0


saudaraku….
wanita muslimah laksana bunga yang menawan wanita muslimah yang sholehah bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya Begitu indah begitu berkilau begitu menentramkan…
teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut namun tentunya tak sembarang orang berhak meraihnya menghirup sarinya
hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah yang dapat memetiknya yang dapat meraih pesonanya dengan harga mahal yang teramat suci sebuah ikatan amat indah bernama PERNIKAHAN karena itu sebelum saatmu tiba janganlah engkau biarkan seorang muslimah layu sebelum masanya jangan kau menjadikan serigala liar membuatnya bahan permainan dalam keisenganmu Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh atas nama taaruf atas nama cinta…
Ya….... atas nama cinta jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh atas nama taaruf atas nama cinta Kau tau saudaraku…?? Jika seseorang jatuh cinta maka cinta akan membungkus seluruh aliran darahnya membekuknya dalam jari-jarinya dan menutup semua mata hati dan pikirannya Membuat seseorang lupa akan prinsipnya, Membuat seseorang lupa akan besarnya fitnah ikhwan-akhwat, Membuat seseorang lupa akan apa yang benar dan apa yang seharusnya ia hindarkan, Membuat seseorang itu lupa akan apa yang telah ia pelajari sebelumnya tentang batasan-batasan pergaulan ikhwan akhwat, Membuat seseorang menyerahkan apapun supaya orang yang ia cintai ”bahagia” atau ridho terhadap apa yang ia lakukan Membuat orang tersebut lupa bahwa cinta mereka belum tentu akan bersatu dalam pernikahan….
Ya saudaraku….akhi fillah, Jangan sampai cinta menjerumuskanmu dalam lubang yang telah engkau tutup rapat sebelumnya Karena itu jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh segeralah buat sebuah benteng yang tebal yang kokoh Tanam rumput beracun disekelilingnya Pasang semak berduri di muara-muaranya Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati. Cinta yang takkan bertepuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin…
Cinta begitu dasyat pengaruhnya jika engkau tau Karena itu jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh segeralah buat sebuah benteng yang tebal yang kokoh Tanam rumput beracun disekelilingnya Pasang semak berduri di muara-muaranya….
Berlarilah menjauhinya,menjauhi orang yang kau cintai, Buat jarak yang demikian lebar padanya, jangan kau berikan ia kesempatan untuk menjajaki hatimu, Biarlah air mata mengalir untuk saat ini, Karena kelak yang akan kalian temui adalah kebahagiaan, biarlah sakit ini untuk sementara waktu, biarlah luka ini mengering dengan berjalannya kehidupan, Karena cinta tidak lain akan membuat kalian sendiri yang menderita..... Kalian sendiri…
Saudaraku…. tentunya sudah mengerti dan paham bagaimana rasanya jika sedang jatuh cinta , jika dia jauh kita merasa sakit karena rindu, jika ia dekat kita merasa sakit karena takut kehilangan. padahal ia belum halal untukmu dan mungkin tidak akan pernah menjadi yang halal…
karena itu jauhilah ia jangan kau biarkan dia menanamkan benih-benih cinta di hatimu dan kemudian mengusik hatimu jangan kau biarkan dia mempermainkanmu dalam kisah yang bernama cinta. maka bayangkanlah keadaan ini tentang istrimu kelak
saudaraku sukakah engkau..?? apabila saat ini ternyata istrimu (kelak) sedang memikirkan pria yang itu bukan engkau..???
sukakah engkau..?? bila ternyata istrimu (kelak) saat ini tengah mengobrol akrab tertawa riang, becanda, saling menatap, saling menggoda, saling mencubit, saling memandang dengan sangat, saling menyentuh…??? dan bahkan lebih dari itu…??
sukakah engkau saudaraku…??
sukakah engkau bila ternyata saat ini istrimu (kelak) sedang jalan bersama pria lain yang itu bukan engkau…??
sukakah engkau…?? bila saat ini istrimu (kelak) tengah berpikir dan merencanakan pertemuan berikutnya…?? tengah disibukkan oleh rencana-rencana…apa saja yang akan ia lakukan bersama pria itu…??
tidak cemburukah engkau temanku..?? bila saat ini istrimu (kelak) sedang makan bareng bersama pria lain… istrimu (kelak) saat ini sedang digoda oleh pria-pria, istrimu (kelak) sedang ditelepon dengan mesra, istrimu (kelak) saat ini sedang curhat dengan pria yang berkata…”aku tak bisa jika sehari tak mengobrol denganmu…”
tidak cemburukah…?? tidak cemburukah…?? tidak cemburukaaaaahhhhhhhh……???
tidak terasa bagaimanakah jika istrimu (kelak) saat ini tengah beradu pandangan, bercengkrama, bercerita tentang masa depannya dengan pria lain yang bukan engkau…???
sukakah engkau kiranya istrimu (kelak) saat ini tidak bisa tidur karena memikirkan pria tersebut…?? menangis untuk pria tersebut…?? dan berkata dengan hati hancur…”aku sangat mencintamu…aku sangat mencintaimu…???” tidak patah hatikah engkau…??? sukakakah engkau bila istrimu (kelak ) berkata pada pria lain..”tidak ada orang yang lebih aku cintai selain engkau…??” menyebut pria tersebut dalam doanya… memohon pada Allah supaya pria tersebut menjadi suaminya… dan ternyata engkaulah yang kelak akan jadi suaminya…..dan bukan pria tersebut…???
jika engkau tidak suka akan hal itu, jika engkau merasa cemburu, maka demikian halnya dengan istrimu (kelak)....
dan Allah jauh lebih cemburu daripada istrimu, Allah lebih cemburu saudaraku melihat engkau sendirian namun pikirannmu enggan berpindah dari wanita yang telah mengusik hatimu tersebut….
saudaraku kalian percaya takdir bukan..?
saudaraku kalian percaya takdir bukan..?
apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama maka sejauh apapun mereka sebanyak apapun rintangan yang menghalangi sebesar apapun beda diantara mereka sekuat apapun usaha dua orang tersebut untuk menghindarkannya , meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya meski mereka tidak pernah saling bertegur sapa PASTI tetap saja mereka akan bersatu, seakan ada magnet yang menarik mereka, akan ada hal yang datang untuk menyatukan mereka berdua akan ada suatu kejadian yang membuat mereka saling mendekat dan akhirnya bersatu…
namun… apabila dua orang telah ditetapkan untuk tidak berjodoh , maka sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat sekeras apapun upaya orang disekitar mereka untuk menyatukannya sekuat apapun perasaan yang ada diantara mereka berdua sebanyak apapun komunikasi diantara mereka sebelumnya sedekat apapun…
PASTI… akan ada hal yang membuat mereka akhirnya saling menjauh ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak cocok ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik ada kejadian yang menghalangi mereka untuk bersatu
bahkan ketika mereka mungkin telah menetapkan tanggal pernikahan…
namun…yang perlu dicatat disini adalah yakinlah bahwa yang diberikan oleh Allah, yakinlah bahwa yang digariskan oleh Allah, yakinlah bahwa yang telah ditulis oleh Allah dalam KitabNya adalah yang terbaik untuk kita adalah yang paling sesuai untuk kita adalah yang paling membuat kita merasa bahagia. karena Dialah yang paling mengerti kita lebih dari kita sendiri. Dialah yang paling menyayangi kita. Dialah yang paling mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita. sementara kita hanya sedikit saja mengetahuinya dan itupun hanya berdasarkan pada persangkaan kita…
dan yang perlu kita catat juga adalah JIKA KITA TIDAK MENDAPATKAN SUATU HAL YANG KITA INGINKAN ITU BUKAN BERARTI BAHWA KITA TIDAK PANTAS UNTUK MENDAPATKANNYA NAMUN JUSTRU BERARTI BAHWA KITA PANTAS KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK DARI HAL TERSEBUT KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK SAUDARAKU LEBIH BAIK meskipun saat ini mata manusia kita tidak memahaminya meskipun saat itu perasaan kita memandangnya dengan sebelah mata meskipun saat itu otak kita melihatnya sebagai sesuatu yang buruk. Tidak jangan terburu-buru menvonis bahwa engkau telah diberikan sesuatu yang burukbahwa engkau tidak pantas karena kelak engkau akan menyadarinya engkau akan menyadarinya perlahan bahwa apa yang telah hilang darimu bahwa apa yang tidak engkau dapatkan bukanlah yang terbaik untukmu bukanlah yang pantas untukmu bukanlah sesuatu yang baik untukmu.
karena itu saudaraku jangan mubazirkan perasaanmu air matamu, waktumu , jangan kau umbar semua perasaan cintamu ketika engkau tengah menjalin proses taarufan jangan kau umbar semua kekuranganmu jangan kau ceritakan semuanya jangan kau terlalu ngotot ingin dengannya jika engkau mencintainya karena belum tentu dia adalah jodohmu pun jangan takut bila ternyata kalian tidak merasa cocok karena Allah telah menetapkan yang terbaik untuk kalian…
maka memohonlah padaNya mintalah padanya diberikan petunjuk dan dijauhkan dari segala godaan yang ada karena cinta sebelum pernikahan pada hakekatnya adalah sebuah cobaan yang berat Dan percayalah jodoh itu tidak ada kaitannya dengan banyak sedikitnya kenalan banyak sedikitnya teman perempuan. sama sekali tidak karena jika laki-laki yang terjaga maka Allahlah yang akan mengirimkan pendamping untuknya karena laki-laki yang terjaga adalah laki-laki yang banyak didamba oleh seorang akhwat sejati jadi jagalah dirimu hatimu kehormatanmu sebelum saatnya tiba. perbanyak bekalmu dan doamu yakinlah bahwa Allah yang akan memilihkan yang terbaik untukmu. aamiin…..
*Ya Allah karuniakanlah kami seorang pasangan yang sholeh yang menjaga dirinya , yang menjaga hatinya hanya untuk yang halal baginya , yang senantiasa memperbaiki dirinya yang senantiasa berusaha mengikuti sunnah Rasulullah yang baik akhlaknya yang menerima kami apa adanya yang akan membawa kami menuju Jannah Mu Ya Rabb…
kabulkan ya Allah. amien dan segerakanlah karena hati kami teramat lemah dan cinta sebelum menikah adalah sebuah cobaan yang berat…

Bandung, In memoriam
pada-Mu ya Rabb ku yakin akan indah pada waktunya
๏ปฟ

Dikirim pada 11 November 2010 di muhasabah


Menikah adalah saat dimana gerbang kesucian mulai dibentangkan
Menikah adalah saat dimana ketidaksempurnaan bukan lagi masalah yang mesti diperdebatkan
Menikah adalah saat dimana nyuci, nyemir, masang bohlam nyambung kabel, nyiram kembang, nguras bak mandi, masak, belanja kentang, ganti popok tak lagi bibi kerjakan
Menikah adalah saat dimana akar dirajut dari benang benang pemikiran
Menikah adalah saat dimana syariat direngkuh sebagai tolak ukur perbuatan
Menikah adalah saat dimana ketulusan diikatkan sebagai senyum kasih sayang
Menikah adalah saat dimana kesendirian dicampakkan sebagai sebuah kebersamaan
Menikah adalah saat dimana kegelisahan beralih pada ketenangan
Menikah adalah saat dimana kesetiaan adalah harga mati yang tak bisa dilelang…
Menikah adalah saat dimana bunga bunga bersemi pada taman taman
Menikah adalah saat dimana kemarau basah oleh sapaan air hujan
Menikah adalah saat dimana hati yang membatu lapuk oleh kasih saying
Menikah adalah sebuah pilihan antara jalan Tuhan dan Jalan Setan
Menikah adalah sebuah pertimbangan antara hidayah dan kesesatan
Menikah adalah saat dimana suka dan duka saling berdatangan
Menikah adalah saat dimana tawa dan air mata saling berdendang
Menikah adalah saat dimana ikan dan karang bersatu dalam lautan
Menikah adalah saat dimana dua hati menyatu dalam ketauhidan
Menikah adalah saat dimana syahwat tidak lagi bertebaran dijalan jalan
Menikah adalah saat dimana ketakwaan menjadi teluk perhentian
Menikah adalah saat dimana kehangatan menyatu dalam pekatnya malam
Menikah adalah saat dimana cinta pada Allah dan Rasul-Nya dititipkan
Menikah adalah saat dimana dua hati berganti peran pada kedewasaan
Menikah adalah saat dimana dua jasad menambah kekuatan dakwah peradaban
Menikah adalah saat dimana kecantikan adalah sebuah ujian
Menikah adalah saat dimana kecerewetan diperindah oleh aksesoris kesabaran
Menikah adalah saat dimana bunga bunga mulai menyemi pada alang
Menikah adalah saat dimana bidadari2 dunia turun ditelaga telaga kesejukan
Menikah adalah saat dimana jundi jundi kecil bagai cicit burung pada dahan dahan
Menikah adalah saat dimana pemahaman pemahaman mulai disemikan
Menikah adalah saat dimana amal amal mulai ditumbuhkan
Menikah adalah saat dimana keadilan mulai ditegakkan
Menikah adalah saat dimana optimistus adalah leksem baru dari sebuah kefuturan
Menikah adalah saat dimana kecemburuan adalah rona pelangi pada awan
Menikah adalah saat dimana kesendirin menutup epi k kehidupan
Menikah adalah saat dimana syahadat menjadi saksi utama penerimaan
Menikah adalah saat dimana aktivitas dibangun atas dasar ketaatan
Menikah adalah saat dimana perbedaan ciptakan kemesraan
Menikah adalah saat dimana istana tahajud dibangun pada pucuk pucuk malam
Menikah adalah saat dimana belaian bak kumbang yang meneteskan madu madu kehidupan
Menikah adalah saat dimana kecupan bak mentari yang segarkan dedaunan dari kemarau panjang
Menikah adalah saat dimana goresan bayang bayang yg kulukis pada mimpi mimpi malam berubah menjadi kenyataan
Menikah adalah saat dimana jiwa jiwa yang lelah seharian bisa disegarkan
Menikah adalah saat dimana hilangnya energy kehidupan bisa dipulihkan
Menikah adalah saat dimana kapal yang mengarungi bahtera kehidupan menemukan pelabuhan
Menikah adalah saat dimana Allah melipatgandakan kekuatan, rizki dan kasih saying
Menikah adalah saat dimana kebersamaan selalu menjadi kenyataan
Menikah adalah saat permasalahan permasalahan hidup tidak lagi dipecahkan seorang diri
Menikah adalah saat saat terindah tuk ciptakan surga dunia akherat
Menikah adalah jalan mulia tuk menjayakan islam dan muslimin
Menikah adalah saat dimana kecemburuan bagai bunga bunga indah nan harum sebagai penyemangat dalam beribadah
Menikah adalah saat dimana Alquran dan sunnah harus diamalkan dalam kehidupan
Menikah adalah saat saat terindah dimana keduanya saling berfastabikul khairat
Menikah adalah saat dimana kekuatan iman dan ihsan berlipat ganda
Menikah adalah saat dimana amalan amalan sunnah menjadi adat yang senantiasa hidup dalam bait bait kebersamaan
Menikah adalah saat dimana sakinah, mawaddah warahmah menjadi suatu hal yang muda direalisasikan dalam kehidupan
Menikah adalah saat dimana angin angin syurga mulai berhembus ke relung jiwa
Menikah adalah saat dimana mujahadah dalam jihad tak lagi surut kebelakang
Menikah adalah saat dimana dambaan menjadi pendamping perjuangan dakwah jadi nyata
Menikah adalah saat dimana cahaya cahaya syurga selalu menyinari arah kehidupan
Menikah adalah saat dimana ridha Allah menjadi motivasi utama dan pertama dalam mengarungi bahtera rumah tangga
Menikah adalah saat dimana semua kesusahan hidup adalah bagian dari kenikmatan yang harus diterima dan dihadapi dengan penuh ikhlas dan kesabaran
Menikah adalah satu jalan untuk menutup mata dari hal hal yang haram dipandang
Menikah adalah saat2 mendebarkan yang begitu indah
Menikah adalah saat dimana sifat dan sikap tercela harus disingkirkan
Menikah adalah suatu kenikmatan yang tiada bandingnya didunia ini
Menikah adalah saat dimana kebersamaan akan menghiasi segala kesepian
Menikah adalah saat dimana pengorbanan tak lagi menjadi perhitungan
Menikah adalah jalan mulia untuk menangkal panah panah iblis
Menikah adalah saat dimana kemanjaan seorang istri menjadi penyejuk jiwa
Menikah adalah saat janji setia dua anak manusia yang mampu mengguncang langit dan bumi
Menikah adalah saat dimana pintu pintu syahid terbuka lebar
Menikah adalah saat dimana generasi2 Rabbany mulai menyinari gelapnya dunia
Menikah adalah saat dimana senyuman manis bagai oase dipadang pasir
Menikah adalah saat dimana remasan2 lembut jemari suami mampu menurunkan rahmat dan kasih sayang Allah
Menikah adalah saat dimana suapan2 kecil semakin memperindah kebersamaan
Menikah adalah saat terindah dimana iman dan tolabul ‘ilmi menjadi faktor penunjang kemuliaan
Menikah adalah saat dimana akhlakul karimah menjadi penghias dalam menjalani kehidupan
Menikah adalah saat dimana kebersamaan dalam suka dan duka menjadi pengokoh ikatan tali kasih
Menikah adalah saat dimana panggilan sayang menjadi hal yang lumrah
Menikah adalah saat dimana tangisan tanda syukur pada-Nya selalu bersimbah
Menikah adalah saat dimana permintaan maaf selalu diberi sebelum diminta
Menikah adalah saat dimana merencanakan segala sesuatunya dengan penuh kecermatan
Menikah adalah saat dimana cita cita luhur mulai terwujudkan satu persatu
Menikah adalah saat dimana mahligai keberkahan mulai dipetik
Menikah adalah saat dimana keceriaan selalu menghiasi segala ujian dari-Nya
Menikah adalah saat dimana perilaku mulia menjadi teladan orang banyak
Menikah adalah saat dimana barisan barisan jihad mulai dibangun
Menikah adalah saat dimana semua jiwa dan raga dipersembahkan hanya untuk-Nya
Menikah adalah janji setia dua insan yang berlainan jenis untuk seiya sekata dalam menjalani kehidupan ini meraih cinta-Nya
Menikah adalah saat dimana separuh dari dien mulai dipetik
Menikah adalah saat dimana hari hari yang dilalui penuh dengan jihad
Menikah adalah saat saat terindah yang kudambakan.

Bandung, In Memoriam
Menikah adalah.................????/

Dikirim pada 11 November 2010 di artikel


Di suatu kajian, dengan tema jelajah hati…
Sebuah kajian yang panjang, bermakna dan ‘mengena’…
Sebuah kajian bagaimana menjaga hati, menjaga cinta dalam dada ini hanya untukNya…
Masih teringat jelas dalam benakku ketika ustad tersebut berkata
“jika ada yang hatinya mulai tergoda oleh hal selainNya, maka jujurlah pada hati, namun lakukan apa yang berkebalikan dengan hawa nafsu… Misalnya, suatu saat kita melihat baju yang sangat bagus dan sangat ingin untuk membeli.. jujurlah pada hati bahwa kita sangat menyukai baju itu, jika perlu beli, namun berikan baju yang sangat kita senangi itu untuk orang lain… untuk masalah cinta, ketika hati tergoda tuk mencintai selainNya apalagi lawan jenis, jujurlah pada hati, dan berdoalah ‘ya Allah..aku mencintainya namun jangan jadikan ia sebagai jodohku…”
Kira2 begitu intinya, meski ga saklek seperti itu…
Sontak mendengar kalimat terakhir para hadirin yang datang tertawa… namun aku, justru bertanya-tanya. Ketika cinta itu datang, meskipun bukan untuk memiliki, mengapa justru kita seperti itu? Bukankah sangat baik jika doa itu menjadi ‘jagalah hati ini dari cinta terhadapnya sampai rasa cinta ini halal bagi kami’… Begitu batinku dulu…dulu…
Namun aku mengerti sekarang..sangat mengerti mengapa doa itu yang disarankan oleh sang ustad (meskipun mungkin doa ini ga saklek juga)… aku sangat mengerti sekarang…
Mengapa?
Karena di suatu kajian lain, aku mengambil suatu hikmah, yakni suatu keluarga yang ingin menjadi sebuah keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah, itu bukan hal yang mudah… keluarga yang ingin dibangun seperti itu memang harus didasarkan pada suatu kesucian… kesucian masing-masing pasangan baik secara hati dan fisik, dan yg paling penting kesucian PROSES itu sendiri…
Keluarga yang sebersih itu juga harus diawali dengan proses yang bersih sebagaimana hal yang baik harus diawali dengan hal yang baik pula… bagaimana keluarga itu akan menjadi keluarga yg suci jika dalam proses saja tidak bersih?
Dalam proses harusnya tak ada pelanggaran-pelanggaran syar’i… sebagaimana tak ada berpacaran sebelum menikah.. sebagaimana tak ada bergoncengan dan bersentuhan selama itu belum halal.. sebagaimana tak ada perkenalan lebih mendalam selama proses ta’aruf belum dimulai secara resmi.. Sebagaimana itu pula kesucian hati itu harusnya terjaga sebelum itu semua juga akan menjadi halal..tak ada cinta selain padaNya dan tak ada cinta tuk lawan jenis kecuali cinta itu halal.. Ya, ‘baik’ dalam proses untuk mencapai ‘kebaikan’ pada akhirnya…
Tuk mencapai rumah tangga yang diberkahi yang di dalamnya harapannya akan lahir para mujahid dan mujahiddah tuk menjalankan estafet dakwah ini, terlalu suci tuk dinodai dengan proses yang tidak baik…
Tuk membangun rumah tangga yang slalu dalam naungan cintaNya yang harapannya akan lahir para hafidz dan hafidzah tuk mewarnai ummat ini, terlalu suci tuk dinodai dengan proses yang kotor..

Baik dalam proses…
Sebenarnya mungkin hanya itu yang ingin disampaikan sang ustadz dalam doa itu… doa yang berharap ketika ada getaran yang tak seharusnya ada tuk seseorang, maka tidak sepantasnya berharap seseorang tersebut tuk menjadi jodoh kita kelak… semua ini hanya demi BAIK dalam PROSES agar PREOSES ini mengantarkan pada KEBERKAHAN yang sesungguhnya.. Sebuah keluarya yang di dalamnya akan lahir para mujahid-mujahiddah dan hafidz-hafidzah tuk mewarnai dunia ini.. mewarnai dengan warna warni pelangi cinta di dunia dan akhirat…
Wallahu’alam..

Bandung, humayroh

Dikirim pada 25 Oktober 2010 di muhasabah

Jangan hanya bertanya tentang penghasilan, hobby atau dimana akan membangun rumah. Tanyakanlah hal2 yg jauh lebih penting kepada calon suami- misalnya, sedalam apa cintanya kepada Allah…
Dia ingin berkenalan lebih jauh dengan anda. Tujuannya untuk menjajaki apakah hubungan suami isteri ygsuci dan dahsyat itu bisa dibangun bersama anda. Anda berdua sudah saling bertukar curriculum vitae, kawan-kawan dan kerabat sudah saling bertukar informasi kepada anda dan dia. Dia ingin bertemu dan mengajukan beberapa pertanyaan. Sebaliknya, dia juga siap membuka dirinya untuk ditanya-tanya oleh anda.
Berwudhu’-lah dulu, laksanakan shalat sunnat dua rakaat, mintalah Allah merengkuh anda dan mengendalikan lisan serta gerak-gerik anda. Ucapkanlah ta’awudz, dan bismillah dg jelas di hadapannya, lalu ajukan pertanyaan2 dibawah ini sambil menggantungkan diri anda hanya kepada Allah yg telah menciptakan anda dan dia.
1. Bagaimana anda pertama kali mengenal Allah? Tolong ceritakan sedetil mungkin.
2. Kapan pertama kali anda bertaubat yg sungguh sungguh? Kalau boleh tahu, kesalahan apakah yang anda mintakan ampun kpada Allah waktu itu? Pernahkah anda mengulangi kesalahan itu? Apa yg akan mungkin membuat anda terjerumus lagi pada kesalahan itu di masa mendatang? (jika dia menganggap itu aib yang anda tak perlu tahu, jangan sekali-kali anda mendesaknya untuk menjawab. Tunjukkan rasa hormat anda atas pilihannya untuk tidak menjawab).
3. Adakah kesalahan kepada Allah yang selalu anda lakukan dan sampai hari ini belum anda mintakan ampun kpada Allah? Kalau boleh tahu kesalahan apakah itu? (Begitu juga yang ini)
4. Seberapa sering anda ingkar kepada Allah terutama kalau sedang sendirian? Dalam bentuk apa keingkaran anda itu? (Begitu juga yang ini)
5. Tolong ceritakan bagaimana hubungan anda dengan Allah saat ini
6. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal mengikuti shalat fardhu berjamaah sesudah adzan berkumandang? Kenapa?
7. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal membaca Quran minimal 50 ayat per hari? Kenapa?
8. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal bangun shalat malam/ tahajjud?
9. Dalam seminggu terakhir, Berapa hari yg anda lewatkan tanpa bershodaqoh atau berinfaq untuk orang miskin dan sabilillah?
10. Tolong sebutkan 5 langkah pertama dan yang akan anda lakukan secara istiqomah untuk membangun rumah tangga yang taat kpada Allah dan Rasul-Nya? Kenapa anda memilih ke-5 langkah tersebut ? Bagaimana cara anda melaksanakannya?
11. Saya mau buka rahasia. Sebenarnya, saya sudah memiliki seorang laki-laki yang sangat saya cintai. Orangnya kalem, pintar, ganteng, dan sangat sopan. Hanya kepada dia saya memberikan cinta saya lebih dari kepada lelaki lain. Bersediakah anda mengizinkan saya melanjutkan cinta saya kepada lelaki ini, kalau anda suami saya? (Biarkan dia salah tingkah dulu. Mungkin juga dia akan menjawab secara emosional. Perhatikan mimic wajahnya, wajah seperti itulah yang akan anda lihat setiap kali kelak anda bertengkar dan mengingatkan dia dengan ayat Allah atau hadist Rasulullah. Setelah anda merekam mimic wajahnya, barulah anda katakana…)laki-laki itu bernama Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana caranya supaya saya semakin mencintai beliau, lebih dari saya mencintai suami saya?
12. Apa saja rencana anda dalam menghidupkan sunnah nabi Muhammad Shallallohu ‘alaihi wa sallam dalam rumah tangga yang akan anda bangun? Bagaimana anda akan melaksanakannya?
13. Ada 3 hal yg insyaAllah akan selalu saya perbaiki dalam diri saya secara bersungguh2 sampai saya mati yaitu ibadah, ilmu dan ‘amal shalih saya. Apa saran anda untuk saya?
14. Tentang Ibu anda, ceritakan sebanyak mungkin hal penting yg menurut anda perlu saya ketahui tentang beliau?
15. Sejak anda dewasa, pernahkah anda membuat beliau sangat marah? Apa sebabnya? Apa yg anda lakukan setelah itu?
16. Dalam seminggu terakhir, berapa kali anda mencium tangan dan memeluknya dengan mesra? Kalau anda tinggal kota dengan beliau, berapa kali anda menelponnya dalam seminggu terakhir? Apa kata2 yang paling sering anda sampaikan ke beliau sebelum anda menutup telepon?
17. Jika Ibu anda melakukan kesalahan, apa yg anda lakukan utk mengingatkannya?
18. Menurut anda, adakah hal tertentu dari ibu anda- apakah itu perkataan maupun perbuatan- yang sangat mempengaruhi cara anda memperlakukan wanita, terutama kelak isteri anda? Apakah itu? 19. Jika kelak terjadi pertengkaran atau ketegangan antara Ibu dan isteri anda, apa yg akan anda lakukan? 20. Tentang Ayah anda, ceritakan hal2 penting yg menurut anda perlu saya ketahui ttg beliau?
21. Apa saja yg menurut anda bisa menghancurkan sebuah hubungan suami isteri? Apa rencana anda untuk menghindarinya?
22. Apa saja menurut anda bisa menggagalkan sebuah rumah tangga dalam menghasilkan anak2 yg shalih? Apa rencana anda utk menghindarinya?
23. Ttg mencari nafkah, kalau pendapatan ekonomi RT anda kurang memadai, jenis pekerjaan apa yg sebaiknya dilakukan oleh isteri anda utk membantu mencari nafkah?
24. Ta’adud ( menikahi lebih dari satu isteri) merupakan salah satu aturan Allah yg Maha sempurna, berikut syarat dan akibat2nya baik utk laki2 dan perempuan. Apa pandangan anda ttg ta’addud?
25. Bagaimana mati yg anda inginkan? Apa rencana2 anda utk itu?
Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala membuka segala sesuatu yang paling mendasar, untuk anda ketahui tentang dia, lewat pertanyaan-pertanyaan diatas. Tetapi ada satu hal kecil yang perlu anda lakukan sebelum anda bertemu dia. Pergilah kedepan cermin, pandangilah bayangan mata anda, lalu tanyakan satu persatu pertanyaan diatas tadi kepada diri anda sendiri, dan jawablah dengan jujur.

Bandung, Muhasabah diri, oase jiwa



Dikirim pada 25 Oktober 2010 di muhasabah


Begitu cantiknya ukhti..Tp dimata manusia..Sedangkan yang maha kuasa tak pernah memandang rupa ataupun bentuk tubuh kita.. Namun Dia hanya melihat pada hati & amal2 yg dilakukan hamba2nya..Ukhti, kamu cantik sekali..Tapi cantik fisik tak akan prnah abadi..Saat ini para pesolek bisa berbangga dengan kemolekan wajah ataupun bentuk tubuhnya..Namun beberapa saat nanti, saat wajah mulai keriput, rambutpun kusut dan berubah warna putih semua, tubuh tak lagi tegak, membungkuk termakan usia, tak ada lagi yg bisa dibanggakan..Lebih2 jika telah memasuki liang lahat, tentu tak akan ada manusia yg mau mendekat..Ukhti, kamu cantik sekali..Tapi kecantikan hanyalah pemberian dan untuk apa di bangga-banggakan??Sepantasnya kecantikan di syukuri dengan cara yg benar..Mensyukuri kecantikan bukanlah cara memamerkan..Ukhti, kamu cantik sekali..Tapi apa manfaat pujian dan kekaguman seseorang?? Adakah ia menambah pahala dari-Nya??? Adakah derajatmu akan meninggi di sisi ilahi setelah di puji?? Tak ada yg menjamin wahai ukhti..Mungkin malah sebaliknya, wajah cantik itu menjadikanmu tak punya harga di hadapan-Nya, karena kamu tak mampu memelihara sesuai ketentuan-Nya..Ukhti, kamu cantik sekali..Alangkah indahnya kecantikan fisik itu dipadu dgn kecantikan fisikmu.. Apalah arti cantik rupawan bila tak memiliki keimanan.. Apalah guna tubuh molek memikat jika tak ada rasa malu yg lekat.. Cantiknya dirimu dengan cahaya-Nya.. Cahaya yg bersinar dari hati benderang penuh keimanan.. Hati yg senantiasa taat patuh pada syariat.. Hati yg taqwa yg selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.. Hati yg sederhana, yg tidak berlebihan dalam sgala urusan dunia..Ukhti, kamu cantik sekali..Maka tampillah cantik dihadapan penciptamu karena itu lebih berarti dari pada menampilkan kecantikanmu pada manusia yg bukan muhrimmu.. Tampillah cantik dihadapan suamimu karena itu adalah bagian dari amalmu..Mengabdi kepada manusia yg kamu kasihi demi keridhoan illahi..Tampillah cantik, cantik iman, cantik hati, cantik batin, karena itu lebih abadi..๏ปฟ

’Sesungguhnya Allah tidak akan melihat bentuk fisikmu dan juga rupamu, akan tetapi Allah melihat kepada hatimu dan amal-amal mu"

wallahu a’lam bish shawab.
^___^

Bandung, in Memoriam, Renungan Inspirasi

Dikirim pada 14 Oktober 2010 di muhasabah


Muslimah cantik, menjadikan malu sebagai mahkota kemuliaannya…” (SMS dari seorang sahabat)
Membaca SMS di atas, mungkin pada sebagian orang menganggap biasa saja, sekedar sebait kalimat puitis. Namun ketika kita mau untuk merenunginya, sungguh terdapat makna yang begitu dalam. Ketika kita menyadari fitrah kita tercipta sebagai wanita, mahkluk terindah di dunia ini, kemudian Allah mengkaruniakan hidayah pada kita, maka inilah hal yang paling indah dalam hidup wanita. Namun sayang, banyak sebagian dari kita—kaum wanita—yang tidak menyadari betapa berharganya dirinya. Sehingga banyak dari kaum wanita merendahkan dirinya dengan menanggalkan rasa malu, sementara Allah telah menjadikan rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุฅู†ู‘ูŽ ู„ููƒูู„ู‘ู ุฏููŠู†ู ุฎูู„ูู‚ู‹ุง ุŒ ูˆูŽุฅู†ู‘ูŽ ุฎูู„ูู‚ูŽ ุงู„ุฅุณู’ู„ุงูŽู…ู ุงู„ุญูŽูŠูŽุงุก
“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain,
ุงู„ุญูŽูŠูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ุฅูŠู…ูŽุงู†ู ู‚ูุฑูู†ูŽุง ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง ุŒ ููŽุฅู†ู’ ุฑูููุนูŽ ุฃุญูŽุฏูู‡ูู…ูŽุง ุฑูููุนูŽ ุงู„ุขุฎูŽุฑ
“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz Dzahabi)
Begitu jelas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memberikan teladan pada kita, bahwasanya rasa malu adalah identitas akhlaq Islam. Bahkan rasa malu tak terlepas dari iman dan sebaliknya. Terkhusus bagi seorang muslimah, rasa malu adalah mahkota kemuliaan bagi dirinya. Rasa malu yang ada pada dirinya adalah hal yang membuat dirinya terhormat dan dimuliakan.
Namun sayang, di zaman ini rasa malu pada wanita telah pudar, sehingga hakikat penciptaan wanita—yang seharusnya—menjadi perhiasan dunia dengan keshalihahannya, menjadi tak lagi bermakna. Di zaman ini wanita hanya dijadikan objek kesenangan nafsu. Hal seperti ini karena perilaku wanita itu sendiri yang seringkali berbangga diri dengan mengatasnamakan emansipasi, mereka meninggalkan rasa malu untuk bersaing dengan kaum pria.
Allah telah menetapkan fitrah wanita dan pria dengan perbedaan yang sangat signifikan. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam akal dan tingkah laku. Bahkan dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 228 yang artinya; ‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang sepatutnya’, Allah telah menetapkan hak bagi wanita sebagaimana mestinya. Tidak sekedar kewajiban yang dibebankan, namun hak wanita pun Allah sangat memperhatikan dengan menyesuaikan fitrah wanita itu sendiri. Sehingga ketika para wanita menyadari fitrahnya, maka dia akan paham bahwasanya rasa malu pun itu menjadi hak baginya. Setiap wanita, terlebih seorang muslimah, berhak menyandang rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.
Sayangnya, hanya sedikit wanita yang menyadari hal ini…
Di zaman ini justeru banyak wanita yang memilih mendapatkan mahkota ‘kehormatan’ dari ajang kontes-kontes yang mengekspos kecantikan para wanita. Tidak hanya sebatas kecantikan wajah, tapi juga kecantikan tubuh diobral demi sebuah mahkota ‘kehormatan’ yang terbuat dari emas permata. Para wanita berlomba-lomba mengikuti audisi putri-putri kecantikan, dari tingkat lokal sampai tingkat internasional. Hanya demi sebuah mahkota dari emas permata dan gelar ‘Miss Universe’ atau sejenisnya, mereka rela menelanjangi dirinya sekaligus menanggalkan rasa malu sebagai sebaik-baik mahkota di dirinya. Naudzubillah min dzaliik…
Apakah mereka tidak menyadari, kelak di hari tuanya ketika kecantikan fisik sudah memudar, atau bahkan ketika jasad telah menyatu dengan tanah, apakah yang bisa dibanggakan dari kecantikan itu? Ketika telah berada di alam kubur dan bertemu dengan malaikat yang akan bertanya tentang amal ibadah kita selama di dunia dengan penuh rasa malu karena telah menanggalkan mahkota kemuliaan yang hakiki semasa di dunia.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุตูู†ู’ููŽุงู†ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽุฑูŽู‡ูู…ูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ุณููŠูŽุงุทูŒ ูƒูŽุฃูŽุฐู’ู†ูŽุงุจู ุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑู ูŠูŽุถู’ุฑูุจููˆู†ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ูˆูŽู†ูุณูŽุงุกูŒ ูƒูŽุงุณููŠูŽุงุชูŒ ุนูŽุงุฑููŠูŽุงุชูŒ ู…ูู…ููŠู„ุงูŽุชูŒ ู…ูŽุงุฆูู„ุงูŽุชูŒ ุฑูุกููˆุณูู‡ูู†ู‘ูŽ ูƒูŽุฃูŽุณู’ู†ูู…ูŽุฉู ุงู„ู’ุจูุฎู’ุชู ุงู„ู’ู…ูŽุงุฆูู„ูŽุฉู ู„ุงูŽ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุฌูุฏู’ู†ูŽ ุฑููŠุญูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฑููŠุญูŽู‡ูŽุง ู„ูŽูŠููˆุฌูŽุฏู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุณููŠุฑูŽุฉู ูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุง
Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128) Di antara makna wanita yang berpakaian tetapi telanjang adalah wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/191)
Dalam sebuah kisah, ‘Aisyah radhiyyallahu ‘anha pernah didatangi wanita-wanita dari Bani Tamim dengan pakaian tipis, kemudian beliau berkata,
ุฅู† ูƒู†ุชู† ู…ุคู…ู†ุงุช ูู„ูŠุณ ู‡ุฐุง ุจู„ุจุงุณ ุงู„ู…ุคู…ู†ุงุช ูˆุฅู† ูƒู†ุชู† ุบูŠุฑ ู…ุคู…ู†ุงุช ูุชู…ุชุนูŠู†ู‡
“Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.” (disebutkan dalam Ghoyatul Marom (198). Syaikh Al Albani mengatakan, “Aku belum meneliti ulang sanadnya”)
Betapa pun Allah ketika menetapkan hijab yang sempurna bagi kaum wanita, itu adalah sebuah penjagaan tersendiri dari Allah kepada kita—kaum wanita—terhadap mahkota yang ada pada diri kita. Namun kenapa ketika Allah sendiri telah memberikan perlindungan kepada kita, justeru kita sendiri yang berlepas diri dari penjagaan itu sehingga mahkota kemuliaan kita pun hilang di telan zaman?
ููŽุจูุฃูŽูŠู‘ู ุขูŽู„ูŽุงุกู ุฑูŽุจู‘ููƒูู…ูŽุง ุชููƒูŽุฐู‘ูุจูŽุงู†ู
Nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman: 13)
Wahai, muslimah…
Peliharalah rasa malu itu pada diri kita, sebagai sebaik-baik perhiasan kita sebagai wanita yang mulia dan dimuliakan. Sungguh, rasa malu itu lebih berharga jika kau bandingkan dengan mahkota yang terbuat dari emas permata, namun untuk mendapatkan (mahkota emas permata itu), kau harus menelanjangi dirimu di depan public.
Wahai saudariku muslimah…
Kembalilah ke jalan Rabb-mu dengan sepenuh kemuliaan, dengan rasa malu dikarenakan keimananmu pada Rabb-mu…

muslimah.or.id

Dikirim pada 12 Oktober 2010 di puisi


Dikisahkan pada suatu hari, Guru Sufi yang terkenal, Ibrahim bin Adham didatangi oleh seseorang yang layak disebut sebagai ‘ahli maksiat’ karena sudah sekian lama ia hidup dalam kemaksiatan, sering mencuri, selalu menipu dan merampok, suka minum khamr, dan tidak pernah bosan berzina.
Ahli maksiat ini berniart untuk tobat dan mengadu (curhat) serta meminta nasehat kepada Ibrahim bin Adham,
"Wahai tuan guru, aku seorang pendosa yang rasanya idtak mungkin bisa keluar dari kubangan maksiat. Tapi, tolong ajari aku seandainya ada cara untuk menghentikan semua perbuatan-ku yang sangat tercela selama ini?"
Ibrahim bin Adham menjawab, "Baik anak muda, Kalau kamu bisa selalu berpegang pada lima hal ini, niscaya kamu akan terjauhkan dari segala perbuatan dosa dan maksiat.
“Apa 5 hal yang Anda maksudkan itu Tuan Guru?”
“Yang pertama, jika kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, maka usahakanlah agar Allah jangan sampai melihat perbuatanmu itu."
Ahli maksiat itu terperangah, "Bagaimana mungkin, Tuan guru, bukankah Allah selalu melihat apa saja yang diperbuat oleh siapapun? Allah pasti tahu walaupun perbuatan itu dilakukan dalam kesendirian, di kamar yang gelap, bahkan di lubang semut sekalipun."
Wahai anak muda, kalau yang melihat perbuatan dosa dan maksiatmu itu adalah tetanggamu, kawan dekatmu, atau orang yang kamu hormati, apakah kamu akan meneruskan perbuatanmu? Lalu mengapa terhadap Allah kamu tidak malu, sementara Dia melihat apa yang kamu perbuat?"
Ahli maksiat itu lalu tertunduk dan berkata,"katakanlah yang kedua, Tuan guru!"
Ibrahim bin Adam kemudian melanjutkan nasehatnya,
“Kedua, jika kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, maka jangan pernah lagi kamu makan rezeki Allah."
Pendosa itu kembali terperangah, "Bagaimana mungkin, Tuan guru, bukankah semua rezeki yang ada di sekeliling manusia adalah dari Allah semata? Bahkan, air liur yang ada di mulut dan tenggorokanku adalah dari Allah jua."
Ibrahim bin Adham menjawab, "Wahai anak muda, masih pantaskah kita makan rezeki Allah sementara setiap saat kita melanggar perintahNya dan melakukan laranganNya? Kalau kamu numpang makan kepada seseorang, sementara setiap saat kamu selalu mengecewakannya dan dia melihat perbuatanmu, masihkah kamu punya muka untuk terus makan darinya?"
"Sekali-kali tidak Tuan Guru!” kata Ahli maksiat itu.
“Sekarang katakanlah yang ketiga, Tuan guru."
Ibrahim bin Adam melanjutkan,”Ketiga, kalau kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, janganlah kamu tinggal lagi di bumi Allah."
Sekali lagi ahli maksiat itu tersentak, "Bukankah semua tempat ini adalah milik Allah, Tuan guru? Bahkan, segenap planet, bintang dan langit adalah milikNya juga?"
Ibrahim bin Adham menjawab,"Kalau kamu bertamu ke rumah seseorang, numpang makan dari semua miliknya, akankah kamu cukup tebal muka untuk melecehkan aturan-aturan tuan rumah itu sementara dia selalu tahu dan melihat apa yang kamu lakukan?"
Ahli maksiat itu kembali terdiam, air matanya menetes perlahan dari kelopak matanya lalu berkata,
“Aku mohon katakanlah yang keempat, Tuan guru."
“Baik anak muda” Ibrahim bin Adam melanjutkan,
“Yang keempat, jika kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, dan suatu saat malaikat maut datang untuk mencabut nyawamu sebelum kamu bertobat, tolaklah ia dan janganlah mau nyawamu dicabut."
“Bagaimana mungkin itu terjadi, Tuan guru? Bukankah tak seorang pun mampu menolak datangnya malaikat maut?"
Ibrahim bin adham menjawab, "Kalau kamu tahu begitu, mengapa masih jua berbuat dosa dan maksiat? Tidakkah terpikir olehmu, jika suatu saat malaikat maut itu datang justru ketika kamu sedang mencuri, menipu, berzina dan melakukan dosa lainnya?"
Nampak air mata menetes semakin deras dari kelopak mata ahli maksiat tersebut, kemudian ia berkata,
"Wahai tuan guru, mohon katakanlah hal yang kelima."
“Kelima, jika kamu masih akan berbuat dosa, dan tiba-tiba malaikat maut mencabut nyawamu justru ketika sedang melakukan dosa, maka janganlah mau kalau nanti malaikat Malik akan memasukkanmu ke dalam neraka. Mintalah kepadanya kesempatan hidup sekali lagi agar kamu bisa bertobat dan menambal dosa-dosamu itu."
Ajli maksiat itupun berkata, "Bagaimana mungkin seseorang bisa minta kesempatan hidup lagi, Tuan guru? Bukankah hidup hanya sekali? “
Ibrahim bin Adham pun lalu berkata, "Oleh karena hidup hanya sekali anak muda, dan kita tidak pernah tahu kapan maut akan menjemput kita, sementara semua yang telah diperbuat pasti akan kita pertanggung jawabkan di akhirat kelak, apakah kita masih akan menyia-nyiakan hidup ini hanya untuk menumpuk dosa dan maksiat?"
Seketika ahli maksiat itupun langsung pucat, dan dengan surau parau menahan ledakan tangis ia mengiba, "Cukup, Tuan guru, aku tak sanggup lagi mendengarnya. Jangan kau teruskan lagi. Aku tidak sanggup lagi mendengarnya. Aku berjanji, mulai saat ini aku akan beristighfar dan bertaubat nasuha kepada Allah.” "
Lalu ia pun beranjak pergi meninggalkan Ibrahim bin Adham. Dan sejak saat itu, orang-orang mengenal kemudian bahwa ahli maksiat itu telah melakukan tobat yang benar-benar tobat (taubatan nasuha) dan menjadi seorang ahli ibadah yang menjalankan ibadah dan semua perintah-perintah Allah dengan baik dan khusyu’ serta menjauh dari perbuatan-perbuatan tercela yang dahulu selalu ia kerjakan.๏ปฟ

Bandung, In Memoriam. renungan Inspiratif

Dikirim pada 09 Oktober 2010 di muhasabah


Sampai kapan kita menantang.
Sampai kapan kita membangkang.
Aurat kelihatan di sepanjang jalan.
Wanita dandan untuk dijajan.
Hukum Alloh tak dihiraukan

Meminum miras.
Tak pernah puas.
Harta panas dimakan buas.
Hukum Alloh tak dihiraukan

Layar kaca sepanjang malam.
Acara kelam tak pernah padam.
Di syahwat hitam kita tenggelam.
Hukum Alloh tak dihiraukan

Miskin dan fakir.
Tak pernah terpikir.
Uang membanjir.
Bertambah kikir.
Hukum Alloh tak dihiraukan

Sihir terus mendupa.
Syirik merajalela.
Santet menebar petaka.
Semua diam seribu bahasa.
Hukum Alloh tak dihiraukan

Muda mudi membaur diri.
Bersunyi-sunyi di kamar nan keji.
Belum nikah sudah berbayi.
Hukum Alloh tak dihiraukan

Terjangan samudera.
Dan goyangan gempa.
Seakan tanda Murka Sang Pencipta.
Tapi kita… kita sebagai manusia telah butA.
Bencana demi bencana… terus melanda.
Memakan harta, menelan jiwa.
Tapi kita terus durhaka

Hei… Apa yang kau tunggu.
Kita harus bersatu.
Bila kau terus termangu, kita semua kan tersapu

Bandung in Memoriam, Renungan Inspiratif

Dikirim pada 09 Oktober 2010 di muhasabah


Cinta luar biasa..
Cinta seorang Kekasih kepada umatnya..
Hingga pada hembusan nafasnya yang terakhir..
Lidah Rasulullah menuturkan tanpa henti..
Ummati.. ummati.. ummati..

Cinta luar biasa..
Kisah cinta Handzalah..
Meninggalkan isteri di malam pernikahan..
Lantaran menyahut seruan jihad..
Akhirnya syahid di medan perjuangan..

Cinta luar biasa..
Seteguh kasih Khadijah..
Tak pernah jemu memberikan dukungan..
Rela mengorbankan segala kemewahan..
Di saat Rasulullah dan Islam dipinggirkan..

Cinta luar biasa..
Kisah kesetiaan Abu Bakar..
Kasih seorang sahabat yang tiada tandingan..
Insan yang senantiasa membenarkan..
Sewaktu kata-kata Rasulullah ditertawakan..

Cinta luar biasa..
Kisah ketabahan Hajar..
Ditinggalkan di tanah yang gersang bersama Ismail..
Bukti kasih seorang ibu yang berlarian mencari air..
Tatkala mendengar tangisan si anak kecil..

Cinta luar biasa..
Umpama keberanian Ali..
Di malam penghijrahan Nabi..
Menggantikan Rasulullah di tempat tidurnya..
Walaupun jiwa menjadi taruhan..

Cinta luar biasa..
Cinta Aisyah, Masyithah dan Sumaiyyah..
Menggadaikan nyawa demi mempertahankan aqidah..
Iman di dada tak sedikit pun goyah..
Karena keyakinan yang teguh atas segala janjiNya..

Kisah cinta luar biasa..
Insan pilihan yang berada di atas jalanNya..
Betapa tulusnya kasih, teguhnya jiwa..
Ridha dan sabar menempuh segala ujian..
Merekalah insan yang memahami arti manisnya iman..

Mampukah diri ini meraih cinta luar biasa..??๏ปฟ

Bandung, in Memoriam. Renungan inspiratif

Dikirim pada 09 Oktober 2010 di muhasabah

Kalbu berseru menjemput harapan
Manakah yang lebih indah dari pertautan dua hati
sedang fitrah dari Allah untuk sekalian insan
tak lain keniscayaan untuk merasa cenderung satu sama lain

Jika belum cukup kebendaan untuk kami
Allah janjikan kecukupan dari arah yang tak disangka
Jikalau belum cukup kematangan pada diri kami
Allah kan didik kami dengan keluasan ilmu-Nya

Jika tekad belum cukup membaja
Allah telah kuatkan dengan niat mulia
Agar Rasulullah bangga dengan bilangan umatnya
Jikalau iman belum cukup terjaga
Allah sempurnakan separuh agama

Adakah yang lebih indah dari ungkapan syukur
atas nikmat ilahiyah?
Telah Allah pertautkan Adam dan Hawa
Telah Allah anugerahkan Yusuf bagi Zulaekha
Telah Allah bahagiakan Muhammad bersama Khadijah
Telah Allah satukan Ali dengan Fatimatuzzahrah

Duhai raga, bersujudlah atas karunia kasih Allah
Duhai jiwa, tentramlah dalam kehangatan yang diridhai Rabbmu
Setelah bergegas penuhi sunnah Rasul
Setalah bersegera tunaikan separuh agama
Sebab Allah pertautkan dua kebaikan untuk hamba yang patuh:
Pria shalih bagi wanita shalihah, wanita shalihah bagi pria shalih
Subhanallah...Alhamdulillah
Adakah yang lebih indah dari pertautan ini
Sedang Allah, Rasul, dan malaikat berkenan mempersaksikan
Manakah yang lebih membahagiakan
Selain cinta dalam naungan Allah?
Selain kasih sayang dalam shaf Rasulullah?

bandung in memoriam, Renungan inspiratif

Dikirim pada 09 Oktober 2010 di muhasabah
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

seorang muslimat yang biasa bahkan terlalu biasa ......... diriku bukanlah khadijah yang begitu sempurna menjaga, pun bukanlah hajar yang begitu setia dalam sengsara, diriku hanya wanita akhir zaman yang berusaha untuk menjadi sholehah.... More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 571.003 kali


connect with ABATASA