0


Betapa banyak air mata yang pernah ditumpahkan oleh perempuan sepanjang sejarah. Andai semuanya dikumpulkan , maka akan menghasilkan lautan. Kendati demikian, tidak semuanya air mata istimewa dan tidak semuanya pula diperuntukkan bagi sosok special.

Keharuan demikian hebat mengapung saat Ibnu Umar bertanya :” Ceritakanlah kepada kami hal yang mempesona bagimu pada diri Rasulullah saw ?” suami tercinta sudah wafat, namun kenangan manis mengepung hati sehingga jawaban awal hanyalah tangisan rindu.

Isak tangisnya berbuncah kerinduan. Sangatlah rindu ! Aisyah perlahan mengusap kristal hangat yang melelh di pipi. Tetapi air suci itu umpama bendungan jebol. Sulit ditahan, susah disembunyikan.

Disela isakan itu, terdengar suara teramat lirih, “ KANA KULLU AMRIHI AJABA (semua perilakunya menakjubkan).

Menakjubkan karena sebagai istri, Aisyah selalu merasa memiliki suami dua puluh empat jam sehari. Menakjubkan sebab kehadirannya senantiasa membawa kehangatan hati. Menakjubkan karena beliau sangat mengerti cinta seperti apa yang didamba istri.

Kenangan tersebut tidak saja indah ketika senang, bahkan kesusahan hidup menghadirkan bahagia. Wajar bila Aisyah mengakui secara jujur tidak bisa memilah lagi mana yang paling berkesan. Kecuali mengakui keterpesonaan sempurna atas semua budi pekerti mulianya. Jatuh bangun, pahit getir, dan susah senang dalam berjuang tetap menjadi nostalgia terindah. Karena segala yang dipersembahkan Rasulullah untuk keluarganya benar – benar mengagumkan. Beliau tidak mencurahkan harta melimpah ruah, tapi melimpahkan segala – galanya berbingkai ketulusan dan perlakuan amat bermartabat.

Ya ! sebagai Istri, Aisyah tahu persis perangai suami dari pagi sampai malam. Dia pula yang benar – benar merasakan ketinggian budi pekerti. Kini rindu itu menggelora. Ooooh… andaikan masih ada waktu untuk mereguk cinta !

Saudariku…. Airmata juga meleleh di pipi seorang muslimah tangguh. Sumarni tak kuasa menahan kristal hangat yang mengalir dipipi. Suaminya, Ustadz Rahmat Abdullah sudah kembali ke haribaan Illahi. Keikhlasan atas kepergian justru membuahkan air mata, rindu, kagum , bangga dan bahagia.

Kesibukan suaminya meliputi urusan keselamatan umat, dai yang tiada kenal lelah, anggota legislative, dan seabrek kegiatan padat lainnya. Namun , ustadz Rahmat benar – benar melimpahkan rahmat bagi istri dan keluarga tercinta. Hingga kematian tak bisa memupus keindahan yang telah terpancang dihati. Lelah,

Ustadz rahmat sering mengerjakan sendiri pekerjaan rumah tangga. Termasuk membuatkan teh untuk keluarga. Juga mengajak minum secangkir berdua bagi kekasih hatinya. Dia rajin mencarikan tempat makan istimewa bagi istri tercinta. Kedua sejoli diusai senja masih sempat jalan pagi setiap sabtu usai sholat shubuh.

Pernah sumarni mengutarakan kesukaan pada bunga Anggrek. Tak lama kemudian, suami segera membawakannya lengkap dengan tanah, pupuk, dan obat untuk bunga itu. Pulang dari aktivitas, tidak lupa menenteng oleh oleh. Meski hanya goreng singkong, tapi nikmatnya luar biasa karena dibumbui oleh cinta. Guna meningkatkan intelektualitasnya , ia senang membelikan buku untuk anak dan istrinya,

Jika sumarni sakit, telepon dari sang suami sering berdering menghibur hati. Tujuh orang anak juga senang bercanda dengan abi-nya. Tidak ada tembok pembatas kasih sayang antara suami istri serta anak- anak. Mereka dengan suka ria menitip belanjaan bagi sang suami/ayah. Misalnya membeli bumbu, sabun, odol , perlengkapan dapur dan sebagainya. Dan untuk istri tercinta, tersedia panggilan kesayangan :” NAI!”

Wajar bila wartawan bertanya tentang kenangan selama mendampingi Sang Syaikh Ad-dakwah Lagi lagi air mata kekaguman yang menjawab. Pria special memang mendapat tempat pilihan dihati. Serta dilepas dengan air mata istimewa pula.

********
Sekarang masihkah ada suami terpuji yang menjadi pujaan hati istri. Meski arwahnya sudah dijemput Maha Kuasa. Masihkah istri – istri merindukan dan menangisi kepergian itu karena terkenang akhlak luhurnya ? atau tangisan yang ada hanyalah kerapuhan hati tak siap ditinggal mati ?

Lelaki pilihan menangis saat lahir dan ketika wafat orang – orang tercinta yang menangisi kepergiannya. Keindahan budi pekerti melukiskan kenangan tiada terlupakan. Ada isakan rindu disetiap bait bait doa. Kebanggaan abadi atas perjuangan tulus ikhlasnya.

Kalaupun bukan public figure masyarakat, suami tersebut adalah teladan bagi anak istri. Barangkali kedatangannya tidak pernah dieluk elukan pendukung, namun kehadirannya dirumah tangga selalu menjadi pelita. Sanjungan dari para penggemar belum tentu tulus. Adanya. Puji puji dari anak istri merupakan kesyukuran terdalam, sebab mereka telah dianugerahi pahlawan sejati.

Dia tidak harus suami super hebat dengan berderet penghargaan menempel dipundaknya. Bukan pula pria terkenal yang mengorbankan segala galanya demi penggemar, jabatan , uang , prestasi, dan prestise, sementara keluarga kocar kacir, bukan pula pria yang jago mengguyuri uang melimpah atau fasilitas hidup serba wah.

Kesombongan tercermin dari ucapan, " Bu ! maaf, hidupku sudah dikorbankan semata mata demi umat. Jadi, ibu dan anak anak pandai-pandai mengatur diri sendiri !”

“Hanya untuk umat ?” memangnya anak istrimakhluk angkasa luar ? mereka pasti bukan alien, tetapi bagian juga dari umat yang harus diperjuangkan. Malahan tanggung jawabnya lebih berat.

Perkara kejiwaan sering menjadi barang mahal yang jarang tersentuh. Istri yang malang mempunyai suami yang dipuja banyak wanita. Tetapi sebagai istri, ia sendiri tidak pernah merasa memiliki.

Apalah arti seorang suami hebat yang menghabiskan semua hidup bagi orang lain ? berjaya di tengah gemuruh tepuk tangan anak buah, mendapat penghargaan dan kekaguman dari para wanita, tetapi tidak dapat berlaku baik terhadap istri, dan memperoleh cibiran dari anak istri.

Wanita beruntung itu mempunyai dua laki laki pilihan sekaligus pujaan : AYAH DAN SUAMI yang sama sama saleh. Tidak sia sia ketika masih gadis ia mati matian menghunus syarat utama Dien yang cap jempol. Profil suami teladan yang membimbing keluarganya menjadi kafilah syurga.

Suami hebat itu seperti seorang sahabat nabi. Kulitnya yang hitam bertambah legam karena setiap hari menampung terik matahari, bekerja mencari nafkah sebagai pemecah batu. Tangannya kasar dan juga mengeras.

Hingga ia mengadu pada Rasulullah saw , “ berapa malang nasib tanganku !”

Beliau meraih dan menciuminya. “ Inilah tangan yang akan mengantarkan pemiliknya ke syurga.”

Tangan mulia seorang suami yang hancur menghidupi anak istri adalah tangan yang menjadi kebanggaan dihadapan Allah. Jihad demi keluarga telah membuat tubuhnya kerempeng, tangan kasar, atau malah sakit sakitan.

Keberadaannya barangkali tidak menarik para wartawan. Perjuangan sucinya tidak pernah menghiasai lembaran surat kabar. Namun ada yang benar – benar memujanya setulus jiwa.

Suami seperti itu mewariskan harta benda, sebab sampai kapanpun ia tak sudi menjadi hamba dunia. Namun ada yang lebih berharga daripada gemerlap serba semu itu. Kenangan terindah perihal akhlak mulia sebagai kepala rumah tangga, semangat heroic dan perlakuan manis. Suami yang membuktikan cinta yang sesungguhnya.

Boleh jadi istri sulit menemukan kebanggaan sejati meski dari pernikahan yang lama. Penyebabnya suami pergi tanpa meninggalkan keteladanan kecuali limpahan harta yang justru menjadi biang malapetaka perpecahan keluarga.

Lantas kenangan macam apa yang bisa membangkitkan haru biru layaknya Aisyah ? alas an apa yang membuat air mata istimewa mengalir dipipi istri ? dan suami mana lagikah yang bisa mewarisi kehebatan Rasulullah saw dalam meninggalkan kenangan ? ……….

********
Disarikan dari : Membina Syurga dimahligai Cinta


Illahi Rabbi..... perkenankan lisan ini dapat berucap " KANA KULLU AMRIHI AJABA " disaat semua lisan tertuju dan mempertanyakan " Ceritakanlah kepada kami hal yang mempesona dari suamimu ?

llahi dalam kekayaan-MU hamba adalah fakir, sedang dalam kefakiran hambapun adalah fakir. Illahi, hambalah orang yang jahil dalam ilmu, betapa hal ini tiada lebih bodoh dari kebodohanku memahami. Sungguh perubahan ketetapan-Mu, cepat sampai takdir-MU, itu semua telah menahan orang - orang arif merasa puas atas semua pemberian tapi putus asa dalam ujian. semoga ... saudara saudariku jauh dari seorang yang memiliki banyak keinginan agar terlepas dari kekecewaan yang panjang. Maha Suci Engkau Duhai Quddus .. ditangan-MU segala kerajaan dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu..................................





Dikirim pada 02 Juni 2009 di muhasabah
Awal « 1 » Akhir
Profile

seorang muslimat yang biasa bahkan terlalu biasa ......... diriku bukanlah khadijah yang begitu sempurna menjaga, pun bukanlah hajar yang begitu setia dalam sengsara, diriku hanya wanita akhir zaman yang berusaha untuk menjadi sholehah.... More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 571.000 kali


connect with ABATASA