0


Menikah adalah saat dimana gerbang kesucian mulai dibentangkan
Menikah adalah saat dimana ketidaksempurnaan bukan lagi masalah yang mesti diperdebatkan
Menikah adalah saat dimana nyuci, nyemir, masang bohlam nyambung kabel, nyiram kembang, nguras bak mandi, masak, belanja kentang, ganti popok tak lagi bibi kerjakan
Menikah adalah saat dimana akar dirajut dari benang benang pemikiran
Menikah adalah saat dimana syariat direngkuh sebagai tolak ukur perbuatan
Menikah adalah saat dimana ketulusan diikatkan sebagai senyum kasih sayang
Menikah adalah saat dimana kesendirian dicampakkan sebagai sebuah kebersamaan
Menikah adalah saat dimana kegelisahan beralih pada ketenangan
Menikah adalah saat dimana kesetiaan adalah harga mati yang tak bisa dilelang…
Menikah adalah saat dimana bunga bunga bersemi pada taman taman
Menikah adalah saat dimana kemarau basah oleh sapaan air hujan
Menikah adalah saat dimana hati yang membatu lapuk oleh kasih saying
Menikah adalah sebuah pilihan antara jalan Tuhan dan Jalan Setan
Menikah adalah sebuah pertimbangan antara hidayah dan kesesatan
Menikah adalah saat dimana suka dan duka saling berdatangan
Menikah adalah saat dimana tawa dan air mata saling berdendang
Menikah adalah saat dimana ikan dan karang bersatu dalam lautan
Menikah adalah saat dimana dua hati menyatu dalam ketauhidan
Menikah adalah saat dimana syahwat tidak lagi bertebaran dijalan jalan
Menikah adalah saat dimana ketakwaan menjadi teluk perhentian
Menikah adalah saat dimana kehangatan menyatu dalam pekatnya malam
Menikah adalah saat dimana cinta pada Allah dan Rasul-Nya dititipkan
Menikah adalah saat dimana dua hati berganti peran pada kedewasaan
Menikah adalah saat dimana dua jasad menambah kekuatan dakwah peradaban
Menikah adalah saat dimana kecantikan adalah sebuah ujian
Menikah adalah saat dimana kecerewetan diperindah oleh aksesoris kesabaran
Menikah adalah saat dimana bunga bunga mulai menyemi pada alang
Menikah adalah saat dimana bidadari2 dunia turun ditelaga telaga kesejukan
Menikah adalah saat dimana jundi jundi kecil bagai cicit burung pada dahan dahan
Menikah adalah saat dimana pemahaman pemahaman mulai disemikan
Menikah adalah saat dimana amal amal mulai ditumbuhkan
Menikah adalah saat dimana keadilan mulai ditegakkan
Menikah adalah saat dimana optimistus adalah leksem baru dari sebuah kefuturan
Menikah adalah saat dimana kecemburuan adalah rona pelangi pada awan
Menikah adalah saat dimana kesendirin menutup epi k kehidupan
Menikah adalah saat dimana syahadat menjadi saksi utama penerimaan
Menikah adalah saat dimana aktivitas dibangun atas dasar ketaatan
Menikah adalah saat dimana perbedaan ciptakan kemesraan
Menikah adalah saat dimana istana tahajud dibangun pada pucuk pucuk malam
Menikah adalah saat dimana belaian bak kumbang yang meneteskan madu madu kehidupan
Menikah adalah saat dimana kecupan bak mentari yang segarkan dedaunan dari kemarau panjang
Menikah adalah saat dimana goresan bayang bayang yg kulukis pada mimpi mimpi malam berubah menjadi kenyataan
Menikah adalah saat dimana jiwa jiwa yang lelah seharian bisa disegarkan
Menikah adalah saat dimana hilangnya energy kehidupan bisa dipulihkan
Menikah adalah saat dimana kapal yang mengarungi bahtera kehidupan menemukan pelabuhan
Menikah adalah saat dimana Allah melipatgandakan kekuatan, rizki dan kasih saying
Menikah adalah saat dimana kebersamaan selalu menjadi kenyataan
Menikah adalah saat permasalahan permasalahan hidup tidak lagi dipecahkan seorang diri
Menikah adalah saat saat terindah tuk ciptakan surga dunia akherat
Menikah adalah jalan mulia tuk menjayakan islam dan muslimin
Menikah adalah saat dimana kecemburuan bagai bunga bunga indah nan harum sebagai penyemangat dalam beribadah
Menikah adalah saat dimana Alquran dan sunnah harus diamalkan dalam kehidupan
Menikah adalah saat saat terindah dimana keduanya saling berfastabikul khairat
Menikah adalah saat dimana kekuatan iman dan ihsan berlipat ganda
Menikah adalah saat dimana amalan amalan sunnah menjadi adat yang senantiasa hidup dalam bait bait kebersamaan
Menikah adalah saat dimana sakinah, mawaddah warahmah menjadi suatu hal yang muda direalisasikan dalam kehidupan
Menikah adalah saat dimana angin angin syurga mulai berhembus ke relung jiwa
Menikah adalah saat dimana mujahadah dalam jihad tak lagi surut kebelakang
Menikah adalah saat dimana dambaan menjadi pendamping perjuangan dakwah jadi nyata
Menikah adalah saat dimana cahaya cahaya syurga selalu menyinari arah kehidupan
Menikah adalah saat dimana ridha Allah menjadi motivasi utama dan pertama dalam mengarungi bahtera rumah tangga
Menikah adalah saat dimana semua kesusahan hidup adalah bagian dari kenikmatan yang harus diterima dan dihadapi dengan penuh ikhlas dan kesabaran
Menikah adalah satu jalan untuk menutup mata dari hal hal yang haram dipandang
Menikah adalah saat2 mendebarkan yang begitu indah
Menikah adalah saat dimana sifat dan sikap tercela harus disingkirkan
Menikah adalah suatu kenikmatan yang tiada bandingnya didunia ini
Menikah adalah saat dimana kebersamaan akan menghiasi segala kesepian
Menikah adalah saat dimana pengorbanan tak lagi menjadi perhitungan
Menikah adalah jalan mulia untuk menangkal panah panah iblis
Menikah adalah saat dimana kemanjaan seorang istri menjadi penyejuk jiwa
Menikah adalah saat janji setia dua anak manusia yang mampu mengguncang langit dan bumi
Menikah adalah saat dimana pintu pintu syahid terbuka lebar
Menikah adalah saat dimana generasi2 Rabbany mulai menyinari gelapnya dunia
Menikah adalah saat dimana senyuman manis bagai oase dipadang pasir
Menikah adalah saat dimana remasan2 lembut jemari suami mampu menurunkan rahmat dan kasih sayang Allah
Menikah adalah saat dimana suapan2 kecil semakin memperindah kebersamaan
Menikah adalah saat terindah dimana iman dan tolabul ‘ilmi menjadi faktor penunjang kemuliaan
Menikah adalah saat dimana akhlakul karimah menjadi penghias dalam menjalani kehidupan
Menikah adalah saat dimana kebersamaan dalam suka dan duka menjadi pengokoh ikatan tali kasih
Menikah adalah saat dimana panggilan sayang menjadi hal yang lumrah
Menikah adalah saat dimana tangisan tanda syukur pada-Nya selalu bersimbah
Menikah adalah saat dimana permintaan maaf selalu diberi sebelum diminta
Menikah adalah saat dimana merencanakan segala sesuatunya dengan penuh kecermatan
Menikah adalah saat dimana cita cita luhur mulai terwujudkan satu persatu
Menikah adalah saat dimana mahligai keberkahan mulai dipetik
Menikah adalah saat dimana keceriaan selalu menghiasi segala ujian dari-Nya
Menikah adalah saat dimana perilaku mulia menjadi teladan orang banyak
Menikah adalah saat dimana barisan barisan jihad mulai dibangun
Menikah adalah saat dimana semua jiwa dan raga dipersembahkan hanya untuk-Nya
Menikah adalah janji setia dua insan yang berlainan jenis untuk seiya sekata dalam menjalani kehidupan ini meraih cinta-Nya
Menikah adalah saat dimana separuh dari dien mulai dipetik
Menikah adalah saat dimana hari hari yang dilalui penuh dengan jihad
Menikah adalah saat saat terindah yang kudambakan.

Bandung, In Memoriam
Menikah adalah.................????/

Dikirim pada 11 November 2010 di artikel


Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
Duhai indahnya……….
Islam mengajarkan pola pola hubungan yang sangat indah dan menawan tentang lelaki dan perempuan. Ia memerintahkan keduanya untuk saling berinteraksi, berhubungan dan memberikan manfaat satu sama lain. Keduanya diperintahkan untuk bergerak seirama dengan irama semesta, melakukan putaran yang sama dilakukan oleh jagat raya. Keduanya disuruh untuk menjaga dan memelihara orkesra ini.
Lelaki itu itu ibarat langit, sedangkan perempuan ibarat bumi. Keduanya mesti “MENIKAH”. Langit memanjakan bumi dengan curahan hujan kasih saying, dan bumi melahirkan tetumbuhan, memelihara dan membesarkannya. Langit memandang bumi lewat matahari yang benderang, atau bulan yang bercahaya dengan pandangan yang berbinar binary, tidak ketinggalan langit mengerdip ngerdipkan matanya melalui bintang gemintang malam. Langit tidak pernah membiarkan bumi tanpa teman, walaupun sekejap. Ia selalu menciptakan interaksi dan menjaga keberlangsungannya. Tidak kalah, bumi pun melambai lambaikan tangan halusnya melalui dedaunan dan dahan dahan pepohonan diterpa semilir angina sepoi sepoi.
Saat kerinduan bumi makin memuncak, ia gerakkan pepohonan untuk menari nari dengan gerakan cepat dan meliuk liuk, diiringi musik angina kencang yang berhembus. Pada saat yang sama, langitpun berteriak – teriak , memanggil manggil bumi dengan guruh yang riuh atau guntur yang menggeleggar, lalu mengirimkan magnet yang memikat melalui kilatnya yang menyambar – nyambar. Ketika keduanya telah saling bertemu, langit menangis bahagia mengguyurkan hujan air matanya kepada bumi, sementara bumi dengan tenang menerima anugerah yang diterimanya dari sang langit, sebelum akhirnya menyebarkan hasil anugerah itu kepada semua makhluk yang menghuninya.
Langit dan bumi selalu bertemu ; yang satu mencari yang lainnya dicari , yang satu mencinta yang lainnya dicinta. Dan tak pernah pecinta mencari tanpa dicari pula oleh kekasihnya. Apabila kilat cinta telah membakar hati yang satu maka dalam hati yang lain telah bersemayam cinta yang penuh gelora. Sebagaimana apabila Cinta kepada Allah telah membara dalam relung hati seseorang, maka pasti Dia telah mencintainya. Sebab Allah telah menakdirkan bahwa takkan tercipta bunyi tepukan hanya dari sebelah tangan. Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan pasangannya ; Dia telah menjadikan manusia untuk saling mencinta. Dia telah menetapkan adanya pecinta dan kekasih, perindu dan terindu, pencari dan tercari…..
Langit adalah ibarat lelaki. Dan bumi adalah ibarat perempuan. Keduanya sejoli yang tak terpisahkan. Keduanya saling membutuhkan. Langit memberikan kebaikan dan bumi memupuk, memelihara dan menyebarkannya. Apabila bumi kekurangan panas, langit mengirimkan matahari. Jika ia kehilangan embun dan kesegaran, langit menggelilingi bumi laksana seorang suami yang mencari nafkah demi isterinya. Sedangkan bumi berputar, sibuk mengurusi rumah tangganya, membersihkan dan memperindah perkarangan rumah, serta merawat dan menyusui anak anak yang lahir,
Langit dan bumi tidak dapat dipisahkan. Tanpa bumi, bagaimana mungkin bunga dan pepohonan dapat tumbuh dan berkembang ? tanpa bumi, air dan panas yang telah dikirimkan takkan bermakna apa-apa. Karena keduanyalah terjadi kelahiran dan pembiakan. Langit dan bumi sepertinya berlawanan, yang satu diats dan lainnya dibawah. Yang satu luas dan besar dan yang lainnya kecil. Padahal keduanya saling menyempurnakan, saling memelihara eksistensi masing2. takkan ada langit jika tidak ada bumi, demikian pula sebaliknya.
Bagaikan malam dan siang, yang secara lahir nampang bertentangan yang satu hitam dan gelap yang lainnya bersinar dan terang padahal keduanya saling memerlukan untuk menuju satu tujuan, karena keduanyalah ada sesuatu yang bernama hari, keberadaan yang satu menyebabkan adanya yang lain; hilang yang satu, hilang pula yang lainnya takkan pernah ada siang jika tidak ada malam.
Begitulah…. Dan inilah yang dinamakan pernikahan. Pernikahan yang suci. Bukan semata sebagai kontak dan kontrak seksual, melainkan pernikahan yang sesuai dengan gerak ritmis Rabbani. Dan dari pernikahan ini pula akan lahir mujahid mujahidah pilihan dan manisfestasi manisfetasi Rabbani.
Islam sangat menganjurkan pernikahan. Bahkan Rasulullah menegaskan bahwa pernikahan adalah sunnahnya ; siapa saja yang membencinya maka beliau tidak mengakuinya sebagai umat. Setiap pemuda yang telah siap diharuskan untuk bersegera menikah.
Dengan menikah, kata Imam Al-Ghazali hati menemukan kelegaannya, melalui kedekatan dan kemesraan bersama istri atau suami. Hati yang lega akan meningkatkan hasrat untuk memuji, memuja dan memasrahkan diri kepada Illahi. Seseorang akan merasakan betapa Mahakasihnya Allah, betapa Penyayang dan Penguasanya DIA yang telah menciptakan dan mengatur hubungan hubungan yang indah ini. Ia akan mudah memahami dan menaiki berbagai anak tangga syukur. Sesuatu yang tidak bisa dimenegerti oleh mereka yang tidak menikah.
Hati yang lega diinginkan setiap orang. Tapi kelegaan tidak bisa didapatkan dengan diam. Ia harus dicari. Dan itu bisa didapatkan diantaranya dengan beristeri atau bersuami. Ali bin Abi Thalin dalam kesempatan berkata :” Janganlah kau hilangkan istirahat dan kelegaan sepenuhnya dari hati, agar hatimu tidak menjadi buta.
Ibnu Arabi menegaskan bahwa kesempurnaan manusia terletak dalam kepasrahnannya kepada Allah. Setiap kebaikan yang positif selalu dimulia dari penghambaan kepada-Nya.
Pernikahan adalah sebagian dari agama karena dengan pernikahan seseorang akandapat merasakan keindahan dan kasih saying Allah. Bahkan dalam sebuah hadist disebutkan bahwa Pernikahan adalah separuh agama.
Karena alasan ini pulalah, saat kedua istrinya meninggal karena wabah penyakit, Mu’adz bin jabal berkata, “ berikanlah kepadaku seorang istri, agar aku tidak mati dalam keadaan membujang” Muadz bin jabal adalah seorang sahabat yang pernah diutus oleh Nabi untuk menyebarkan islam diyaman.
Ya inilah sebuah hubungan yang sangat indah dan menawan……. PERNIKAHAN….
So yang belum menikah….??? Maka……………

Bandung, In Memoriam
Apabila bumi kekurangan panas,
Langit mengirimkannya ;
Jika ia kehilangan embun dan kesegaran,
Langit memulihkanya (Jalaluddin Rumi)

Dikirim pada 11 Juni 2010 di artikel


Tantangan dakwah semakin hari semakin terasa berat. Ibarat gelombang samudera yang menghentakkan kesana kemari apa yang ada dihadapannya. Tak ada yang dapat bertahan kecuali mereka yang jiwanya kokoh setegar karang. Karena landasan perjuangan mereka jelas, aqidah mereka lurus, fikrah dan ibadah mereka benar. Jika kita tidak mengiringi langkah kita dengan semua itu dan dengan kesabaran dalam menghadapinya, niscaya tantangan itu akan semakin sulit untuk dilewati. Kita tidak hanya diperintahkan untuk memperbaiki diri kita, tetapi juga keluarga dan masyarakat di sekitar kita. Jika kita sudah mengalami kegagalan dalam memperbaiki diri, bagaimana jadinya dengan keluarga dan masyarakat kita?

Kadang kita hanya bisa menangis melihat umat meringis kesakitan ditikam belati kezaliman. Kita tidak punya kekuatan apa-apa untuk merubahnya karena kita sendiri tidak punya kesatuan langkah dalam berjuang. Masing-masing kita berjuang untuk diri kita sendiri. Kalaupun ada, kita tidak punya arah dan tujuan yang jelas, sampai kemana dakwah ini bermuara. Akibatnya, bangunan Islam yang selalu tergambar dalam benak kita, tidak benar-benar terwujud menjadi kenyataan.

Hal ini diperparah lagi dengan buruknya niat kita. Setiap kali dakwah memberi kekuasaan kepada kita, sebagian kita merasa bahwa dakwah adalah ladang untuk mencari materi. Dakwah bisa digunakan sebagai kendaraan mengeruk uang sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pribadi. Yang hadir kemudian adalah, fenomena saling iri dan dengki, saling menjatuhkan, saling memfitnah. Walaupun hanya bersuara dibelakang panggung, tapi cukup terasa karena keadaan semakin memburuk.

Jika sudah begini, lantas apa bedanya kita dengan orang awam, yang belum mendapat tarbiyah seperti kita? Ya Allah, kita belum bisa menjadi contoh dan penggerak masyarakat kita. Kita bahkan jatuh terpuruk karena keburukan yang kita perbuat. Syaikh Muhammad al-Ghazali menyebut mereka sebagai dai-dai fitnah. Yaitu dai-dai yang secara tidak langsung memfitnah bahwa Islam itu buruk dan tidak membawa kebaikan apa-apa. Masya Allah!

Abdurrahman bin Jubair menceritakan apa yang ia dengar dari ayahnya, Tatkala Ciprus ditaklukan oleh kaum muslimin, tiba-tiba mereka banyak yang menangis. Aku melihat Abu Darda duduk menangis sendirian, aku bertanya kepadanya, Wahai Abu Darda, apa yang membuatmu menangis di hari Allah memuliakan Islam dan pemeluknya? Ia berkata, Celaka kamu wahai Jubair, betapa hinanya makhluk di sisi Allah jika mereka mengabaikan perintah-Nya. Kamu tahu, mereka sebelumnya adalah umat yang kuat dan pemenang, akan tetapi karena mereka meninggalkan perintah Allah, maka kamu lihat seperti apa mereka sekarang

Sudah seharusnya kita merenung sedari sekarang, sudah luruskah niat kita? Mampukah kita mengendalikan hawa nafsu kita? Apakah hari ini lebih baik dari hari kemarin? Wahai orang-orang yang ingin berjuang di jalan Allah, hendaknya engkau meningkatkan kekuatan ruhiyah, jasadiyah, dan aqliyah-mu. Hendaknya engkau membingkai semua itu dalam bingkai amal fardhi dan amal jamai. Sehingga semua yang engkau lakukan itu, tidak lain untuk li ilai bikalimatillah (meninggikan kalimat Allah) dan engkau berada dalam barisan yang rapi dan teratur, innallaha yuhibbulladziina yuqatiluuna fii sabiilihi shaffan ka annahum bunyanun marshuush!

Selain bekal-bekal itu, hendaknya engkau juga memiliki bekal ketrampilan hidup yang bisa Anda gunakan untuk mencari nafkah (maisyah). Tidak ada istilah pengangguran bagi seorang aktivis dakwah. Dengan nafkah itu, Anda dapat hidup lebih mandiri dan menjaga harga diri Anda khususnya dihadapan musuh-musuh dakwah. Dari pendapatan Anda, Anda bisa menginfakkan sebagian harta Anda untuk kepentingan dakwah. Imam Hasan al-Banna menyebutnya dengan istilah, shunduquna juyubuna. Artinya, dana dakwah yang kita peroleh berasal dari kantong kita sendiri. Oleh karena itu, seorang aktivis dakwah harus bersungguh-sungguh (profesional) dalam setiap pekerjaan yang digelutinya.

Namun, janganlah Anda menjadikan materi sebagai sentral pemikiran dan gerak langkah Anda. Berusahalah untuk hidup zuhud, bersyukur dan selalu merasa cukup (qanaah) dengan yang ada. Hiduplah dalam keadaan sederhana, makan yang halal dan baik. Disebutkan dalam kitab Ihya Ulummuddin, para ulama salafus shalih selalu hidup dalam kesederhanaan. Seorang ulama dikabarkan jika sudah mendapat penghasilan beberapa dinar, kemudian dia pergi menuntut ilmu, berdakwah, dan beribadah. Imam al-Junaid selain dikenal seorang pedagang sukses, beliau juga seorang dai dan sufi. Begitupun dengan Imam Abu Hanifah yang dikenal sebagai salah satu imam madzhab yang empat. Imam Abu Said al-Kharraz hidup sebagai tukang pintal. Imam Hasan al-Banna sendiri hidup sebagai tukang reparasi jam. Syaikh Abbas as-Sisi hidup sebagai penjual keju. Dan lain sebagainya. Mereka manusia seperti kita; mencari nafkah untuk keperluan hidup sehari-hari, namun tidak melupakan aktivitasnya yang utama, yaitu
beribadah kepada Allah Swt..

Dengan bekal-bekal itu, mudah-mudahan kita dapat bertahan di jalan dakwah ini sekalipun badai ujian dan cobaan datang menerpa kita. Apapun kendala yang kita hadapi, jadikan akhirat sebagai pusat perhatian kita. Kita beramal bukan untuk dunia ini, tetapi untuk negeri akhirat yang kekal abadi.


Dikirim pada 24 April 2009 di artikel

Allah berfirman dalam Hadits Qudsi yang artinya : " Nabi Musa a.s telah bertanya kepada Allah : " Ya Rabbi ! siapakah diantara hamba-MU yang lebih mulia menurut pandangan-Mu ?" Allah berfirman :" Ialah orang yang apabila berkuasa (menguasai musuhnya), dapat segera memaafkan." (Kharaithi dari Abu Hurairah r.a)
****************
Nabi Musa a.s pernah mengajukan pertanyaan kepada Allah, siapa diantara hamba - hamba-Nya yang lebih mulia menurut padangan Allah, Allah menerangkan kepadanya :" Mereka adalah orang yang berhati mulia , berlapang dada, bersikap toleran terhadap musuh atau orang yang memusuhinya disaat ia berkuasa melakukan sekehendaknya."

Ia tidak melampiaskan balas dendam atau sakit hatinya terhadap orang itu, bahkan dia memaafkan karena Allah semata - mata . orang yang berhati emas semacam itu tinggi kedudukannya disisi Allah swt.

Saudaraku.... dapat kita simpulkan bahwa memaafkan musuh atau orang yang memusuhi kita atau menyakiti kita ketika kita dapat melakukan pembalasan adalah satu perbuatan yang sangat baik dan tinggi nilainya disisi Allah. selain dari itu malahan menambah tinggi martabat dan derajat kita pada pandangan masyarakat dan musuh.

Dalam tarikh dikemukakan perilaku dan ketinggian budi pekerti Rasulullah saw.Dalam gahzwah uhud Rasulullah mendapat luka pada muka dan juga patah beberapa buah giginya. berkatalah salah seorang sahabatnya :" Cobalah tuan doakan agar mereka celaka." Rasulullah menjawab :"Aku sekali kali tidak diutus untuk melaknat seseorang, tetapi aku diutus untuk mengajak kepada kebaikan dan sebagai rahmat. Lalu beliau menengadahkan tangannya kepada Allah Yang Maha Mulia dan berdoa :" Allahummaghfir liqaumi fa innahum la ya" lamun " Ya Allah ampunikah kaumku , karena mereka tidak mengetahui ."

Rasulullah tidak berniat membalas dendam, tapi malah memaafkan mereka dan kemudian dengan rasa kasih sayang beliau mendoakan agar mereka diberi ampunan Allah, karena dianggapnya mereka masih belum tahu tujuan ajakan baik yang dilakukannya.

dalam ghazwah uhud itu juga, seorang budak hitam bernama Wahsyi yang dijanjikan oleh tuannya untuk dimerdekakan bila dapat membunuh paman Nabi bernama Hamzah bin Abdul Muththalib r.a , ternyata ia berhasil membunuh hamzah dan ia dimerdekakan. kemudian ia masuk Islam dan menghadap kepada Nabi Saw.

Wahsyi menceritakan peristiwa pembunuhan hamzah. walaupun Nabi Saw telah menguasai Wahsyi dan dapat melakukan pembalasan, namun tidak melakukannya bahkan memaafkannya. alangkah tingginya akhlak ini.

selanjutnya kita lihat dalam Ghazwah Khaibar (Perkampungan yahudi), Zainab binti al-harits, istri Salam bin Misykam, salah seorang pemimpin yahudi berhasil memperoleh hadiah karena dapat membubuhkan racun pada panggang paha kambing yang disajikan kepara Rasulullah saw, Rasulullah saw makan bersama Bisyr bin Bara bin ma rur. Bisyr sempat menelan daging beracun itu, tetapi Nabi Saw baru sampai mengunyahnya, lalu dimuntahkannya kembali sambil berkata :" Daging ini memberitakan kepadaku bahwa dia beracun." beberapa hari kemudian Bisyr meninggal dunia. Nabi saw memanggil Wanita yahudi yang terkutuk itu dan bertanya kepadanya :" Mengapa engkau sampai hati melakukan peracunan itu." Wanita itu menjawab :" kiranya tiada tersembunyi hasrat kaumku untuk membunuh tuan, sekiranya tuan seorang raja tentu akan mati karena racun itu dan kami akan merasa senang. tetapi jika tuan seorang nabi, tentu tuan akan diberitahu oleh Allah bahwa daging itu mengandung racun. nyatanya tuan adalah seorang Nabi."

Saudaraku... apa yang dilakukan Nabi terhadap wanita itu, padahal beliau sudah menguasainya ? wanita itu kontan dimaafkan dan dilepaskannya. sekarang apa yang kita lakukan jika hal itu terjadi pada kita ? jangankan masalah yang menyangkut nyawa, perkara sepelepun kadang kita sangat susah untuk memaafkan.........

Peristiwa lain yang terkenal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran adalah peristiwa Du tsur, dimana seorang arab kafir namanya Du tsur mendapat Rasulullah saw sedang tidur tengah hari di bawah pohon yang rindang. Lalu Du tsur mengambil pedang Nabi saw serta menghunusnya sambil mengancamkannya kepada beliau, dengan ucapan :" Siapa yang dapat membelamu daripadaku sekarang ini ?" dengan tegas Nabi menjawab :" Allah". orang itu pun gemetar , sehingga pedang yang ada ditangannya terjatuh. segera dipungut oleh Nabi dan mengancamkannya kembali kepada Du tsur :" siapa yang akan membelamu daripadaku ini ?" Du tsur menjawab :" tidak seorangpun."

Saudaraku.... apa yang dilakukan oleh Nabi saw ? ternyata otang itu dimaafkannya.

Du tsur pulang kedesanya dan menceritakan peristiwa tersebut kepada kaumnya bahwa ia semestinya sudah mati, tetapi ternyata Muhammad adalah orang yang berbudi luhur. Du tsur mengajak kaumnya masuk islam. itulah hasil budi pekerti yang tinggi , suka memaafkan ketika berkuasa.

saudaraku.... rasanya tak ada satu kaum yang lebih memusuhi Nabi Saw, daripada kaum Quraisy kuffar makkah yang terkenal itu. mereka memusuhi Nabi dan Kaum Muslimin sejadi jadinya. mereka pernah memukul, melecut, membakar dengan besi panas, menjemur dibawah terik matahari, menindih dengan batu besar, melempar dengan kotorran kotoran binatang. malah pernah meletakkan kepada unta pada kuduk Nabi ketika Nabi sedang sujud dan berbagai rencana untuk membunuh Rasulullah saw.

setelah Rasulullah saw dan Kaum Muslimin berhasil membebaskan kota mekkah (Fathu makkah) dan setelah kaum kuffar dapat dikuasai sepenuhnya oleh Nabi, mereka dikumpulkan dihadapan beliau. bukan untuk menerima balas dendam akan tetapi untuk menerima pengampunan. subhanallah....

aqulu kama qola akhi yusuf : la tasyriba alaykumulyauma yaghfirullahu wahuwa arhamurrahimin :" Aku berkata seperti yang dikatakan oleh saudaraku yusuf :" Mulai hari ini tidak ada cerca dan nista atas perbuatan yang telah kalian lakukan. Allah mengampuni kalian dan Dia Yang Maha Pengasih dan Penyayang."

setelah mendengar ucapan beliau , mereka bubar dengan perasaan lega hati. hasil dari akhlak Rasulullah yang tinggi ini berduyun duyunlah mereka memeluk Agama Islam yang tadinya mati matian memusuhinya.

" Balasan perbuatan jahat adalah kejahatan yang seimbang dengannya. barangsiapa yang memaafkan dan berlaku damai , pahalanya ada ditangan Allah" (Q.S 42;40)

" Memaafkan itu lebih mendekatkan kepada taqwa. " (QS. 2 ; 237)

" Dan hendaklah mereka suka memaafkan dan mengampuni. apakah kalian tidak suka Allah mengampuni kalian ? " (QS. 24 ; 22)

" maafkanlah mereka dan mintakanlah ampunan bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (keduniaan). " (QS 3 ; 159)

" Ambillah jalan maaf, dan ajaklah dengan cara yang lemah lembut dan berpalinglah dari orang orang yang jahil." (QS. 7 ; 199)

"..... dan orang - orang yang dapat menahan meluapnya kemarahan dan yang suka memaafkan orang lain dan Allah mencintai orang - orang yang berbuat baik." (QD 3 ; 134)

didalam hadist Nabi saw terdapat juga penjelasan tentang sifat memaafkan ini. antara lain saya kutipkan artinya sebagai berikut :

" Barangsiapa yang dapat menahan luapan kemarahan, sedang ia berkuasa dan sanggup melampiaskan niscaya Allah memanggilnya pada hari kiamat dihadapan khalayak ramai untuk memilih bidadari yang dikehendaki." (subhanallah.... siapa yang tidak menginginkan hal ini berlaku pada dirinya..... memilih bidadari yang dikehendakinya. Allahu Akbar !!!)

" seorang muslim apabila disaat bergaul dengan orang banyak dan dapat bersabar (Suka memaafkan) atas gangguan mereka lebih baik dari muslim yang tidak suka bergaul dan tidak sabar atas ngangguan mereka."

" Allah pasti meningkatkan kemuliaan seseorang karena sifat pemaafnya."

baiklah.. sekarang mari saya postingkan satu cerita yang berhubungan dengan sifat pemaaf dan saya yakin saudara saudariku juga pernah bahkan mungkin sering membaca cerita ini......................

Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.

Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU. Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum menjawab,"Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin MAAF datang menghembus dan menghapuskan tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak mudah hilang ditiup angin."

saudara/i ku ......Cerita di atas, bagaimanapun tentu saja lebih mudah dibaca dihayati. Begitu mudahnya kita memutuskan sebuah persahabatan hanya kerana sakit hati atas sebuah perbuatan atau perkataan yang menurut kita keterlaluan hingga menyakiti hati kita. Sakit hati lebih mudah untuk diingati berbanding begitu banyak kebaikan yang dilakukan. Mungkin ini memang sebahagian dari sifat buruk diri kita.

Karena itu, seseorang pernah memberitahu saya apa yang harus saya lakukan ketika saya sakit hati. Beliau mengatakan ketika sakit hati yang paling penting adalah melihat adakah orang yang menyakiti hati kita itu telah kita sakiti terlebih dahulu.

Saudara/i ku....... Bukankah sudah menjadi kebiasaan sifat manusia untuk membalas dendam? Maka biasanya bila kita telah melukai hatinya terlebih dahulu dan dia juga menginginkan kita merasai sakit yang sama seperti yang dia rasakan. Boleh jadi juga sakit hati kita kerana kesalahan kita sendiri yang salah dalam menafsirkan perkataan atau perbuatan teman kita. Oleh itu, kita akan mudah tersinggung oleh perkataan sahabat kita yang dimaksudkannya sebagai gurauan.

Namun demikian, orang yang bijak akan selalu menerapkan dalam dirinya dalam hatinya untuk memaafkan kesalahan-kesalahan saudaranya yang lain. walaupun ini sangat berat untuk dilakukan. tapi kembali dari itu semua mari kita berkaca kepada akhlak panutan kita Rasulullah saw. Mari kita �menyerahkan� sakit itu kepada Allah - yang begitu jelas dan pasti mengetahui nya. seperti Rasulullah yang mendoakan kebaikan buat orang yang telah menyakiti dan memusuhi beliau. "Ya Allah, balaslah kebaikan siapapun yang telah diberikannya kepada kami dengan balasan yang jauh dari yang mereka bayangkan. Ya Allah, ampuni kesalahan-kesalahan saudara-saudara kami yang pernah menyakiti hati kami karena mereka tidak mengetahuinya.

saudara/i ku..... Rasulullah bersabda kepada Uqbah bin Amir r.a : " Wahai Uqbah ! maukah engkau ku beritahukan budi pekerti ahli dunia dan akhirat yang paling utama ? yaitu : melakukan shilaturahim (Menghubungkan kekeluargaan dengan orang yang telah memutuskannya), memberi pada orang yang tidak memberimu, dan memaafkan orang yang pernah menganiayamu." (ihya ulumuddin)

dalam hadist lain disebutkan : " Ada tiga hal yang apabila dilakukan akan dilindungi Allah dalam pemeliharaan-Nya, ditaburi rahmat-Nya dan dimasukkan-Nya kedalam surga-Nya yaitu : apabila diberi ia berterima kasih, apabila berkuasa ia suka memaafkan, dan apabila marah ia menahan diri (tak jadi marah) ." (R. Hakim dan ibnu hibban dari Ibnu abbas dalam Min Akhlaqin Nabi)

Saudaraku... memaafkan itu indah ..... tetapi meminta maaf itu lebih indah............

ya Allah.... Karunianilah kami sifat pemaaf, pengampun dan lapang dada. ya Allah... jadikanlah kami orang yang dapat menahan meluapnya kemarahan dan orang yang suka memaafkan orang lain. amin Allahuma Amin.

** disarikan dari berbagai sumber

Dikirim pada 24 April 2009 di artikel
Awal « 1 2 » Akhir
Profile

seorang muslimat yang biasa bahkan terlalu biasa ......... diriku bukanlah khadijah yang begitu sempurna menjaga, pun bukanlah hajar yang begitu setia dalam sengsara, diriku hanya wanita akhir zaman yang berusaha untuk menjadi sholehah.... More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 566.040 kali


connect with ABATASA