “Akan tetapi, aku akan memberitahukan kepada kalian sebuah bentuk perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Tabaaraka wa Taala, yaitu seorang hamba berzina dengan istri tetangganya yang muslim. Dengan demikian, dia telah menjadi pezina dan merusak istri seorang lelaki muslim.” Kemudian, Ali r.a. berkata lagi, “Sesungguhnya akan dikirim kepada manusia sebuah aroma bisuk pada hari kiamat, sehingga semua orang yang baik maupun orang yang buruk merasa tersiksa dengan bau tersebut. Bahkan, aroma itu melekat di setiap manusia, sehingga ada seseorang yang menyeru untuk memperdengarkan suaranya kepada semua manusia, “Apakah kalian tahu, bau apakah yang telah menyiksa penciuman kalian?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami tidak mengetahuinya. Hanya saja yang paling mengherankan, bau tersebut sampai kepada masing-masing orang dari kita.” Lantas suara itu kembali terdengar, “Sesungguhnya itu adalah aroma alat kelamin para pezina yang menghadap Allah dengan membawa dosa zina dan belum sempat bertobat dari dosa tersebut.”

Bukankah banyak kejadian orang-orang yang berpacaran dan bercinta-cinta dengan orang yang telah berkeluarga? Jadi, pacaran tidak hanya mereka yang masih bujangan dan gadis, tetapi dari uisa akil balig hingga kakek nenek bisa berbuat seperti yang diancam oleh hukuman Allah tersebut di atas. Hanya saja, yang umum kelihatan melakukan pacaran adalah para remaja.

Namun, bukan berarti tidak ada solusi dalam Islam untuk berhubungan dengan nonmahram. Dalam Islam hubungan nonmahram ini diakomodasi dalam lembaga perkawinan melalui sistem khitbah/lamaran dan pernikahan.

“Hai golongan pemuda, siapa di antara kamu yang mampu untuk menikah, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih memelihara kemaluan. Tetapi, siapa yang tidak mampu menikah, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat mengurangi syahwat.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darami).

Jika kita ingin mengetahui sifat calon pasangan tidaklah harus dengan pacaran hal itu bias tanya secara langsung dengan memakai pendamping (penengah) yang mahram. Atau, bisa melalui perantara, baik itu dari keluarga atau saudara kita sendiri ataupun dari orang lain yang dapat dipercaya. Hal ini berlaku bagi kedua belah pihak. Kemudian, bagi seorang laki-laki yang menyukai wanita yang hendak dinikahinya, sebelum dilangsungkan pernikahan, maka baginya diizinkan untuk melihat calon pasangannya untuk memantapkan hatinya dan agar tidak kecewa di kemudian hari.

“Apabila seseorang hendak meminang seorang wanita kemudian ia dapat melihat sebagian yang dikiranya dapat menarik untuk menikahinya, maka kerjakanlah.(HR Abu Daud).

Perbedaan Ta’aruf dengan Pacaran adalah Sebagai Berikut :

Tujuan ?

Taaruf (T) : Mengenal calon istri/suami, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pernikahan
Pacaran (P) : Mengenal calon pacar, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pacaran, syukur syukur bisa nikah.....
Kapan dimulai ?


T : Saat calon suami dan calon istri sudah merasa bahwa menikah adalah suatu kebutuhan dan sudah siap secara fisik, mental dan insya Allah materi
P : Saat sudah diledek sama teman " Koq masih jomblo ?" atau saat butuh temen curhat.
Waktu
T : Sesuai dengan adab bertamu
P : Pagi boleh, siang oke, sore ayo, malam bisa , dini hari kalau ngga ada yang komplain juga ngga apa2

Tempat Pertemuan

T : Dirumah sang calon, balai pertemuan, musholla, masjid
P : dirumah sang calon, kantor, mall, cafe, diskotik, tempat wisata, kendaraan umum & pribadi, pabrik, taman.
Frekuensi pertemuan

T : lebih sedikit lebih baik karena menghindari zina hati
P : lazimnya seminggu sekali, pas malem minggu kalo bisa tiap hari. alhamdulillah......
Lama pertemuan
T : sesuai dengan adab bertamu
P : Selama belum ada yang komplain, lanjut mang !
Materi pertemuan


T : Kondisi pribadi, keluarga, harapan serta keinginan dimasa depan
P : Cerita apa aja kejadian minggu ini, ngobrol ngalur ngidul ketawa ketiwi....
Jumlah yang hadir

T : Minimal calon lelaki, calon perempuan
P : Calon lelaki dan calon perempuan saja (berdua), kalo rame rame bukan pacaran tapi rombongan
Biaya

T : Secukupnya dalam rangka menghormati tamu (sesuai adab tamu)
P : kalau ada biaya : ngapel, kalau ngga ada absen dulu atau cari pinjeman, terus tempat pertemuannya dirumah aja kali ya ? tapi gengsi dong pacaran dirumah doang ?? Apa kata doi coba ??
Lamanya

T : Ketika sudah tidak ada lagi keraguan dikedua belah pihak, lebih cepat lebih baik dan ketika informasi sudah cukup (bisa seminggu, sebulan, 2 bulan) apalagi yang ditunggu tunggu ?
P : bisa 3 bulan, 6 bulan, setahun, 2 tahun bahkan mungkin 10 tahun
Saat tidak ada kecocokan saat proses

T : Salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan dan proses stop dengan menyebut alasannya
Salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan dan proses stop dengan/tanpa menyebut alasannya
Etika pergaulan dalam Islam adalah, khususnya antara lelaki dan perempuan garis besarnya adalah sebagai berikut :

Saling menjaga pandangan di antara laki-laki dan wanita, tidak boleh melihat aurat , tidak boleh memandang dengan nafsu dan tidak boleh melihat lawan jenis melebihi apa yang dibutuhkan. (An-Nur : 30-31)
Sang wanita wajib memakai pakaian yang sesuai dengan syariat, yaitu pakaian yang menutupi aurat (An-Nur : 31)
Hendaknya bagi wanita untuk selalu menggunakan adab yang islami ketika bermuamalah dengan lelaki, seperti:
Di waktu mengobrol hendaknya ia menjauhi perkataan yang merayu dan menggoda
Di waktu berjalan hendaknya wanita jangan menggoda orang yang melihat
Tidak diperbolehkan adanya pertemuan lelaki dan perempuan tanpa disertai dengan muhrim.
Termasuk di sini suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah setan. Seperti sabda nabi: "Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab setan menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya." (HR. Bukhari & Muslim).
Hidup di dunia yang singkat ini kita siapkan untuk memperoleh kemenangan di hari akhirat kelak. Oleh karena itu, marilah kita mulai hidup ini dengan bersungguh-sungguh dan jangan bermain-main. Kita berusaha dan berdoa mengharap pertolongan Allah agar diberi kekuatan untuk menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Semoga Allah menolong kita, amin.

Harus di sadari oleh kita semua semua bahwa Memiliki Rasa Cinta Adalah Fitrah dari Allah SWT, namun jangan sampai kita mengumbar rasa cinta kita dengan seenaknya saja.

Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. So....kesimpulannya Pacaran itu haram hukumnya, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram. Sedangkan yang dibolehkan adalah Nazhara yanzhuru unzhur ataupun istilah dikalangan muda muslim sekarang yaitu Ta’aruf. . Wallahu a’lam bisshawab.

** mohon maaf jika ada pihak2 yang tidak berkenan atas kehadiran artikel ini.



Dikirim pada 02 April 2009 di artikel



Saudariku Muslimah … .

Suatu hal yang pasti bahwa surga dan neraka adalah dua makhluk yang Allah subhanahu wa taala ciptakan. Surga diciptakan-Nya sebagai tempat tinggal yang abadi bagi kaum Mukminin dan neraka sebagai tempat tinggal bagi kaum musyrikin dan pelaku dosa yang Allah subhanahu wa taala telah melarang darinya. Setiap Muslimin yang mengerti keadaan Surga dan neraka tentunya sangat berharap untuk dapat menjadi penghuni Surga dan terhindar jauh dari neraka, inilah fitrah.

Saudariku ….. Sebelum kita mengenal wanita-wanita penghuni neraka alangkah baiknya jika kita menoleh kepada peringatan-peringatan Allah subhanahu wa taala di dalam Al Quran tentang neraka dan adzab yang tersedia di dalamnya dan perintah untuk menjaga diri daripadanya.

Allah subhanahu wa taala berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At Tahrim : 6)

Imam Ath Thabari rahimahullah menyatakan di dalam tafsirnya : “Ajarkanlah kepada keluargamu amalan ketaatan yang dapat menjaga diri mereka dari neraka.”

Ibnu Abbas radliyallahu anhu juga mengomentari ayat ini : “Beramallah kalian dengan ketaatan kepada Allah, takutlah kalian untuk bermaksiat kepada-Nya dan perintahkan keluarga kalian untuk berdzikir, niscaya Allah menyelamatkan kalian dari neraka.”

Dan masih banyak tafsir para shahabat dan ulama lainnya yang menganjurkan kita untuk menjaga diri dan keluarga dari neraka dengan mengerjakan amalan shalih dan menjauhi maksiat kepada Allah subhanahu wa taala.

Di dalam surat lainnya Allah subhanahu wa taala berfirman :
“Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Al Baqarah : 24)

Begitu pula dengan ayat-ayat lainnya yang juga menjelaskan keadaan neraka dan perintah untuk menjaga diri daripadanya.

Kedahsyatan dan kengerian neraka juga dinyatakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di dalam hadits yang shahih dari Abu Hurairah radliyallahu anhu bahwasanya beliau bersabda :
“Api kalian yang dinyalakan oleh anak cucu Adam ini hanyalah satu bagian dari 70 bagian neraka Jahanam.” ( Shahihul Jami)

Jikalau api dunia saja dapat menghanguskan tubuh kita, bagaimana dengan api neraka yang panasnya 69 kali lipat dibanding panas api dunia? Semoga Allah subhanahu wa taala menyelamatkan kita dari neraka. Amin.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)

Hadits ini menjelaskan kepada kita apa yang disaksikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang penduduk Surga yang mayoritasnya adalah fuqara (para fakir miskin) dan neraka yang mayoritas penduduknya adalah wanita. Tetapi hadits ini tidak menjelaskan sebab-sebab yang mengantarkan mereka ke dalam neraka dan menjadi mayoritas penduduknya, namun disebutkan dalam hadits lainnya.

Di dalam kisah gerhana matahari yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para shahabatnya melakukan shalat gerhana padanya dengan shalat yang panjang , beliau shallallahu alaihi wa sallam melihat Surga dan neraka. Ketika beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para shahabatnya radliyallahu anhum :
“ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam?” Beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab : “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu. ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu anhuma )

Dalam hadits lainnya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan tentang wanita penduduk neraka, beliau bersabda :
“ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu anhu )

Dari Imran bin Husain dia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya penduduk surga yang paling sedikit adalah wanita.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Imam Qurthubi rahimahullah mengomentari hadits di atas dengan pernyataannya : “Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Surga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal. Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum pria dari akhirat dikarenakan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.”
Saudariku Muslimah … .

Jika kita melihat keterangan dan hadits di atas dengan seksama, niscaya kita akan dapati beberapa sebab yang menjerumuskan kaum wanita ke dalam neraka bahkan menjadi mayoritas penduduknya dan yang menyebabkan mereka menjadi golongan minoritas dari penghuni Surga.

Saudariku Muslimah … . Hindarilah sebab-sebab ini semoga Allah subhanahu wa taala menyelamatkan kita dari neraka. Amin.

Kufur Terhadap Suami dan Kebaikan-Kebaikannya

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan hal ini pada sabda beliau di atas tadi. Kekufuran model ini terlalu banyak kita dapati di tengah keluarga kaum Muslimin, yakni seorang istri yagn mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya dengan sikap suami yang tidak cocok dengan kehendak sang istri sebagaimana kata pepatah, panas setahun dihapus oleh hujan sehari. Padahal yang harus dilakukan oleh seorang istri ialah bersyukur terhadap apa yang diberikan suaminya, janganlah ia mengkufuri kebaikan-kebaikan sang suami karena Allah subhanahu wa taala tidak akan melihat istri model begini sebagaimana dijelaskan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :
“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” (HR. Nasai)

Hadits di atas adalah peringatan keras bagi para wanita Mukminah yang menginginkan ridha Allah subhanahu wa taala dan Surga-Nya. Maka tidak sepantasnya bagi wanita yang mengharapkan akhirat untuk mengkufuri kebaikan-kebaikan suaminya dan nikmat-nikmat yang diberikannya atau meminta dan banyak mengadukan hal-hal sepele yang tidak pantas untuk dibesar-besarkan.

Jika demikian keadaannya maka sungguh sangat cocok sekali jika wanita yang kufur terhadap suaminya serta kebaikan-kebaikannya dikatakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebagai mayoritas kaum yang masuk ke dalam neraka walaupun mereka tidak kekal di dalamnya.

Cukup kiranya istri-istri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para shahabiyah sebagai suri tauladan bagi istri-istri kaum Mukminin dalam mensyukuri kebaikan-kebaikan yang diberikan suaminya kepadanya.

Durhaka Terhadap Suami

Kedurhakaan yang dilakukan seorang istri terhadap suaminya pada umumnya berupa tiga bentuk kedurhakaan yang sering kita jumpai pada kehidupan masyarakat kaum Muslimin. Tiga bentuk kedurhakaan itu adalah :
Durhaka dengan ucapan.
Durhaka dengan perbuatan.
Durhaka dengan ucapan dan perbuatan.
Bentuk pertama ialah seorang istri yang biasanya berucap dan bersikap baik kepada suaminya serta segera memenuhi panggilannya, tiba-tiba berubah sikap dengan berbicara kasar dan tidak segera memenuhi panggilan suaminya. Atau ia memenuhinya tetapi dengan wajah yang menunjukkan rasa tidak senang atau lambat mendatangi suaminya. Kedurhakaan seperti ini sering dilakukan seorang istri ketika ia lupa atau memang sengaja melupakan ancaman-ancaman Allah terhadap sikap ini.

Termasuk bentuk kedurhakaan ini ialah apabila seorang istri membicarakan perbuatan suami yang tidak ia sukai kepada teman-teman atau keluarganya tanpa sebab yang diperbolehkan syari. Atau ia menuduh suaminya dengan tuduhan-tuduhan dengan maksud untuk menjelekkannya dan merusak kehormatannya sehingga nama suaminya jelek di mata orang lain. Bentuk serupa adalah apabila seorang istri meminta di thalaq atau di khulu (dicerai) tanpa sebab syari. Atau ia mengaku-aku telah dianiaya atau didhalimi suaminya atau yang semisal dengan itu.

Permintaan cerai biasanya diawali dengan pertengkaran antara suami dan istri karena ketidakpuasan sang istri terhadap kebaikan dan usaha sang suami. Atau yang lebih menyedihkan lagi bila hal itu dilakukannya karena suaminya berusaha mengamalkan syariat-syariat Allah subhanahu wa taala dan sunnah-sunnah Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam. Sungguh jelek apa yang dilakukan istri seperti ini terhadap suaminya. Ingatlah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :
“Wanita mana saja yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syari, pent.) maka haram baginya wangi Surga.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi )

Bentuk kedurhakaan kedua yang dilakukan para istri terjadi dalam hal perbuatan yaitu ketika seorang istri tidak mau melayani kebutuhan seksual suaminya atau bermuka masam ketika melayaninya atau menghindari suami ketika hendak disentuh dan dicium atau menutup pintu ketika suami hendak mendatanginya dan yang semisal dengan itu.

Termasuk dari bentuk ini ialah apabila seorang istri keluar rumah tanpa izin suaminya walaupun hanya untuk mengunjungi kedua orang tuanya. Yang demikian seakan-akan seorang istri lari dari rumah suaminya tanpa sebab syari. Demikian pula jika sang istri enggan untuk bersafar (melakukan perjalanan) bersama suaminya, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya, berjalan di tempat umum dan pasar-pasar tanpa mahram, bersenda gurau atau berbicara lemah-lembut penuh mesra kepada lelaki yang bukan mahramnya dan yang semisal dengan itu.

Bentuk lain adalah apabila seorang istri tidak mau berdandan atau mempercantik diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal itu, melakukan puasa sunnah tanpa izin suaminya, meninggalkan hak-hak Allah seperti shalat, mandi janabat, atau puasa Ramadlan.

Maka setiap istri yang melakukan perbuatan-perbuatan seperti tersebut adalah istri yang durhaka terhadap suami dan bermaksiat kepada Allah subhanahu wa taala.

Jika kedua bentuk kedurhakaan ini dilakukan sekaligus oleh seorang istri maka ia dikatakan sebagai istri yang durhaka dengan ucapan dan perbuatannya.

Sungguh merugi wanita yang melakukan kedurhakaan ini. Mereka lebih memilih jalan ke neraka daripada jalan ke Surga karena memang biasanya wanita yang melakukan kedurhakaan-kedurhakaan ini tergoda oleh angan-angan dan kesenangan dunia yang menipu.

Ketahuilah wahai saudariku Muslimah …….. jalan menuju Surga tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga nan indah, melainkan dipenuhi dengan rintangan-rintangan yang berat untuk dilalui oleh manusia kecuali orang-orang yang diberi ketegaran iman oleh Allah. Tetapi ingatlah di ujung jalan ini ada Surga yang Allah sediakan untuk hamba-hamba-Nya yang sabar menempuhnya.

Ketahuilah pula bahwa jalan menuju neraka memang indah, penuh dengan syahwat dan kesenangan dunia yang setiap manusia tertarik untuk menjalaninya. Tetapi ingat dan sadarlah bahwa neraka menanti orang-orang yang menjalani jalan ini dan tidak mau berpaling darinya semasa ia hidup di dunia.

Hanya wanita yang bijaksanalah yang mau bertaubat kepada Allah dan meminta maaf kepada suaminya dari kedurhakaan-kedurhakaan yang pernah ia lakukan. Ia akan kembali berusaha mencintai suaminya dan sabar dalam mentaati perintahnya. Ia mengerti nasib di akherat dan bukan kesengsaraan didunia ia takuti dan tangisi.

Tabarruj

Yang dimaksud dengan tabarruj ialah seorang wanita yang menampakkan perhiasannya dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang seharusnya wajib untuk ditutupi dari hal-hal yang dapat menarik syahwat lelaki
Hal ini kita dapati pada sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang dikarenakan minimnya pakaian mereka dan tipisnya bahan kain yang dipakainya. Yang demikian ini sesuai dengan komentar Ibnul ‘Abdil Barr rahimahullah ketika menjelaskan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tersebut. Ibnul ‘Abdil Barr menyatakan : “Wanita-wanita yang dimaksudkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah yang memakai pakaian yang tipis yang membentuk tubuhnya dan tidak menutupinya, maka mereka adalah wanita-wanita yang berpakaian pada dhahirnya dan telanjang pada hakikatnya … .”

Mereka adalah wanita-wanita yang hobi menampakkan perhiasan mereka, padahal Allah subhanahu wa taala telah melarang hal ini dalam firman-Nya :
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka.” (An Nur : 31)

Imam Adz Dzahabi rahimahullah menyatakan : “Termasuk dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan mereka dilaknat ialah menampakkan hiasan emas dan permata yang ada di dalam niqab (tutup muka/kerudung) mereka, memakai minyak wangi dengan misik dan yang semisalnya jika mereka keluar rumah … .”

Dengan perbuatan seperti ini berarti mereka secara tidak langsung menyeret kaum pria ke dalam neraka, karena pada diri kaum wanita terdapat daya tarik syahwat yang sangat kuat yang dapat menggoyahkan keimanan yang kokoh sekalipun. Terlebih bagi iman yang lemah yang tidak dibentengi dengan ilmu Al Quran dan As Sunnah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri menyatakan di dalam hadits yang shahih bahwa fitnah yang paling besar yang paling ditakutkan atas kaum pria adalah fitnahnya wanita.

Sejarah sudah berbicara bahwa betapa banyak tokoh-tokoh legendaris dunia yang tidak beriman kepada Allah subhanahu wa taala hancur karirnya hanya disebabkan bujuk rayu wanita. Dan berapa banyak persaudaraan di antara kaum Mukminin terputus hanya dikarenakan wanita. Berapa banyak seorang anak tega dan menelantarkan ibunya demi mencari cinta seorang wanita, dan masih banyak lagi kasus lainnya yang dapat membuktikan bahwa wanita model mereka ini memang pantas untuk tidak mendapatkan wanginya Surga.

Hanya dengan ucapan dan rayuan seorang wanita mampu menjerumuskan kaum pria ke dalam lembah dosa dan hina terlebih lagi jika mereka bersolek dan menampakkan di hadapan kaum pria. Tidak mengherankan lagi jika di sana-sini terjadi pelecehan terhadap kaum wanita , karena yang demikian adalah hasil perbuatan mereka sendiri.

Wahai saudariku Muslimah … . Hindarilah tabarruj dan berhiaslah dengan pakaian yang Islamy yang menyelamatkan kalian dari dosa di dunia ini dan adzab di akhirat kelak.

Allah subhanahu wa taala berfirman :
“Dan tinggallah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyyah pertama dahulu.” (Al Ahzab : 33)

Masih banyak sebab-sebab lainnya yang mengantarkan wanita menjadi mayoritas penduduk neraka. Tetapi saya hanya mencukupkan tiga sebab ini saja karena memang tiga model inilah yang sering kita dapati di dalam kehidupan masyarakat negeri kita ini.

Saudariku Muslimah … .

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah menuntunkan satu amalan yang dapat menyelamatkan kaum wanita dari adzab neraka. Ketika beliau selesai khutbah hari raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala dan anjuran untuk mentaati-Nya. Beliau pun bangkit mendatangi kaum wanita, beliau menasehati mereka dan mengingatkan mereka tentang akhirat kemudian beliau bersabda :
“Bershadaqahlah kalian! Karena kebanyakan kalian adalah kayu bakarnya Jahanam!” Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, iapun bertanya : “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab : “Karena kalian banyak mengeluh dan kalian kufur terhadap suami!” (HR. Bukhari)

Bershadaqahlah! Karena shadaqah adalah satu jalan untuk menyelamatkan kalian dari adzab neraka. Semoga Allah subhanahu wa taala menyelamatkan kita dari adzabnya. Amin.

Maraji :
- Al-insyirah fi adabin nikah
- Terjemahan kitab an nusyuz (download)
- Jilbab al mar atul muslimah
- At - tadzkirah
- tanwirul hawalik (download)




Dikirim pada 01 April 2009 di ruang muslimah

Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.


Dalam Al Quran banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Di antaranya Allah Subhanahu wa Taala berfirman :

“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)

“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)

Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Taala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Quran yang mulia, di antaranya :

“Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23)

“Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56)

“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58)

“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :

“ … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu anhu )

Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :

Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Di antara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” ( Shahih Al Jami nomor 1557)

Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?

Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.

Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :
Bertakwa.
Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.
Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
Gemar membaca Al Quran dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
Menghidupkan amar maruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
Berbakti kepada kedua orang tua.
Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.
Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga di sadur dari kitab Majmu Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah . Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Taala berfirman :

“ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa : 13)


Dikirim pada 01 April 2009 di ruang muslimah



Rendah hati mungkin adalah sebuah kata yang hampir hilang dari perbendaharaan bahasa kita. Hampir setiap hari kita mendengar atau menyaksikan betapa kita, menunjukkan arogansi kekuasaan atau kekayaan, kehebatan yang kita miliki. Saya memilik seorang sahabat yang sangat rendah hati, dia selalu menyapa setiap orang tanpa melihat status sosial, dia mau mengulurkan tangan untuk siapa saja disekelilingnya tanpa rasa malu atau gengsi, dia melakukan dengan sikap rendah hati.

Kerendahanhati merupakan salah satu indikator dari tingginya kecerdasan spiritual seseorang. Seorang yang tidak bisa menunjukkan sikap atau karakter rendah hati, berarti belum mencapai kedamaian dengan dirinya. Dari hasil riset yang dilakukan oleh Gay Hendrick, PhD dan Kate Ludeman, PhD terhadap 800-an manajer perusahaan yang mereka tangani selama 25 tahun, salah satu kesimpulannya adalah bahwa para pemimpin yang berhasil membawa perusahaan atau organisasinya ke puncak kesuksesan biasanya adalah orang yang memiliki integritas, mampu menerima kritik, rendah hati, dan mengenal dirinya dengan baik. Para pemimpin yang sukses ini ternyata memiliki kecerdasan spiritual yang jauh lebih tinggi dari manusia rata-rata. Mereka justru adalah manusia yang rendah hati.

Sayangnya, tidak semua orang mengerti bahwa rendah hati dan low-profile itu identik dg kemajuan dan progressifitas. karena itu, tidak jarang kita salah memahami logika realitas kehidupan. bagi yg berpendidikan rendah itu dapat dipahami, tapi agak aneh kalau sudah berpendidikan tinggi masih tidak bisa bersikap rendah hati.

Pribadi yang rendah hati biasanya justru memandang bahwa orang lain sebagai ciptaan Tuhan memiliki keunikan dan keistimewaan, sehingga dia senantiasa membuat orang lain merasa penting. Karena sesungguhnya setiap pribadi adalah istimewa. Setiap orang adalah spesial, unik, dan berhak untuk dihargai. Manusia adalah pribadi yang harus diperlakukan khusus. Manusia adalah makhluk yang sangat sensitif. Jika kita meragukan hal ini, lihat diri kita sendiri dan perhatikan betapa mudahnya kita merasa disakiti atau tersinggung.

Apa tanda orang yg tidak rendah hati? beberapa hal ini bisa dijadikan tolok ukur: Tidak menerima kritikan walaupun konstruktif. ketika menerima kritik hal pertama yg dilakukan adalah menolak dan mencari alasan apologetik untuk menutupi kelemahannya; tidak mau menerima kelebihan yg dimiliki orang lain. idealnya, setiap kelebihan positif yg dimiliki orang lain hendaknya dikagumi. Mengagumi kelebihan orang lain akan membuat kita terobsesi untuk meneladani.

Orang yang Rendah hati akan membahagiakan hati sesama. Kalau dia seorang bapak, keluarganya akan menghormatinya dengan tulus. Kalau seorang ibu, anak-anaknya tentu akan senantiasa merindukan. Kalau seorang pemimpin, tentu akan menginspirasi hati sekalian rakyatnya.Mari kita belajar rendah hati, dgn cara mengagumi dan mengapresiasi kelebihan rekan2 kita yg tidak kita miliki.

Jika apa yang anda pikirkan mengenai orang lain berubah, maka sikap dan tindakan mereka terhadap anda juga akan berubah. Karena manusia sangat sensitif satu sama lain dalam banyak hal, kita biasanya sangat peka terhadap apa yang dipikirkan oleh satu sama lainnya. Jika hubungan kita dengan isteri/suami, teman, rekan bisnis, rekan kerja atau orang tua kita tidak sebagaimana kita harapkan, cobalah lihat lebih jauh ke dalam pikiran kita apa yang sesungguhnya kita pikirkan saat ini tentang orang tersebut. Orang seperti apa (suami/isteri, sahabat, rekan) yang kita ciptakan dalam bawah sadar kita. Kita pasti memiliki hal-hal atau gambaran yang sangat negatif atau jelek tentang seseorang tersebut.

Salah satu ciri kerendahan hati adalah mau mendengar pendapat, saran dan menerima kritik dari orang lain. Sering dikatakan bahwa Tuhan memberi kita dua buah telinga dan satu mulut, yang dimaksudkan agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kadang-kadang hanya dengan mendengarkan saja kita dapat menguatkan orang lain yang sedang dilanda kesedihan atau kesulitan. Dengan hanya mendengar, kita dapat memecahkan sebagian besar masalah yang kita hadapi. Mendengar juga berarti mau membuka diri dan menerima, suatu sifat yang menggambarkan kerelaan untuk menerima kelebihan dan kekurangan orang lain maupun diri kita sendiri.

Ada peribahasa Jawa yang mengatakan : ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, lan sugih tanpa bondo. Artinya menyerang tanpa pasukan, menang tanpa harus menindas dan kaya tanpa harta. Filosofi yang terkandung di dalamnya menunjukkan kerendahan hati yang sangat dalam. Dalam mengkritik atau memenangkan suatu persaingan kita tidak perlu menunjukkan kehebatan maupun memamerkan apa yang kita miliki, bahkan ketika kita menang sekalipun tidak ada rasa pamer atau kesombongan yang terlihat.

ciri manusia rendah hati lainya adalah senantiasa berani mengakui kesalahan dan meminta maaf jika melakukan kesalahan atau menyinggung perasaan orang lain. Manusia rendah hati adalah manusia yang sangat peduli dengan perasaan orang lain. Bedakan dengan mereka yang senantiasa peduli dengan apa yang dikatakan orang lain. Orang seperti ini bukan rendah hati, tetapi rendah diri atau tidak memiliki rasa percaya diri, sehingga dia selalu khawatir dengan apa yang akan dipikirkan atau dikatakan orang lain tentang dirinya.

Bayangkan kalau ada orang yang rendah hati, menghormati sesama, dan suka melayani. Tidakkah hati Anda menyukai dan terkesan dengan keikhlasannya? memang tidak mudah untuk selalu rendah hati dan memilih hidup melayani. Apalagi kalau terjebak pada dorongan biologis dan egoisme semata. Maunya justru dilayani.

Rendah hati pada hakekatnya bermakna kesadaran akan keterbatasan kemampuan diri, jauh dari kesempurnaan dan terhindar dari setiap bentuk keangkuhan.Rendah hati akan mendorong terbentuknya sikap realistis, mau membuka diri untuk terus belajar, menghargai pendapat orang lain, menumbuh kembangan sikap tenggang rasa, serta mewujudkan kesederhanaan, penuh rasa syukur dan iklas di dalam mengemban hidup ini.

Rendah hati bukan berarti merendahkan diri dan menutup diri melainkan secara aktif mendengarkan, berbagi, dan berempati sehingga terjalin hubungan harmonis dua arah. Dia dapat menyesuaikan kondisi emosi dan egonya untuk menempati kondisi emosi dan ego teman bicaranya sehingga sang teman merasa didengarkan dan dihargai.

Sikap rendah hati bukan akan membuat kita jatuh martabat, sebaliknya, malah akan membuat kita naik. Naik kredibilitas, naik martabat, dan yg lebih penting lagi, naik kemampuan dan meningkat kemajuan kita. dengan bersikap rendah hati kita melakukan penabungan dalam bank emosi kita.

"Sikap rendah hati bukan akan membuat kita jatuh martabat, sebaliknya, malah akan membuat kita Terangkat "




Dikirim pada 01 April 2009 di muhasabah
27 Mar

Suatu ketika Seorang bayi siap untuk dilahirkan. menjelang diturunkan, si bayi bertanya kepada Tuhan :


" Para malaikat disini mengatakan besok Engkau akan mengirimkanku ke dunia, tetapi bagaimana cara hidup disana ? saya begitu kecil dan lemah. " kata sibayi


Tuhan menjawab :" AKU telah memilih satu malaikat untukmu. ia akan menjaga dan mengasihimu.


"Tapi disyurga apa yang saya lakukan hanya tertawa dan bernyanyi ini cukup bagi saya untuk bahagia." Demikian Kata Sibayi.


Tuhanpun menjawab :" Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih bahagia."


Sibayipun bertanyan lagi :" dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara pada-Mu.


sekali lagi Tuhan menjawab :" Malaikat mu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa."


sibayipun masih belum puas. iapun bertanya lagi :" saya mendengar bahwa dibumi banyak orang jahat siapa yang akan melindungi saya ?"


dengan penuh kesabaran Tuhanpun menjawab :" malaikatmu akan melindungi dengan taruhan jiwa nya sekalipun.


sibayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya :" tapi saya akan bersedih tidak melihat ENGKAU lagi."


dan Tuhanpun menjawab :" malaikatmu akan menceritakan padamu tentang AKU dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-KU walaupun sesungguhnya AKU selalu berada disisimu."


saat itu syurga begitu tenangnya. sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan Sang anak dengan suara lirih bertanya :" Tuhan jika saya harus pergi sekarang bisakah ENGKAU memberitahuku siapa nama malaikat dirumahku nanti ?"


Diam sejenakk.................................. akhirnya Tuhanpun menjawab :" kau dapat memanggil malaikatmu "IBU"


kenanglah ibu yang selalu menyayangimu. untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi. ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan 2 selimut membaluti tubuhmu. ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu dan ingatkah engkau ketika airmata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit ?


anakku... sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu dirumah tempat kau dilahirkan.


anakku.....kembalilah mohon maaf pada ibumu yang selalu rindu pada senyummu.


anakku.... jangan biarkan engkau kehilangan saat saat yang akan kau rindukan dimasa datang ketika ibumu telah tiada. tak ada lagi yang berdiri didepan pintu menyambut kita.


tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia


yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya


yang ada hanyalah baju yang digantung dilemari kamarnya


tak ada lagi dan tak akan pernah ada lagi yang meneteskan airmata, mendoakanmu disetiap hembusan nafasnya.


anakku... ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya.


kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya.


Ibu .... maafkan aku sampai kapanpun jasamu tak terbalaskan...........................




******


bilaku ingat.... masa kecilku ku selalu menyusahkanmu....


bilaku ingat.... masa kecilku ku selalu mengecewakanmu.....


banyak sekali pengorbanmu yang kau berikan padaku....


tanpa letih dan tanpa pamrih kau berikan semua itu....


engkaulah yang ku kasihi.... engkaulah yang kurindu.....


kuharap selalu doamu dari driimu ya ibu.....


tanpa doamu takkan ku raih


tanpa doamu takkan ku capai segala cinta & segala keinginan dari dirku ya ibu.................




Dikirim pada 27 Maret 2009 di muhasabah



Suatu ketika, Muadz bin Jabal ra menghadap Rasulullah saw dan bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: "Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris." (QS An-Naba:18)"

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris." Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut.....

Barisan Pertama

Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedua

Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Ketiga

Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. "Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Keempat

Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. "Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kelima

Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. "Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Keenam

Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. "Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Ketujuh

Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. "Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedelapan

Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. "Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesembilan

Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. "Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesepuluh

Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. "Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesebelas

Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. "Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedua Belas

Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: "Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih..."

Semoga kita semua di saf yang Ke-12 yang mendapat rahmat dari Allah SWT. Amin...


Dikirim pada 25 Maret 2009 di muhasabah



Namaku Arden. Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. "Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut. "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan" Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?

Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?". Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan untukmu, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok." Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan coret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan. ...

"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya kembali.

"Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya."

"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika kamu pulang".

"Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu. "

"Kamu selalu pegal-2 pada waktu teman baikmu datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal."

"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi aneh Dan aku harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami hari ini."

"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu."

"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu".

"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku."

"Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. "

"Untuk itu, sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Sayang, aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu. "

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya kembali.

"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawabanmu."

"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.".

Saya segera berlari dan membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.

Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".

Sumber : Kiriman email dari teman






Dikirim pada 25 Maret 2009 di ruang muslimah


" Wanita itu ibarat buku yang dijual di toko buku. " Kata ukhti liana, teman pengajianku

Ia melanjutkan ceritanya "Begini asosiasinya.. di suatu toko buku, banyak pengunjung yang datang untuk melihat-lihat buku. Tiap pengunjung memiliki kesukaan yang berbeda-beda. Karena itulah para pengunjung tersebar merata di seluruh sudut ruangan toko buku. Ia akan tertarik untuk membeli buku apabila ia rasa buku itu bagus, sekalipun ia hanya membaca sinopsis ataupun referensi buku tersebut. Bagi pengunjung yang berjiwa pembeli sejati, maka buku tersebut akan ia beli. Tentu ia memilih buku yang bersampul, karena masih baru dan terjaga. Transaksi di kasirpun segera terjadi. "

"iya, terus teh ..?" kataku dan teman-teman, dibuat penasaran olehnya.

"Nah, bagi pengunjung yang tidak berjiwa pembeli sejati, maka buku yang ia rasa menarik, bukannya ia beli, justru ia mencari buku dengan judul sama tapi yang tidak bersampul. Kenapa? Kerena untuk ia dibaca saat itu juga. Akibatnya, buku itu ada yang terlipat, kusam, ternoda oleh coretan, sobek, baik sedikit ataupun banyak. Bisa jadi buku yang tidak tersampul itu dibaca tidak oleh seorang saja. Tapi mungkin berkali-kali, dengan pengunjung yang berbeda tetapi berjiwa sama, yaitu bukan pembeli sejati alias pengunjung iseng yang tidak bertanggung jawab. Lama kelamaan, kasianlah buku itu, makin kusam hingga banyak yang enggan untuk membelinya" Ceritanya

"Wanita itu ibarat buku. Jika ia tersampul dengan jilbab, maka itu adalah ikhtiar untuk menjaga akhlaknya. Lebih-lebih kalau jilbab itu tak hanya untuk tampilannya saja, tapi juga menjilbabkan hati.. Subhanallah..!

Pengunjung yang membeli adalah ibarat suami, laki-laki yang telah Allah siapkan untuk mendampinginya menggenapkan ½ dienNya. Dengan gagah berani dan tanggung jawab yang tinggi, ia bersedia membeli buku itu dengan transaksi di kasir yang diibaratkan pernikahan. Bedanya, Pengunjung yang iseng, yang tidak berniat membeli, ibarat laki-laki yang kalau zaman sekarang bisa dikatakan suka pacaran. Menguak-nguak kepribadian dan kehidupan sang wanita hingga terkadang membuatnya tersakiti, merintih dengan tangisan, hingga yang paling fatal adalah ternodai dengan free-sex. Padahal tidak semua toko buku berani menjual buku-bukunya dengan fasilitas buku tersampul. Maka, tentulah toko buku itu adalah toko buku pilihan. Ia ibarat lingkungan, yang jika lingkungan itu baik maka baik pula apa-apa yang ada didalamnya. " katanya lagi

"wah, kalau begitu jadi wanita harus hati-hati ya..!. " celetuk salah satu temanku.

"Hmm, .apakah apapun di dunia ini bakal dapet yang seimbang ya, teh? Kayak itu deh, buku yang tersampul dibeli oleh pembeli yang bertanggung jawab. Itukan perumpamaan Wanita yang baik dan terjaga akhlaknya juga dapat laki-laki yang baik, bahkan insyallah mapan, sholeh, pokoknya yang baik-baik juga. Gitu ya, teh?" kata temanku.

" Benar, Seperti janji Allah SWT, "Wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanit yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (An-Nur:26). Dan, hanya Allah yang tak menyalahi janji. " penjelasan nya.

Sumber : Era Muslim
*************

Menjadi wanita adalah amanah. Bukan amanah yang sementara. Tapi amanah sepanjang usia ini ada. Pun menjadi wanita baik itu tak mudah. Butuh iman dan ilmu kehidupan yang seiring dengan pengalaman.

Benar. Menjadi wanita adalah pilihan. Bukan aku yang memilihnya, tapi KAU yang memilihkannya untukku. Aku tahu, Allah penggenggam segala ilmu. Sebelum Ia ciptakan aku, Ia pasti punya pertimbangan khusus, hingga akhirnya saat kulahir kedunia, Ia menjadikanku wanita. Aku sadar, tidak main-main Allah mengamanahkan ini padaku. Karena kutahu, wanita adalah makhluk yang luar biasa. Yang dari rahimnya bisa terlahir manusia semulia Rasulullah atau manusia sehina Firaun.

Kalau banyak orang lain merasa bangga menjadi wanita, karena wanita layak dipuja, karena wanita cantik memesona, karena wanita bisa dibeli dengan harta, karena wanita cukup menggoda, dan lain sebagainya, maka justru sebaliknya, dengan lantang aku berkata.. "aku malu menjadi wanita!"

Ya, Aku malu menjadi wanita, kalau faktanya wanita itu gampang diiming-iminggi harta dengan mengorbankan harga dirinya. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita itu sebagai sumber maksiat, memikat, hingga mengajak pada jalan sesat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata dari pandangan dan suara wanita yang tak terjaga sanggup memunculkan syahwat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata tindak tanduk wanita sanggup membuahkan angan-angan bagi pria. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita tak sanggup jadi ibu yang bijak bagi anaknya dan separuh hati mendampingi perjuangan suaminya.

Sungguh, aku malu menjadi wanita yang tidak sesuai dengan fitrahnya. Ya, Aku malu jika sekarang aku belum menjadi sosok wanita yang seperti Allah harapkan. Aku malu, karena itu pertanda aku belum amanah terhadap titipan Allah ini. Entahlah, sampai saat ini , saat dimana umur masih dikandung badan ini aku sudah menjadi wanita macam apa. Aku malu.. Bahkan malu ini berbuah ketakutan, kalau-kalau pada hari akhir nanti tak ada daya bagiku untuk mempertanggungjawabkan ini semua.

Padahal, setahuku dari Bunda Khadijah, Aisyah dan Fatimah, wanita itu makhluk yang luar biasa, penerus kehidupan. Dari kelembutan hatinya, ia sanggup menguak gelapnya dunia, menyinari dengan cinta. Dari kesholehan akhlaknya, ia sanggup menjaga dunia dari generasi-generasi hina dengan mengajarkannya ilmu dan agama. Dari kesabaran pekertinya, ia sanggup mewarnai kehidupan dunia, hingga perjuangan itu terus ada.

Allah, maafkan aku akan kedangkalan ilmuku dan rendahnya tekadku. Aku berlindung pada-Mu dari diriku sendiri. Bantu aku Rabb, untuk tak lagi menghadirkan kelemahan-kelemahan diri saat aku ada di dunia-Mu. Hingga kelak aku akan temui-Mu dalam kebaikan akhlak yang kuusahakan. Ya, wanita sholehah.."



Dikirim pada 25 Maret 2009 di curhat


Memakai jilbab, untuk saat ini dan di negara ini, bukanlah berarti sebuah pengilmuan akan agama. Dulu aku pernah beranggapan bahwa seorang yang memakai jilbab adalah orang yang akan berusaha mempertahankan jilbabnya disebabkan proses pemakaian jilbab itu sendiri membutuhkan pergulatan di hati yang membuncah-buncah dan penuh derai air mata. Tapi sayangnya, makin bertambah usiaku, maka berubah pula anggapan itu disebabkan berbagai kenyataan yang kutemui.

Aku baru menyadari ada sebagian wanita yang menggunakan jilbab hanya karena sekedar disuruh atau diwajibkan oleh orang tua, tempat belajar atau tempatnya bekerja. Jika telah keluar dari ‘aturan’ itu, maka lepas pula jilbab yang menutupi kepalanya. Mungkin karena itulah kain-kain itu tidak menutup secara benar kepala dan dada mereka.

Sebagian lagi, memakai jilbab karena pada saat itu, jilbab terasa pas untuk dipakai dan lebih menimbulkan kesan ‘gaya’ dan kereligiusan agama. Apalagi jika diberi pernak-pernik di sana-sini. Jilbab yang seharusnya menutup keindahan wanita tersebut malah justru menambah keindahan itu sendiri. Ditambah lagi kesan agamis yang terasa nyaman di hati.

Aku juga pernah berpikir dan bertanya-tanya, bahwa orang-orang memakai cadar dan berjilbab lebar apakah tidak kepanasan dengan seluruh atributnya? Apakah tidak repot jika hendak keluar dimana mereka harus memakai seluruh kain panjang tersebut? Mulai dari baju, jilbab yang lebar, masih harus ditambah memakai kaus kaki! Ah! Dan di balik jilbab itu, ternyata masih ada jilbab lagi! Dan… apakah mereka bisa melihat dari balik cadar yang menutup matanya?

Untuk yang satu ini, waktu tidak cukup untuk menjawab semua pertanyaan itu. Karena butuh pengetahuan lain yang merasuk ke dalam hati untuk mendapatkan jawabannya. Pengetahuan akan indahnya Islam dengan segala pengaturan yang diberikan oleh Allah. Pengetahuan akan surga yang begitu indah dan damai dengan segala kenikmatannya. Pengetahuan bahwa surga tidak akan tercium oleh wanita yang mengumbar-umbar aurat di depan khalayak. Pengetahuan bahwa penghuni neraka yang paling banyak adalah wanita. Ternyata kerepotan itu bukanlah kerepotan, melainkan sebuah usaha. Usaha dari seorang wanita muslimah untuk menggapai surga-Nya. Untuk bersanding dengan suaminya ditemani dengan bidadari cantik lainnya. Panas dari jilbab itu bukanlah rasa panas yang menyesakkan pikiran dan dada. Akan tetapi hanya sepercik penguji jiwa yang dapat meluruhkan dosa-dosa kecil dari seorang insan wanita. Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa setiap kesusahan yang dialami muslim merupakan peluruh bagi dosa-dosanya.

Maka… hatiku kini pedih… Ketika kemarin melihat saudariku yang lain, seiring dengan berjalannya waktu, kini telah membuka jilbabnya. Sempat kutanyakan, “Di mana jilbabnya?”
Ia menjawab, “Tidak sempat kupakai.”

Aih… waktu kutanyakan itu, memang pada saat dimana orang-orang sibuk menyelamatkan dirinya dikarenakan bencana alam. Aku hanya terdiam mendengar jawaban itu. Ah… mungkin karena sangat terkejutnya sehingga tidak sempat berbalik lagi untuk mengambil jilbab.

Tapi hari ini… kutemukan dia sudah menanggalkan jilbabnya. Bahkan tak tersisa sedikitpun jejak bahwa ia pernah memakai jilbab. Kini ia telah bercelana pendek dengan pakaian yang pendek pula. Sesak rasanya dada ini. Tetapi belum ada daya dari diriku untuk bertanya lagi tentang sebuah kain yang menutupi kepala dan dadanya. Masih tersisa di benakku, jika seseorang yang menggunakan jilbab melepas jilbabnya… maka habislah sudah… karena perenungan dan pergulatan hati itu kini telah dikalahkan oleh hawa nafsu. Perenungan yang pernah mendapatkan kemenangan dengan dikenakannya jilbab itu kini justru bahkan tak mau diingat. Hanya kepada Allah-lah aku mengadu dan memohonkan hidayah itu agar tetap ada bersamaku dan kembali ditunjukkan kepadanya.

Saudariku… kuingin meraih surga bersamamu. Maka, saat ini aku hanya bisa berdoa. Semoga kita bertemu disyurga kelak. amin


*Semoga Allah menjadikan hati-hati kita bersatu dan bersih dari sifat dengki, hasad, dan merasa lebih baik dari orang lain*






Dikirim pada 25 Maret 2009 di curhat

Saudariku.... ijinkan ku tuk melanjutkan suratku buatmu....



Adapun secara ringkas, jilbab wanita muslimah mempunyai beberapa persyaratan, yaitu:

1. Menutup seluruh badan

Adapun wajah dan telapak tangan maka para ulama berselisih pendapat. Sebagian ulama menyatakan wajib untuk ditutup dan sebagian lagi sunnah jika ditutup. Syekh Muhammad Nasiruddin Al Albani dalam buku nya Jilbab al Mar’ah al Muslimah fil Kitabi wa Sunnah pendapat sunnah. Masing-masing pendapat berpijak pada dalil sehingga kita harus bisa bersikap bijak. Yang mengambil pendapat sunnah maka tidak selayaknya memandang saudara kita yang mengambil pendapat wajib sebagai orang yang ekstrim, berlebih-lebihan atau sok-sokan karena pendapat mereka berpijak pada dalil. Adapun yang mengambil pendapat wajib maka tidak selayaknya pula memandang saudara kita yang mengambil pendapat sunnah sebagai orang yang bersikap meremehkan dan menyepelekan sehingga meragukan kesungguhan mereka dalam bertakwa dan berittiba’ (mengikuti) sunnah nabi. Pendapat mereka juga berpijak pada dalil.

*Semoga Allah menjadikan hati-hati kita bersatu dan bersih dari sifat dengki, hasad, dan merasa lebih baik dari orang lain*

2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan
3. Kainnya harus tebal dan tidak tipis
4. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak dapat menggambarkan bentuk tubuh
5. Tidak diberi wewangian atau parfum
6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
8. Bukan libas syuhrah (pakaian untuk mencari popularitas)

“BERAT!
Rambutku kan bagus! Kenapa harus ditutup? Lagi pula kalau ditutup bisa pengap, nanti kalau jadi rontok gimana?”

“RIWEH!
Harus pakai kaus kaki terus. Kaus kaki kan cepet kotor, males nyucinya!”


“Baju yang kaya laki-laki ini kan baju kesayanganku! Ini style ku! Kalau pake rok jadi kaya orang lain. I want to be my self! Kalau pakai bajunya cewek RIBET! Gak praktis dan gak bisa leluasa!”


Saudariku,
Sesungguhnya setan tidak akan membiarkan begitu saja ketika kita hendak melakukan ketaatan kecuali dia akan membisikkan kepada kita ketakutan dan keragu-raguan sehingga kita mengurungkan niat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Iblis menjawab: Karena Engkau telah menjadikanku tersesat, maka aku benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka, belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka, sehingga Engkau akan mendapati kebanyakan mereka tidak bersyukur.” (Qs. Al A’raf: 16-17)

Ibnu Qoyyim berkata “Apabila seseorang melakukan ketaatan kepada Allah, maka setan akan berusaha melemahkan semangatnya, merintangi, memalingkan, dan membuat dia menunda-nunda melaksanakan ketaatan tersebut. Apabila seorang melakukan kemaksiatan, maka setan akan membantu dan memanjangkan angan dan keinginannya.”

Mungkin setan membisikkan
“Dengan memakai jilbab, maka engkau tidak lagi terlihat cantik!”

Sebentar!
Apa definisi cantik yang dimaksud?
Apa dengan dikatakan “wah…”, banyak pengagum dan banyak yang nggodain ketika kita jalan maka itu dikatakan cantik?

Sungguh!
Kecantikan iman itu mengalahkan kecantikan fisik.Mari kita lihat bagaimana istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shohabiyah! Apa yang menyebabkan mereka menduduki tempat yang mulia? Bukan karena penampilan dan kecantikan, tetapi karena apa yang ada di dalam dada-dada mereka. Tidakkah kita ingin berhias sebagaimana mereka berhias? Sibuk menghiasi diri dengan iman dan amal sholeh.

Wahai saudariku,
Seandainya fisik adalah segala-galanya, tentu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan memilih wanta-wanita yang muda belia untuk beliau jadikan istri. Namun kenyataannya, istri-istri nabi adalah janda kecuali Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Atau… mungkin setan membisikkan
“Dengan jilbab akan terasa panas dan gerah!”

Wahai saudariku,
Panasnya dunia tidak sebanding dengan panasnya api neraka. Bersabar terhadapnya jauh lebih mudah dari pada bersabar terhadap panasnya neraka. Tidakkah kita takut pada panasnya api neraka yang dapat membakar kulit kita? Kulit yang kita khawatirkan tentang jerawatnya, tentang komedonya, tentang hitamnya, tentang tidak halusnya?

Wahai saudariku,
Ketahuilah bahwa ketaatan kepada Allah akan mendatangkan kesejukan di hati. Jika hati sudah merasa sejuk, apalah arti beberapa tetes keringat yang ada di dahi.Tidak akan merasa kepanasan karena apa yang dirasakan di hati mengalahkan apa yang dialami oleh badan.

Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala Semoga Allah memudahkan nafsu kita untuk tunduk dan patuh kepada syariat.

“Riweh pake kaus kaki.”
“Ribet pake baju cewek.”
“Panas! Gerah!”



Saudariku…
Semoga Allah memudahkan kita untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan meski nafsu kita membencinya.Setiap ketaatan yang kita lakukan dengan ikhlas, tidak akan pernah sia-sia. Allah akan membalasnya dan ini adalah janji Allah dan janji-Nya adalah haq.

“Celana bermerk kesayanganku bagaimana?”
“Baju sempit itu?”
“Minyak wangiku?”


Saudariku…
Semoga Allah memudahkan kita untuk meninggalkan apa saja yang Allah larang meski nafsu kita menyukainya. Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Semoga Allah memudahkan kita untuk bersegera dalam ketaatan, Meneladani para shohabiyah ketika syariat ini turun, mereka tidak berfikir panjang untuk segera menutup tubuh mereka dengan kain yang ada.

Saudariku,
Jadi bukan melulu soal penampilan! Bahkan memamerkan dengan menerjang aturan Robb yang telah menciptakan kita.

Tetapi…
Mari kita sibukkan diri berhias dengan kecantikan iman.Berhias dengan ilmu dan amal sholeh, Berhias dengan akhlak yang mulia. Hiasi diri kita dengan rasa malu! Tutupi aurat kita! Jangan pamerkan! Jagalah sebagaimana kita menjaga barang berharga yang sangat kita sayangi. Simpanlah kecantikannya, Simpan supaya tidak sembarang orang bisa menikmatinya! Simpan untuk suami saja, Niscaya ini akan menjadi kado yang sangat istimewa untuknya.

Saudariku,
Peringatan itu hanya bermanfaat bagi orang yang mau mengikuti peringatan dan takut pada Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya,
“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan takut kepada Robb Yang Maha Pemurah walau dia tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.” (QS. Yasin: 11)

Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mau mengikuti peringatan, Semoga Allah memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang takut pada Robb Yang Maha Pemurah walau kita tidak melihat-Nya, Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mendapat kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. Kita berlindung pada Allah dari hati yang keras dan tidak mau mengikuti peringatan. Kita berlindung pada Allah, Semoga kita tidak termasuk dalam orang-orang yang Allah firmankan dalam QS. Yasin: 10 (yang artinya):

“Sama saja bagi mereka apakah kami memberi peringatan kepada mereka ataukah kami tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.” (QS. Yasin: 10)







Dikirim pada 24 Maret 2009 di muhasabah


Wahai saudariku,
Kembalilah! Kembalilah dalam ketaatan sebelum terlambat! Kematian bisa datang kapan saja. Bukankah kita ingin meninggal dalam ketaatan? Bukankah kita tidak ingin meninggal dalam keadaan bermaksiat? Bukankah kita mengetahui bahwa Allah mengharamkan bau surga bagi wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang? Berpakaian tapi tidak sesuai dengan syariat maka itu hakekatnya berpakaian tetapi telanjang! Tidakkah kita rindu dengan surga?
Bagaimana bisa masuk jika mencium baunya saja tidak bisa?

Saudariku,
Apalagi yang menghalangi kita dari syari’at yang mulia ini? Kesenangan apa yang kita dapat dengan keluar dari syari’at ini? Kesenangan yang kita dapat hanya bagian dari kesenangan dunia. Lalu apalah artinya kesenangan itu jika tebusannya adalah diharamkannya surga (bahkan baunya) untuk kita?

Duhai…
Apa yang hendak kita cari dari kampung dunia? Apalah artinya jika dibanding dengan kampung akhirat? Mana yang hendak kita cari? Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala Semoga Allah menjadikan hati kita tunduk dan patuh pada apa yang Allah syariatkan. Dan bersegera padanya…

Saudariku,
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mensyariatkan kepada para muslimah untuk menutup tubuh mereka dengan jilbab.
Lalu jilbab seperti apa yang Allah maksudkan?

Jilbab kan modelnya banyak…

*Semoga Allah memberi hidayah padaku dan pada kalian untuk berada di atas ketaatan dan istiqomah diatasnya*

Iya, saudariku.
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui jilbab seperti apa yang Allah maksudkan dalam perintah tersebut supaya kita tidak salah sangka.
Sebagaimana kita ingin melakukan sholat subuh seperti apa yang Allah maksud, tentunya kita juga ingin berjilbab seperti yang Allah maksud.

“Ya… terserah saya! Mau sholat subuh dua rokaat atau tiga rokaat yang penting kan saya sholat subuh!”
“Ya… terserah saya! Mau pake jilbab model apa, yang penting kan saya pake jilbab!”

Mmm…
Tidak seperti ini kan?

(bersambung)





Dikirim pada 24 Maret 2009 di muhasabah

Distribusi normal manusia meninggal dunia (tahun)

Rata-rata manusia meninggal dunia antara usia 60 thn-70thn (mayoritas), Pukul rata manusia meninggal ± 65 th "Baligh: Start untuk seseorang di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia"
Laki-laki Baligh ± 15 tahun, Wanita Baligh ± 12 tahun



Usia Yang tersisa untuk kita beribadah kepada-Nya kita pukul rata dengan rumus:
MATI-BALIGH= sisa USIA……………..65-15= 50 tahun

12 jam siang hari 12 jam malam hari 24 jam satuhari satumalam
Gambaran kotornya: Mari kita tela�ah bersama………! Waktu kita tidur ± 8 jam/hari , Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam= 146000 jam=16 tahun7 bulan…………di bulatkan jadi 17 tahun Logikanya: Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis di gunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur dari dunia untuk selamanya………………………

Catatan: Yang lebih bermasalah lagi bagi mereka yang tumor alias tukang molor bisa jadi 12 jam/hari =25 tahun habis tertidur!!!

Hati-hati dengan penyakit "TUMOR"

Waktu aktivitas kita di siang hari ± 12 jam Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai aktivitas:18250 hari x12 jam=219000 jam=25 tahun

Aktivitas disiang hari: Ada yang bekerja, atau bercinta ada yang belajar atau mengajar, ada yang sekolah atau kuliah, ada yang makan sambil jalan-jalan ada pula yang gambling sambil maling… dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang tak pernah bisa disamaratakan satu dengan yang lain……..

Waktu aktivitas santai atau rilexsasi ± 4 jam Dalam 50 tahun waktu yang dipakai rileksasi 18250 hari x 4 jam= 73000 jam = 8 tahun

Realisasi rileksasi: biasanya nonton tv sambil minum kopi, ada pula yang belajar mati-matian/bikin contekan habis-habisan buat ujian (ayo ngaku .... ) atau mungkin dihabiskan termenung di buai khayalan…… (hmm.. ini yang terkena virus merah jambu ) 17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun Plus plos/Balance Tidur……Ngelembur…Nganggur .... ckckckckck....

Lalu kapan Ibadahnya??????

Padahal manusia diciptakan-Nya tiada lain dan tiada bukan untuk semua dan segalanya hanyalah beribadah kepada-Nya, karena satu hal yang pasti kita akan kembali ke alam hakiki ILLAHI!!!!!!!!!!!!!!!!!


coretan :
" Maut datang menjemput tak pernah bersahut Malaikat datang menuntut untuk merenggut Manusia tak kuasa untuk berbicara Tuhan Maha Kuasa atas Syurga dan Neraka"

Memang benar !!!!! kuliah itu ibadah, kalau niat kuliahnya untuk ibadah, lawong kita mah kuliah mau nyari ijazah, bakal nanti bekerja agar mudah mencari nafkah……………………

Memang benar!!!!!!!!! Bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana? Orang kita bekerja sikut sana sikut sini, banting tulang banting orang, tujuan utamanya cari uang buat beli barang-barang biar dipandang orang-orang…...

"jarang orang menolak untuk di puji dan di puja tatkala mereka berjaya

Pernah kita membaca bismillah saat hendak berangkat kuliah tapi sayang hanya sekedar pernah……………

Pernah kita berniat mulia saat hendak mencari nafkah, tapi semuanya terlupa ketika melihat gemerlapnya dunia…….

Lalu kapan ibadahnya??????????????

Oh mungkin saat sholat yang 5 waktu itu dianggap cukup………..! Karena kita pikir; sholat begitu besar pahalanya, sholat amalan yang dihisab paling pertama, sholat jalan untuk membuka pintu syurga……… Kenapa kita harus cukup kalau ibadah kita hanyalah sholat kita!!!!!!

Berapa sholat kita dalam 50 tahun?????? 1x sholat = ± 10 menit …..5x sholat ± 1 jam, Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai sholat=18250 hari x I jam =18250 jam= 2 tahun Kesimpulan: waktu yang kita manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun untuk sholat………… 2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita….itupun belum tentu sholat kita bermakna berpahala dan di terima...Dan sekiranya sholat kita selama 2 tahun berpahala rasa-rasanya tidak sebanding dengan perbuatan dosa-dosa kita selama 50 tahun; dalam ucap kata kita yang selalu dusta, baik yang terasa maupun yang di sengaja, dalam ucap kata kita yang selalu cerca terhadap orangtua, dalam harta kaya kita yang selalu kikir terhadap orang faqir, dalam setiap laku langkah kita yang selalu bergelimang dosa…………………………

Logika dari logikanya:
Bukan satu yang tidak mungkin kita umat di akhir jaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan balasan kelalaian…………………… Terlalu banyak waktu yang terbuang percuma selama manusia hidup di dunia dan semuanya itu akan menjadi bencana……………………..

Semakin banyak kita taburkan kebaikan, semakin besar hasil yang kita petik. istana disurga tidak akan dibangun oleh Allah dengan investasi kebaikan yang sedikit & apa adanya dari kita.

Solusi: Tiada kata terlambat walaupun waktu bergulir cepat, isilah dengan sesuatu apa yang bermanfaat!!!!!!! Ingat Akhirat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!




Dikirim pada 20 Maret 2009 di muhasabah

Ketahuilah saudara saudariku ... bahwasannya kunjunganmu kepada saudara saudarimu adalah penyebab timbulnya kecintaan Allah kepada kalian berdua. Niatkanlah kunjungan itu sebagai ketaatan kepada-Nya, bukan hanya untuk membuang waktu sia sia begitu saja.

Ibnu Qayyim berkata dalam kitab Al-Fawaid : " perkumpulan sesama saudara itu terbagi menjadi dua :


Perkumpulan yang hanya untuk menghibur hati dan menghabiskan waktu sia-sia. Perkumpulan seperti ini mudharatnya lebih banyak daripada manfaatnya. setidaknya perkumpulan seperti ini dapat merusak hati dan membuang waktu sia - sia begitu saja.
Perkumpulan untuk saling bekerja sama memperoleh kesuksesan dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.perkumpulan seperti ini mendatangkan kebaikan dan manfaat yang sangat besar.
saudara saudariku... mari kita tanya pada diri kita .... masuk keperkumpulan yang manakah kita dikala kita masuk kesalah satu sarana yang tersedia melalui dunia maya ? semoga kita masuk keperkumpulan yang kedua. amin Allahumma amin.


Mengunjungi saudara saudari karena Allah akan memperoleh ganjaran pahala yang besar dari Allah. oleh karena itu, masing masing kita dari kita wajib mengunjungi saudara saudarinya dengan meniatkan kunjungan tersebut karena Allah, bukan hanya sekedar untuk menghabiskan waktu sia sia dan menghibur hati belaka.


mari kita sama - sama saling bekerja sama untuk menjadikan kunjungan kita kepada saudara saudari kita dalam rangka untuk saling menasehati dan menanyakan kondisi saudara saudari kita. selain itu, dalam rangka untuk saling merasakan kebahagiaan ataupun kesedihan yang sedang dirasakan. hendaknya setiap kunjungan diakhiri dengan saling memberi nasehat.


Allah berfirman :" wal ashri......... Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar benar berada dalam kerugian, kecuali orang - orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. 3 ; 1-3)


saudaraku semoga hidup yang singkat ini penuh manfaat, karena kita selalu semangat untuk belajar tentang apa saja. untuk saling menasehati dalam keadaan apapun. sehingga kita terbiasa untuk banyak memberi dan sedikit meminta. lebih banyak berbuat daripada bersantai menanti harapan, lebih banyak menangis karena letih daripada tertawa tanpa beban. kita beramal dengan apapun yang kita punya, dimanapun dan kapanpun hingga tiba masa untuk mengembalikan jiwa ini kepada-Nya.....

mari saudara saudariku... jernihkan hati.... sesungguhnya semua kita butuh nasehat. siapapun dia karena kita punya jalan untuk futur.

Manusia itu insan kerdil yang senantiasa cenderung melakukan kesilapan. berdampinglah kamu dengan insan - insan yang mampu menasehatimu apabila kamu melakukan kesalahan. serta insan yang mampu menerima teguran apabila dia melakukan kesilapan karena manusia itu diciptakan saling memerlukan antara satu sama yang lain....

Dikirim pada 20 Maret 2009 di curhat


ATAS NAMA CINTA


Dia mencintai-Mu
Maka diberinya elakkan pandangan
Kekuatan insan yang hanya
Bertonggak pada kedhoifan

Ingin-Nya murni menempati
Tiada kebergantungan
Simpati dan empati
Makhluk-Nya tiada berdaya

Bila kau mulai tapaki
Meniti maqam sandiwara zahirnya menyendiri
Tapi pundakmu kokoh oleh-Nya
Langkahmu teguh karena-Nya

Biarpun sunyi
Bergeraklah dengan gerak-Nya
Tataplah dengan mata-Nya
Berkelanalah atas nama-Nya

Kelakpun tersusun bata keteguhan
Hati dari cinta-Nya
Karena kita, pelahir generasi kokoh
Penegak ad-dien
Atas nama cinta

Dikirim pada 20 Maret 2009 di puisi

Diriwayatkan bahwasannya ada sekelompok pasukan kaum muslimin yang terkepung di antara musuh dan sebuah sungai. Lalu, sang panglima pasukan memerintahkan kepada pasukan kaum muslimin untuk terjun menyeberangi sungai itu. merekapun menyambut baik perintah tersebut dan langsung terjung menyeberangi sungai itu, sementara pasukan musuh hanya menyaksikan mereka dari kejauhan.

ditengah - tengah sungai sebuah tempat air minum milik salah seorang pasukan terlepas dari pegangannya. orang itu lalu berteriak :

" Tempat airku , tempat airku !

lalu orang yang ada disebelah kanannya pun berteriak :

" Tempat airku, tempat airku !

hingga akhirnya semua anggota pasukan itu meneriakkan kata yang sama : " Tempat airku, tempat airku !"

setelah itu mereka semua menyelam kedalam air sungai untuk mencari tempat air saudara mereka. apa yang mereka lakukan ini disaksikan oleh pra musuh, sehingga Allah membuat mereka gentar (karena rasa persaudaraan pasukan kaum muslimin yang sangat kuat).

Pasukan musuh berkata :" Jika mereka rela melakukan hal seperti itu hanya karena sebuah tempat air milik salah seorang dari mereka yang terjatuh, maka apalagi jika kita membunuh salah seorang dari mereka."

itulah yang menyebabkan pasukan kaum muslimin memperoleh kemenangan.

sodaraku... jika tidak berlebihan saya hanya mengatakan bahwa lemahnya rasa persaudaraan (ukhuwah) adalah faktor utama yang menghambat kaum muslimim untuk meraih kemenangan. kita mungkin memang menangis dan turut berduka atas apa yang menimpa saudara saudara kita di negeri palestina. kita juga tidak memungkiri ketulusan perasaan yang kita rasakan pada saat itu. akan tetapi, apakah perasaan yang kita rasakan itu sebanding dengan perasaan kaum muslimin saat mendengar permohonan pertolongan seorang wanita yang merupakan saudara seiman mereka yang berada di perbatasan negeri Roma ? saat itu seluruh kaum muslimin berlomba lomba untuk bersegera memberikan pertolongan kepada wanita itu dan tidak seorangpun dari mereka menunda nunda memberi pertolongan ; (peristiwa inilah yang mengawali runtuhnya imperium romawi)


saudaraku..... apakah perasaan yang ktia rasakan seimbang dengan perasaan para tabiin yang rela lebih mendahulukan sikap membantu menyelesaikan utang saudaranya seiman sebelum dia melunasi utang diri sendiri ? apakah perasaan kita sama dengan seseorang yang ditinggal wafat oleh saudaranya, kemudain dia memperlakukan anak-anak saudaranya itu dengan sangat baik hingga membuat anak-anak itu hanya merasa kehilangan wajah (fisik) ayahnya saja, karena figur ayahnya telah tergantikan ? selanjutnya apakah rasa cinta kita kepada saudara kita seiman sama dengan kecintaan seorang hamba kepada saudaranya yang setiap malam dia selalu mendoakan saudaranya itu lebih dari tiga ratus kali ?


mari kita sama - sama berusaha menjadi seperti mereka yang turut merasakan betapa orang yang kehilangan tempat air nya sangat membutuhkan tempat air tersebut. mereka sama sekali tidak menganggap bodoh permintaan saudaranya itu. bahkan mereka semua bersatu padu untuk mewujudkan permitaan saudara mereka, mesti hanya demi barang yang mungkin sepele. namun itulah yang menyebabkan mereka memperoleh kemenangan (atas ijin Allah).


Imam Hasan Al-Banna berkata : kekuatan yang paling utama adalah adanya persatuan, sedangkan persatuan tidak akan terwujud tanpa adanya perasaan cinta.







Dikirim pada 20 Maret 2009 di muhasabah


KARENA AKU MERINDUKAN-NYA


kusebar asaku ke penjuru dunia
ada yang kembali
ada yang menghampiri
ada yang pergi
ada juga yang mati
aku mengarak diri ke tengah peradaban
Tuhanku merangkul aku ke tepian
Membawa hati dalam jaring cinta
Penuh perlindungan
Aku menyibaknya tanpa tuju kesejatian
Berarah kelam
Tak sedar kurajutkan
Tuhan, asaku menabur ringkih dalam kalbu
Bertopang dagu, menguat mata
Perjelas ayat kauniah-Mu
Menerjang setara angkuh dunia
Dengan kematian

Dikirim pada 19 Maret 2009 di puisi
19 Mar


Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

SISAKAN AKU

Jangan kau pergi…
aku ingin mendahuluinya!”
jeritnya memecah senyap
mendera setiap sudut waktu
yang tak pula terhenti membuntutiku

“aku ingin, menjadi bagiannya,
Ku mohon sisakan satu saja untukku…”

Tuhan,
Sekiranya tempat itu lebih luas
Selalu menyisakan tempat
Buatku dimana saja
Kapan saja…

Jika kelelahan perjalananku percuma
Jika derai-derai sedih menguap hampa
Jika stiap dera luka
Tak jua menjadi nisbah diri

Tuhan,
Aku mohon ingin Kau sisakan sedikit saja
Pelabuhan bunga cinta
Untuk syahidku nanti





Dikirim pada 19 Maret 2009 di puisi

Saudariku muslimah........
saya hadiahkan kepada kalian para muslimah satu hadiah terindah yaitu dengan memperbaharui perjanjian kepada Allah, taubat nashuha dan kembali secara benar kepada Allah......

hadiah ini diberikan kepada Ummul mukminin Aisyah, padahal kita lebih membutuhkannya, mari kita dengarkan, kita lihat kalimat-kalimatnya dan kita renungkan makna - makna yang terkandung bersama-sama, karena didalamnya terdapat kebaikan yang banyak.

Rasulullah bersabda kepada Aisyah yang artinya :" Apabila engkau melakukan dosa, maka mintalah ampunan kepada Allah dan bertaubatlah kepada-Nya, karena seorang hamba apabila dia mengakui dosanya kemudian dia bertaubat kepada Allah niscaya Allah mengampuninya. (HR.Bukhari muslim dengan syarah an-Nawawi dan Ahmad)

Saudariku......
Aisyah As - Shiddiqah binti As Shiddiq digosipkan dengan berita buruk oleh para pembohong, maka Rasulullah mendatanginya dan menghadiahkan kepadanya hadiah diatas, yang pada hakikatnya juga merupakan hadiah kepada semua wanita muslimah.

Wahai Saudariku, sesungguhnya hadiah ini yang paling kita perlukan pada saat ini dimana fitnah-fitnah, syubhat-syubhat, kemaksiatan dan syahwat merajalela.

Hendaknya janji kita kepada Allah dengan taubat dan istighfar agar kita selalu hidup berbahagia.Dari hadiah ini kita mengetahui taubat bukanlah sekedar kalimat yang diucapkan, bukan pula ucapan yang didengungkan oleh lisan, akan tetapi dia tercapai dengan beberapa perkara


hendaklah kita merasa menyesal karena telah melakukan kesalahan atau dosa yang telah terjadi, bukankah Rasulullah bersabda :" Penyesalan adalah taubat " (HR. Ahmad, alhakim dari hadist Ibnu Masud dan Anas bin Malik)
Hendaklah kita meninggalkan dosa yang telah kita sesali dan menjauhi jalannya, inilah arti meninggalkan dosa.
Niat kuat yang benar, janji yang kuat untuk tidak kembali kepada dosa tersebut
Hendaklah kita mengerjakan amal - amal shalih yang biasa menjadi sebab terhapusnya amal - amal buruk
membebaskan diri dari hak - hak manusia, apabila kita berkata yang menyangkut hak saudari kita muslimah, baik ghibah atau namimah atau kita mengambil darinya sesuatu yang kita tidak berhak, maka hendaknya kita mengembalikannya sebagai batas kemampuan, kemudian kita wajib memohon maaf dan kerelaannya apabila kita tidak mampu mengembalikannya dan memohonkan ampunan untuknya.
Saudariku.......
Dengan jujur saya katakan bahwa taubat yang nashuha adalah jalan kita kepada Allah dan bekal kita di akherat, tidaklah beruntung orang yang beruntung pada hari kiamat, kecuali dengan taubat nashuha.
oleh karena itu, Allah mengajak kita kepada taubat nashuha, renungkanlah firman Allah :
" Katakanlah, hai hamba-hamba-KU yang melampaui batas, terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa-dosa. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (Az-Zumar;53)
simaklah Firman-Nya, Dia membuka pintu taubar : " Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya...." (Asy-Syuura;25)

Saudariku......
bertaubat dari dosa dosa dan kesalahan, baik yang besar maupun yang kecil termasuk perkara - perkara yang wajib untuk dikerjakan dengan segera dan terus menerus, dan kita bisa memperhatikan anjuran segera bertaubat dengan cepat, dalam firman Allah :" Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang - orang yang beriman supaya kamu beruntung." (An-Nur;31)
Bahkan lihatlah dan renungkanlah wahai Saudariku muslimah..... Rasulullah yang mashum yang telah diampuni dosa - dosanya yang telah lalu dan yang akan datang , beliau bersabda :" yaa ayyuhannasu ........ :" Wahai manusia, bertobatlah dan beristighfarlah kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam satu hari seratus kali." (HR. Muslim, At-tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Wahai Muslimah saudariku...... Taubat... Taubat..... Kembali.... Kembali...........................


Berkhayallah bahwa kita memiliki semua impian dan angan angan yang kita inginkan ? dan kitapun telah menggapai harapan yang kita idam idamkan, namun tiba tiba ketika kita lengah, semuanya lenyap tanpa guna bahkan mendapatkan kerugian dan kehancuran.
apa yang kita lakukan ? jelas kita akan menangis dan merasa terpukul, bahkan kita akan bersedih atas apa yang hilang dari kita, dan bahkan kita bisa gigit jari karena kesedihan dan penyesalan. Semua itu hanya karena dunia yang fana. lantas bagaimana dengan umur kita yang terus bertambah dan berjalan tanpa guna ?
sesungguhnya umur kita adalah mutiara berharga yang tidak bisa dinilai dengan materi apapun, dan umur kita ini pada hakekatnya adalah nafas-nafas kita,nafas yang keluar dan tidak akan kembali kepada kita selamanya.

Nafas inilah modal hidu kita didunia, dengannya kita bisa membeli nikmat nikmat akherat yang kita inginkan dan dengannya kita menggapai ketentraman dan kenikmatan.
Dengannya kita meraih syurga dan dengannya kita aman dari neraka. dengannya kita beruntung dengan memperoleh ridha Arrahman, dan dengannya kita melihat Al-Malik Al-Mannan.
Maka bagaimana kita menyia - nyiakan usia kita tersebut tanpa taubat nashuha ?
bagaimana nafas nafas kita berhembus tanpa guna dan manfaat ?

Saudariku...............................
Pikirkan dan renungkanlah ucapan ucapan berikut mudah mudahan Allah memberikan kita manfaat karenanya.
sesungguhnya apabila malaikat maut muncul didepan kita, maka akan nampak kesedihan dan penyesalan diwajah kita, dimana kita ingin seandainya kita memiliki dunia dengan segala macam isinya, untuk menebus peristiwa yang sulit ini dengannya.

Maha benar Allah Yang Maha Agung ketika berfirman :" Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu lalu berkata :" Ya Tuhanku mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat yang menyebabkan aku bisa bersedekah dan aku termasuk orang - orang yang shalih." (Al-Munafiqin;10) " Dan sekali - kali tidak akan menangguhkan kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Munafiqin;11)

saudariku...................................
Kesedihan bagi kita apabila maut datang kepada kita sementara kita belum kembali.
Kerugian bagi kita apabila kita dipanggil untuk bertaubat tapi kita tidak menjawabnya.

Saudariku..............................
setiap orang dari kita memiliki dosa - dosa , aib - aib, maksiat - maksiat dan kesalahan - kesalahan.
apakah lantas kita berputus asa dari rahmat Allah ?
Apakah lantas kita berpatah arang dari rahmat Allah ?
Tidak, Demi Allah, Tidak, Demi Allah dan sekali lagi tidak, Demi Allah..............


Sungguh Allah telah memanggil kita. Dia mengajak kita kepada ampunan, maaf dan rahmat
Allah berfirman :"Wahai bani Adam, selagi engkau berdoa kepadaKU, berharap kepadaKU dan mohon ampunan kepadaKu, maka Aku mengampuni dosa dosamu dan Aku tidak peduli. Wahai bani Adam, seandainya dosa dosamu mencapai awan dilangit kemudian engkau memohon ampun kepadaKu, niscaya Aku mengampunimu. Wahai bani Adam, seandainya engkau datang kepadaKu dengan membawa dosa sepenuh jagad kemudian engkau menghadap kepadaKu dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, niscaya Aku akan berikan ampunan sepenuh jagaq pula. " (HR. Ahmad dari Abu Dzar, dan At-tirmidzi dari Anas bin Malik, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abu Darda dan dishahihkan oleh Ak-Hakim disetujui oleh Adz -Dzahabi)

Saudariku.......................
siapakah orang yang kita lihat selamat dari penyakit - penyakit dunia ?
Siapakah orang yang kita lihat sehat dan tidak pernah sakit ?
kehidupan dunia mana dengan kematian tidak terputus ?
Umur siapa dengan berlalunya waktu-waktu tidak habis ?

Saudariku.......................
Bukankah kita pemilik kesalahan - kesalahan dan dosa - dosa, mana air mata kita yang mengalir ?
bukankah kita tawanan maksiat-maksiat dan dosa-dosa, dimana tangis penyesalan kita atas dosa - dosa yang telah lewat ?
apakah kita telah lupa akan aib - aib dan dosa dosa kita ? sementara buku catatan kita penuh dengan apa yang kita lupakan.
Apakah kita akan sabar terhadap siksaan Neraka Hawiyah ? Tahukah kita apakah Neraka Hawiyah itu ? yaitu api yang panas membakar.
Mari kembalilah kepada-Nya dengan taubat Nashuha
Mari perbaharui iman dan perbaikilah islam

didunia ini hanya ada 2 jalan.... 1 jalan menuju neraka-Nya... 1 jalan menuju kesyurga-Nya........... manakah yang akan kita pilih sodariku.................

kuberharap jadi bidadari syurga
tapi aku bukan wanita sholehah
ku berharap syurga
tapi tak sadar jalanku keneraka
ku ingin mencari ridho-Nya
tapi tak sadar aku mengundang murka-Nya.....
pantaskah syurga untukku.........

Dikirim pada 19 Maret 2009 di ruang muslimah

saudariku muslimah.....


saya sampaikan kepada kalian kisah berikut, saya ingin kita berpikir dan merenungkan makna makna nya.
Ketika Asma bin kharijah menikahkan putrinya, dia mendatanginya pada malam pengantin dan berkata kepadanya :
"wahai anakku, jika para wanita berhak mendidikmu maka (memang) harus mendidikmu, jadikanlah dirimu hamba sahaya bagi suamimu niscaya dia akan menjadi hamba bagimu, janganlah kamu terlalu dekat dengannya sebab hal itu membuatnya bosan kepadamu atau kamu yang bosan kepadanya. jangan kamu menjauh darinya karena hal itu memberatkanya. jadilah kamu dimata suamimu sebagaimana yang telah aku ucapkan kepada Ibumu. "jadilah engkau pemaaf bagiku niscaya langgeng kasih sayangku dan janganlah berbicara pada saat kemarahanku belum reda dan janganlah sekalipun engkau memukulku seperti memukul rebana sebab engkau tidak mengetahui bagaimana perpisahan sesungguhnya saya melihat kasih sayang dan kebencian dalam hati apabila keduanya berkumpul maka kasih sayang akan sirna.

disini patut kita ketahui saudariku muslimah.... bahwa usaha kita dengan keseriusan dan kesungguhan dalam rangka mendapat ridha suami dan menampakkan kebahagiaan didalam hatinya adalah termasuk perkara yang didambakan suami dari pendamping hidupnya.

benar, sering terjadi perselisihan dan perbedaan antara diri kita dengan suami kita, kalau itu terjadi semestinya kita mengatasi perbedaan dan perselisihan itu dalam waktu yang tepat dan mencari cara yang paling singkat untuk menyelesaikannya dan menyudahinya.

saudariku...
benar, bisa jadi kebenaran berada dipihak kita dan kesalahan dipihak suami, akan tetapi dalam kondisi yang demikian kita harus memahami mungkin saja suami berbeda pandangan dengan pendapat kita dan mengira bahwa dialah yang benar dan bisa jadi memang dialah yang benar karena suatu hikmah yang kita tidak mengetahuinya dan mungkin juga dialah yang berada diatas kesalahan yang nyata baik dalam ucapan dan perbuatannya.

dalam situasi dan kondisi demikian cobalah menenangkan hatinya dan perasaannya yang tertekan terlebih dahulu, berusahalah untuk meringankan perkaranya, kemudian sesudah itu dengan tenggang waktu yang cukup sesudah dia merasa tentram jiwanya dan tenang pikirannya mulailah menjelaskan pendapat kita, dan sesungguhnya kita tidak menginginkan kebaikan kecuali kebaikan untuk diri kita dan diri suami kita. jelaskan kepadanya bahwa kita tidak ingin sama sekali menyelisihinya. bagaimana mungkin ? sedangkan dia adalah pendamping hidup kita yang senantiasa kita butuhkan, dialah imam bagi kita.

pada saat itu kita dapat mempengaruhi suami untuk melaksanakan kemauan kita. sesudah kita memberikan penjelasan kepadanya apa yang dia inginkan yaitu mendengar perkataannya dan melaksanakan perintahnya.
beginilah semestinya kita memikirkan bagaimana menjadikan suami berbahagia. sehingga dia juga menghiasi hidup kita dengan kebahagiaan dan ketentraman, akan tetapi hal itu tidak mungkin terwujud kecuali apabila kita menguasai seni menarik hatinya dan memikat kekagumannya....

Ada suatu berita unik yang dikisahkan untuk menjelaskan pengaruh usaha perbaikan sesudah tenangnya jiwa dan dinginnya pikiran yaitu hikayat bangsa arab yang ditulis oleh sejarah.... nyimak yuuuukkkkkk


diceritakan ada seorang amir yang dipanggil Abu hamzah. dia menikahi seorang wanita dengan harapan besar dia akan melahirkan seorang anak laki - laki , akan tetapi dia mendapati anaknya lahir perempuan. dan sebagaimana yang masyur dikalangan bangsa arab bahwa mereka membenci anak perempuan sampai - sampai salah satu dari mereka berbangga diri akan mengubur anak wanitanya hidup - hidup , dia berkata kepada orang yang dikarunia anak perempuan :" Allah mengamanahkan kalian dari rasa malu karenanya. dan cukuplah bagi kalian untuk menguburkannya serta kalian menjalin persaudaraan dengan kubur."

ketika abu hamzah tahu bahwa anaknya perempuan, dia langsung minggat dari rumah karena kemarahan yang besar hanya karena istrinya melahirkan anak perempuan dan bukannya laki - laki seperti yang dia inginkan. dia hanya pulang kerumahnya yang lain dan keistrinya yang lain, suatu hari dia lewat didepan rumah istrinya yang telah memberinya anak perempuan tersebut, tiba tiba dia melihat istrinya sedang bercanda dengan putrinya sambil mengucapkan bait bait syair :



" apa yang menjadikan abu hamzah tidak mendatangi kita
dia selalu berada dirumah yang berada disamping kita
marah karena kami tidak melahirkan anak laki - laki
padahal kita tidak memiliki kehendak sama sekali dalam perkara ini
kami hanya mengambil apa yang diberikan
dan kami ibarat bumi bagi penanamnya
kami tumbuhkan apa yang telah ditanam pada kami."

begitu abu hamzah mendengar bait - bait diatas dia langsung terpanggil oleh fitrah kasih sayang seorang ayah, lalu dia masuk kedalam rumah dan mencium istri dan anak perempuannya..... (subhanallah)

begitulah kecintaan, kasih sayang, kebahagiaan dan ketentraman kembali pulang kesarang suami istri, hanya dengan kalimat - kalimat yang ringan. dan kita juga bisa keluar dari pertentangan itu dimana suatu saat muncul pertentangan antara diri kita dengan suami, dan sungguh kita telah merasakan bahwa kita mampu untuk mengembalikan senyum suami dan ketenangan dalam hatinya. Insya Allah.

Saudariku muslimah......
mari kita renungkan kembali pesan seorang ibu kepada anaknya ketika akan menikah :
" wahai anakku .....
engkau akan berpisah dengan udara tempat kamu lahir , engkau akan meninggalkan hidup yang pernah engkau lalui, untuk menuju sangkar baru yang belum engkau kenal, teman yang belum akrab denganmu, ia akan menjadi raja dan pengawas atas dirimu, maka jadilah budaknya maka ia akan menjadi sahayamu yang penurut.


Wahai anakku....
jagalah sepuluh perkara untuk bekal hidupmu
yang pertama dan kedua, tunduklah kepadanya dengan qanaah ikuti dan patuhilah dia
yang ketiga dan keempat, senangkan pandangan dan pendengarannya, jangan sampai ia melihatmu dalam keadaan tidak menarik, jangan sampai ia menghirup darimu selain bau yang harum
yang kelima dan keenam, jagalah waktu tidur dan makannya, karena lapar akan membangkitkan amarahnya dan kurang tidur akan menyalakan kemurkaannya
ketujuh dan kedelapan, jagalah kekayaannya dan awasi pekerja - pekerjanya dan anaknya. puncak kebaikan terhadap harta ialah mengatur nya dan kebaikan terhadap anaknya berarti mengasuhnya
yang kesembilan dan kesepuluh, jangan engkau bantah perintahnya dan jangan engkau bocorkan rahasianya. kalau engkau bantah perintahnya akan sesak dadanya, bila engkau bocorkan rahasianya engkau tidak akan selamat dari pembalasannya.

Saudariku.....
tidak ada sesuatu yang bisa aku sampaikan sebagai peringatan bagi kalian juga bagi diriku sendiri dalam masalah ketaatan kepada suami kecuali sabda Rasulullah :" DIA ADALAH SYURGA DAN NERAKAMU"

saudariku...
renungkanlah kalimat diatas, kita akan mendapatkan keutamaan taatnya istri kepada suami.
suami adalah syurga kita dengan ketaatan kita kepadanya, yakni sebab yang mengantarkan kita pada syurga.
Suami adalah Neraka kita dengan ketidak taatan kita kepadanya, yakni sebab yang mengantarkan kita kepada neraka.

Firman Allah :" ... Adapun wanita -wanita yang sholehah itu adalah wanita - wanita yang patuh (taat) dan memelihara kehormatan dirinya semasa ketiadaan suaminya sebagaimana Allah telah memelihara mereka .... ." (an-nissa ; 34)

sesudah perjalanan panjang bersama empat sebab yang mengantarkan kepada syurga Allah, bukankah kita telah mendapatkan bahwa keempat sebab yang telah saya uraikan adalah hadiah istimewa dari Hadits hadits Nabi Muhammad saw kepada kita para muslimah.

saya memohon kepada Allah, mudah mudahan memberikan manfaat dari apa yang ada padanya didunia dan diakherat. amin

Dikirim pada 19 Maret 2009 di ruang muslimah

Pernikahan atau perkawinan, membuka tabir rahasia

Suami yang menikahi kamu, tidaklah semulia Muhammad saw
tidaklah setqwa ibrahim, pun tidak setabah ayyub
ataupun segagah musa, apalagi setampan yusuf
justru suamimu hanyalah pria akhir zaman, yang punya cita - cita
membangun keturunan yang sholeh
Pernikahan atau perkawinan, mengajar kita kewajiban bersama
suami yang menjadi pelindung, kamu penghuninya
suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya
suami bagaikan balita yang nakal kamu adalah penuntun kenakalannya
saat suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya
seketika suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya
seandainya suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya
pernikahan ataupun perkawinan
mengajarkan kita perlunya iman dan takwa
untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah swt
karena memiliki suami yang tak segagah mana
justru kamu akan tersentak dari alpa
kamu bukanlah khadijah, yang begitu sempurna didalam menjaga
pun bukanlah hajar, yang begitu setia dalam sengsara
cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi sholehah

Saudariku muslimah...
kini kita akan membahas sebab keempat yang mengantarkan kita kepada kehidupan yang diridhai di syurga Allah yang tinggi yaitu : muslimah yang taat kepada suaminya. taat kepada suami termasuk akhlak mulia yang merupakan penolong kehidupan seorang wanita muslimah, dan kebahagiaannya didunia dan akherat bertumpuh kepadanya. setiap suami muslim dalam lubuk hatinya ingin kalau dia mampu dari hatinya yang mendalam menjadikan kebahagiaan menyelimuti rumah tangganya dan kegembiraan mengiringi anggota keluarganya.
akan tetapi salah satu perkara yang bisa menghancurkan impian diatas, melenyapkan kebahagiaan tanpa bekas, mengubur kegembiraan tanpa bekas dan mendatangkan kesengsaraan adalah ketidak taatan istri kepada suaminya.
saudariku muslimah.....
sesungguhnya wanita yang berakal dan cerdik, bijaksana lagi cerdas dialah wanita yang mengetahui sumber datangnya perselisihan yang menyusup kedalam rumahnya sehingga ia segera menutupinya. dia memahami perkara yang memicu kemarahan suaminya sehingga dia segera mengikisnya. bisa jadi faktor dominan yang menjadi penyebab berbaliknya pernikahan dari kenikmatan menjadi adzab adalah perasaan dan tindakan istri yang seakan akan dia adalah musuh (saingan) bagi suaminya dan ketidak taatannya kepada suami dalam rangkat ketaatan kepada Allah taala.
Sesungguhnya kadar ketaatan seorang wanita kepada suaminya, adalah tolok ukur keberhasilannyua dalam hidup berumah tangga, sejauh mana perasaan suami bahwa kita telah menunaikan haknya yang agung dan mulia sejauh itu pulalah ketinggian kedudukan kita disisinya dan menambah kecintaannya kepada kita, sebenarnya inilah yang didambakan wanita dari suaminya
Rasulullah telah mengajarkan kepada para mukminah bahwa jalan menuju syurga dimulai dengan ketaatan kepada suami sesudah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Saudariku muslimah....
renungkanlah hadist berikut, hadist yang diriwayatkan oleh Al-Hushain bin mihshan ra bahwa bibinya datang kepada Rasulullah karena suatu keperluan, setelah ia selesai dari keperluannya, Rasulullah bertanya :
" adza ti jauzi anti ? " apakah engkau bersuami ?
ia menjawab :" ya"
Rasulullah berkata :" kaifa anti minhu ?" bagaimana dirimu terhadapnya ?"
bibi saya menjawab :" saya tidak melalaikannya kecuali yang saya tidak mampu."
maka Rasulullah bersabda :" Lihatlah dirimu daripadanya, karena itu dia adalah SYURGA atau NERAKAMU. " (Hr. Ahmad, Al-Hakim dan Ath - Thabrani)
ketaatan kepada suami sebagaimana yang sudah jelas dari hadits diatas, adalah salah satu penyebab masuknya kita kedalam syurga.
saudariku....
pernikahan adalah salah satu ikmat Allah yang diberikan kepada laki - laki dan perempuan dalam kadar yang sama, ia adalah wujud kecintaan, kasih sayang, itsar (mementingkan pasangan hidup) dan saling memberi dan menerima. hal ini helas tergambar dalam firman Allah yang artinya :" dan diantara tanda tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan istri - istri dari jenismu supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan Allah menjadikannya diantara kamu rasa kasih dan sayang. sesungguhnya pada yang demikian itu benar - benar terdapat tanda - tanda bagi kaum yang berpikir." (Ar-rum ; 21)
demi menjaga kelanggengan kasih sayang dan hubungan baik antara suami istri, maka Allah meletakan hak masing - masing atas pasangannya. firman Allah : " dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ,aruf, akan tetapi para suami mempunyai satu tingkat kelebihan dari istrinya." (al-baqarah;228)
saudariku.....
kita mempunyai hak - hak atas suami yang tidak sedikit yang wajib diberikan kepada kita bahkan dianggap maksiat dan berdosa disisi Allah jika suami tidak melaksanakan hak-hak kita.
akan tetapi kita sekarang sedang membahas salah satu hak suami atas istri, dengan memenuhi hak ini istri masuk syurga Rabbnya dan berbahagia dunia dan akherat. hak tersebut adalah hendaknya seorang muslimah menjadi istri yang patuh kepada suaminya dengan menunaikan hak - haknya. maka suami tidak mendengar kecuali pembicaraan yang baik, dia tidak mencium dari kita kecuali bau yang sedap, dia tidak melihatnya kecuali yang membahagiakannya dan dia tidak mendapatkannya kecuali kita senantiasa mengikuti keinginan - keinginan dan kebutuhannya , singkatnya semua itu dalam bingkai, tidak ada ketaatan bagi makhluk dalam bermaksiat kepada Khalik.
saudariku muslimah....................
sesungguhnya istri yang patuh kepada suaminya, dia bisa menjadikan suaminya merasa bahwa dia adalah segalanya bagi istrinya dan dia juga merasa bahwa istrinya selalu membutuhkannya seperti kebutuhannya kepada makan dan minum.
sesungguhnya istri yang tunduk kepada suaminya, dia memahami hak suami sehingga dia tidak memerlukan peringatan dan penjelasan tentang hak itu.
sesungguhnya istri yang taat kepada suaminya dia mengetahui bahwa suaminya bisa salah sebab dia bukan mashum, akan tetapi istri dengan kejeliannya dan pemikiran luasnya, dia mengetahui bagaimana menjaga ketaatan kepada suaminya dan bagaimana mengatasi problema yang mengancam rumah tangganya.
sesungguhnya istri yang taat kepada suaminya, dia dapat memilih waktu yang tepat dan cara yang sesuai untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukan suaminya
sesungguhnya istri yang patuh kepada suaminya, dia senantiasa berlapang dada kepada suaminya dan berusaha melupakan sebagian besar sisi negatif yang ada pada diri suaminya asalkan tidak sampai kepada batas kekhawatiran dan kecemasan.
sesungguhnya istri yang tunduk kepada suaminya, dia mengetahui bahwa suaminya menikahinya karena memang dia mencintai dirinya dan berusaha untuk membahagiakannya. oleh sebab itu, meski pun terjadi perbedaan pendapat dia tidak mengabaikan bahwa suaminya menikahinya karena membutuhkannya.
sesungguhnya istri yang taat kepada suaminya dia berusaha sebatas kemampuannya untuk memenuhi perkara - perkara yang disukai oleh suaminya meskipun dia membenci sebagian darinya sebagai wujud kecintaannya kepada suami.
sesungguhnya istri yang taat kepada suaminya, dia selalu mengoreksi dan bertanya kepada dirinya sendiri sesudah terjadi nya perbedaan atau perselisihan " apa yang menyebabkan suami kita melontarkan ucapan seperti itu atau melakukan perbuatan seperti itu ? "apa yang telah kita lakukan sehingga perkaranya bisa jadi begini ?
sesungguhnya istri yang patuh kepada suaminya, disini dia berusa mencari aib- aib nya dan menyingkap kesalahan nya sebelum ditunjukkan oleh suaminya. sesudah merenung sejenak bersama diri sendiri, kita kembali bertanya kepada diri kita sendiri :" bukankah lebih baik diam dan mengawali suami dengan pembicaraan yang baik sekarng ?" bukankah lebih berbicara kepadanya dengan cara begini ?"
beginilah istri yang taat kepada suaminya . bergaul dengan suaminya, sang pembimbing hidupnya seakan - akan dia tidak bisa lepas darinya dalam situasi dan kondisi apapun asalkan tidak dalam bermaksiat kepada Allah....



bersambung................

Dikirim pada 19 Maret 2009 di ruang muslimah

Saudariku muslimah......sekarang tibalah kita berbicara tentang sebab ketiga yang mengantarkan kepada Syurga Allah taala yaitu kesucian seorang muslimah dengan menjaga kehormatannya.

Hakikat sebab yang ketiga adalah hendaklah seorang muslimat menjaga kesucian dan kehormatannya dengan menjauhi segala hal yang bisa menyeret kepada hilangnya penjagaan tersebut.

seorang muslimah yang bertakwa , dia selalu mengetahui bahwa kadar kecintaan Allah taala kepadanya dan pengakuan semua orang akan keutamaannya tergantung sejauh mana dia menjaga kehormatannya dan orang yang paling cepat mengakui keutamaannya adalah suaminya, kalau memang dia bersuami.

adapun seorang muslimah yang gampangan yang tidak menjaga kesucian nya maka dia keluar dari rumahnya dengan membuka auratnya, menampakkan keindahan tubuhnya yang menimbulkan fitnah dan mendorong orang untuk memandang kemolekannya.

dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda :" ... dan wanita - wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak lenggokan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan akan seperti punuk onta. mereka tidak masuk syurga dan tidak mendapatkan wanginya syurga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian. " (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah anhu)
dari Imran bin husain dia berkata : " Rasulullah bersabda " Sesungguhnya penduduka syurga yang paling sedikit adalah wanita ." (HR. Muslim dan Ahmad)

Imam Qurthubi Rahimahullah mengomentari hadist diatas dengan pernyataannya :" penyebab sedikitnya kaum wanita masuk syurga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan - kesenangan dunia, dan berpaling dari akherat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan - kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal.

Wanita yang demikian, apa yang akan dikatakan dihadapan Rabbnya ?

Sungguh Allah telah menghitung amal - amalnya dan mengawasi perbuatan - perbuatannya, tidak ada satu kalimatpun yang ia lafazh kan kecuali ditulis dilembaran bukunya, dan tidak satu perbuatan pun yang ia lakukan kecuali ditulis diatasnya hingga tibalah buku itu disebar didepan matanya pada hari kiamat, ketika dikatakan kepada :" bacalah kitabmu dan lihatlah amal- amalmu serta cukuplah dirimu seabgai penghitung dan penghukum atas dirimu."

Firman Allah yang artinya :" Dan tiap - tiap manusia itu telah kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. dan kami keluarkan baginya pada hari kiaman sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. Bacalah kitabmu , cukuplah dirimu sendiri pada waktu itu sebagai penghisab terhadapmu. " (Al-Isra : 13-14)

dari sini saudariku muslimah, saya hanya ingin mengingatkan kepadamu sodariku terutama ingatan ini saya khususkan untuk diri saya sendiri tentang suatu perkara yang dilakukan mayoritas muslimah, sedang kan mereka tidak merasa.

bukan termasuk dari ajaran Islam engkau keluar rumah sementara suamimu (bagi yang telah memiliki suami) tidak ada dirumah padahal ia belum mengizinkan engkau untuk keluar. apabila engkau keluar tanpa persetujuannya dan dia tidak mengetahui karena memang dia sedang tidak ada maka engkau telah tenggelam dalam dosa, dan engkau telah melakukan perbuatan yang menodai kesucian dirimu sementara engkau tidak merasa. bukankah hal ini sering kita lakukan saudariku... dengan berbagai alasan kita kemukakan untuk suatu pembenaran ? padahal zaman sudah canggih, jika kita ingin keluar dan suami tidak ada dirumah kita bisa minta ijin beliau walau pun saat itu beliau tidak ada dirumah. tapi hendaklah kita keluar untuk urusan yang memang mendesak dan tidak menimbulkan satu fitnah.

saudariku... jika suami mengizinkan mu untuk keluar selama ia tidak ada. maka hendaklah engkau senantiasa merasa dalam pengawasan Allah atas segala gerak gerikmu sampai engkau kemblai ke rumahmu.

Apabila engkau keluar dan berada dijalan hendaknya engkau menjaga kesucianmu.dari sinilah niscaya engkau bisa meraih sebab ketiga dari sebab-sebab masuk syurga. insya Allah.

Firman Allah :" dan tinggallah kalian dirumah - rumah kalian dan jangalah kalian bertabbaruj dengan tabbarujnya orang - orang zaman jahiliyyah pertama dahulu . " (Qs. Al-Azhab;33)

Dikirim pada 19 Maret 2009 di ruang muslimah

Saudariku muslimah.... sekarang kita memasukan sebab ke - 2 masuknya wanita kedalam syurga yaitu : puasanya seorang muslimah pada bulannya.

Saudariku...........
Allah telah mewajibkan kepadamu puasa bulan Ramadhan yang mulia yaitu bulan dimana Al-quran turun kepada Nabi kita Al-Amin.
Allah telah mewajibkannya kepada kita dalam firman-Nya :" Hai orang - orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang - orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. yaitu dalam beberapa hari yang tertentu. " (Al-baqarah 183-184)
dan firmanya :" (beberapa hari yang ditentukan adalah) bulan ramadhan bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-quran sebagai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil) karena itu barangsiapa diantara kamu hadir (dinegeri tempat tinggalnya) dibulan itu maka hendaknya ia berpuasa pada bulan itu dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari yang lain, Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu, dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur." (al-baqarah ; 185)
dan disini sodariku ijinkanlah saya mengingatkan kepada sodariku tentang rukun - rukun puasa yang telah diajarkan oleh Allah dan Rasulullah kepada kita, yaitu :



Niat dimana niat itu tempatnya didalam hati.
Imsak (menahan diri) dari makan, minum dan dari jima� (hubungan suami istri) serta segala perbuatan yang dapat menghilangkan nilai pahala puasa dari fajar sampai maghrib


Rasulullah juga telah mengajarkan kepada kita beberapa perkara yang bisa merusak puasa seseorang diantaranya



Makan dan minum dengan sengaja, adapun apabila lupa maka tidak menjadi masalah . sebab Allahlah yang memberinya makan dan minum
Jima� (hubungan suami istri)
Masuknya cairan atau makanan kedalam perut dengan keinginannya
Muntah dengan disengaja


Adapun perkara - perkara yang makruh maka Rasulullah juga telah menunjukkannya kepada kita yaitu berlebih lebihan dalam berkumur dan ber-istinsaq (memasukan air kedalam lubang hidung pada saat berwudhu)
inilah hukum hukum yang harus kita ketahui pada saat melaksanakan puasa Ramadhan yang mulia, dan hukum - hukum tersebut juga berlaku pada semua jenis puasa baik yang sunnah maupun yang wajib.

Saudariku muslimah.............
Sesudah kita melakukan rihlah (perjalanan) fiqhiyyah dengan menyinggung beberapa hukum yang berkaitan dengan puasa maka tibalah saatnya bagi kita untuk merasakan kehidupan udara puasa yang diliputi nuansa ketaatan kepada Ar-Rahman.
Simaklah hadits qudsi berikut ini yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah , dia berkata :" saya telah mendengar Rasulullah bersabda yang artinya :" Allah berfirman :" semua amal bani Adam adalah untuknya kecuali puasa, puasa itu untuk-Ku dan Aku yang membalasnya. dan puasa adalah perlindungan , maka jika hari itu seorang berpuasa maka janganlah dia berkata kotor dan mengumpat, apabila dia dicaci atau diajak berkelahi oleh seseorang hendaklah dia menjawab : sesungguhnya saya sedang berpuasa dan demi dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya adalah bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi disisi Allah pada hari kiamat daripada minyak misk dan orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan yang ia dapat bergembira dengan keduanya. pada saat berbuka, dia berbahagia dengan berbukanya dan pada saat menghadap Allah dia berbahagia dengan puasanya." (HR. Bukhari Muslim)
disela sela hadits qudsi diatas , kita mengetahui keutamaan puasa dan bahwasannya ia menjaga pelakunya dari kesesatan di dunia dan siksaan api neraka diakherat.
kita mempelajari juga bahwa diantara adab adab orang yang berpuasa adalah meninggalkan ucapan kotor dan perbuatan yang tidak berguna dan sabar terhadap hinaan orang seraya membalas kejahatan nya dengan sabar dan kebaikan.
kita mempelajari juga bahwa puasa menyebabkan harum bau mulut disisi Allah membahagiakan pelakunya didunia dan begitu juga diakherat. Dengan rasa haus yang kering pada hari puasa, maka ingatlah rasa hausnya pada hari kiamat dengan rasa lapar yang melilit pada hari hari puasa, maka ingatlah pula rasa lapar pada hari kiamat adapun orang yang puasanya diterima oleh Allah, maka berbahagialah dan beruntunglah dia dengan masuk syurga dari pintu Ar-Royyan apakah pintu Arroyan itu ?


sahabat yang mulia Sahal bin Sa�ad As-saidi berkata : Rasulullah bersabda :"Sesungguhnya disyurga ada sebuah pintu yang diberi nama Ar-Royyan. pada hari kiamat pintu tidak dimasuki kecuali oleh orang - orang yang berpuasa. tidak ada seorangpun selain mereka yang menyertainya. diserukan : mana orang - orang yang berpuasa ? maka mereka berbondong - bondong masuk lewat pintu itu, apabila orang terakhir sudah dimasukan, pintu itupun ditutup dan dak seorangpun masuk sesudahnya." (HR. Bukhari , At-Tirmidzi dan An-Nasai)

Saudariku muslimah......
para ulama berkata :" Pintu Ar-Royyan yang dikhususkan untuk orang - orang yang berpuasa, diambil dari kata arrayyu (hilangnya dahaga) , hal itu karena orang yang berpuasa pasti merasa haus, maka pintu itu dinamakan dengan nama nikmat yang disediakan sebagai balasan atas ibadah puasa."

saudariku............
Sudah siapkah kita menyambut bulan ramadhan ?
apakah kita juga berniat melaksanakan puasa puasa sunnah agar kita beruntung meraih pahala syurga ?
sebelum kita meninggalakan sebab kedua dari sebab sebab masuknya wanita kedalam syurga, maka ijinkanlah saya mengingatkan saudariku dengan berita gembira dari Rasulullah tentang pahala satu hari puasa sunnah karena Allah .
Abu Sa�id meriwayatkan bahwa Rasulullan bersabda :" tidaklah seorang hamba yang berpuasa satu hari dijalan Allah kecuali Allah akan menjauhkan dengan satu hari itu wajahnya dari neraka tujuh puluh tahun. (HR. Bukhari muslim).

Wahai saudariku....
berpuasa pada bulan puasa dan perbanyaklah puasa puasa selainnya agar kita meraih sebab yang kedua dari sebab sebab masuk syurga. insya Allah.

Dikirim pada 18 Maret 2009 di ruang muslimah
18 Mar

Rabby....................
kutitip cinta pada-MU
nanti akan aku ambil kembali
diwaktu ridha-MU

kutitip cinta
agar KAU jaga
hati, ruhiyah, jasmani, tingkah
laku.....
tetap dikoridor terjaga, tetap suci

kutitip cinta
agar KAU yang hamparkan
permadani
untuk tempat berlabuh

kutitip cinta
agar KAU yang menaungi
diantara jarum jarum hujan
hantu hantu bermata merah
mengintai licik

kutitip cinta...... agar semua tetap
untuk-MU

selamanya ........


atmim



Dikirim pada 18 Maret 2009 di puisi


Saudariku Muslimah.......
Dari Abu Hurairah berkata :" Rasululllah saw bersabda :" Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 st1:*{behavior:url(#ieooui) }
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}
“ idzaa sholatil mar’atu khomsaha, wa shomat syahroha, wa hashonat farjaha, wa atho’at ba’laha dakholat min ayyi abwaaba jannata sya’at.” Apabila seorang wanita (menjaga) sholat lima waktunya, berpuasa pada bulannya, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya. niscaya dia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dia sukai. (HR. Ahmad, Abu hurairah dan Ath-Thabrani)

Saudariku muslimah .......

ketika kita merenungkan hadiah ini, kita mendapati keutamaan yang besar dan kebaikan yang menyeluruh, bagi siapa yang menerima hadiah itu dan melaksanakan kandungannya.

Didalam hadiah yang ada dihadapan kita ini, Rasulullah menjelaskan kepada pra wanita muslimah sebab - sebab yang bisa mengantarkan kita meraih syurga Allah.

baiklah saya ringkaskan sebab-sebab itu dalam empat point beriktu :

1. Shalatnya seorang wanita setiap lima waktunya

2. puasanya seorang wanita pada bulannya

3. Kesucian seorang wanita dengan menjaga kehormatannya

4. Ketaatan kepada suami dalam hal-hal yang bukan maksiat kepada Allah.

Saudariku muslimah........

kalau kita renungkan bersama sama setiap sebab dari sebab sebab diatas, kita akan mendapati sebab sebab diatas adalah amalan amalan yang ringan. akan tetapi kebanyakan Wanita kurang memperhatikannya.

baiklah saya rinci satu persatu dari ke empat sebab diatas... (semoga dapat membuka hati kita dan memperkuat keistiqomahan kita bersama. amin)

Shalatnya seorang wanita setiap waktu

ketahuilah wahai saudariku muslimah bahwa Allah telah mewajibkan kepada kita untuk beridir karenanya, bersuci menghadap kiblat dan shalat sehari semalam lima kali.

Disini agama Islam yang lurus menjadikan shalat sebagai tiang agama, barangsiapa yang menegakkannya maka dia telah menegakkan agama dan barangsiapa yang meninggalkannya maka dia telah meruntuhkan agama.

Sungguh Allah Yang Maha Mulia telah memperingatkanmu dari sikap melalaikan shalat, Firman-Nya :" Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang buruk) yang menyia nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya maka kelak mereka akan menemui kesesatan."(Al-Mardyam;59)

Ibnu Abbas ra berkata :" Menyia-nyiakan shalat bukan berarti meninggalkannya sama sekali, akan tetapi mengakhirkan dari waktunya."

Saudariku............

kalau memang ini adalah ancaman bagi orang yang mengakhirkan shalat dari waktunya, maka apa dugaanmu terhadap orang yang tidak shalat sama sekali ?

bahkan mungkin salah seorang diantara mereka telah mencapai usia lanjut, tapi belum pernah sekalipun ruku kepada Allah, bagaimana ia akan menghadap Rabbnya ?

Bagaimana mungkin wanita seperti itu akan selamat dari siksa -Nya yang pedih ?

tidak akan berguna baginya alasan sibuk mengurus anak atau alasan sibuk dengan urusan perut ataupun harta kekayaan, kenapa ?

sebab Allah telah memberi peringatan kepada orang - orang yang beriman dari sifat menyibukkan diri dengan anak - anak dan harta benda dan melalaikan dzikir kepada Allah. Sebagaimana firman Allah :" Hai orang - orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak - anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah, barang siapa yang berbuat demikian maka ia termasuk orang - orang yang merugi." (Al-munafiqin ;9)

para ahli tafsir berkata yang dimaksud dengan mengingat Allah dalam ayat ini adalah SHALAT LIMA WAKTU.

dari sini tidaklah pantaslah bagi kita wahai saudariku muslimah, meninggalkan shalat karena sibuk berdagang (jual beli) mempersiapkan hidangan, atau sibuk dengan anak - anak dan harta benda.

Lihatlah orang - orang yang disiksa di Neraka Saqar, tahukah kamu apakah itu Neraka Saqar ? yaitu neraka yang tidak menyisakan dan membiarkan secuil dagingpun.

Renungkanlah bagaimana mereka mengetahui bahwa siksaan yang mereka rasakan sebabnya adalah kelalaian mereka terhadap hak Allah, dimana mereka bukan termasuk ahli shalat dan mereka juga bukan termasuk para dermawan yang suka memberi fakir miskin, sebaliknya mereka adalah orang - orang yang membicarakan kebatilan dan mendustakan hari pembalasan.

Firman Allah :" Apakah yang memasukan kamu kedalam Neraka Saqar ? mereka menjawab :" kami dahulu tidak termasuk orang - orang yang mengerjakan shalat dan kami tidak pula memberi makan fakir miskin dan adalah kami membicarakan yang batil bersama orang yang membicarakannya dan kami mendustakan hari pembalasan sehingga datang kepada kami kematian." maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang - orang yang memberi syafaat. (Al-mudatsir ; 42-48)

dari sini Saudariku muslimah .... kita harus menjaga shalat, pada waktunya dengan khusyu dan adab-adabnya serta sunnah - sunnahnya supaya kita meraih tiket masuk syurga. insya Allah.



Dikirim pada 18 Maret 2009 di ruang muslimah
Profile

seorang muslimat yang biasa bahkan terlalu biasa ......... diriku bukanlah khadijah yang begitu sempurna menjaga, pun bukanlah hajar yang begitu setia dalam sengsara, diriku hanya wanita akhir zaman yang berusaha untuk menjadi sholehah.... More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 571.007 kali


connect with ABATASA